Bab 12: Serangan Monster Berbentuk Kombinasi

Pagi yang dingin dan redup menyambut Ari, Siti, dan Alia saat mereka melanjutkan perjalanan mereka. Mereka meninggalkan toko Indomaret yang sudah memberikan perlindungan semalam dan melanjutkan perjalanan di jalanan yang penuh dengan reruntuhan dan kehancuran.

Ketika mereka berjalan, Ari memegang erat tangannya Siti sementara Alia berjalan di sebelah mereka. Mereka telah menjadi seperti keluarga selama perjalanan ini, dan mereka tahu bahwa satu-satunya cara untuk bertahan hidup adalah dengan saling mendukung.

Namun, saat mereka menjelajahi daerah yang semakin terpencil, mereka tiba-tiba mendengar suara aneh. Suara itu seperti kicauan anjing yang bercampur dengan teriakan burung. Mereka berhenti dan melihat-lihat, mencoba menentukan sumber suara tersebut.

Tiba-tiba, dari balik tumpukan reruntuhan di dekat mereka, muncullah makhluk yang sangat aneh. Itu adalah monster raksasa yang memiliki tubuh seperti anjing besar dengan bulu hitam dan mata merah menyala. Namun, dari tubuh monster itu juga tumbuh sayap besar yang menyerupai burung elang.

Monster itu berdiri tinggi dan menggeram dengan suara mengerikan. Ari, Siti, dan Alia terperangah oleh penampakan makhluk ini. Ini bukanlah zombie biasa; ini adalah sesuatu yang mereka belum pernah lihat sebelumnya.

Ari segera menyadari bahwa mereka harus bertindak cepat. Dia menatap Siti dan Alia dan memberi isyarat untuk tetap bersama. Dia merencanakan untuk menyerang monster itu dari belakang, berharap bisa memanfaatkan kejutan.

Dengan hati-hati, Ari merunduk dan memulai perjalanan menuju belakang monster itu, berusaha untuk tidak membuat suara apapun yang bisa memperingatkan makhluk tersebut. Namun, semakin dekat dia mendekati monster itu, semakin jelas bagaimana tubuh makhluk itu sangat keras dan kuat.

Ketika Ari hampir sampai pada jarak serangan, dia merasa bahwa sesuatu tidak beres. Monster itu mendengar langkah-langkahnya dan tiba-tiba berbalik, mata merah menyala yang penuh dengan kebencian menatap Ari. Makhluk itu meraung dengan suara yang menggetarkan hati.

Tanpa ragu, monster itu meluncurkan dirinya ke arah Ari dengan kecepatan yang menakutkan. Ari melompat mundur untuk menghindari serangan monster, tetapi makhluk itu terlalu cepat. Kepala monster itu mencoba menggigit Ari, tetapi Ari berhasil menghindar dengan bergerak ke samping.

Monster itu dengan cepat berputar dan kembali menyerang Ari, kali ini dengan cakar-cakar tajam yang panjang. Ari menggunakan senjata yang dia bawa dan mencoba menghentikan serangan monster tersebut, tetapi cakar-cakar itu sangat keras, dan Ari hampir saja terlempar oleh kekuatannya.

Sementara itu, Siti dan Alia menyaksikan aksi mereka dengan ketakutan. Mereka merasa takut dan tidak tahu apa yang harus dilakukan. Siti mencoba berteriak untuk memanggil bantuan, tetapi suaranya hilang di tengah teriakan monster dan suara pertarungan.

Ari terus berjuang dengan putaran serangan monster ini. Dia mencoba memanfaatkan setiap celah yang dia lihat untuk menghindari cedera serius, tetapi makhluk ini jelas memiliki keunggulan dalam hal kekuatan dan kecepatan. Meskipun dia berjuang keras, Ari tahu bahwa dia tidak akan bisa mengalahkan monster ini sendirian.

Siti dan Alia akhirnya mengumpulkan keberanian mereka dan mencoba mencari senjata yang bisa mereka gunakan untuk membantu Ari. Mereka meraih batu besar dari tumpukan reruntuhan di sekitar mereka dan berusaha melemparkannya ke arah monster.

Meskipun batu-batu itu mungkin tidak sekuat senjata yang Ari bawa, mereka berhasil membingungkan monster itu sebentar. Makhluk itu terkejut oleh serangan mendadak dari arah yang berbeda, memberi Ari kesempatan untuk melarikan diri dari serangan monster yang mematikan.

Siti dan Alia berlari menuju Ari, dan mereka memutuskan untuk melarikan diri dari monster tersebut. Mereka tahu bahwa mereka tidak bisa mengalahkannya sendirian, dan mereka harus mencari tempat perlindungan atau sekutu yang bisa membantu mereka dalam menghadapi ancaman ini yang belum pernah mereka temui sebelumnya. Dalam kegelapan yang semakin mendalam, mereka berlari menjauh dari monster yang masih merayakan serangan mereka.

