Bab 18: Kehilangan yang Menghancurkan

Ketegangan yang mendominasi perjalanan mereka melalui kota yang terpencil tidak memudar. Ari, Siti, dan Alia terus berjalan, menyusuri jalan-jalan yang penuh dengan puing-puing dan bangunan yang runtuh. Mereka tahu bahwa mereka harus terus maju menuju ledakan misterius di selatan, meskipun ketidakpastian dan bahaya selalu mengintai di setiap sudut.

Ketika matahari mulai tenggelam di langit, mereka memutuskan untuk mencari tempat perlindungan untuk malam itu. Mereka menemukan sebuah bangunan tinggi yang tampaknya masih aman untuk ditempati. Dengan hati-hati, mereka masuk dan mendirikan kamp sementara di salah satu lantai yang kosong.

Malam itu, mereka tidur dengan senjata-senjata mereka berada di dekatnya, tetap waspada terhadap setiap suara yang aneh atau gerakan yang mencurigakan. Tidur dalam dunia yang telah berubah menjadi neraka ini bukanlah tidur yang nyenyak, tetapi mereka tahu bahwa istirahat diperlukan untuk menjaga ketahanan mereka.

Pagi tiba, dan mereka memulai perjalanan mereka kembali. Mereka belum tahu apa yang menyebabkan ledakan besar di selatan, tetapi mereka ingin mencari tahu. Mereka berharap bisa menemukan petunjuk atau jawaban yang dapat membantu mereka mengungkap misteri ini.

Saat mereka melanjutkan perjalanan, mereka semakin mendekati ledakan tersebut. Udara terasa lebih panas, dan debu di udara semakin tebal. Mereka menyadari bahwa mereka sudah sangat dekat dengan titik ledakan itu.

Tiba-tiba, mereka melihat sesuatu yang sangat mengejutkan. Sebuah kelompok pria bersenjata tiba-tiba muncul dari reruntuhan bangunan di depan mereka. Mereka mengenakan seragam hitam dan helm, dan senjata-senjata mereka terlihat mematikan.

"Berhenti di tempatmu!" kata salah satu dari mereka dengan suara keras. "Jangan bergerak!"

Ari, Siti, dan Alia segera berhenti, mengangkat tangan mereka sebagai tanda penyerahan. Mereka tidak ingin mencoba menghadapi kelompok ini, yang jelas memiliki senjata-senjata yang lebih kuat dan jumlah yang lebih besar.

Namun, ketika mereka tahu bahwa mereka dalam bahaya, sesuatu yang jauh lebih mengejutkan terjadi. Siti, adik Ari, tiba-tiba jatuh ke tanah dengan ekspresi yang terlihat sangat sakit. Darah mengalir dari hidungnya, dan matanya terlihat pucat.

Ari dan Alia berteriak panik, mencoba membantu Siti yang tidak sadarkan diri. Tapi sebelum mereka bisa melakukan apa pun, mereka diserang oleh kelompok pria bersenjata tersebut.

Ari mencoba melawan mereka dengan senjata api yang dia miliki, tetapi mereka terlalu banyak dan terlalu kuat. Alia juga berusaha mempertahankan diri dengan katana, tetapi dia terluka dengan serius dalam pertempuran tersebut.

Ari mencoba melindungi adiknya, tetapi dia juga diserang dan terluka parah. Mereka terlalu kuat, terlalu lincah, dan tampaknya mereka memiliki pelatihan militer yang serius.

Pertempuran tersebut berlangsung dengan cepat, tetapi hasilnya jelas. Ari, Siti, dan Alia tidak bisa mengalahkan kelompok pria bersenjata ini. Mereka akhirnya dikalahkan dan terjatuh ke tanah, luka-luka dan lemah.

Siti, yang telah sadarkan diri, diangkat dengan kasar oleh salah satu pria tersebut. Mereka segera menyadari bahwa Siti memiliki darah yang langka yang diinginkan oleh kelompok tersebut. Darah itu bisa memiliki nilai dalam penelitian mereka terhadap virus zombie ini.

Ari melihat dengan penuh keputusasaan saat adiknya diculik oleh kelompok tersebut. Dia mencoba bergerak, mencoba melawan, tetapi luka-lukanya terlalu parah. Dia merasa tak berdaya, menangis sambil melihat Siti yang dibawa menjauh.

Kehilangan yang kedua kalinya itu terasa lebih berat daripada yang pertama. Ari merasa putus asa, merasa seperti dia gagal melindungi adiknya. Tetapi dia tahu bahwa dia tidak bisa menyerah. Dia harus berjuang, mencari cara untuk menyelamatkan Siti dari kelompok misterius ini.

