DT 2 Syarat Menikah

Dibalik Topeng (2)

Pak Danu sekeluarga terkejut saat melihat wajah asli laki-laki bertopeng itu. Wajahnya terdapat bekas luka bakar yang parah.

" Nama saya Dhika Ghiandra. Usia saya 28 tahun. Saya penerus perusahaan Ghiandra Global. Saat ini pun saya sudah menjabat sebagai CEO." Dhika memperkenalkan dirinya dengan identitas yang pastinya sudah diketahui banyak orang.

Dhika tampak biasa saja melihat ekspresi keluarga Pak Danu yang mengetahui wajah aslinya. Dhika sendiri sudah melihat banyak ekspresi orang yang pertama kali melihat wajahnya.

Ternyata rumor itu benar. Batin Pak Danu saat melihat wajah calon menantunya.

Hah, wajahnya benar-benar rusak. Tapi, tidak apa-apa. Dia pasti akan melakukan operasi plastik untuk mengembalikan wajahnya. Mana mungkin dia betah dengan wajah yang seperti itu. Aku saja ji_jik melihatnya. Indira berbicara di dalam hatinya.

Ya, Allah ternyata wajahnya benar-benar rusak. Batin Bu Liliana.

Itu pasti menyakitkan. Tidak bisa aku bayangkan bagaimana perasaannya saat itu. Batin Farisa merasa iba.

Semua diam. Sibuk dengan pemikirannya masing-masing.

" Kalian pasti terkejut dengan wajahku. Iyakan?,"

" Maafkan kami. Ini pertama kalinya kami melihat wajah asli anda. Jadi, rumor yang beredar tentang anda itu benar?," Pak Danu akhirnya memberanikan diri untuk bertanya. Ia merasa penasaran.

" Maaf jika saya lancang," tambah Pak Danu.

Dhika tersenyum. " Tidak apa-apa. Saya rasa pertanyaan anda wajar."

Dhika diam sejenak. " Saya memang mengalami luka bakar akibat sebuah insiden. Kalian lihat sendiri kalau luka bakar saya seperti apa."Jawabnya.

" Jadi, apakah kamu tetap akan menerima saya sekalipun wajah saya seperti ini?," tanya Dhika tersenyum sinis ke arah Indira.

Seperti halnya sang Kakek, Dhika pun tahu bahwa orang yang mengaku Farisa adalah Indira, adik angkat Farisa.

Dhika bukan orang bodoh. Dia mencari tahu terlebih dahulu mengenai siapa orang yang akan di jodohkan oleh kakeknya. Juga mengenai keluarganya.

Indira berusaha tetap tersenyum. " Tentu saja. Kenapa tidak?," jawabnya lantang.

" Dengan wajahku yang seperti ini?,' Dhika memastikan.

" Zaman sudah modern. Tentu saja operasi bisa membuat wajahmu kembali seperti semula."

" Tapi, sayangnya aku tidak akan melakukan operasi. Aku akan tetap dengan wajahku yang seperti ini."

" Apa maksudmu?," Indira terkejut. Ia tidak menyangka Dhika mau bertahan dengan wajah yang mengerikan seperti itu.

" Ya, aku tidak akan melakukan operasi kecuali atas keinginanku sendiri. Jadi, kamu harus membiasakan diri dengan wajahku ini," Dhika tersenyum menikmati wajah terkejut Indira dan keluarganya yang lain.

" Kenapa? Hartamu banyak, tidak mungkin kamu tidak akan melakukan operasi kan? Jangan bercanda," Indira mencoba tersenyum. Menganggap perkataan Dhika adalah gurauan belaka.

" Apakah aku terlihat sedang bercanda, Nona?" Suara datar Dhika sangat terdengar serius. Tidak ada kesan bercanda sama sekali.

Glekk

Indira diam. Ia sadar orang yang ada di hadapannya ini serius dengan ucapannya.

" Kenapa Anda tidak ingin melakukan operasi?," Pak Danu kini memberanikan diri bertanya. Ia juga sangat penasaran.

" Apa saya harus mengatakan alasannya? Apa hak kalian ?," tanyanya mulai kesal.

" Maaf. Maafkan kami," Pak Danu akhirnya memilih jalan aman. Jangan sampai uang sepuluh milyar melayang begitu saja.

Satu-satunya alasan Pak Danu menerima lamaran itu adalah untuk mendapatkan uang sepuluh milyar seperti yang di janjikan.

Perusahaan sedang butuh suntikan dana. Ia tidak punya jalan lain selain cara ini. Cara yang paling cepat dan tidak harus di kembalikan juga.

" Jadi?,'. Dhika melihat ke arah Indira.

Indira hanya diam masih sibuk berkutat dengan pikirannya.

" Aku anggap diammu sebagai tanda se.."

