Bab 3: Penculikan Siti

Ari, Siti, dan Kapten Rina terus menjelajahi bangunan yang gelap dan sepi, mencari jalan keluar. Suasana di dalam bangunan itu membuat mereka semakin merasa terjebak, dan ketakutan mereka semakin memuncak dengan setiap langkah yang mereka ambil. Mereka tahu bahwa waktu mereka terbatas, dengan monster zombie level 4 yang mengamuk di luar.

Ari yang memimpin berusaha untuk tetap tenang. Dia memeriksa setiap pintu dan lorong yang mereka temui, berharap menemukan jalan keluar. Namun, bangunan itu begitu besar dan rumit, seperti sebuah labirin yang gelap. Kapten Rina menjelaskan bahwa bangunan itu dulunya adalah pusat riset biologi, yang kemungkinan memiliki koneksi dengan virus yang melanda kota.

Ketika mereka terus berjalan, Siti merasa ketakutan dan khawatir. Dia mencengkeram tangan Ari dengan erat, tetapi dia tahu bahwa mereka tidak boleh memperlambat langkah mereka. Monster zombie level 4 tetap mengamuk di luar, dan setiap detik berharga.

Tiba-tiba, mereka mendengar suara aneh yang terdengar dari lorong yang gelap di depan mereka. Suara itu seperti suara langkah kaki, tetapi bukan langkah kaki zombie. Ada sesuatu yang lebih misterius di dalam bangunan itu.

Kapten Rina menegangkan dan mengangkat pistolnya dengan hati-hati. Ari juga siap untuk bertindak. Mereka bergerak perlahan-lahan menuju lorong tersebut, berusaha untuk tidak membuat suara.

Saat mereka mencapai sudut lorong, mereka melihat sekelompok orang yang mengenakan jas virus dan membawa senjata. Mereka tampaknya terlatih dan sangat waspada. Salah satu di antaranya menoleh ke arah Ari, Siti, dan Kapten Rina, dan ekspresi wajahnya penuh kejutan.

Tetapi sebelum mereka bisa bereaksi, sekelompok itu dengan cepat mendekati mereka. Ari, Siti, dan Kapten Rina merasa ketakutan dan mengangkat tangan mereka sebagai tanda perdamaian. Mereka ingin tahu siapa kelompok ini dan apa yang mereka inginkan.

Pria yang tampak seperti pemimpin kelompok tersebut berbicara dengan suara serak, "Siapa kalian? Apa yang kalian lakukan di sini?"

Ari menjawab dengan cepat, "Kami adalah korban situasi ini, sama seperti kalian. Kami mencari jalan keluar dari bangunan ini."

Kapten Rina menambahkan, "Kami tidak tahu apa yang terjadi di luar, tetapi ada monster zombie level 4 yang sedang mengamuk. Kami tidak punya pilihan selain mencari tempat yang aman."

Pemimpin kelompok tersebut merenung sejenak sebelum akhirnya mengizinkan mereka untuk bergabung dengan kelompoknya. Mereka merasa seolah-olah telah menemukan sekutu yang potensial dalam keadaan yang mengerikan ini.

Ketika mereka melanjutkan perjalanan bersama, Ari dan Siti merasa sedikit lega. Mereka tidak lagi terjebak sendirian dalam bangunan misterius ini. Mereka bahkan mulai mempertimbangkan bahwa kelompok ini mungkin memiliki sumber daya dan perlindungan yang dapat membantu mereka bertahan hidup.

Namun, kegembiraan itu tidak berlangsung lama. Saat mereka menjelajahi lebih dalam ke dalam bangunan, Siti yang berada di belakang tiba-tiba menghilang. Ari berbalik dan melihat bahwa adiknya telah diculik oleh salah satu anggota kelompok ini. Dia merasa panik dan marah.

"Ayo, Siti!" teriak Ari sambil berusaha mengejar penculik itu.

Ari dan Kapten Rina berlari secepat mungkin, tetapi penculik itu memiliki keunggulan dan mereka tidak bisa mengejar dengan cukup cepat. Mereka akhirnya mencapai sebuah pintu yang sudah tertutup, dan penculik itu menghilang di baliknya.

