Bab 7: Pengorbanan yang Mengharukan

Malapetaka terus menghantui kelompok Ari. Kapten Rina, yang masih dalam kondisi cedera yang serius, berjuang bersama mereka melalui malam yang gelap dan penuh ketakutan. Mereka telah mencari perlindungan di rumah kosong yang mereka temukan sebelumnya, berusaha keras untuk merawat luka Kapten Rina dan merencanakan langkah selanjutnya.

Tiba-tiba, terdengar suara gemuruh di kejauhan. Mereka segera menyadari bahwa suara tersebut adalah suara ribuan zombie yang mendekat ke arah mereka. Kapten Rina, yang selalu cerdas dan berpikir cepat, segera menyadari bahwa markas mereka telah terancam.

"Kita harus pergi sekarang!" ucap Kapten Rina dengan nada yang tegas. "Tidak ada waktu untuk merasa takut. Siti, Ari, bersiap-siap. Kita akan keluar dari sini dan mencari tempat yang lebih aman."

Sementara mereka bersiap-siap untuk pergi, Kapten Rina memerintahkan salah satu anggotanya untuk mencoba menghubungi pangkalan militer terdekat dengan radio komunikasi yang mereka bawa. Dia tahu bahwa mereka harus mencari bantuan segera.

Namun, ketika anggota kelompoknya mencoba untuk menghubungi pangkalan militer, dia mendapat berita buruk. Pangkalan militer tersebut telah jatuh ke tangan zombie-zombie bermutasi. Mereka tidak bisa mengandalkan bantuan dari sana.

Kapten Rina merasa tekanan semakin besar. Mereka harus meninggalkan rumah kosong tersebut secepat mungkin sebelum zombie-zombie datang. Dia tahu bahwa satu-satunya cara mereka bisa melarikan diri adalah dengan helikopter yang mereka miliki. Helikopter tersebut adalah satu-satunya kendaraan yang cukup cepat untuk membawa mereka ke tempat yang lebih aman.

"Mari kita pergi ke helikopter," ucap Kapten Rina. "Kita harus mencoba mencari tempat yang aman untuk bersembunyi."

Mereka bergerak dengan cepat menuju helikopter yang mereka tinggalkan di dekat rumah kosong tersebut. Ketika mereka tiba di sana, Kapten Rina memerintahkan anggota kelompoknya untuk mempersiapkan helikopter tersebut untuk lepas landas. Sementara itu, dia berbicara dengan Ari dan Siti.

"Kalian harus naik helikopter ini dan mencari tempat yang aman," kata Kapten Rina dengan suara tegas. "Kondisiku tidak memungkinkan untuk terbang, tetapi kalian harus terus berjuang. Kalian adalah harapan terakhir kita."

Ari dan Siti melihat Kapten Rina dengan mata penuh kebingungan dan kesedihan. Mereka tahu bahwa Kapten Rina telah menjadi pemimpin yang sangat kuat dan bijaksana selama perjalanan mereka. Kepergiannya akan meninggalkan kekosongan yang besar dalam kelompok mereka.

Namun, Kapten Rina dengan mantap menekankan, "Kalian harus melanjutkan perjuangan ini. Kalian harus hidup. Jadilah yang terbaik dan berikan harapan bagi dunia ini."

Ari dan Siti dengan berat hati mengangguk dan naik ke dalam helikopter tersebut. Mereka tahu bahwa mereka tidak boleh menunda lebih lama. Mereka melihat Kapten Rina yang tersenyum lembut kepada mereka sebelum menutup pintu helikopter.

Saat helikopter mulai lepas landas, mereka melihat Kapten Rina dari jendela. Dia berdiri di tanah, menjauh dari helikopter, dan bersiap untuk menghadapi horde zombie yang semakin mendekat.

Mereka tidak bisa menahan air mata ketika melihat Kapten Rina yang berani berdiri sendirian di depan serangan yang tak terelakkan. Dia mengeluarkan pistolnya dan menembakkan beberapa peluru terakhirnya ke arah zombie-zombie itu, mencoba sebaik mungkin untuk memperlambat mereka.

Helikopter itu mulai menjauh dari Kapten Rina yang berani. Mereka melihatnya berjuang dengan gagah berani di tengah kerumunan zombie yang semakin dekat. Ketika helikopter semakin tinggi, mereka melihat sosok Kapten Rina yang digulung oleh zombie-zombie itu, mengorbankan dirinya agar mereka bisa kabur.

Ari dan Siti merasa hati mereka terasa hancur ketika mereka kehilangan pemimpin mereka yang berani. Kapten Rina telah berkorban dengan sangat besar untuk melindungi mereka. Tetapi mereka juga tahu bahwa mereka harus meneruskan perjuangan ini, seperti yang diinginkan Kapten Rina.

Mereka berdua menatap langit dengan mata penuh tekad. Mereka harus terus hidup dan mencari tempat yang aman, bukan hanya untuk diri mereka sendiri, tetapi juga untuk menghormati pengorbanan Kapten Rina yang mulia. Dalam perjalanan mereka yang tidak pernah mudah ini, mereka akan terus mengingat kata-kata dan keberanian Kapten Rina, dan menjadikannya sebagai pendorong untuk terus maju.

