Kemenangan yang diraih oleh Ari, Kapten Rina, dan anggota kelompok mereka dalam melawan anggota ORI sebelumnya membuat mereka merasa lega, tetapi itu hanya sebentar. Ketika mereka berusaha membebaskan Siti, sebuah serangan mendadak yang tak terduga terjadi.
Pemimpin ORI yang tadi berbicara dengan dingin berubah menjadi sesuatu yang mengerikan. Tubuhnya mulai menggelembung dan tumbuh dengan cepat. Dalam hitungan detik, dia berubah menjadi monster zombie yang sangat besar, dengan tinggi mencapai 35 meter. Tubuhnya menggelembung dan membentuk kulit yang hancur, mengubahnya menjadi entitas yang menakutkan.
Ari dan yang lainnya melihat dengan terkejut ketika monster zombie ini mengancam. Mereka merasa kecil dan tidak berdaya di hadapan makhluk yang sekarang mereka hadapi. Monster ini adalah sesuatu yang belum pernah mereka lihat sebelumnya, bahkan jauh lebih kuat daripada zombie level 4 yang pernah mereka hadapi sebelumnya.
Monster itu meraung dengan suara yang menggema, membuat guncangan di seluruh ruangan. Bangunan laboratorium yang sudah rapuh bergetar oleh kekuatannya. Kapten Rina segera memberi perintah untuk berlindung di bawah meja dan mencoba merencanakan strategi pertahanan.
Mereka tahu bahwa mereka tidak bisa melarikan diri dari monster ini. Satu-satunya pilihan mereka adalah berjuang untuk bertahan hidup dan melindungi Siti. Ari merasa adrenalin memompa dalam dirinya saat dia mempersiapkan diri untuk pertempuran yang tidak sebanding ini.
Monster zombie itu meraih sebuah truk besar yang berada di dekatnya dan melemparkannya ke arah mereka dengan kekuatan yang luar biasa. Mereka segera menghindarinya, tetapi truk itu hancur menjadi pecahan-pcahan, dan hujan debu dan serpihan logam melayang di sekitar mereka.
Ari, Kapten Rina, dan anggota kelompok mereka menembakkan senjata mereka ke arah monster tersebut, tetapi peluru-peluru tersebut tidak memiliki efek yang berarti. Kulit monster itu terlalu tebal dan kekuatannya terlalu besar.
Mereka mencoba untuk menjauhi monster tersebut, tetapi setiap kali mereka mencoba melarikan diri, monster itu menghalangi mereka dengan cepat. Terjebak dalam situasi yang semakin putus asa, Ari merasa ketakutan yang mendalam dan putus asa.
Sementara itu, Siti yang baru saja dibebaskan terbaring di lantai, lemah dan ketakutan. Dia melihat kakaknya dan teman-temannya berjuang mati-matian melawan monster zombie yang sangat besar itu, dan dia merasa cemas.
Ari berteriak kepada Siti untuk tetap berlindung, tetapi dia tahu bahwa mereka harus mencari cara untuk mengalahkan monster tersebut. Mereka merenung dan mencoba menemukan kelemahan monster itu, tetapi tampaknya tidak ada yang berhasil.
Ketika mereka hampir putus asa, Kapten Rina melihat sebuah tangga yang mengarah ke lantai atas. Dia memiliki ide. "Ayo, kita harus mencoba mendekati kepala monster itu. Mungkin ada cara untuk menghancurkan otaknya."
Mereka setuju dengan rencana itu dan segera berlari mendekati tangga tersebut, menghindari serangan monster tersebut sebaik yang mereka bisa. Mereka harus melewati serangkaian serangan yang mematikan dan serpihan-senjata yang dilempar oleh monster tersebut, tetapi mereka bertekad untuk tidak menyerah.
Saat mereka mencapai lantai atas, mereka melihat bahwa kepala monster tersebut terlindung oleh lapisan pelindung yang sangat kuat. Mereka tahu bahwa mereka harus mencari cara untuk melemahkan pelindung tersebut jika ingin menghancurkan otak monster tersebut.
