Ketegangan yang mendominasi perjalanan mereka melalui kota yang terpencil tidak memudar. Ari, Siti, dan Alia terus berjalan, menyusuri jalan-jalan yang penuh dengan puing-puing dan bangunan yang runtuh. Mereka tahu bahwa mereka harus terus maju menuju ledakan misterius di selatan, meskipun ketidakpastian dan bahaya selalu mengintai di setiap sudut.
Ketika matahari mulai tenggelam di langit, mereka memutuskan untuk mencari tempat perlindungan untuk malam itu. Mereka menemukan sebuah bangunan tinggi yang tampaknya masih aman untuk ditempati. Dengan hati-hati, mereka masuk dan mendirikan kamp sementara di salah satu lantai yang kosong.
Malam itu, mereka tidur dengan senjata-senjata mereka berada di dekatnya, tetap waspada terhadap setiap suara yang aneh atau gerakan yang mencurigakan. Tidur dalam dunia yang telah berubah menjadi neraka ini bukanlah tidur yang nyenyak, tetapi mereka tahu bahwa istirahat diperlukan untuk menjaga ketahanan mereka.
Pagi tiba, dan mereka memulai perjalanan mereka kembali. Mereka belum tahu apa yang menyebabkan ledakan besar di selatan, tetapi mereka ingin mencari tahu. Mereka berharap bisa menemukan petunjuk atau jawaban yang dapat membantu mereka mengungkap misteri ini.
Saat mereka melanjutkan perjalanan, mereka semakin mendekati ledakan tersebut. Udara terasa lebih panas, dan debu di udara semakin tebal. Mereka menyadari bahwa mereka sudah sangat dekat dengan titik ledakan itu.
Tiba-tiba, mereka melihat sesuatu yang sangat mengejutkan. Sebuah kelompok pria bersenjata tiba-tiba muncul dari reruntuhan bangunan di depan mereka. Mereka mengenakan seragam hitam dan helm, dan senjata-senjata mereka terlihat mematikan.
"Berhenti di tempatmu!" kata salah satu dari mereka dengan suara keras. "Jangan bergerak!"
Ari, Siti, dan Alia segera berhenti, mengangkat tangan mereka sebagai tanda penyerahan. Mereka tidak ingin mencoba menghadapi kelompok ini, yang jelas memiliki senjata-senjata yang lebih kuat dan jumlah yang lebih besar.
Namun, ketika mereka tahu bahwa mereka dalam bahaya, sesuatu yang jauh lebih mengejutkan terjadi. Siti, adik Ari, tiba-tiba jatuh ke tanah dengan ekspresi yang terlihat sangat sakit. Darah mengalir dari hidungnya, dan matanya terlihat pucat.
Ari dan Alia berteriak panik, mencoba membantu Siti yang tidak sadarkan diri. Tapi sebelum mereka bisa melakukan apa pun, mereka diserang oleh kelompok pria bersenjata tersebut.
Ari mencoba melawan mereka dengan senjata api yang dia miliki, tetapi mereka terlalu banyak dan terlalu kuat. Alia juga berusaha mempertahankan diri dengan katana, tetapi dia terluka dengan serius dalam pertempuran tersebut.
Ari mencoba melindungi adiknya, tetapi dia juga diserang dan terluka parah. Mereka terlalu kuat, terlalu lincah, dan tampaknya mereka memiliki pelatihan militer yang serius.
Pertempuran tersebut berlangsung dengan cepat, tetapi hasilnya jelas. Ari, Siti, dan Alia tidak bisa mengalahkan kelompok pria bersenjata ini. Mereka akhirnya dikalahkan dan terjatuh ke tanah, luka-luka dan lemah.
Siti, yang telah sadarkan diri, diangkat dengan kasar oleh salah satu pria tersebut. Mereka segera menyadari bahwa Siti memiliki darah yang langka yang diinginkan oleh kelompok tersebut. Darah itu bisa memiliki nilai dalam penelitian mereka terhadap virus zombie ini.
Ari melihat dengan penuh keputusasaan saat adiknya diculik oleh kelompok tersebut. Dia mencoba bergerak, mencoba melawan, tetapi luka-lukanya terlalu parah. Dia merasa tak berdaya, menangis sambil melihat Siti yang dibawa menjauh.