Dalam kehancuran dan keputusasaan ini, Ari memutuskan bahwa dia tidak akan pernah berhenti mencari adiknya. Dia akan mengejar kelompok tersebut, dan dia akan melakukan apa saja untuk mendapatkan Siti kembali. Ari bersumpah untuk tidak pernah menyerah, meskipun dunia di sekelilingnya terus runtuh.

Dengan hati yang hancur dan luka-luka yang parah, Ari membawa Alia yang terluka ke tempat aman. Meskipun dirinya sendiri merasa terpuruk dan penuh keputusasaan, dia tahu bahwa dia harus bertahan demi Alia, satu-satunya teman yang tersisa di sisinya.

Mereka berdua mencari tempat persembunyian yang lebih aman dan menemukan sebuah gedung yang tampaknya kosong. Dalam keadaan yang hancur, mereka merasa aman di dalam gedung itu, setidaknya sementara waktu. Ari dengan lembut merawat luka-luka Alia, mencuci dan membungkusnya dengan perban yang mereka bawa.

Tetapi dalam keheningan yang mendalam, Ari masih merasakan kehilangan yang begitu besar. Siti, adiknya yang diculik oleh kelompok misterius, masih terus menghantuinya. Ari tahu bahwa dia harus bertindak, dia harus mencari cara untuk menyelamatkan Siti, bahkan jika itu berarti menghadapi kelompok yang kuat dan misterius tersebut.

Namun, dia juga menyadari bahwa dia sendiri terluka parah dan tidak bisa melanjutkan perjalanan sekarang. Dalam keadaan fisik dan mental yang buruk, dia merasa terjatuh dalam keputusasaan. Dia duduk di samping tempat tidur di mana Alia berbaring, menangis dan mencoba mencari jawaban tentang apa yang harus dia lakukan selanjutnya.

Alia, meskipun terluka, mencoba memberikan dukungan kepada Ari. Dia memegang tangannya dan mencoba menguatkan semangatnya. "Kita akan menemukan cara untuk menyelamatkan Siti," kata Alia dengan lembut. "Kita tidak boleh menyerah."

Ari mengangkat kepalanya dan melihat mata Alia yang penuh keberanian. Dia tahu bahwa dia tidak bisa berhenti di sini. Dia harus menemukan cara untuk mendapatkan bantuan, merencanakan penyelamatan Siti, dan menghadapi kelompok misterius tersebut.

Meskipun dia masih merasa terluka dan hancur, Ari bangkit dengan tekad yang baru. Dia tidak bisa membiarkan Siti menjadi korban. Dia berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia akan berjuang, bahkan jika itu adalah pertempuran terakhirnya.

Ari mulai merencanakan langkah selanjutnya. Dia tahu bahwa dia tidak bisa melakukan ini sendirian. Dia perlu mencari bantuan dari orang-orang yang bisa dia percayai. Dia akan mencari kelompok-kelompok manusia yang mungkin memiliki informasi tentang kelompok misterius yang menculik Siti.

Sementara itu, Alia juga berusaha memulihkan dirinya. Meskipun luka-lukanya masih sakit, dia tidak akan membiarkan itu menghentikannya. Dia merasa bersyukur karena masih hidup, dan dia berjanji akan tetap kuat untuk mendukung Ari dalam pencarian mereka.

Dalam keheningan gedung yang kosong, Ari dan Alia merencanakan langkah selanjutnya. Mereka tahu bahwa perjalanan mereka akan semakin berbahaya, dan banyak ujian dan rintangan yang akan menunggu mereka di luar sana. Tetapi mereka juga tahu bahwa mereka harus terus maju, karena satu-satunya harapan mereka adalah menyelamatkan Siti dan, jika mungkin, menemukan jawaban tentang apa yang terjadi dengan dunia ini yang sudah hancur.