" Aku menolaknya." Jawab Indira sebelum Dhika selesai mengatakan ucapannya.

Semua terkejut kecuali dua orang yang hanya tersenyum saja.

" Kenapa? Bukankah pernikahan ini menguntungkan? Kalian mendapatkan sepuluh milyar dengan percuma?" Dhika memicingkan matanya.

" Sepuluh milyar?," tanya Indira terkejut. Ia memang tidak tahu berapa nominal uang yang di tawarkan oleh keluarga Ghiandra untuk bisa meminang Farisa.

" Benar. Ayahmu tidak mengatakannya?,"

Spontan Indira melihat wajah sang ayah yang tajam menatap ke arahnya.

Glekk

Indira merasa takut. Ini pertama kalinya sang ayah terlihat marah padanya.

Flashback on

" Aku tidak mau tahu, Ayah. Pokoknya aku yang harus menjadi pengantin wanitanya. Bukan Kak Risa. Ayah tahu sendiri kekayaan keluarga Ghiandra itu banyak. Jika aku bisa menjadi Nyonya di keluarga itu, sudah pasti kehidupanku sangat amat terjamin," terang Indira tidak mau tau harus bisa menggantikan Farisa.

" Ayah sudah mengatakan pada mereka bahwa Farisa lah yang akan menjadi pengantin wanitanya, Dira. Mereka sudah setuju." Pak Danu memijit pelipisnya merasa bingung dengan keinginan sang putri.

" Aku tidak mau tahu. Kalu perlu aku akan berpura-pura menjadi Kak Risa. Pokoknya aku mau posisi Kak Risa, Ayah." Indira anak yang manja yang selalu mendapatkan apa yang ia inginkan. Karena itu, ia tidak suka jika tidak bisa mendapatkan yang ia mau.

Ibu Liliana hanya diam mendengarkan perdebatan keduanya. Ia merasa bingung harus bersikap seperti apa. Berbohong pada keluarga yang terkenal seperti keluarga Ghiandra seolah menggali lubang kubur sendiri. Namun, membiarkan Farisa menjadi tumb@l untuk perusahaan juga ia sangat tidak rela. Sekalipun Farisa hanya anak angkat, Bu Liliana sangat menyayanginya.

" Baiklah. Terserah padamu kalau kamu mau berpura-pura menjadi Risa. Namun, jika sampai acara pernikahan ini gagal karena ulahmu. Kamu yaang akan tanggung akibatnya." Putus Pak Danu akhirnya.

Indira tersenyum bahagia karena sudah membayangkan betapa ia akan menikmati gelar baru yang pasti membuat hidupnya bahagia. " Nyonya Muda Ghiandra".

Flashback end

Indira tiba-tiba merasa takut akan ancaman sang ayah.

" Jadi, kamu yakin menolak Nona?," tanya Dhika mengulang perkataannya.

" Ya. Karena aku bukanlah Farisa. Aku adalah Indira adiknya Farisa." Jawab Indira sambil menundukkan kepalanya.

Ia tidak punya cara lain selain jujur.

" Apa maksudmu?," Dhika berpura-pura terkejut.

" Ya. Aku bukan Farisa. Dialah Farisa yang asli!," tunjuk Indira pada sang kakak yang sudah amat sangat terkejut.

" Jadi, kalian main-main denganku? Berkomplot membohongi keluarga Ghiandra!," Suara Dhika menggelegar.

Indira sekeluarga merasa takut akan aura kemarahan Dhika. Namun, Kakek Arya hanya diam menyaksikan apa yang akan terjadi kedepannya.

" Aku,, aku di paksa untuk menggantikan posisi Kak Risa."

Deg

Risa terkejut akan ucapan sang adik. Ia melemparkan kesalahan itu padanya. Padahal, ini rencana Indira sendiri.

"Dia tidak ingin menerima lamaran ini tapi, dia juga tidak ingin kehilangan uang yang kalian tawarkan." ucapnya mulai mengarang cerita.

" Dira! Apa maksudmu?!," Farisa berteriak tidak terima di salahkan.

" Kak. Sudahlah. Mengaku saja. Ini demi kebaikan keluarga kita" Indira mulai memasang wajah menyedihkan.

Farisa sungguh tak percaya adiknya itu akan mengkambinghitamkan dirinya.

" Bohong. Dia berbohong Tuan." Tegas Farisa berani.

TBC

Terpopuler

Comments

Fitri ainin Ainin

Fitri ainin Ainin

kenapa bu liliana tidak langsung mmberi masukan yang benar,nanti mnyesal ataaau suaranya tidak didengarkan,tidak bisa tegas ??

2024-04-17

1

sherly

sherly

astaga Dira pandai betul bersandiwara....

2024-03-11

0

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!