Dengan senjata-senjata mereka yang semakin menipis, mereka berusaha mencari cara untuk melemahkan pelindung tersebut. Setelah beberapa saat, Ari menemukan sesuatu yang tampaknya menjadi kunci. Ada panel kontrol di dinding yang tampaknya mengendalikan pelindung pelindung pelindung monster tersebut. Ari dengan cepat mendekati panel tersebut, tetapi dia tidak tahu bagaimana cara mengoperasikannya.
"Ada tombol penguncian pelindung ini," kata Ari kepada Kapten Rina dan anggota kelompoknya. "Kita harus mencari cara untuk membukanya."
Mereka mencoba untuk mencari tombol atau kode yang tepat untuk membuka pelindung tersebut, tetapi waktu mereka semakin terbatas. Monster zombie tersebut terus merusak bangunan di bawah mereka, dan mereka merasa lantai di mana mereka berdiri mulai getar.
Kapten Rina dengan cermat memeriksa panel tersebut, mencoba berbagai kombinasi. Dia tahu bahwa setiap detik berharga, dan mereka harus bertindak cepat.
Sementara itu, monster zombie tersebut meraih sebuah pilar besar dan melemparkannya ke arah mereka. Mereka harus bergulingan untuk menghindarinya, dan pilar tersebut menghancurkan sebagian tangga yang menuju lantai bawah.
Akhirnya, Kapten Rina menemukan kombinasi yang benar. Pelindung pelindung pelindung pelindung pelindung pelindung mulai terbuka, dan mereka bisa melihat otak monster tersebut yang terlindung di dalamnya.
Ari mengambil kesempatan ini dan segera menembakkan senjatanya ke arah otak monster tersebut. Peluru itu menembus pelindung dan mengenai otak monster tersebut. Monster tersebut meraung keras, dan tubuhnya mulai terguncang-guncang. Mereka tahu bahwa mereka harus terus menembak untuk menghentikan monster ini.
Siti yang melihat dari lantai bawah juga memberikan bantuan dengan senjatanya. Dalam serangan bersama mereka, mereka berhasil menghancurkan otak monster tersebut. Monster zombie yang sangat besar itu akhirnya roboh ke lantai dengan getaran keras.
Mereka melihat dengan lega saat monster tersebut akhirnya kalah. Tetapi mereka juga tahu bahwa mereka harus segera keluar dari bangunan tersebut yang semakin runtuh.
Mereka berlari turun tangga yang masih bisa mereka gunakan, tetapi bangunan itu runtuh begitu mereka mencapai tanah. Mereka berlari menjauh, merasa hiruk-pikuk debu dan serpihan yang melayang di udara.
Setelah mereka berhasil menjauh dari bangunan yang runtuh, mereka berhenti sejenak untuk menangkap napas. Mereka berhasil mengalahkan monster zombie yang sangat besar itu, dan mereka merasa lega bahwa Siti selamat.
Siti berlari mendekati kakaknya dan memeluknya erat. "Terima kasih, Ari. Terima kasih telah menyelamatkanku."
Ari membalas pelukan Siti dengan hangat. "Aku selalu akan melindungimu, Siti. Tidak peduli apa yang terjadi."
Kapten Rina tersenyum lega. "Kalian berdua adalah tim yang kuat. Sekarang kita harus menjaga agar Siti tetap aman."
Mereka kembali ke markas polisi yang telah menjadi tempat perlindungan mereka. Mereka tahu bahwa perjuangan mereka masih belum selesai. Kota Surabaya masih penuh dengan zombie dan kelompok-kelompok yang berbahaya. Tapi mereka juga tahu bahwa mereka tidak akan pernah menyerah. Mereka akan terus berjuang untuk bertahan hidup dan mencari solusi untuk mengatasi pandemi zombie ini.
Dengan semangat yang kuat dan tekad yang bulat, mereka bersiap untuk menghadapi hari-hari yang penuh dengan ketidakpastian dan bahaya. Tapi mereka melakukannya bersama-sama, sebagai satu keluarga yang tumbuh lebih kuat dalam menghadapi ujian yang sulit.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 41 Episodes
Comments
Yurma Art
woah, menegangkan
2023-10-02
0