Helikopter kelompok tentara itu akhirnya mendarat di sebuah markas besar yang terletak di pinggiran Jakarta. Tempat ini adalah pusat operasi dari pasukan yang masih bertahan melawan pandemi zombie yang melanda negara ini. Ari dan Siti, yang telah melewati perjalanan yang sulit dan penuh bahaya, merasa terharu ketika mereka melihat betapa besar dan terorganisirnya tempat ini.
Ketika mereka turun dari helikopter, mereka disambut oleh sekelompok tentara yang siap sedia. Ari dan Siti merasa sedikit kagum melihat persenjataan dan disiplin yang ada di sini. Mereka merasa aman untuk pertama kalinya sejak kepergian Kapten Rina.
Pak Agus, seorang perwira tinggi di markas pusat ini, mendekati mereka dengan senyum ramah. "Selamat datang di markas pusat kami," kata Pak Agus. "Kalian berdua telah melewati banyak hal, dan kami senang bisa membantu."
Ari dan Siti berterima kasih kepada Pak Agus dan kelompok tentara yang telah menyelamatkan mereka. Mereka merasa bersyukur bahwa mereka akhirnya mendapatkan tempat perlindungan yang nyaman dan aman.
Pak Agus memandu mereka melalui markas pusat ini. Mereka melihat banyak orang yang berlindung di sini, dari berbagai usia dan latar belakang. Ada keluarga-keluarga yang mencoba menjalani kehidupan sebaik mungkin di tengah kekacauan ini, serta para pejuang yang siap berjuang melawan zombie-zombie dan organisasi jahat seperti ORI.
Akhirnya, Pak Agus membawa mereka ke sebuah bangunan yang tampak nyaman. "Ini akan menjadi tempat tinggal kalian selama di sini," kata Pak Agus. "Kalian akan memiliki kamar sendiri untuk beristirahat."
Ari dan Siti merasa terharu saat melihat kamar yang disiapkan untuk mereka. Kamar itu sederhana tetapi bersih dan nyaman. Mereka memiliki tempat tidur yang nyaman, meja, dan kamar mandi pribadi. Setelah tidur di tempat-tempat yang tidak nyaman dan berbahaya selama perjalanan mereka, kamar ini terasa seperti surga.
Setelah menempatkan barang-barang mereka di kamar, Ari dan Siti merasa lega. Mereka duduk di tempat tidur dan merasa akhirnya bisa merasakan kenyamanan sejati. Ari memandang adiknya dengan penuh kebahagiaan. "Siti, kita telah sampai di tempat yang aman," ucapnya dengan senyum tulus.
Siti, yang masih merasa ketakutan dan trauma setelah semua yang mereka alami, meraih tangan kakaknya dengan erat. "Iya, Ari," katanya dengan lembut. "Kita aman di sini."
Beberapa hari berlalu di markas pusat tersebut. Ari dan Siti mulai beradaptasi dengan kehidupan baru mereka. Mereka menghabiskan waktu dengan berbicara dengan anggota kelompok tentara dan warga lainnya, belajar lebih banyak tentang situasi di luar, dan berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan yang diadakan di markas pusat.
Mereka juga mendapatkan kesempatan untuk istirahat secara fisik dan mental yang sangat mereka butuhkan. Mereka tidur dengan nyenyak di tempat tidur mereka, makan dengan baik, dan merasa aman di dalam pagar tinggi yang mengelilingi markas pusat tersebut.
Selama waktu ini, mereka juga mendapatkan bantuan dari tenaga medis yang ada di sini. Siti, yang masih merasa trauma dan terganggu oleh pengalaman yang dia alami, mendapatkan bantuan psikologis untuk membantu mengatasi ketakutannya.
Ari juga menjalani pemeriksaan medis, dan luka-lukanya yang kecil diobati dengan baik. Mereka merasa bahwa mereka benar-benar diperlakukan seperti keluarga di markas pusat ini, dan mereka merasa terhubung dengan orang-orang di sekitarnya.
