Bab 9: Tempat Perlindungan

Helikopter kelompok tentara itu akhirnya mendarat di sebuah markas besar yang terletak di pinggiran Jakarta. Tempat ini adalah pusat operasi dari pasukan yang masih bertahan melawan pandemi zombie yang melanda negara ini. Ari dan Siti, yang telah melewati perjalanan yang sulit dan penuh bahaya, merasa terharu ketika mereka melihat betapa besar dan terorganisirnya tempat ini.

Ketika mereka turun dari helikopter, mereka disambut oleh sekelompok tentara yang siap sedia. Ari dan Siti merasa sedikit kagum melihat persenjataan dan disiplin yang ada di sini. Mereka merasa aman untuk pertama kalinya sejak kepergian Kapten Rina.

Pak Agus, seorang perwira tinggi di markas pusat ini, mendekati mereka dengan senyum ramah. "Selamat datang di markas pusat kami," kata Pak Agus. "Kalian berdua telah melewati banyak hal, dan kami senang bisa membantu."

Ari dan Siti berterima kasih kepada Pak Agus dan kelompok tentara yang telah menyelamatkan mereka. Mereka merasa bersyukur bahwa mereka akhirnya mendapatkan tempat perlindungan yang nyaman dan aman.

Pak Agus memandu mereka melalui markas pusat ini. Mereka melihat banyak orang yang berlindung di sini, dari berbagai usia dan latar belakang. Ada keluarga-keluarga yang mencoba menjalani kehidupan sebaik mungkin di tengah kekacauan ini, serta para pejuang yang siap berjuang melawan zombie-zombie dan organisasi jahat seperti ORI.

Akhirnya, Pak Agus membawa mereka ke sebuah bangunan yang tampak nyaman. "Ini akan menjadi tempat tinggal kalian selama di sini," kata Pak Agus. "Kalian akan memiliki kamar sendiri untuk beristirahat."

Ari dan Siti merasa terharu saat melihat kamar yang disiapkan untuk mereka. Kamar itu sederhana tetapi bersih dan nyaman. Mereka memiliki tempat tidur yang nyaman, meja, dan kamar mandi pribadi. Setelah tidur di tempat-tempat yang tidak nyaman dan berbahaya selama perjalanan mereka, kamar ini terasa seperti surga.

Setelah menempatkan barang-barang mereka di kamar, Ari dan Siti merasa lega. Mereka duduk di tempat tidur dan merasa akhirnya bisa merasakan kenyamanan sejati. Ari memandang adiknya dengan penuh kebahagiaan. "Siti, kita telah sampai di tempat yang aman," ucapnya dengan senyum tulus.

Siti, yang masih merasa ketakutan dan trauma setelah semua yang mereka alami, meraih tangan kakaknya dengan erat. "Iya, Ari," katanya dengan lembut. "Kita aman di sini."

Beberapa hari berlalu di markas pusat tersebut. Ari dan Siti mulai beradaptasi dengan kehidupan baru mereka. Mereka menghabiskan waktu dengan berbicara dengan anggota kelompok tentara dan warga lainnya, belajar lebih banyak tentang situasi di luar, dan berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan yang diadakan di markas pusat.

Mereka juga mendapatkan kesempatan untuk istirahat secara fisik dan mental yang sangat mereka butuhkan. Mereka tidur dengan nyenyak di tempat tidur mereka, makan dengan baik, dan merasa aman di dalam pagar tinggi yang mengelilingi markas pusat tersebut.

Selama waktu ini, mereka juga mendapatkan bantuan dari tenaga medis yang ada di sini. Siti, yang masih merasa trauma dan terganggu oleh pengalaman yang dia alami, mendapatkan bantuan psikologis untuk membantu mengatasi ketakutannya.

Ari juga menjalani pemeriksaan medis, dan luka-lukanya yang kecil diobati dengan baik. Mereka merasa bahwa mereka benar-benar diperlakukan seperti keluarga di markas pusat ini, dan mereka merasa terhubung dengan orang-orang di sekitarnya.

Selama mereka tinggal di markas pusat, mereka juga mendengar tentang upaya besar yang dilakukan oleh pasukan ini untuk melawan pandemi zombie dan organisasi jahat seperti ORI. Mereka terlibat dalam patroli untuk menjaga keamanan markas pusat, belajar cara menghadapi berbagai ancaman, dan berkontribusi pada usaha bersama untuk mencari solusi atas kengerian ini.