Monster yang menyerupai gabungan anjing dan burung itu terus mengejar Ari, Siti, dan Alia ketika mereka berlari menjauh darinya. Makhluk itu tidak hanya cepat, tetapi juga memiliki daya tahan yang luar biasa. Mereka tahu bahwa mereka harus mencari tempat perlindungan secepat mungkin.

Mereka bergegas menuju gedung-gedung yang masih berdiri di sekitar mereka, berusaha mencari pintu atau jendela yang bisa mereka masuki untuk menyembunyikan diri. Namun, monster itu terus mendekati mereka dengan langkah-langkah besar dan menakutkan.

Dalam keputusasaan, Ari melihat sebuah gerobak sampah yang besar di tepi jalan. Dia menggerakkan gerobak itu dengan susah payah dan mendorongnya ke arah monster. Gerobak sampah itu menabrak monster tersebut, memberi mereka sedikit waktu untuk mencari tempat perlindungan.

Mereka melihat pintu masuk ke gedung kosong di dekat mereka dan langsung meluncur masuk. Mereka bersembunyi di dalam gedung itu, berharap monster itu tidak akan dapat menemukan mereka.

Mereka berdua berdiri diam, mendengarkan langkah-langkah berat monster yang mendekat. Monster itu merayap mendekati pintu masuk gedung, mengintai dengan mata merah menyala. Mereka berusaha menahan nafas mereka dan berharap monster itu akan pergi.

Namun, monster tersebut tiba-tiba mengeluarkan suara mengaum yang mengerikan dan mulai menggedor pintu masuk dengan keras. Pintu itu gemetar dan tergetar oleh serangan monster itu, dan tampaknya tidak akan bertahan lama.

Ari mencari-cari di sekitar mereka mencari apa pun yang bisa digunakan untuk bertahan. Dia melihat tangga darurat yang mengarah ke lantai atas dan memiliki ide. Dia memberi isyarat kepada Siti dan Alia untuk mengikuti dia, dan mereka berlari menuju tangga darurat tersebut.

Mereka naik ke lantai atas gedung itu dengan cepat, berharap bisa menemukan tempat yang lebih aman untuk bersembunyi. Namun, ketika mereka mencapai lantai atas, mereka menyadari bahwa mereka tidak sendirian.

Di sana, di lantai atas gedung yang gelap dan sunyi, mereka menemukan sekelompok orang yang tampaknya juga mencari tempat perlindungan. Orang-orang itu terkejut melihat kedatangan Ari, Siti, dan Alia, tetapi mereka dengan cepat menyadari bahwa mereka berada dalam bahaya yang sama.

Ari berbicara dengan pemimpin kelompok itu, seorang pria paruh baya yang tampaknya memiliki pengalaman dalam bertahan hidup di dunia yang telah berubah ini. Mereka segera merencanakan strategi untuk menghadapi monster yang terus mendekati.

Ketika monster itu akhirnya berhasil mencapai lantai atas gedung tersebut, mereka bersiap-siap untuk pertempuran. Mereka menggunakan senjata-senjata sederhana yang mereka temukan di sekitar mereka, seperti pipa besi dan potongan kayu.

Pertarungan yang sengit terjadi di lantai atas gedung tersebut. Monster yang kuat dan ganas itu tidak akan menyerah begitu saja, dan mereka harus bekerja sama dengan kelompok orang asing ini untuk mengalahkannya.

Dalam pertempuran yang panjang dan melelahkan, mereka akhirnya berhasil mengalahkan monster tersebut. Monster itu meraung dengan suara mengerikan sebelum akhirnya jatuh ke lantai dalam keadaan tak bernyawa.

Mereka semua merasa lega dan bersyukur karena berhasil bertahan hidup. Pertemuan mereka dengan kelompok orang asing ini, meskipun awalnya tidak direncanakan, telah membantu mereka dalam menghadapi ancaman yang belum pernah mereka temui sebelumnya.

Dalam kegelapan yang menyelimuti gedung tersebut, mereka berbicara dengan orang-orang asing tersebut dan berbagi pengalaman mereka dalam menghadapi dunia yang telah berubah menjadi tempat yang lebih mengerikan dari yang pernah mereka bayangkan. Meskipun mereka tahu bahwa tantangan yang akan datang mungkin lebih sulit, mereka juga merasa lebih kuat karena mereka telah menemukan sekutu yang dapat diandalkan dalam perjalanan mereka untuk bertahan hidup.

