Bab 13: Pertemuan dengan Kelompok Sanjaya

Ari, Siti, dan Alia duduk bersama dengan kelompok orang asing yang mereka temui di lantai atas gedung tersebut. Orang-orang ini tampak terlatih dan berpengalaman dalam bertahan hidup di dunia yang telah berubah menjadi kengerian. Mereka membentuk lingkaran kecil di dalam ruangan yang redup, sambil menatap satu sama lain dengan penuh rasa ingin tahu.

Pemimpin kelompok tersebut, seorang pria paruh baya yang memperkenalkan diri sebagai Sanjaya, duduk di tengah-tengah mereka. Dia memiliki tatapan tajam dan penuh otoritas, yang mengungkapkan bahwa dia telah menghadapi banyak hal di dunia yang penuh bahaya ini.

Ari memulai percakapan, "Kami sangat bersyukur atas bantuannya dalam menghadapi monster tadi. Kami tidak pernah melihat sesuatu seperti itu sebelumnya."

Sanjaya mengangguk serius, "Kami juga belum pernah melihat makhluk seperti itu sebelumnya. Dunia ini berubah menjadi tempat yang penuh dengan ancaman yang tak terduga."

Siti bertanya, "Bagaimana kalian semua bisa bertahan hidup di sini? Apakah kalian punya tempat perlindungan tetap?"

Sanjaya menjawab, "Kami adalah kelompok yang telah berkeliaran dan mencari tempat perlindungan selama beberapa waktu sekarang. Tidak ada tempat yang benar-benar aman di dunia ini. Kami harus tetap bergerak dan tetap waspada."

Alia bertanya, "Ada yang tahu apa yang terjadi? Mengapa semua ini bisa terjadi?"

Seorang wanita dari kelompok tersebut, yang memperkenalkan diri sebagai Maya, menjawab, "Kami juga mencoba mencari tahu. Sepertinya semua ini dimulai dari sebuah virus yang menyebar dengan cepat. Dan virus itu membuat orang-orang yang terinfeksi menjadi zombie, atau bahkan sesuatu yang lebih buruk."

Ari berkata, "Kami berusaha mencapai Jakarta. Kami mendengar ada markas pusat di sana yang mungkin bisa memberikan perlindungan."

Sanjaya mengangguk, "Itu adalah tujuan yang baik. Jakarta adalah salah satu kota terbesar di Indonesia, dan markas pusat di sana mungkin memiliki sumber daya yang cukup untuk bertahan hidup dalam jangka waktu yang lama."

Siti bertanya lagi, "Bagaimana kami bisa mencapai Jakarta dari sini?"

Seorang pria dari kelompok tersebut, yang memperkenalkan diri sebagai Fadli, menjawab, "Perjalanan ke Jakarta akan berbahaya, tetapi kami memiliki pengalaman dalam menghadapinya. Kami bisa membantu kalian dalam perjalanan tersebut."

Sanjaya menambahkan, "Kami bergerak bersama sebagai kelompok karena kami percaya bahwa keselamatan ada dalam angka. Semakin banyak yang bisa berjalan bersama-sama, semakin besar peluang kita untuk bertahan hidup."

Alia bertanya, "Apa yang kalian cari dalam perjalanan ini? Apakah ada tujuan tertentu yang ingin kalian capai?"

Sanjaya tersenyum sedikit, meskipun tatapannya tetap serius. "Kami mencari jawaban, jawaban tentang apa yang terjadi dengan dunia ini dan bagaimana kita bisa mengembalikannya. Mungkin ada jalan untuk menghentikan penyebaran virus ini dan mengembalikan dunia ke masa lalu yang lebih aman."

Ari merasa terinspirasi oleh tekad dan semangat kelompok tersebut. Mereka adalah orang-orang yang telah bertahan hidup dalam situasi yang sangat sulit, dan mereka masih berusaha untuk mencari jawaban dan solusi.

