Dibalik Topeng (8)
Tak ada raut bahagia pada sepasang pengantin yang kini bersanding di pelaminan. Risa masih mencoba untuk ramah pada setiap tamu yang menyalaminya.
Tamu yang bahkan tak ia kenal. Karena hampir semuanya adalah kenalan suami dan Kakek mertuanya.
Bagaimana dengan Dhika? Tak ada yang bisa menggambarkan seperti apa perasaannya. Dhika hanya mengangguk setiap ada yang memberinya selamat.
Aura yang tak biasa yang tentu saja sampai pada para tamu yang sedikit aneh dengan keduanya. Tak ada sikap romantis yang terlihat, bahkan saat foto pun hanya ada kekakuan dari keduanya.
" Aku tidak tahu alasanmu menikahi Dhika, tapi ingat tujuanmu takkan berjalan mulus," bisik seorang perempuan yang seusia dengan Risa. Perempuan yang Risa tahu adalah bagian dari keluarga suaminya.
Risa hanya diam tak membalas ucapan perempuan itu yang jelas terlihat tak menyukai keberadaannya yang kini merupakan bagian dari keluarga Ghiandra.
" Jangan terlalu dekat dengannya." ucap Dhika saat Luna mulai turun dari pelaminan.
Risa melihat ke arah Dhika yang hanya melihatnya sekilas.
" Jangan mudah berteman dengan siapapun. Mereka mungkin keluargaku. Tapi, bisa jadi mereka musuhku,"
Risa semakin tak paham.
" Kau tak tahu keluargaku seperti apa. Jadi, kau harus bertanya padaku sebelum memutuskan dekat dengan salah seorang anggota keluargaku yang mendekatimu."
" Kenapa?,"
" Tak ada yang benar-benar tulus. Apalagi jika sudah berhubungan dengan harta dan jabatan,"
Risa mengangguk. Ia mulai bisa sedikit menyimpulkan. Bahwa keluarga suaminya sepertinya memang saling berlomba untuk mendapatkan harta dan jabatan.
Pembicaraan mereka terhenti saat ada tamu yang menghampiri mereka.
...******...
" Jangan lupa selalu mengabari ibu ya?," Liliana memeluk Risa erat.
" Iya, Bu. Jangan khawatir "
" Tentu. Kamu pergi dengan suamimu. Mana mungkin ibu khawatir." Risa hanya tersenyum.
Suami? Benar laki-laki yang ada di sampingnya kini sudah berstatus suaminya.
Entah apa yang akan terjadi nanti. Apakah akan ada surat kontrak yang menegaskan posisinya hanyalah istri di atas kertas atau malah ia yang hanya menjadi istri panjangan.
Entahlah, Risa tak bisa menebak jalan pikiran suaminya.
Semalam saat mereka menginap di hotel pun, tak ada pembicaraan serius. Mereka hanya tidur dengan lelap karena kelelahan.
Jangan berpikir lelah karena malam pertama, mereka hanya lelah menyambut para tamu yang entah berapa banyak.
Namun, satu hal yang Risa syukuri. Dibalik sikap dingin Dhika, ia masih mau berbagi ranjang dengannya. Apalagi ranjang king size itu tak harus membuatnya tidur berdesakan atau membuat drama di pagi hari dimana mereka terbangun dengan saling berpelukan.
Semua biasa saja. Tak ada yang spesial.
" Jangan lupa oleh-olehnya ya," Arya memeluk Risa.
" Kakek ingin aku membawakan apa?," tanya Risa serius.
" Cukup bawa kabar datangnya anggota keluarga baru," ucapan Arya membuat Risa tersipu malu.
Apa mungkin aku bisa mengabulkan permintaan kakek? Batin Risa.
" Jangan terlalu dipikirkan. Kakek hanya bercanda. Jalani saja alur yang ada. Kakek tidak memaksa. Permintaan kakek pasti terlalu sulit."
Jika permintaan Arya ditujukan pada sepasang suami istri yang menikah karena dasar cinta, pastilah permintaan itu akan mudah untuk di kabulkan.
Tapi, bagi Dhika dan Risa yang menikah karena perjodohan? Tentu saja tak mudah.
" Jaga cucu menantuku baik-baik."
" Iya, kek." jawab Dhika singkat.
Indira dan Danu yang juga ikut mengantarkan sepasang pengantin baru itu tak banyak berkata.
Risa hanya menghela nafas saat ia sudah duduk di kursi pesawat tepat di samping jendela.
" Jangan pikirkan permintaan kakek," ucap Dika tanpa melihat ke arah Risa.
Risa hanya mengangguk.
Pesawat pun terbang menuju Jepang. Negara yang akan dituju keduanya. Hadiah pernikahan dari sang kakek, Bulan madu selama seminggu di negeri Matahari terbit tersebut.
Bulan madu? Batin Risa sambil memejamkan matanya.
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 50 Episodes
Comments
Greenindya
lanjut
2023-10-18
3