Dengan ledakan besar di selatan sebagai peringatan, Ari, Siti, dan Alia tahu bahwa mereka harus segera mencari sumber daya yang cukup untuk bekal perjalanan mereka ke arah ledakan itu. Mereka meninggalkan rumah sementara yang mereka jadikan tempat perlindungan dan memasuki kota yang telah lama ditinggalkan oleh manusia.
Mereka berjalan melalui jalan-jalan yang kosong, dengan mata mereka selalu waspada terhadap setiap tanda ancaman. Tumpukan mobil rusak dan gedung-gedung yang runtuh menjadi saksi bisu dari kehancuran yang telah melanda kota ini.
Tiba-tiba, mereka melihat sosok yang bergerak cepat mendekati mereka dari kejauhan. Sosok itu tampak kurus dan pucat, tetapi gerakannya sangat cepat. Itu adalah zombie baru, berbeda dari yang pernah mereka hadapi sebelumnya. Mereka menyadari bahwa mereka berurusan dengan zombie level yang lebih tinggi, zombie level 3.
Ari, Siti, dan Alia segera bersiap-siap untuk pertempuran. Mereka tahu bahwa zombie level 3 ini akan menjadi ancaman yang lebih besar daripada yang pernah mereka hadapi. Zombie ini memiliki kecepatan yang luar biasa, dan itu membuat mereka kewalahan.
Zombie level 3 mendekati mereka dengan cepat. Siti menembakkan beberapa kali dengan senjata api, tetapi zombie tersebut dengan gesit menghindari peluru-peluru itu. Ari mencoba menggunakan katana Alia, tetapi zombie tersebut terlalu cepat untuk dikejar.
Situasi semakin tegang saat zombie level 3 mendekati mereka dengan gerakan yang semakin cepat. Alia merasa putus asa saat katana-nya tidak mampu mengenai zombie itu. Mereka berdua tahu bahwa mereka berada dalam bahaya yang serius.
Tapi tiba-tiba, Ari punya ide brilian. Dia memberi isyarat kepada Siti dan Alia untuk mundur ke belakang sementara dia memancing zombie itu menjauh dari mereka. Dengan cepat, dia berlari menjauh dari mereka, menarik perhatian zombie itu.
Zombie level 3 yang cepat merasa tertantang. Dia mengikuti Ari dengan kecepatan tinggi, tetapi Ari memiliki rencana yang sudah dia pikirkan. Dia tahu bahwa dia tidak bisa mengalahkan zombie ini dengan kecepatan atau kekuatannya sendiri.
Ari melarikan diri menuju gedung yang lebih besar di dekatnya. Dia masuk ke dalam gedung itu dan bersembunyi di dalam, menunggu zombie itu mendekat. Ketika zombie level 3 masuk ke dalam gedung, Ari melompat keluar dari persembunyiannya dan menutup pintu gedung dengan cepat.
Siti dan Alia yang melihat situasi itu dengan cepat mengejar dan membantu Ari menutup pintu gedung dengan kuat. Mereka berhasil menjebak zombie level 3 di dalam gedung tersebut.
Mereka tahu bahwa mereka harus bergerak cepat sekarang. Mereka telah berhasil menyingkirkan ancaman zombie level 3, tetapi mereka juga tahu bahwa gedung itu bisa menjadi penjara bagi mereka jika mereka tidak berhati-hati.
Ari, Siti, dan Alia memeriksa gedung itu dengan cermat. Mereka menemukan sumber daya yang berlimpah di dalamnya, termasuk makanan kaleng, air minum, dan bahkan beberapa senjata tambahan. Mereka mengumpulkan sebanyak mungkin barang yang mereka butuhkan dan merencanakan langkah selanjutnya.
Dalam beberapa jam, mereka mengatur perbekalan mereka dan bersiap untuk melanjutkan perjalanan menuju ledakan di selatan. Mereka merasa lega bahwa mereka berhasil mengatasi zombie level 3 tadi, tetapi mereka juga sadar bahwa ancaman selalu ada di setiap sudut.
Mereka melanjutkan perjalanan mereka dengan hati-hati, mata mereka selalu waspada terhadap bahaya yang mungkin menghadang di depan. Mereka tahu bahwa mereka harus bersiap untuk pertempuran yang lebih besar dan lebih berbahaya seiring dengan mendekatnya ledakan misterius di kejauhan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 41 Episodes
Comments