"Kami siap untuk bergabung dengan kalian dalam perjalanan ke Jakarta," kata Ari. "Kami merasa bahwa bersama-sama kita memiliki peluang yang lebih baik untuk bertahan hidup dan mungkin bisa membantu mencari jawaban atas semua ini."

Sanjaya mengangguk setuju, "Baiklah, kita akan pergi bersama. Tapi ingatlah, perjalanan ini akan berbahaya. Kita harus selalu waspada dan bekerja sama."

Maya menambahkan, "Kita semua memiliki peran dalam kelompok ini. Kita harus saling mendukung dan menjaga satu sama lain. Hanya dengan bersama-sama kita bisa melawan ancaman di luar sana."

Mereka semua setuju dan merasa lebih kuat karena bersatu. Mereka merencanakan perjalanan mereka ke Jakarta, menentukan rute yang aman, dan berdiskusi tentang strategi bertahan hidup. Dalam dunia yang telah berubah menjadi tempat yang penuh bahaya, mereka tahu bahwa satu-satunya cara untuk bertahan hidup adalah dengan saling mendukung dan berjuang bersama-sama. Dengan semangat dan tekad yang kuat, mereka bersiap untuk melanjutkan perjalanan mereka ke Jakarta, tempat yang mereka harapkan akan memberikan jawaban dan keselamatan.

Setelah berdiskusi dan merencanakan perjalanan bersama kelompok Sanjaya, Ari, Siti, dan Alia merasa lebih siap untuk menghadapi bahaya yang akan datang. Mereka tahu bahwa perjalanan ke Jakarta akan penuh dengan risiko, tetapi dengan kelompok yang lebih besar, mereka memiliki peluang yang lebih baik untuk bertahan hidup.

Kelompok tersebut merasa perlu segera melanjutkan perjalanan mereka. Mereka mengumpulkan barang-barang yang mereka butuhkan, termasuk makanan dan air, dan bersiap untuk meninggalkan gedung tempat mereka bertemu. Sanjaya memimpin kelompok dengan tegas, memberikan arahan kepada semua anggota tentang apa yang harus dilakukan.

Ari, Siti, dan Alia merasa berterima kasih atas dukungan dan perlindungan yang mereka dapatkan dari kelompok tersebut. Mereka merasa bahwa mereka telah menemukan sekutu yang berharga dalam dunia yang telah berubah menjadi tempat yang mengerikan ini.

Mereka meninggalkan gedung itu dan melanjutkan perjalanan mereka ke pusat Jakarta, dengan hati yang penuh semangat dan tekad untuk bertahan hidup. Meskipun perjalanan ini akan penuh dengan rintangan dan bahaya, mereka tahu bahwa mereka tidak sendirian. Bersama kelompok Sanjaya, mereka memiliki harapan untuk menemukan jawaban atas semua pertanyaan yang menghantui mereka dan mungkin, hanya mungkin, mengembalikan dunia ini ke masa lalu yang lebih aman.