Terpopuler

Comments

Armayanto Dwi San.P

Armayanto Dwi San.P

terharu aku sama kapten rina

2023-10-02

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1: Teror di Mal Surabaya
2 Bab 2: Pertemuan dengan Pahlawan Tak Terduga
3 Bab 3: Penculikan Siti
4 Bab 4: Kehilangan dan Ketakutan
5 Bab 5: Pertarungan dengan Monster Besar
6 Bab 6: Ketegangan yang Tak Pernah Usai
7 Bab 7: Pengorbanan yang Mengharukan
8 perkenalan 3 karakter dan gambar nya
9 Bab 8: Perjalanan Menuju Jakarta
10 Bab 9: Tempat Perlindungan
11 Bab 10: Mencari Sumber Daya
12 Bab 11: Kegelapan dan Kegelisahan
13 Bab 12: Serangan Monster Berbentuk Kombinasi
14 Bab 13: Pertemuan dengan Kelompok Sanjaya
15 Bab 14: Pertempuran Melawan Monster Zombie Raksasa
16 Bab 15: Tempat Perlindungan Sementara
17 Bab 16: Kehidupan yang Tenang dan Persiapan yang Serius
18 Bab 17: Pertempuran Melawan Zombie Cepat
19 Bab 18: Kehilangan yang Menghancurkan
20 Bab 19: Perjalanan yang Penuh Tantangan
21 Bab 20: Kehilangan yang Mendalam
22 Bab 21: Perubahan Pemikiran Ari
23 Bab 22: Pertarungan Dalam Diri
24 Bab 23: Rencana Baru
25 Bab 24: Markas Penculik
26 Bab 25: Ingatan yang Hilang
27 Bab 26: Pelatihan dan Pengorbanan
28 Bab 27: Abi si tokoh utama kedua
29 Bab 28: Perjalanan Abi Menuju Markas Organisasi Gelap di Swedia
30 Bab 29: Membuat Keputusan
31 Bab 30: Perjalanan ke Singapura
32 Bab 31: Rahasia yang Belum Terungkap
33 Bab 32: Penghianatan dan Balas Dendam
34 Bab 33: pasar gelap
35 Bab 34: Pertempuran
36 Bab 35 : Kembalinya Siti
37 Bab 36 : Pemulihan ingatan
38 Bab 37: Berkas Rahasia: Menyusuri Jejak Serum
39 Bab 38: Kisah Abi: Pertempuran di Bawah Lumpur
40 Bab 39: Siti: Memahami Kekuatan Barunya
41 Bab 40: EGALITE: Perang Tanpa Akhir
Episodes

Updated 41 Episodes

1
Bab 1: Teror di Mal Surabaya
2
Bab 2: Pertemuan dengan Pahlawan Tak Terduga
3
Bab 3: Penculikan Siti
4
Bab 4: Kehilangan dan Ketakutan
5
Bab 5: Pertarungan dengan Monster Besar
6
Bab 6: Ketegangan yang Tak Pernah Usai
7
Bab 7: Pengorbanan yang Mengharukan
8
perkenalan 3 karakter dan gambar nya
9
Bab 8: Perjalanan Menuju Jakarta
10
Bab 9: Tempat Perlindungan
11
Bab 10: Mencari Sumber Daya
12
Bab 11: Kegelapan dan Kegelisahan
13
Bab 12: Serangan Monster Berbentuk Kombinasi
14
Bab 13: Pertemuan dengan Kelompok Sanjaya
15
Bab 14: Pertempuran Melawan Monster Zombie Raksasa
16
Bab 15: Tempat Perlindungan Sementara
17
Bab 16: Kehidupan yang Tenang dan Persiapan yang Serius
18
Bab 17: Pertempuran Melawan Zombie Cepat
19
Bab 18: Kehilangan yang Menghancurkan
20
Bab 19: Perjalanan yang Penuh Tantangan
21
Bab 20: Kehilangan yang Mendalam
22
Bab 21: Perubahan Pemikiran Ari
23
Bab 22: Pertarungan Dalam Diri
24
Bab 23: Rencana Baru
25
Bab 24: Markas Penculik
26
Bab 25: Ingatan yang Hilang
27
Bab 26: Pelatihan dan Pengorbanan
28
Bab 27: Abi si tokoh utama kedua
29
Bab 28: Perjalanan Abi Menuju Markas Organisasi Gelap di Swedia
30
Bab 29: Membuat Keputusan
31
Bab 30: Perjalanan ke Singapura
32
Bab 31: Rahasia yang Belum Terungkap
33
Bab 32: Penghianatan dan Balas Dendam
34
Bab 33: pasar gelap
35
Bab 34: Pertempuran
36
Bab 35 : Kembalinya Siti
37
Bab 36 : Pemulihan ingatan
38
Bab 37: Berkas Rahasia: Menyusuri Jejak Serum
39
Bab 38: Kisah Abi: Pertempuran di Bawah Lumpur
40
Bab 39: Siti: Memahami Kekuatan Barunya
41
Bab 40: EGALITE: Perang Tanpa Akhir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!