Bab 6: Ketegangan yang Tak Pernah Usai

Hari-hari berlalu, dan situasi di Surabaya semakin buruk. Kota itu semakin dibanjiri oleh zombie-zombie bermutasi dengan berbagai bentuk yang mengerikan. Mereka tidak lagi hanya menghadapi zombie level 4, tetapi juga monster-monster yang semakin ganas dan berbahaya. Ketegangan dan ketakutan terus melanda kota.

Ari, Siti, dan Kapten Rina bersama anggota kelompok mereka berusaha keras untuk bertahan hidup di tengah kekacauan ini. Mereka menjaga markas polisi mereka yang sudah menjadi tempat perlindungan, tetapi mereka juga harus keluar untuk mencari sumber daya yang mereka butuhkan.

Setiap kali mereka keluar, mereka menghadapi ancaman yang tak terduga. Zombie-zombie bermutasi dengan berbagai kemampuan terus menghantui mereka. Ada yang memiliki kecepatan luar biasa, yang lain memiliki kekuatan fisik yang luar biasa, dan beberapa bahkan memiliki kemampuan mengecoh yang membuat mereka sulit dikenali.

Siti masih trauma setelah mengalami penculikan oleh ORI dan pertarungan melawan monster zombie raksasa. Dia sering kali terbangun di tengah malam dengan mimpi buruk yang menghantui, dan dia merasa cemas dan ketakutan. Ari selalu berada di sisinya, mencoba memberinya rasa aman dan kenyamanan.

Ari merasa tekanan yang besar untuk melindungi adiknya. Setiap kali mereka keluar mencari sumber daya, dia selalu siaga dan berhati-hati, memeriksa setiap sudut dan memastikan bahwa mereka tidak dikejar oleh ancaman apapun. Ketegangan yang tidak pernah usai membuatnya semakin waspada.

Sementara itu, Kapten Rina terus berusaha untuk menjaga kelompok mereka tetap bersatu dan fokus. Dia tahu bahwa mereka hanya memiliki satu sama lain untuk mengandalkan di dunia yang semakin berbahaya ini. Mereka harus bekerja sama, dan dia selalu berbicara tentang arti solidaritas dan kekuatan keluarga yang telah mereka bentuk.

Hari-hari mereka diisi dengan perjalanan keluar, mencari makanan, air, dan sumber daya lainnya yang mereka butuhkan untuk bertahan hidup. Mereka harus menjelajahi toko-toko yang telah dirusak dan rumah-rumah yang ditinggalkan, selalu waspada terhadap ancaman yang mungkin muncul.

Pada suatu pagi, ketika mereka sedang mencari persediaan di sebuah toko kelontong yang sudah berantakan, mereka mendengar suara teriakan yang datang dari luar. Mereka segera berlari ke jendela dan melihat sekelompok orang yang berlari ke arah mereka, dikejar oleh zombie-zombie bermutasi yang sangat ganas.

Ari, Siti, Kapten Rina, dan anggota kelompok mereka segera bergerak untuk membantu orang-orang tersebut. Mereka membuka pintu dan mengambil posisi untuk melindungi mereka dari ancaman zombie-zombie itu. Pertempuran sengit pun dimulai.

Tetapi yang membuat situasi ini lebih berbahaya adalah kemampuan mutasi zombie-zombie tersebut. Beberapa dari mereka memiliki kecepatan yang luar biasa, sehingga sulit untuk ditembak. Yang lain memiliki kulit yang keras seperti baja, membuat senjata-senjata mereka tidak berdaya. Mereka harus berjuang lebih keras dari sebelumnya.

Ari memimpin pertarungan tersebut dengan tekad dan keberanian yang menginspirasi. Dia melindungi Siti dengan segenap kemampuannya, memastikan bahwa adiknya tetap aman. Kapten Rina dan anggota kelompok mereka juga berjuang mati-matian, bekerja sama untuk mengalahkan ancaman yang semakin besar ini.

Siti, meskipun masih traumatik, berusaha untuk membantu dengan senjatanya. Dia tahu bahwa dia juga harus ikut berjuang untuk bertahan hidup. Ketika pertarungan tersebut berakhir, mereka merasa lega bahwa mereka berhasil bertahan, tetapi juga tahu bahwa situasi semakin rumit.

Setiap hari membawa tantangan baru, dan mereka harus selalu siap menghadapinya. Mereka tahu bahwa mereka tidak boleh lengah, karena bahaya bisa muncul kapan saja dan dari arah mana saja. Tetapi mereka juga tahu bahwa mereka memiliki satu sama lain, dan dalam persatuan mereka, mereka memiliki harapan untuk bertahan di dunia yang semakin kacau ini.