Kehilangan yang kedua kalinya itu terasa lebih berat daripada yang pertama. Ari merasa putus asa, merasa seperti dia gagal melindungi adiknya. Tetapi dia tahu bahwa dia tidak bisa menyerah. Dia harus berjuang, mencari cara untuk menyelamatkan Siti dari kelompok misterius ini.
Dalam kehancuran dan keputusasaan ini, Ari memutuskan bahwa dia tidak akan pernah berhenti mencari adiknya. Dia akan mengejar kelompok tersebut, dan dia akan melakukan apa saja untuk mendapatkan Siti kembali. Ari bersumpah untuk tidak pernah menyerah, meskipun dunia di sekelilingnya terus runtuh.
Dengan hati yang hancur dan luka-luka yang parah, Ari membawa Alia yang terluka ke tempat aman. Meskipun dirinya sendiri merasa terpuruk dan penuh keputusasaan, dia tahu bahwa dia harus bertahan demi Alia, satu-satunya teman yang tersisa di sisinya.
Mereka berdua mencari tempat persembunyian yang lebih aman dan menemukan sebuah gedung yang tampaknya kosong. Dalam keadaan yang hancur, mereka merasa aman di dalam gedung itu, setidaknya sementara waktu. Ari dengan lembut merawat luka-luka Alia, mencuci dan membungkusnya dengan perban yang mereka bawa.
Tetapi dalam keheningan yang mendalam, Ari masih merasakan kehilangan yang begitu besar. Siti, adiknya yang diculik oleh kelompok misterius, masih terus menghantuinya. Ari tahu bahwa dia harus bertindak, dia harus mencari cara untuk menyelamatkan Siti, bahkan jika itu berarti menghadapi kelompok yang kuat dan misterius tersebut.
Namun, dia juga menyadari bahwa dia sendiri terluka parah dan tidak bisa melanjutkan perjalanan sekarang. Dalam keadaan fisik dan mental yang buruk, dia merasa terjatuh dalam keputusasaan. Dia duduk di samping tempat tidur di mana Alia berbaring, menangis dan mencoba mencari jawaban tentang apa yang harus dia lakukan selanjutnya.
Alia, meskipun terluka, mencoba memberikan dukungan kepada Ari. Dia memegang tangannya dan mencoba menguatkan semangatnya. "Kita akan menemukan cara untuk menyelamatkan Siti," kata Alia dengan lembut. "Kita tidak boleh menyerah."
Ari mengangkat kepalanya dan melihat mata Alia yang penuh keberanian. Dia tahu bahwa dia tidak bisa berhenti di sini. Dia harus menemukan cara untuk mendapatkan bantuan, merencanakan penyelamatan Siti, dan menghadapi kelompok misterius tersebut.
Meskipun dia masih merasa terluka dan hancur, Ari bangkit dengan tekad yang baru. Dia tidak bisa membiarkan Siti menjadi korban. Dia berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia akan berjuang, bahkan jika itu adalah pertempuran terakhirnya.
Ari mulai merencanakan langkah selanjutnya. Dia tahu bahwa dia tidak bisa melakukan ini sendirian. Dia perlu mencari bantuan dari orang-orang yang bisa dia percayai. Dia akan mencari kelompok-kelompok manusia yang mungkin memiliki informasi tentang kelompok misterius yang menculik Siti.
Sementara itu, Alia juga berusaha memulihkan dirinya. Meskipun luka-lukanya masih sakit, dia tidak akan membiarkan itu menghentikannya. Dia merasa bersyukur karena masih hidup, dan dia berjanji akan tetap kuat untuk mendukung Ari dalam pencarian mereka.
Dalam keheningan gedung yang kosong, Ari dan Alia merencanakan langkah selanjutnya. Mereka tahu bahwa perjalanan mereka akan semakin berbahaya, dan banyak ujian dan rintangan yang akan menunggu mereka di luar sana. Tetapi mereka juga tahu bahwa mereka harus terus maju, karena satu-satunya harapan mereka adalah menyelamatkan Siti dan, jika mungkin, menemukan jawaban tentang apa yang terjadi dengan dunia ini yang sudah hancur.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 41 Episodes
Comments
Lololiloo Kom
waah.. sitiiii....😭😭
2023-10-09
0