Episodes
1 Bab 1: Teror di Mal Surabaya
2 Bab 2: Pertemuan dengan Pahlawan Tak Terduga
3 Bab 3: Penculikan Siti
4 Bab 4: Kehilangan dan Ketakutan
5 Bab 5: Pertarungan dengan Monster Besar
6 Bab 6: Ketegangan yang Tak Pernah Usai
7 Bab 7: Pengorbanan yang Mengharukan
8 perkenalan 3 karakter dan gambar nya
9 Bab 8: Perjalanan Menuju Jakarta
10 Bab 9: Tempat Perlindungan
11 Bab 10: Mencari Sumber Daya
12 Bab 11: Kegelapan dan Kegelisahan
13 Bab 12: Serangan Monster Berbentuk Kombinasi
14 Bab 13: Pertemuan dengan Kelompok Sanjaya
15 Bab 14: Pertempuran Melawan Monster Zombie Raksasa
16 Bab 15: Tempat Perlindungan Sementara
17 Bab 16: Kehidupan yang Tenang dan Persiapan yang Serius
18 Bab 17: Pertempuran Melawan Zombie Cepat
19 Bab 18: Kehilangan yang Menghancurkan
20 Bab 19: Perjalanan yang Penuh Tantangan
21 Bab 20: Kehilangan yang Mendalam
22 Bab 21: Perubahan Pemikiran Ari
23 Bab 22: Pertarungan Dalam Diri
24 Bab 23: Rencana Baru
25 Bab 24: Markas Penculik
26 Bab 25: Ingatan yang Hilang
27 Bab 26: Pelatihan dan Pengorbanan
28 Bab 27: Abi si tokoh utama kedua
29 Bab 28: Perjalanan Abi Menuju Markas Organisasi Gelap di Swedia
30 Bab 29: Membuat Keputusan
31 Bab 30: Perjalanan ke Singapura
32 Bab 31: Rahasia yang Belum Terungkap
33 Bab 32: Penghianatan dan Balas Dendam
34 Bab 33: pasar gelap
35 Bab 34: Pertempuran
36 Bab 35 : Kembalinya Siti
37 Bab 36 : Pemulihan ingatan
38 Bab 37: Berkas Rahasia: Menyusuri Jejak Serum
39 Bab 38: Kisah Abi: Pertempuran di Bawah Lumpur
40 Bab 39: Siti: Memahami Kekuatan Barunya
41 Bab 40: EGALITE: Perang Tanpa Akhir
Episodes

Updated 41 Episodes

1
Bab 1: Teror di Mal Surabaya
2
Bab 2: Pertemuan dengan Pahlawan Tak Terduga
3
Bab 3: Penculikan Siti
4
Bab 4: Kehilangan dan Ketakutan
5
Bab 5: Pertarungan dengan Monster Besar
6
Bab 6: Ketegangan yang Tak Pernah Usai
7
Bab 7: Pengorbanan yang Mengharukan
8
perkenalan 3 karakter dan gambar nya
9
Bab 8: Perjalanan Menuju Jakarta
10
Bab 9: Tempat Perlindungan
11
Bab 10: Mencari Sumber Daya
12
Bab 11: Kegelapan dan Kegelisahan
13
Bab 12: Serangan Monster Berbentuk Kombinasi
14
Bab 13: Pertemuan dengan Kelompok Sanjaya
15
Bab 14: Pertempuran Melawan Monster Zombie Raksasa
16
Bab 15: Tempat Perlindungan Sementara
17
Bab 16: Kehidupan yang Tenang dan Persiapan yang Serius
18
Bab 17: Pertempuran Melawan Zombie Cepat
19
Bab 18: Kehilangan yang Menghancurkan
20
Bab 19: Perjalanan yang Penuh Tantangan
21
Bab 20: Kehilangan yang Mendalam
22
Bab 21: Perubahan Pemikiran Ari
23
Bab 22: Pertarungan Dalam Diri
24
Bab 23: Rencana Baru
25
Bab 24: Markas Penculik
26
Bab 25: Ingatan yang Hilang
27
Bab 26: Pelatihan dan Pengorbanan
28
Bab 27: Abi si tokoh utama kedua
29
Bab 28: Perjalanan Abi Menuju Markas Organisasi Gelap di Swedia
30
Bab 29: Membuat Keputusan
31
Bab 30: Perjalanan ke Singapura
32
Bab 31: Rahasia yang Belum Terungkap
33
Bab 32: Penghianatan dan Balas Dendam
34
Bab 33: pasar gelap
35
Bab 34: Pertempuran
36
Bab 35 : Kembalinya Siti
37
Bab 36 : Pemulihan ingatan
38
Bab 37: Berkas Rahasia: Menyusuri Jejak Serum
39
Bab 38: Kisah Abi: Pertempuran di Bawah Lumpur
40
Bab 39: Siti: Memahami Kekuatan Barunya
41
Bab 40: EGALITE: Perang Tanpa Akhir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!