Hari yang penuh dengan pertempuran melawan zombie-zombie bermutasi semakin melelahkan. Setiap pertarungan adalah sebuah ujian, dan kelompok Ari terus berjuang untuk bertahan hidup di tengah kekacauan Surabaya yang semakin meluas.

Pada suatu pagi, ketika mereka sedang mencari sumber daya di sekitar kota, mereka melihat sekelompok anjing zombie bermutasi mendekat dengan cepat. Anjing-anjing itu telah mengalami perubahan yang mengerikan, dengan gigi-gigi tajam dan kecepatan yang mematikan.

Kapten Rina memerintahkan kelompoknya untuk bersiap-siap menghadapi ancaman ini. Mereka tahu bahwa anjing-anjing zombie level 3 ini bisa menjadi musuh yang sangat berbahaya. Mereka menembak dan mencoba untuk menghentikan anjing-anjing itu sebelum mereka mendekati terlalu dekat.

Pertempuran dengan anjing-anjing zombie itu menjadi pertarungan sengit. Anjing-anjing itu bergerak dengan cepat, menghindari peluru-peluru mereka dan mencoba untuk menggigit mereka. Kapten Rina, yang selalu berada di garis depan pertempuran, berusaha keras untuk melindungi anggota kelompoknya.

Namun, dalam sebuah momen yang tak terduga, salah satu anjing zombie itu berhasil menyerang Kapten Rina. Anjing itu menggigit kakinya dengan kuat, dan Kapten Rina jatuh ke tanah dengan rasa sakit yang mengerikan.

Ari dan anggota kelompok lainnya berusaha sekuat tenaga untuk mengalahkan anjing-anjing zombie tersebut dan menyelamatkan Kapten Rina. Mereka berhasil mengusir anjing-anjing itu, tetapi cedera yang diderita Kapten Rina sangat serius.

Kapten Rina merasa kesakitan dan tidak bisa berdiri. Kakinya terluka parah oleh gigitan anjing zombie tersebut, dan darah mengalir dengan deras. Ari segera mendekatinya dengan penuh kekhawatiran.

"Siti, bantu aku membuat perban," kata Ari kepada adiknya. Mereka harus melakukan yang terbaik untuk menghentikan pendarahan.

Siti segera mengambil barang-barang yang mereka bawa, termasuk selembar kain bersih, dan membantu Ari membuat perban yang sederhana untuk kakinya Kapten Rina. Meskipun mereka tidak memiliki peralatan medis yang lengkap, mereka harus berusaha sekuat tenaga untuk merawat cedera tersebut.

Kapten Rina bersikeras agar mereka melanjutkan perjalanan mereka, meskipun dalam keadaan yang sangat tidak nyaman. Dia tahu bahwa mereka tidak boleh terlalu lama tinggal di satu tempat, karena itu akan membuat mereka rentan terhadap serangan zombie dan kelompok-kelompok lain yang berbahaya.

Mereka melanjutkan perjalanan mereka dengan hati-hati, Kapten Rina yang berjalan dengan susah payah dengan bantuan tongkat. Ari dan anggota kelompok lainnya memperketat keamanan mereka, karena mereka tahu bahwa mereka sekarang lebih rentan daripada sebelumnya.

Ketika malam tiba, mereka mencari tempat yang aman untuk beristirahat. Kapten Rina yang cedera harus diberikan perawatan yang lebih serius. Mereka menemukan rumah kosong yang tampak cukup aman dan memutuskan untuk tinggal di sana untuk sementara waktu.

Ari dan Siti berusaha keras untuk merawat luka Kapten Rina. Mereka membersihkan luka tersebut dan mencoba menjaga agar infeksi tidak berkembang. Kapten Rina menahan rasa sakit dengan tabah, tetapi mereka tahu bahwa kondisinya tidak stabil.

Ketidakpastian terus menghantui mereka. Mereka tidak tahu apakah Kapten Rina akan pulih dari cederanya atau tidak. Mereka juga tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya di dunia yang semakin kacau ini. Tetapi mereka harus tetap bersatu dan berjuang untuk bertahan hidup, seperti yang selalu mereka lakukan. Kekuatan keluarga dan tekad untuk bertahan hidup akan terus menjadi sumber kekuatan mereka dalam menghadapi masa depan yang penuh dengan ketidakpastian.

