Ari, Siti, dan Alia duduk bersama dengan kelompok orang asing yang mereka temui di lantai atas gedung tersebut. Orang-orang ini tampak terlatih dan berpengalaman dalam bertahan hidup di dunia yang telah berubah menjadi kengerian. Mereka membentuk lingkaran kecil di dalam ruangan yang redup, sambil menatap satu sama lain dengan penuh rasa ingin tahu.
Pemimpin kelompok tersebut, seorang pria paruh baya yang memperkenalkan diri sebagai Sanjaya, duduk di tengah-tengah mereka. Dia memiliki tatapan tajam dan penuh otoritas, yang mengungkapkan bahwa dia telah menghadapi banyak hal di dunia yang penuh bahaya ini.
Ari memulai percakapan, "Kami sangat bersyukur atas bantuannya dalam menghadapi monster tadi. Kami tidak pernah melihat sesuatu seperti itu sebelumnya."
Sanjaya mengangguk serius, "Kami juga belum pernah melihat makhluk seperti itu sebelumnya. Dunia ini berubah menjadi tempat yang penuh dengan ancaman yang tak terduga."
Siti bertanya, "Bagaimana kalian semua bisa bertahan hidup di sini? Apakah kalian punya tempat perlindungan tetap?"
Sanjaya menjawab, "Kami adalah kelompok yang telah berkeliaran dan mencari tempat perlindungan selama beberapa waktu sekarang. Tidak ada tempat yang benar-benar aman di dunia ini. Kami harus tetap bergerak dan tetap waspada."
Alia bertanya, "Ada yang tahu apa yang terjadi? Mengapa semua ini bisa terjadi?"
Seorang wanita dari kelompok tersebut, yang memperkenalkan diri sebagai Maya, menjawab, "Kami juga mencoba mencari tahu. Sepertinya semua ini dimulai dari sebuah virus yang menyebar dengan cepat. Dan virus itu membuat orang-orang yang terinfeksi menjadi zombie, atau bahkan sesuatu yang lebih buruk."
Ari berkata, "Kami berusaha mencapai Jakarta. Kami mendengar ada markas pusat di sana yang mungkin bisa memberikan perlindungan."
Sanjaya mengangguk, "Itu adalah tujuan yang baik. Jakarta adalah salah satu kota terbesar di Indonesia, dan markas pusat di sana mungkin memiliki sumber daya yang cukup untuk bertahan hidup dalam jangka waktu yang lama."
Siti bertanya lagi, "Bagaimana kami bisa mencapai Jakarta dari sini?"
Seorang pria dari kelompok tersebut, yang memperkenalkan diri sebagai Fadli, menjawab, "Perjalanan ke Jakarta akan berbahaya, tetapi kami memiliki pengalaman dalam menghadapinya. Kami bisa membantu kalian dalam perjalanan tersebut."
Sanjaya menambahkan, "Kami bergerak bersama sebagai kelompok karena kami percaya bahwa keselamatan ada dalam angka. Semakin banyak yang bisa berjalan bersama-sama, semakin besar peluang kita untuk bertahan hidup."
Alia bertanya, "Apa yang kalian cari dalam perjalanan ini? Apakah ada tujuan tertentu yang ingin kalian capai?"
Sanjaya tersenyum sedikit, meskipun tatapannya tetap serius. "Kami mencari jawaban, jawaban tentang apa yang terjadi dengan dunia ini dan bagaimana kita bisa mengembalikannya. Mungkin ada jalan untuk menghentikan penyebaran virus ini dan mengembalikan dunia ke masa lalu yang lebih aman."
Ari merasa terinspirasi oleh tekad dan semangat kelompok tersebut. Mereka adalah orang-orang yang telah bertahan hidup dalam situasi yang sangat sulit, dan mereka masih berusaha untuk mencari jawaban dan solusi.
"Kami siap untuk bergabung dengan kalian dalam perjalanan ke Jakarta," kata Ari. "Kami merasa bahwa bersama-sama kita memiliki peluang yang lebih baik untuk bertahan hidup dan mungkin bisa membantu mencari jawaban atas semua ini."
Sanjaya mengangguk setuju, "Baiklah, kita akan pergi bersama. Tapi ingatlah, perjalanan ini akan berbahaya. Kita harus selalu waspada dan bekerja sama."
Maya menambahkan, "Kita semua memiliki peran dalam kelompok ini. Kita harus saling mendukung dan menjaga satu sama lain. Hanya dengan bersama-sama kita bisa melawan ancaman di luar sana."
Mereka semua setuju dan merasa lebih kuat karena bersatu. Mereka merencanakan perjalanan mereka ke Jakarta, menentukan rute yang aman, dan berdiskusi tentang strategi bertahan hidup. Dalam dunia yang telah berubah menjadi tempat yang penuh bahaya, mereka tahu bahwa satu-satunya cara untuk bertahan hidup adalah dengan saling mendukung dan berjuang bersama-sama. Dengan semangat dan tekad yang kuat, mereka bersiap untuk melanjutkan perjalanan mereka ke Jakarta, tempat yang mereka harapkan akan memberikan jawaban dan keselamatan.
Setelah berdiskusi dan merencanakan perjalanan bersama kelompok Sanjaya, Ari, Siti, dan Alia merasa lebih siap untuk menghadapi bahaya yang akan datang. Mereka tahu bahwa perjalanan ke Jakarta akan penuh dengan risiko, tetapi dengan kelompok yang lebih besar, mereka memiliki peluang yang lebih baik untuk bertahan hidup.
Kelompok tersebut merasa perlu segera melanjutkan perjalanan mereka. Mereka mengumpulkan barang-barang yang mereka butuhkan, termasuk makanan dan air, dan bersiap untuk meninggalkan gedung tempat mereka bertemu. Sanjaya memimpin kelompok dengan tegas, memberikan arahan kepada semua anggota tentang apa yang harus dilakukan.
Ari, Siti, dan Alia merasa berterima kasih atas dukungan dan perlindungan yang mereka dapatkan dari kelompok tersebut. Mereka merasa bahwa mereka telah menemukan sekutu yang berharga dalam dunia yang telah berubah menjadi tempat yang mengerikan ini.
Mereka meninggalkan gedung itu dan melanjutkan perjalanan mereka ke pusat Jakarta, dengan hati yang penuh semangat dan tekad untuk bertahan hidup. Meskipun perjalanan ini akan penuh dengan rintangan dan bahaya, mereka tahu bahwa mereka tidak sendirian. Bersama kelompok Sanjaya, mereka memiliki harapan untuk menemukan jawaban atas semua pertanyaan yang menghantui mereka dan mungkin, hanya mungkin, mengembalikan dunia ini ke masa lalu yang lebih aman.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 41 Episodes
Comments