Namun, mereka juga tahu bahwa perjalanan mereka belum berakhir. Jakarta adalah tujuan akhir mereka, dan mereka masih memiliki banyak tantangan yang harus dihadapi untuk mencapainya. Tetapi mereka merasa lebih siap dan lebih kuat sekarang, karena mereka tidak lagi sendirian dalam perjuangan mereka. Mereka memiliki keluarga baru di markas pusat ini, dan bersama-sama mereka akan terus berjuang untuk bertahan hidup dan mencari harapan dalam dunia yang telah berubah menjadi kengerian.

Pagi yang cerah menyapa Ari dan Siti di markas pusat tersebut. Setelah beristirahat dengan baik dan mendapatkan pemulihan yang mereka butuhkan, mereka merasa lebih segar dan siap untuk menghadapi hari yang baru. Saat matahari terbit, mereka memutuskan untuk pergi ke kantin untuk sarapan.

Kantin di markas pusat itu adalah tempat berkumpulnya para penghuni markas saat makan. Ari dan Siti mencari tempat untuk duduk, mencari meja yang masih tersedia. Mereka memilih meja yang terletak di sudut kantin, tempat yang agak sepi.

Saat mereka duduk dan mulai makan, seorang gadis seumuran dengan Ari datang mendekati mereka. Gadis itu memiliki rambut hitam panjang dan mata yang cerah. Dia tersenyum ramah saat mendekati meja mereka.

"Hai, bolehkah saya bergabung?" tanya gadis itu dengan ramah.

Tersentak sedikit oleh kehadiran baru ini, Ari dan Siti melirik satu sama lain sebelum Ari menjawab, "Tentu, silakan."

Gadis itu duduk di samping Ari dengan senyum tulus. "Saya Alia, nama kamu?" tanyanya.

"Aku Ari, dan ini adikku, Siti," kata Ari, memperkenalkan diri mereka.

Mereka bertiga mulai berbicara sambil menikmati makanan mereka. Ari dan Alia menemukan banyak kesamaan dalam pengalaman mereka selama wabah zombie ini. Mereka berbicara tentang perjalanan mereka, kehilangan yang mereka alami, dan harapan mereka untuk masa depan.

Alia juga memiliki cerita yang mirip. Dia adalah satu-satunya anggota keluarganya yang selamat dan telah mencari tempat perlindungan di markas pusat ini. Kehadiran Alia membawa semangat dan teman baru dalam kehidupan Ari dan Siti di markas pusat ini.

Saat mereka makan bersama, mereka merasa lebih kuat sebagai kelompok. Mereka tahu bahwa dengan bersatu, mereka memiliki peluang yang lebih baik untuk bertahan hidup di dunia yang telah berubah begitu drastis. Mereka merasa beruntung telah menemukan satu sama lain di tengah kekacauan ini.

Setelah sarapan, mereka berencana untuk menjelajahi lebih lanjut markas pusat tersebut bersama-sama. Alia menawarkan untuk memperkenalkan mereka kepada beberapa teman barunya di sini dan memberi tahu mereka lebih banyak tentang kehidupan di markas pusat.

Ari dan Siti merasa senang bahwa mereka tidak lagi merasa sendirian dalam perjalanan mereka. Dengan bantuan teman-teman baru mereka, mereka akan terus berjuang dan mencari harapan di dunia yang telah berubah menjadi tempat yang penuh dengan ketidakpastian dan bahaya.