Terpopuler

Comments

Lololiloo Kom

Lololiloo Kom

waduuh... tegang banget bacanya

2023-10-09

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1: Teror di Mal Surabaya
2 Bab 2: Pertemuan dengan Pahlawan Tak Terduga
3 Bab 3: Penculikan Siti
4 Bab 4: Kehilangan dan Ketakutan
5 Bab 5: Pertarungan dengan Monster Besar
6 Bab 6: Ketegangan yang Tak Pernah Usai
7 Bab 7: Pengorbanan yang Mengharukan
8 perkenalan 3 karakter dan gambar nya
9 Bab 8: Perjalanan Menuju Jakarta
10 Bab 9: Tempat Perlindungan
11 Bab 10: Mencari Sumber Daya
12 Bab 11: Kegelapan dan Kegelisahan
13 Bab 12: Serangan Monster Berbentuk Kombinasi
14 Bab 13: Pertemuan dengan Kelompok Sanjaya
15 Bab 14: Pertempuran Melawan Monster Zombie Raksasa
16 Bab 15: Tempat Perlindungan Sementara
17 Bab 16: Kehidupan yang Tenang dan Persiapan yang Serius
18 Bab 17: Pertempuran Melawan Zombie Cepat
19 Bab 18: Kehilangan yang Menghancurkan
20 Bab 19: Perjalanan yang Penuh Tantangan
21 Bab 20: Kehilangan yang Mendalam
22 Bab 21: Perubahan Pemikiran Ari
23 Bab 22: Pertarungan Dalam Diri
24 Bab 23: Rencana Baru
25 Bab 24: Markas Penculik
26 Bab 25: Ingatan yang Hilang
27 Bab 26: Pelatihan dan Pengorbanan
28 Bab 27: Abi si tokoh utama kedua
29 Bab 28: Perjalanan Abi Menuju Markas Organisasi Gelap di Swedia
30 Bab 29: Membuat Keputusan
31 Bab 30: Perjalanan ke Singapura
32 Bab 31: Rahasia yang Belum Terungkap
33 Bab 32: Penghianatan dan Balas Dendam
34 Bab 33: pasar gelap
35 Bab 34: Pertempuran
36 Bab 35 : Kembalinya Siti
37 Bab 36 : Pemulihan ingatan
38 Bab 37: Berkas Rahasia: Menyusuri Jejak Serum
39 Bab 38: Kisah Abi: Pertempuran di Bawah Lumpur
40 Bab 39: Siti: Memahami Kekuatan Barunya
41 Bab 40: EGALITE: Perang Tanpa Akhir
Episodes

Updated 41 Episodes

1
Bab 1: Teror di Mal Surabaya
2
Bab 2: Pertemuan dengan Pahlawan Tak Terduga
3
Bab 3: Penculikan Siti
4
Bab 4: Kehilangan dan Ketakutan
5
Bab 5: Pertarungan dengan Monster Besar
6
Bab 6: Ketegangan yang Tak Pernah Usai
7
Bab 7: Pengorbanan yang Mengharukan
8
perkenalan 3 karakter dan gambar nya
9
Bab 8: Perjalanan Menuju Jakarta
10
Bab 9: Tempat Perlindungan
11
Bab 10: Mencari Sumber Daya
12
Bab 11: Kegelapan dan Kegelisahan
13
Bab 12: Serangan Monster Berbentuk Kombinasi
14
Bab 13: Pertemuan dengan Kelompok Sanjaya
15
Bab 14: Pertempuran Melawan Monster Zombie Raksasa
16
Bab 15: Tempat Perlindungan Sementara
17
Bab 16: Kehidupan yang Tenang dan Persiapan yang Serius
18
Bab 17: Pertempuran Melawan Zombie Cepat
19
Bab 18: Kehilangan yang Menghancurkan
20
Bab 19: Perjalanan yang Penuh Tantangan
21
Bab 20: Kehilangan yang Mendalam
22
Bab 21: Perubahan Pemikiran Ari
23
Bab 22: Pertarungan Dalam Diri
24
Bab 23: Rencana Baru
25
Bab 24: Markas Penculik
26
Bab 25: Ingatan yang Hilang
27
Bab 26: Pelatihan dan Pengorbanan
28
Bab 27: Abi si tokoh utama kedua
29
Bab 28: Perjalanan Abi Menuju Markas Organisasi Gelap di Swedia
30
Bab 29: Membuat Keputusan
31
Bab 30: Perjalanan ke Singapura
32
Bab 31: Rahasia yang Belum Terungkap
33
Bab 32: Penghianatan dan Balas Dendam
34
Bab 33: pasar gelap
35
Bab 34: Pertempuran
36
Bab 35 : Kembalinya Siti
37
Bab 36 : Pemulihan ingatan
38
Bab 37: Berkas Rahasia: Menyusuri Jejak Serum
39
Bab 38: Kisah Abi: Pertempuran di Bawah Lumpur
40
Bab 39: Siti: Memahami Kekuatan Barunya
41
Bab 40: EGALITE: Perang Tanpa Akhir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!