Ari dengan putus asa mencoba membuka pintu itu, tetapi itu terkunci. Dia berusaha keras untuk mendobrak pintu itu, tetapi itu terlalu kuat. Kapten Rina mencoba membantunya, tetapi juga gagal. Mereka harus berhenti sejenak dan mengevaluasi situasi.

Mereka merasa marah dan khawatir. Siti, adik yang mereka cintai, telah diculik di hadapan mereka, dan mereka tidak tahu siapa kelompok ini atau apa yang mereka inginkan dengan Siti. Ari merasa bersalah karena tidak bisa melindungi adiknya.

Kapten Rina mencoba meredakan kekhawatiran Ari. "Kita harus mencari jalan untuk mengembalikan Siti, tetapi kita perlu merencanakan tindakan kita dengan hati-hati. Mungkin ada cara lain untuk masuk ke dalam bangunan ini."

Mereka merenung sejenak dan merencanakan rencana untuk menyelamatkan Siti. Mereka tahu bahwa penculikan ini akan menjadi tantangan yang sangat sulit, tetapi mereka juga tahu bahwa mereka tidak bisa menyerah. Mereka akan mencari cara untuk mendapatkan Siti kembali dan terus bertahan hidup dalam dunia yang penuh dengan ketidakpastian dan bahaya.

Ari dan Kapten Rina merasa terhenti di hadapan pintu yang terkunci. Mereka harus berhenti dan merencanakan cara untuk menyelamatkan Siti dari penculiknya yang misterius. Ari merasa dendam berkobar di dalam dirinya, berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia akan melakukan segalanya untuk mendapatkan adiknya kembali.

Kapten Rina berusaha untuk meredakan perasaan Ari. "Kita tidak tahu pasti siapa mereka atau apa yang mereka inginkan dengan Siti. Kita harus menemukan informasi lebih lanjut sebelum bertindak."

Tapi Ari tidak bisa menahan amarahnya. Dia merasa bahwa waktu terus berlalu dan Siti mungkin berada dalam bahaya. Dia ingin bertindak sekarang juga. "Saya tidak bisa menunggu, Kapten. Saya harus mencari mereka sekarang juga."

Dalam keputusasaan, Ari memutuskan untuk mencari cara untuk membuka pintu yang terkunci. Dia berpikir cepat dan mencari alat yang bisa digunakan. Setelah beberapa saat, dia menemukan palu kecil di salah satu sudut ruangan. Dia menggunakannya untuk mencoba membobol pintu tersebut.

Ari dan Kapten Rina berusaha keras untuk membuka pintu itu. Suara palu yang memukul terdengar keras di dalam ruangan gelap. Mereka bisa merasakan tekanan dan kekhawatiran yang terus meningkat, karena waktu semakin berlalu dan mereka belum mengetahui apa yang terjadi pada Siti.

Akhirnya, dengan usaha keras, pintu itu terbuka. Mereka bergegas masuk ke dalam dengan hati berdebar-debar, berharap untuk menemukan jejak Siti. Tapi apa yang mereka temukan sangat berbeda dari yang mereka harapkan.

Mereka berada di dalam ruangan besar yang tampak seperti laboratorium. Di tengah ruangan itu terdapat layar komputer yang besar dan beberapa peralatan laboratorium yang rumit. Tapi yang paling mencolok adalah apa yang terlihat di dinding ruangan.

Di dinding itu terpampang sejumlah layar monitor yang menampilkan gambar Siti yang terikat dan terlihat ketakutan. Gambar-gambar itu terhubung dengan beberapa orang yang memandang ke arah kamera. Mereka adalah penculik Siti.

Ari merasa marah dan putus asa melihat kondisi adiknya. Dia merasa telah gagal dalam melindungi Siti dan merasa dendam yang tak terkendali. Dia bersumpah akan menghancurkan kelompok penculik itu, siapa pun mereka.

Saat itu, salah satu dari mereka, seorang wanita dengan rambut panjang dan mata tajam, berbicara melalui speaker yang terpasang di dinding. "Apa yang kamu lakukan di sini, Ari? Kamu pikir kamu bisa menyelamatkan adikmu dengan memaksaku membuka pintu ini?"