Terpopuler

Comments

Lololiloo Kom

Lololiloo Kom

waah.. sitiiii....😭😭

2023-10-09

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1: Teror di Mal Surabaya
2 Bab 2: Pertemuan dengan Pahlawan Tak Terduga
3 Bab 3: Penculikan Siti
4 Bab 4: Kehilangan dan Ketakutan
5 Bab 5: Pertarungan dengan Monster Besar
6 Bab 6: Ketegangan yang Tak Pernah Usai
7 Bab 7: Pengorbanan yang Mengharukan
8 perkenalan 3 karakter dan gambar nya
9 Bab 8: Perjalanan Menuju Jakarta
10 Bab 9: Tempat Perlindungan
11 Bab 10: Mencari Sumber Daya
12 Bab 11: Kegelapan dan Kegelisahan
13 Bab 12: Serangan Monster Berbentuk Kombinasi
14 Bab 13: Pertemuan dengan Kelompok Sanjaya
15 Bab 14: Pertempuran Melawan Monster Zombie Raksasa
16 Bab 15: Tempat Perlindungan Sementara
17 Bab 16: Kehidupan yang Tenang dan Persiapan yang Serius
18 Bab 17: Pertempuran Melawan Zombie Cepat
19 Bab 18: Kehilangan yang Menghancurkan
20 Bab 19: Perjalanan yang Penuh Tantangan
21 Bab 20: Kehilangan yang Mendalam
22 Bab 21: Perubahan Pemikiran Ari
23 Bab 22: Pertarungan Dalam Diri
24 Bab 23: Rencana Baru
25 Bab 24: Markas Penculik
26 Bab 25: Ingatan yang Hilang
27 Bab 26: Pelatihan dan Pengorbanan
28 Bab 27: Abi si tokoh utama kedua
29 Bab 28: Perjalanan Abi Menuju Markas Organisasi Gelap di Swedia
30 Bab 29: Membuat Keputusan
31 Bab 30: Perjalanan ke Singapura
32 Bab 31: Rahasia yang Belum Terungkap
33 Bab 32: Penghianatan dan Balas Dendam
34 Bab 33: pasar gelap
35 Bab 34: Pertempuran
36 Bab 35 : Kembalinya Siti
37 Bab 36 : Pemulihan ingatan
38 Bab 37: Berkas Rahasia: Menyusuri Jejak Serum
39 Bab 38: Kisah Abi: Pertempuran di Bawah Lumpur
40 Bab 39: Siti: Memahami Kekuatan Barunya
41 Bab 40: EGALITE: Perang Tanpa Akhir
Episodes

Updated 41 Episodes

1
Bab 1: Teror di Mal Surabaya
2
Bab 2: Pertemuan dengan Pahlawan Tak Terduga
3
Bab 3: Penculikan Siti
4
Bab 4: Kehilangan dan Ketakutan
5
Bab 5: Pertarungan dengan Monster Besar
6
Bab 6: Ketegangan yang Tak Pernah Usai
7
Bab 7: Pengorbanan yang Mengharukan
8
perkenalan 3 karakter dan gambar nya
9
Bab 8: Perjalanan Menuju Jakarta
10
Bab 9: Tempat Perlindungan
11
Bab 10: Mencari Sumber Daya
12
Bab 11: Kegelapan dan Kegelisahan
13
Bab 12: Serangan Monster Berbentuk Kombinasi
14
Bab 13: Pertemuan dengan Kelompok Sanjaya
15
Bab 14: Pertempuran Melawan Monster Zombie Raksasa
16
Bab 15: Tempat Perlindungan Sementara
17
Bab 16: Kehidupan yang Tenang dan Persiapan yang Serius
18
Bab 17: Pertempuran Melawan Zombie Cepat
19
Bab 18: Kehilangan yang Menghancurkan
20
Bab 19: Perjalanan yang Penuh Tantangan
21
Bab 20: Kehilangan yang Mendalam
22
Bab 21: Perubahan Pemikiran Ari
23
Bab 22: Pertarungan Dalam Diri
24
Bab 23: Rencana Baru
25
Bab 24: Markas Penculik
26
Bab 25: Ingatan yang Hilang
27
Bab 26: Pelatihan dan Pengorbanan
28
Bab 27: Abi si tokoh utama kedua
29
Bab 28: Perjalanan Abi Menuju Markas Organisasi Gelap di Swedia
30
Bab 29: Membuat Keputusan
31
Bab 30: Perjalanan ke Singapura
32
Bab 31: Rahasia yang Belum Terungkap
33
Bab 32: Penghianatan dan Balas Dendam
34
Bab 33: pasar gelap
35
Bab 34: Pertempuran
36
Bab 35 : Kembalinya Siti
37
Bab 36 : Pemulihan ingatan
38
Bab 37: Berkas Rahasia: Menyusuri Jejak Serum
39
Bab 38: Kisah Abi: Pertempuran di Bawah Lumpur
40
Bab 39: Siti: Memahami Kekuatan Barunya
41
Bab 40: EGALITE: Perang Tanpa Akhir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!