Episodes
1 Bab 1: Teror di Mal Surabaya
2 Bab 2: Pertemuan dengan Pahlawan Tak Terduga
3 Bab 3: Penculikan Siti
4 Bab 4: Kehilangan dan Ketakutan
5 Bab 5: Pertarungan dengan Monster Besar
6 Bab 6: Ketegangan yang Tak Pernah Usai
7 Bab 7: Pengorbanan yang Mengharukan
8 perkenalan 3 karakter dan gambar nya
9 Bab 8: Perjalanan Menuju Jakarta
10 Bab 9: Tempat Perlindungan
11 Bab 10: Mencari Sumber Daya
12 Bab 11: Kegelapan dan Kegelisahan
13 Bab 12: Serangan Monster Berbentuk Kombinasi
14 Bab 13: Pertemuan dengan Kelompok Sanjaya
15 Bab 14: Pertempuran Melawan Monster Zombie Raksasa
16 Bab 15: Tempat Perlindungan Sementara
17 Bab 16: Kehidupan yang Tenang dan Persiapan yang Serius
18 Bab 17: Pertempuran Melawan Zombie Cepat
19 Bab 18: Kehilangan yang Menghancurkan
20 Bab 19: Perjalanan yang Penuh Tantangan
21 Bab 20: Kehilangan yang Mendalam
22 Bab 21: Perubahan Pemikiran Ari
23 Bab 22: Pertarungan Dalam Diri
24 Bab 23: Rencana Baru
25 Bab 24: Markas Penculik
26 Bab 25: Ingatan yang Hilang
27 Bab 26: Pelatihan dan Pengorbanan
28 Bab 27: Abi si tokoh utama kedua
29 Bab 28: Perjalanan Abi Menuju Markas Organisasi Gelap di Swedia
30 Bab 29: Membuat Keputusan
31 Bab 30: Perjalanan ke Singapura
32 Bab 31: Rahasia yang Belum Terungkap
33 Bab 32: Penghianatan dan Balas Dendam
34 Bab 33: pasar gelap
35 Bab 34: Pertempuran
36 Bab 35 : Kembalinya Siti
37 Bab 36 : Pemulihan ingatan
38 Bab 37: Berkas Rahasia: Menyusuri Jejak Serum
39 Bab 38: Kisah Abi: Pertempuran di Bawah Lumpur
40 Bab 39: Siti: Memahami Kekuatan Barunya
41 Bab 40: EGALITE: Perang Tanpa Akhir
Episodes

Updated 41 Episodes

1
Bab 1: Teror di Mal Surabaya
2
Bab 2: Pertemuan dengan Pahlawan Tak Terduga
3
Bab 3: Penculikan Siti
4
Bab 4: Kehilangan dan Ketakutan
5
Bab 5: Pertarungan dengan Monster Besar
6
Bab 6: Ketegangan yang Tak Pernah Usai
7
Bab 7: Pengorbanan yang Mengharukan
8
perkenalan 3 karakter dan gambar nya
9
Bab 8: Perjalanan Menuju Jakarta
10
Bab 9: Tempat Perlindungan
11
Bab 10: Mencari Sumber Daya
12
Bab 11: Kegelapan dan Kegelisahan
13
Bab 12: Serangan Monster Berbentuk Kombinasi
14
Bab 13: Pertemuan dengan Kelompok Sanjaya
15
Bab 14: Pertempuran Melawan Monster Zombie Raksasa
16
Bab 15: Tempat Perlindungan Sementara
17
Bab 16: Kehidupan yang Tenang dan Persiapan yang Serius
18
Bab 17: Pertempuran Melawan Zombie Cepat
19
Bab 18: Kehilangan yang Menghancurkan
20
Bab 19: Perjalanan yang Penuh Tantangan
21
Bab 20: Kehilangan yang Mendalam
22
Bab 21: Perubahan Pemikiran Ari
23
Bab 22: Pertarungan Dalam Diri
24
Bab 23: Rencana Baru
25
Bab 24: Markas Penculik
26
Bab 25: Ingatan yang Hilang
27
Bab 26: Pelatihan dan Pengorbanan
28
Bab 27: Abi si tokoh utama kedua
29
Bab 28: Perjalanan Abi Menuju Markas Organisasi Gelap di Swedia
30
Bab 29: Membuat Keputusan
31
Bab 30: Perjalanan ke Singapura
32
Bab 31: Rahasia yang Belum Terungkap
33
Bab 32: Penghianatan dan Balas Dendam
34
Bab 33: pasar gelap
35
Bab 34: Pertempuran
36
Bab 35 : Kembalinya Siti
37
Bab 36 : Pemulihan ingatan
38
Bab 37: Berkas Rahasia: Menyusuri Jejak Serum
39
Bab 38: Kisah Abi: Pertempuran di Bawah Lumpur
40
Bab 39: Siti: Memahami Kekuatan Barunya
41
Bab 40: EGALITE: Perang Tanpa Akhir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!