Ari dengan gemetar menjawab, "Apa yang kamu inginkan dariku? Apa yang kamu lakukan pada adikku?"

Wanita itu tersenyum dingin. "Kami memiliki kepentingan tertentu dalam virus ini, dan kami memerlukan bantuanmu untuk mencapainya. Kamu tahu apa yang akan terjadi pada adikmu jika kamu tidak bekerja sama dengan kami."

Ari merasa marah dan tidak bisa menerima ancaman itu. Dia ingin menghancurkan mereka sekarang juga, tetapi Kapten Rina menarik lengannya dengan lembut dan berbisik, "Kita harus tenang dan berpikir dengan bijak. Kami harus mencari cara untuk menyelamatkan Siti."

Dalam pembicaraan yang tegang itu, Kapten Rina mencoba menjalin kontak dengan kelompok tersebut, bernegosiasi dengan mereka untuk melepaskan Siti. Tetapi percakapan itu terasa sia-sia, karena kelompok penculik tampaknya tidak berniat melepaskan Siti begitu saja.

Ketika percakapan buntu itu berlanjut, mereka tiba-tiba mendengar suara teriakan dari jauh. Mereka semua berhenti dan mendengarkan dengan hati-hati. Suara itu semakin mendekat, dan mereka segera menyadari bahwa itu adalah suara monster zombie level 4 yang masih mengamuk di luar.

Wanita yang berbicara melalui speaker itu menggerutu. "Kita harus pergi sekarang juga. Jangan berpikir kamu bisa lari dari monster itu."

Mereka semua berlari menuju pintu keluar laboratorium, tetapi saat mereka mencapai lorong, mereka menemui monster zombie level 4 yang terjebak di dalam bangunan tersebut. Mereka terjebak di antara dua bahaya yang mengancam.

Dalam keputusasaan, mereka mencoba melawan monster tersebut, tetapi itu adalah pertempuran yang tidak mungkin dimenangkan. Monster zombie level 4 itu terlalu kuat dan tahan lama. Mereka berjuang habis-habisan, tetapi akhirnya terdesak.

Saat monster itu semakin mendekat dan situasinya semakin putus asa, Ari melihat salah satu dinding lorong yang tampaknya tidak stabil. Dalam tindakan putus asa, dia memutuskan untuk mencoba menghancurkan dinding tersebut sebagai jalan keluar terakhir.

Ari mengambil palu yang sudah digunakan sebelumnya dan dengan keras memukul dinding tersebut. Puing-puing beton terbang ke segala arah, dan dengan ajaib, dinding tersebut runtuh, membuka jalan keluar menuju lorong lain yang tampaknya lebih aman.

Mereka semua berlari melewati dinding yang runtuh dan menjauh dari monster zombie level 4 yang terperangkap. Mereka tidak tahu apa yang terjadi pada monster itu, tetapi mereka tahu bahwa mereka harus mencari cara untuk menyelamatkan Siti secepat mungkin.

Kembali ke dalam kegelapan kota yang dilanda virus zombie, Ari merasa dendam yang tak terbendung. Dia telah kehilangan kesempatan untuk menyelamatkan adiknya, dan dia bersumpah akan menghadapi siapapun yang berada di balik penculikan tersebut.

Terpopuler

Comments

Lololiloo Kom

Lololiloo Kom

wah, cerita nya mulai menarikkk :)

