Malapetaka terus menghantui kelompok Ari. Kapten Rina, yang masih dalam kondisi cedera yang serius, berjuang bersama mereka melalui malam yang gelap dan penuh ketakutan. Mereka telah mencari perlindungan di rumah kosong yang mereka temukan sebelumnya, berusaha keras untuk merawat luka Kapten Rina dan merencanakan langkah selanjutnya.
Tiba-tiba, terdengar suara gemuruh di kejauhan. Mereka segera menyadari bahwa suara tersebut adalah suara ribuan zombie yang mendekat ke arah mereka. Kapten Rina, yang selalu cerdas dan berpikir cepat, segera menyadari bahwa markas mereka telah terancam.
"Kita harus pergi sekarang!" ucap Kapten Rina dengan nada yang tegas. "Tidak ada waktu untuk merasa takut. Siti, Ari, bersiap-siap. Kita akan keluar dari sini dan mencari tempat yang lebih aman."
Sementara mereka bersiap-siap untuk pergi, Kapten Rina memerintahkan salah satu anggotanya untuk mencoba menghubungi pangkalan militer terdekat dengan radio komunikasi yang mereka bawa. Dia tahu bahwa mereka harus mencari bantuan segera.
Namun, ketika anggota kelompoknya mencoba untuk menghubungi pangkalan militer, dia mendapat berita buruk. Pangkalan militer tersebut telah jatuh ke tangan zombie-zombie bermutasi. Mereka tidak bisa mengandalkan bantuan dari sana.
Kapten Rina merasa tekanan semakin besar. Mereka harus meninggalkan rumah kosong tersebut secepat mungkin sebelum zombie-zombie datang. Dia tahu bahwa satu-satunya cara mereka bisa melarikan diri adalah dengan helikopter yang mereka miliki. Helikopter tersebut adalah satu-satunya kendaraan yang cukup cepat untuk membawa mereka ke tempat yang lebih aman.
"Mari kita pergi ke helikopter," ucap Kapten Rina. "Kita harus mencoba mencari tempat yang aman untuk bersembunyi."
Mereka bergerak dengan cepat menuju helikopter yang mereka tinggalkan di dekat rumah kosong tersebut. Ketika mereka tiba di sana, Kapten Rina memerintahkan anggota kelompoknya untuk mempersiapkan helikopter tersebut untuk lepas landas. Sementara itu, dia berbicara dengan Ari dan Siti.
"Kalian harus naik helikopter ini dan mencari tempat yang aman," kata Kapten Rina dengan suara tegas. "Kondisiku tidak memungkinkan untuk terbang, tetapi kalian harus terus berjuang. Kalian adalah harapan terakhir kita."
Ari dan Siti melihat Kapten Rina dengan mata penuh kebingungan dan kesedihan. Mereka tahu bahwa Kapten Rina telah menjadi pemimpin yang sangat kuat dan bijaksana selama perjalanan mereka. Kepergiannya akan meninggalkan kekosongan yang besar dalam kelompok mereka.
Namun, Kapten Rina dengan mantap menekankan, "Kalian harus melanjutkan perjuangan ini. Kalian harus hidup. Jadilah yang terbaik dan berikan harapan bagi dunia ini."
Ari dan Siti dengan berat hati mengangguk dan naik ke dalam helikopter tersebut. Mereka tahu bahwa mereka tidak boleh menunda lebih lama. Mereka melihat Kapten Rina yang tersenyum lembut kepada mereka sebelum menutup pintu helikopter.
Saat helikopter mulai lepas landas, mereka melihat Kapten Rina dari jendela. Dia berdiri di tanah, menjauh dari helikopter, dan bersiap untuk menghadapi horde zombie yang semakin mendekat.
Mereka tidak bisa menahan air mata ketika melihat Kapten Rina yang berani berdiri sendirian di depan serangan yang tak terelakkan. Dia mengeluarkan pistolnya dan menembakkan beberapa peluru terakhirnya ke arah zombie-zombie itu, mencoba sebaik mungkin untuk memperlambat mereka.
Helikopter itu mulai menjauh dari Kapten Rina yang berani. Mereka melihatnya berjuang dengan gagah berani di tengah kerumunan zombie yang semakin dekat. Ketika helikopter semakin tinggi, mereka melihat sosok Kapten Rina yang digulung oleh zombie-zombie itu, mengorbankan dirinya agar mereka bisa kabur.
Ari dan Siti merasa hati mereka terasa hancur ketika mereka kehilangan pemimpin mereka yang berani. Kapten Rina telah berkorban dengan sangat besar untuk melindungi mereka. Tetapi mereka juga tahu bahwa mereka harus meneruskan perjuangan ini, seperti yang diinginkan Kapten Rina.
Mereka berdua menatap langit dengan mata penuh tekad. Mereka harus terus hidup dan mencari tempat yang aman, bukan hanya untuk diri mereka sendiri, tetapi juga untuk menghormati pengorbanan Kapten Rina yang mulia. Dalam perjalanan mereka yang tidak pernah mudah ini, mereka akan terus mengingat kata-kata dan keberanian Kapten Rina, dan menjadikannya sebagai pendorong untuk terus maju.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 41 Episodes
Comments
Armayanto Dwi San.P
terharu aku sama kapten rina
2023-10-02
1