Dibalik Topeng (14)
Risa dan Dhika sudah kembali ke aktivitas mereka. Dhika dengan urusan kantornya dan Risa dengan kuliahnya.
" Mulai hari ini, kamu akan di antar Pak Danu. Dia supir pribadimu yang akan mengantarkan kamu kemanapun," jelas Dhika memperkenalkan supir baru untuk Risa.
" Sepertinya ini berlebihan," tidak Risa halus.
" Ini sudah sewajarnya. Kamu istriku sekarang. Jadi, aku hanya minta satu hal. Patuhi aku, jangan menolak apapun yang aku berikan," tegasnya.
" Baiklah," tak ada celah untuk menolak, akhirnya Risa menerima pengaturan baru dari suaminya.
Padahal, pergi dengan motornya sendiri jauh lebih leluasa. Namun, apa daya dia tak bisa menolak.
Mereka pun berpisah dengan menggunakan mobil yang berbeda karena arah tujuan mereka tak sama.
Seperti biasa, Risa mencium tangan sang suami sebelum masuk ke dalam mobilnya. Dhika pun kini sudah terbiasa dengan sikap istrinya itu.
Sikap keduanya tampak oleh seseorang yang memang mengawasi mereka sejak awal.
Orang itu hanya tersenyum.
...******...
Di kampus, suasana menjadi heboh saat Risa datang. Ia yang awalnya tak di pandang sedikitpun, kini menjadi pusat perhatian.
Tentu karena pernikahannya yang megah lah yang membuatnya menjadi buah bibir. Bahkan di tayangkan oleh salah satu televisi swasta.
" Beruntungnya Risa. Menikahi pengusaha kaya."
" Tapi, sayang suaminya cacat,"
" Yang penting kan hartanya."
" Tapi, kalau cacat sih aku ogah."
" Iya, aku juga mana tahan punya suami yang wajahnya cacat. Apalagi katanya dia tak mau operasi. Padahal alat sudah canggih."
Bisik-bisik teman sekampusnya sampai ke telinga Risa. Risa tak masalah kalau ia di hina. Tapi, ia merasa marah saat suaminya dihina. Karena fisik pula.
" Urusi saja urusan kalian sendiri," timpal Risa jengah. Ia berhenti tepat di depan dua orang yang ia tak kenal ya sedang menggosipkannya dan suaminya.
Risa yang biasanya tak pernah menghiraukan suara-suara sumbang, kini tak bisa lagi kalau hanya diam.
" Ck, jangan besar kepala hanya karena sekarang kamu sudah di per istri laki-laki kaya. Paling juga karena hartanya."
Risa mendelik, rasanya ia tak pernah merasa ada masalah dengan perempuan di depannya. Jangankan masalah, kenal pun tidak.
" Kalian tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya. Jadi, tolong jangan menjelekkan suamiku."
" Tanpa aku jelekkan, dia kan memang sudah jelek." timpalnya dengan nada mengejek.
" Jangan pernah menghina seseorang. Karena belum tentu kalian lebih mulia darinya. Bisa jadi, kalian justru lebih hina. Wajah rupawan namun, hatinya busuk,"
Tak ingin berlama-lama, Risa langsung pergi meninggalkan keduanya yang menahan amarahnya.
" Selamat, Risa!!"
" Terimakasih,"
" Happy wedding,"
" Terimakasih,"
Satu persatu teman yang mengenal Risa memberikan selamat kepadanya. Mereka yang mengucapkan selamat adalah orang yang tidak bisa hadir saat acara berlangsung.
Risa sedikit bernafas lega karena tidak ada yang berkomentar negatif tentang pernikahannya selain ucapan selamat dan doa.
...******...
" Bi, jangan lupa kue strawberry nya ya!," perintah Bu Liliana pada sang ART.
" Baik, nyonya,"
Indira yang melihat ibunya sangat sibuk segera menghampiri ibunya.
" Ada acara apa ini?," tanya Indira heran.
" Kakakmu akan mampir kesini. Jadi, ibu sekalian mengajaknya makan malam," jelas Liliana dengan senyum yang terus mengembang.
Bagaimana tidak senang, ini pertama kali ia bisa bertemu Risa setelah terakhir mengantarkan ke bandara untuk bulan madu.
" Kak Risa ke sini? Mau apa?,"
" Apa harus ada alasan untuk kakakmu pulang?"
Indira menggaruk tengkuknya. Melihat ibunya marah ia jadi gelagapan.
" Maksud, Dira, Kak Risa kan sekarang sudah menikah...."
" Jadi, kalau sudah menikah, dia tidak boleh kesini?" Liliana memotong ucapan anaknya.
Indira diam.
" Ayahmu memang sudah memutuskan hubungan dengan kakakmu, tapi tidak dengan ibu.
Kamu tenang saja, Risa pulang hanya untuk mengambil barang yang harus ia bawa. Bukan untuk kembali masuk ke keluarga ini. Ayahmu sudah menjualnya, ibu sangat ingat itu.
Kamu juga tidak harus berbagi harta dengannya. Kalau itu yang kamu khawatirkan,"
Indira membeku mendengar ucapan ibunya. Ia tak menyangka ibunya akan berbicara seperti itu padanya. Hanya demi anak angkat? Anak yang di pungut dari panti asuhan?
Sementara Liliana langsung meninggalkan Indira. Ia bukan tak tahu alasan utama Indira yang benci pada Risa. Tentu karena tak ingin berbagi harta karena merasa dia paling berhak. Mengingat statusnya yang anak kandung.
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 50 Episodes
Comments
Syamsiah
ibu yg baik
2024-03-07
1
Muh Nur
jadi terharu sams ibu liliana
semoga bapak dan adik angkat risa mendapat balasan yg setimpal
2023-12-11
0