2023-10-09

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1: Teror di Mal Surabaya
2 Bab 2: Pertemuan dengan Pahlawan Tak Terduga
3 Bab 3: Penculikan Siti
4 Bab 4: Kehilangan dan Ketakutan
5 Bab 5: Pertarungan dengan Monster Besar
6 Bab 6: Ketegangan yang Tak Pernah Usai
7 Bab 7: Pengorbanan yang Mengharukan
8 perkenalan 3 karakter dan gambar nya
9 Bab 8: Perjalanan Menuju Jakarta
10 Bab 9: Tempat Perlindungan
11 Bab 10: Mencari Sumber Daya
12 Bab 11: Kegelapan dan Kegelisahan
13 Bab 12: Serangan Monster Berbentuk Kombinasi
14 Bab 13: Pertemuan dengan Kelompok Sanjaya
15 Bab 14: Pertempuran Melawan Monster Zombie Raksasa
16 Bab 15: Tempat Perlindungan Sementara
17 Bab 16: Kehidupan yang Tenang dan Persiapan yang Serius
18 Bab 17: Pertempuran Melawan Zombie Cepat
19 Bab 18: Kehilangan yang Menghancurkan
20 Bab 19: Perjalanan yang Penuh Tantangan
21 Bab 20: Kehilangan yang Mendalam
22 Bab 21: Perubahan Pemikiran Ari
23 Bab 22: Pertarungan Dalam Diri
24 Bab 23: Rencana Baru
25 Bab 24: Markas Penculik
26 Bab 25: Ingatan yang Hilang
27 Bab 26: Pelatihan dan Pengorbanan
28 Bab 27: Abi si tokoh utama kedua
29 Bab 28: Perjalanan Abi Menuju Markas Organisasi Gelap di Swedia
30 Bab 29: Membuat Keputusan
31 Bab 30: Perjalanan ke Singapura
32 Bab 31: Rahasia yang Belum Terungkap
33 Bab 32: Penghianatan dan Balas Dendam
34 Bab 33: pasar gelap
35 Bab 34: Pertempuran
36 Bab 35 : Kembalinya Siti
37 Bab 36 : Pemulihan ingatan
38 Bab 37: Berkas Rahasia: Menyusuri Jejak Serum
39 Bab 38: Kisah Abi: Pertempuran di Bawah Lumpur
40 Bab 39: Siti: Memahami Kekuatan Barunya
41 Bab 40: EGALITE: Perang Tanpa Akhir
Episodes

Updated 41 Episodes

1
Bab 1: Teror di Mal Surabaya
2
Bab 2: Pertemuan dengan Pahlawan Tak Terduga
3
Bab 3: Penculikan Siti
4
Bab 4: Kehilangan dan Ketakutan
5
Bab 5: Pertarungan dengan Monster Besar
6
Bab 6: Ketegangan yang Tak Pernah Usai
7
Bab 7: Pengorbanan yang Mengharukan
8
perkenalan 3 karakter dan gambar nya
9
Bab 8: Perjalanan Menuju Jakarta
10
Bab 9: Tempat Perlindungan
11
Bab 10: Mencari Sumber Daya
12
Bab 11: Kegelapan dan Kegelisahan
13
Bab 12: Serangan Monster Berbentuk Kombinasi
14
Bab 13: Pertemuan dengan Kelompok Sanjaya
15
Bab 14: Pertempuran Melawan Monster Zombie Raksasa
16
Bab 15: Tempat Perlindungan Sementara
17
Bab 16: Kehidupan yang Tenang dan Persiapan yang Serius
18
Bab 17: Pertempuran Melawan Zombie Cepat
19
Bab 18: Kehilangan yang Menghancurkan
20
Bab 19: Perjalanan yang Penuh Tantangan
21
Bab 20: Kehilangan yang Mendalam
22
Bab 21: Perubahan Pemikiran Ari
23
Bab 22: Pertarungan Dalam Diri
24
Bab 23: Rencana Baru
25
Bab 24: Markas Penculik
26
Bab 25: Ingatan yang Hilang
27
Bab 26: Pelatihan dan Pengorbanan
28
Bab 27: Abi si tokoh utama kedua
29
Bab 28: Perjalanan Abi Menuju Markas Organisasi Gelap di Swedia
30
Bab 29: Membuat Keputusan
31
Bab 30: Perjalanan ke Singapura
32
Bab 31: Rahasia yang Belum Terungkap
33
Bab 32: Penghianatan dan Balas Dendam
34
Bab 33: pasar gelap
35
Bab 34: Pertempuran
36
Bab 35 : Kembalinya Siti
37
Bab 36 : Pemulihan ingatan
38
Bab 37: Berkas Rahasia: Menyusuri Jejak Serum
39
Bab 38: Kisah Abi: Pertempuran di Bawah Lumpur
40
Bab 39: Siti: Memahami Kekuatan Barunya
41
Bab 40: EGALITE: Perang Tanpa Akhir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!