Selama mereka tinggal di markas pusat, mereka juga mendengar tentang upaya besar yang dilakukan oleh pasukan ini untuk melawan pandemi zombie dan organisasi jahat seperti ORI. Mereka terlibat dalam patroli untuk menjaga keamanan markas pusat, belajar cara menghadapi berbagai ancaman, dan berkontribusi pada usaha bersama untuk mencari solusi atas kengerian ini.
Namun, mereka juga tahu bahwa perjalanan mereka belum berakhir. Jakarta adalah tujuan akhir mereka, dan mereka masih memiliki banyak tantangan yang harus dihadapi untuk mencapainya. Tetapi mereka merasa lebih siap dan lebih kuat sekarang, karena mereka tidak lagi sendirian dalam perjuangan mereka. Mereka memiliki keluarga baru di markas pusat ini, dan bersama-sama mereka akan terus berjuang untuk bertahan hidup dan mencari harapan dalam dunia yang telah berubah menjadi kengerian.
Pagi yang cerah menyapa Ari dan Siti di markas pusat tersebut. Setelah beristirahat dengan baik dan mendapatkan pemulihan yang mereka butuhkan, mereka merasa lebih segar dan siap untuk menghadapi hari yang baru. Saat matahari terbit, mereka memutuskan untuk pergi ke kantin untuk sarapan.
Kantin di markas pusat itu adalah tempat berkumpulnya para penghuni markas saat makan. Ari dan Siti mencari tempat untuk duduk, mencari meja yang masih tersedia. Mereka memilih meja yang terletak di sudut kantin, tempat yang agak sepi.
Saat mereka duduk dan mulai makan, seorang gadis seumuran dengan Ari datang mendekati mereka. Gadis itu memiliki rambut hitam panjang dan mata yang cerah. Dia tersenyum ramah saat mendekati meja mereka.
"Hai, bolehkah saya bergabung?" tanya gadis itu dengan ramah.
Tersentak sedikit oleh kehadiran baru ini, Ari dan Siti melirik satu sama lain sebelum Ari menjawab, "Tentu, silakan."
Gadis itu duduk di samping Ari dengan senyum tulus. "Saya Alia, nama kamu?" tanyanya.
"Aku Ari, dan ini adikku, Siti," kata Ari, memperkenalkan diri mereka.
Mereka bertiga mulai berbicara sambil menikmati makanan mereka. Ari dan Alia menemukan banyak kesamaan dalam pengalaman mereka selama wabah zombie ini. Mereka berbicara tentang perjalanan mereka, kehilangan yang mereka alami, dan harapan mereka untuk masa depan.
Alia juga memiliki cerita yang mirip. Dia adalah satu-satunya anggota keluarganya yang selamat dan telah mencari tempat perlindungan di markas pusat ini. Kehadiran Alia membawa semangat dan teman baru dalam kehidupan Ari dan Siti di markas pusat ini.
Saat mereka makan bersama, mereka merasa lebih kuat sebagai kelompok. Mereka tahu bahwa dengan bersatu, mereka memiliki peluang yang lebih baik untuk bertahan hidup di dunia yang telah berubah begitu drastis. Mereka merasa beruntung telah menemukan satu sama lain di tengah kekacauan ini.
Setelah sarapan, mereka berencana untuk menjelajahi lebih lanjut markas pusat tersebut bersama-sama. Alia menawarkan untuk memperkenalkan mereka kepada beberapa teman barunya di sini dan memberi tahu mereka lebih banyak tentang kehidupan di markas pusat.
Ari dan Siti merasa senang bahwa mereka tidak lagi merasa sendirian dalam perjalanan mereka. Dengan bantuan teman-teman baru mereka, mereka akan terus berjuang dan mencari harapan di dunia yang telah berubah menjadi tempat yang penuh dengan ketidakpastian dan bahaya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 41 Episodes
Comments