Episodes
1 Bab 1: Teror di Mal Surabaya
2 Bab 2: Pertemuan dengan Pahlawan Tak Terduga
3 Bab 3: Penculikan Siti
4 Bab 4: Kehilangan dan Ketakutan
5 Bab 5: Pertarungan dengan Monster Besar
6 Bab 6: Ketegangan yang Tak Pernah Usai
7 Bab 7: Pengorbanan yang Mengharukan
8 perkenalan 3 karakter dan gambar nya
9 Bab 8: Perjalanan Menuju Jakarta
10 Bab 9: Tempat Perlindungan
11 Bab 10: Mencari Sumber Daya
12 Bab 11: Kegelapan dan Kegelisahan
13 Bab 12: Serangan Monster Berbentuk Kombinasi
14 Bab 13: Pertemuan dengan Kelompok Sanjaya
15 Bab 14: Pertempuran Melawan Monster Zombie Raksasa
16 Bab 15: Tempat Perlindungan Sementara
17 Bab 16: Kehidupan yang Tenang dan Persiapan yang Serius
18 Bab 17: Pertempuran Melawan Zombie Cepat
19 Bab 18: Kehilangan yang Menghancurkan
20 Bab 19: Perjalanan yang Penuh Tantangan
21 Bab 20: Kehilangan yang Mendalam
22 Bab 21: Perubahan Pemikiran Ari
23 Bab 22: Pertarungan Dalam Diri
24 Bab 23: Rencana Baru
25 Bab 24: Markas Penculik
26 Bab 25: Ingatan yang Hilang
27 Bab 26: Pelatihan dan Pengorbanan
28 Bab 27: Abi si tokoh utama kedua
29 Bab 28: Perjalanan Abi Menuju Markas Organisasi Gelap di Swedia
30 Bab 29: Membuat Keputusan
31 Bab 30: Perjalanan ke Singapura
32 Bab 31: Rahasia yang Belum Terungkap
33 Bab 32: Penghianatan dan Balas Dendam
34 Bab 33: pasar gelap
35 Bab 34: Pertempuran
36 Bab 35 : Kembalinya Siti
37 Bab 36 : Pemulihan ingatan
38 Bab 37: Berkas Rahasia: Menyusuri Jejak Serum
39 Bab 38: Kisah Abi: Pertempuran di Bawah Lumpur
40 Bab 39: Siti: Memahami Kekuatan Barunya
41 Bab 40: EGALITE: Perang Tanpa Akhir
Episodes

Updated 41 Episodes

1
Bab 1: Teror di Mal Surabaya
2
Bab 2: Pertemuan dengan Pahlawan Tak Terduga
3
Bab 3: Penculikan Siti
4
Bab 4: Kehilangan dan Ketakutan
5
Bab 5: Pertarungan dengan Monster Besar
6
Bab 6: Ketegangan yang Tak Pernah Usai
7
Bab 7: Pengorbanan yang Mengharukan
8
perkenalan 3 karakter dan gambar nya
9
Bab 8: Perjalanan Menuju Jakarta
10
Bab 9: Tempat Perlindungan
11
Bab 10: Mencari Sumber Daya
12
Bab 11: Kegelapan dan Kegelisahan
13
Bab 12: Serangan Monster Berbentuk Kombinasi
14
Bab 13: Pertemuan dengan Kelompok Sanjaya
15
Bab 14: Pertempuran Melawan Monster Zombie Raksasa
16
Bab 15: Tempat Perlindungan Sementara
17
Bab 16: Kehidupan yang Tenang dan Persiapan yang Serius
18
Bab 17: Pertempuran Melawan Zombie Cepat
19
Bab 18: Kehilangan yang Menghancurkan
20
Bab 19: Perjalanan yang Penuh Tantangan
21
Bab 20: Kehilangan yang Mendalam
22
Bab 21: Perubahan Pemikiran Ari
23
Bab 22: Pertarungan Dalam Diri
24
Bab 23: Rencana Baru
25
Bab 24: Markas Penculik
26
Bab 25: Ingatan yang Hilang
27
Bab 26: Pelatihan dan Pengorbanan
28
Bab 27: Abi si tokoh utama kedua
29
Bab 28: Perjalanan Abi Menuju Markas Organisasi Gelap di Swedia
30
Bab 29: Membuat Keputusan
31
Bab 30: Perjalanan ke Singapura
32
Bab 31: Rahasia yang Belum Terungkap
33
Bab 32: Penghianatan dan Balas Dendam
34
Bab 33: pasar gelap
35
Bab 34: Pertempuran
36
Bab 35 : Kembalinya Siti
37
Bab 36 : Pemulihan ingatan
38
Bab 37: Berkas Rahasia: Menyusuri Jejak Serum
39
Bab 38: Kisah Abi: Pertempuran di Bawah Lumpur
40
Bab 39: Siti: Memahami Kekuatan Barunya
41
Bab 40: EGALITE: Perang Tanpa Akhir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!