Dibalik Topeng (7)
Dhika menunggu di dalam mobil. Ia hanya mengamati Risa dan temannya yang ada tidak jauh darinya.
Terlihat Risa yang sudah berpamitan dengan temannya. Ia berjalan ke arah mobil Dhika.
" Pakai sabuk pengamannya," Dhika memperingatkan.
" Maaf," Risa langsung memasang sabuk pengamannya.
Mobil pun langsung berjalan pergi meninggalkan parkiran.
Tak ada percakapan antara keduanya. Dhika fokus pada jalan dan Risa yang membuat catatan kecil sambil memperhatikan foto yang ia terima tadi.
Dhika sesekali mencuri pandang. Ia sebenarnya penasaran apa yang Risa dan teman laki-lakinya tadi obrolkan.
Cemburu? Tentu tidak. Hanya penasaran.
Risa tak menyadari bahwa aktivitasnya sesekali di perhatikan. Ia hanya fokus pada apa yang harus ia persiapkan untuk membuat lukisan nanti.
Laki-laki yang menemuinya adalah Indra. Ia adalah teman kuliah Risa. Mereka rencananya akan bertemu besok di kampus. Namun, karena tadi tidak sengaja bertemu, akhirnya mereka pun membicarakan apa yang ingin mereka bicarakan.
Indra meminta di buatkan lukisan sesuai dengan yang ada di foto. Rumah masa kecilnya yang sudah tak ada lagi. Ia ingin menyimpan kenangan itu hingga akhirnya meminta Risa membuatkan lukisannya dengan penjelasan warna yang di harapkan.
Fotonya sendiri memang hitam putih. Karena itu, Indra menjelaskan seperti apa penampakan rumah yang ada dalam ingatannya.
" Kita langsung ke tempat perhiasan. Memesan cincin pernikahan," Dhika menyebutkan tujuan mereka selanjutnya.
Awalnya ingin menyerahkan saja pada asistennya. Namun, ia tak tahu ukuran jari Risa. Karena kebetulan hari ini keluar, ia pun sekalian saja daripada harus membuat janji lagi. Akan sangat merepotkan menurutnya.
Mereka langsung menemui Manager toko dan memasuki ruangan khusus dimana hanya ada mereka tanpa orang lain.
" Pilihlah sesuai keinginanmu," ucap Dhika acuh sambil duduk di sofa.
Risa sendiri langsung melihat-lihat model cincin yang ada.
" Bolehkah aku minta dibuatkan desainku sendiri?," tanya Risa akhirnya.
Selain melukis, ia pun senang mendesain perhiasan. Ia telah memiliki beberapa desain sederhana yang sangat ia harapkan bisa dipakai untuk cincin pernikahannya nanti.
" Tentu, nona." jawab manager tersenyum.
" Apa boleh?," Risa memberanikan diri. Sebenarnya ia sudah pernah menceritakan hal ini pada kakek Arya yang tentu saja memperbolehkan.
" Terserah,"
Risa pun mengeluarkan buku sketsa miliknya. Dan menunjukkan pada sang manager. Ia pun menjelaskannya.
" Baik, saya ambil izin untuk mengambil gambarnya ya, nona?," Sang manager mengeluarkan ponselnya.
" Silahkan,"
" Kami akan menghubungi tuan jika cincinnya sudah selesai,"
" Baiklah."
Mereka pun pergi meninggalkan toko perhiasan.
" Kamu mendesain untuk sendiri?," tanya Dhika akhirnya. Penasaran karena ternyata masih banyak hal yang ia tak tahu.
" Biasanya teman-teman juga ada yang meminta mendesain cincin tunangannya. Mereka ingin membuat sesuatu yang spesial di hari bersejarahnya."
Dhika mengangguk.
" Kamu menjualnya?,"
" Ya, lumayan untuk menambah uang saku," jelasnya tanpa menutupi apapun.
Risa yakin, Dhika pun tahu seperti apa hidupnya seperti kakek Arya.
Perjalanan pulang pun kembali diisi keheningan.
...******...
Hari yang dinantikan pun tiba. Risa dan Dhika sudah siap di depan penghulu. Wali hakim pun sudah ada karena bagaimanapun Danu tidak bisa menjadi walinya.
Hanya sedikit orang yang hadir. Keluarga kedua mempelai dan beberapa tamu penting kakek Arya saja.
Liliana tak mampu menahan laju air matanya. Sebentar lagi Risa akan pergi meninggalkannya.
Sementara Danu sangat senang karena dengan sahnya Risa menjadi istri Dhika, maka uang yang dijanjikan akan langsung masuk ke rekeningnya.
Lain pula dengan Indira yang merasa iri karena pernikahan sang kakak yang sangat megah.
Megah? Ya, pada akhirnya tidak ada yang bisa mencegah kakek Arya menyelenggarakan pernikahan megah untuk cucu kesayangannya.
Namun, hal itu justru menambah rasa iri pada anggota keluarga yang lain. Karena, mereka merasa Dhika selalu di istimewa kan.
Semua mata tertuju pada Dhika yang sudah bersiap untuk mengucapkan ijab Qobul.
" SAH!!!!"
Hingga kata Sah menggema di ruangan itu di akhiri dengan do'a bagi keduanya.
Semoga kamu bahagia, Nak. dia Liliana dalam hati.
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 50 Episodes
Comments
Syamsiah
lanjutkan
2024-03-06
1
Ev No
semoga dikha gk kasar ngusir nyuruh tidur di lantai
2024-03-06
0
charis@ŕŕa
lanjut dong .....
up tiap hari thor
2023-10-16
0