DT 10 Saling Menyibukkan Diri

Dibalik Topeng (10)

Pagi ini, Risa sudah bersiap akan menjelajahi tempat-tempat wisata di kota tokyo. Ia tak peduli jika pada akhirnya liburan yang bertema honeymoon ini malah di gunakan laki-laki yang berstatus suaminya itu untuk bekerja.

Ia pun akan melakukan hal yang sama. Menyibukkan diri dengan berkeliling kota Tokyo untuk mengambil gambar yang nantinya bisa ia jadikan inspirasi melukis.

Risa sudah siap dengan kameranya. Ia segera menghampiri suaminya yang sedang berbicara dengan laki-laki yang ia tahu adalah asisten pribadi sang suami juga seorang perempuan cantik.

" Kamu mengerti dengan apa yang harus kamu lakukan?," tanya Dhika penuh penekanan.

" Ya, saya mengerti," jawab perempuan itu yakin. Risa terkejut karena perempuan yang ada di hadapannya itu berbicara dengan menggunakan bahasa Indonesia. Padahal ia yakin perempuan tersebut adalah warga asli jepang.

" Aku sengaja mencari orang yang bisa berbahasa Indonesia. Itu memudahkan mu untuk berkomunikasi dengannya," jelas Dhika datar seolah tahu isi pikiran Risa.

" Terimakasih"

" Hmm"

Risa tak percaya suami dinginnya itu memerhatikan sampai kesana.Apalagi ia memang tidak terlalu pandai berbahasa asing kecuali bahasa inggris saja.

" Aku mau kamu sudah ada di rumah sebelum jam makan malam."

" Baik."jawab Risa patuh.

" Kalau begitu aku langsung pergi." Dhika berdiri dimana Risa pun ikut berdiri mengekori sang suami sampai ke luar dari pintu.

" Apa?," tanya Dhika mengerutkan keningnya saat Risa mengulurkan tangannya.

Ia tak mengerti maksud dari sikap Risa karena ia sudah memberikan kartu miliknya yang bisa di gunakan sebebasnya selama mereka di Jepang.

Risa langsung meraih tangan suaminya dan menciumnya. " Ibuku selalu mencontohkan ini saat ayah pergi bekerja," jawabnya singkat dan langsung kembali masuk dan menutup pintu.

Ya, Liliana sangatlah hormat pada sang suami. Sehingga Risa banyak belajar dari ibunya apa yang harus ia lakukan saat menjadi seorang istri.

Dhika masih mematung karena terkejut. Keluarganya tak terlalu memperhatikan soapan santun ini. Berbicara masalah keluarga, Dhika hanya tersenyum getir.

Keluarga? Entah keluarga yang mana. Ia tak tahu. Orang yang memiliki hubungan darah itu tak pernah menghiraukan masalah seperti ini. Bagi mereka selama bisa sukses memimpin perusahaan entah dengan attitude yang jelek pun tak masalah.

Yang penting bisa menjadi mesin penghasil uang. Karena penghormatan itu hanya di berikan bagi mereka yang memiliki jabatan tertinggi. Itu pula yang ia rasakan saat ini. Kalau bukan karena ia piawai mengelola perusahaannya, mereka pasti akan membuatnya langsung lengser dengan cara apapun.

Namun, karena ia tak memiliki celah untuk bisa di jatuhkan, mereka akhirnya berpura-pura baik. Padahal di belakang mereka membuat rencana licik.

" Kita sudah di tunggu, Pak," Dhika tersadar dari lamunannya dan langsung pergi meneruskan langkahnya.

...******...

" Anda tidak ingin ada dalam foto, Risa?,"

Sesuai kesepakatan, Risa tak ingin di panggil nona. Ia lebih senang di panggil dengan nama Risa. Terasa lebih akrab dan tak da jarak.

" Tidak, Kei. Aku lebih senang memfoto objek tanpa ada aku di dalamnya. Untuk referensiku melukis nanti setelah pulang dari sini." jelas Risa.

" Melukis?,"

" Ya, akunhobi melukis"

Keiko mengangguk-anggukkan kepalanya.

" Berpose lah, Risa. Biar aku fotokan. Kamu juga harus memiliki kenang-kenangan bahwa kamu pernah datang kesini. Apalagi ini puncaknya bunga sakura bermekaran." Keiko mengambil alih kamera Risa dan sedikit menjauh dari Risa.

Akhirnya, beberapa foto di ambil. Bahkan mereka pun berfoto berdua. Keiko adalah pribadi yang mudah bergaul. Risa cukup nyaman bersamanya.

" Sudah waktunya makan siang. Ayo kita makan siang dulu sebelum melanjutkan perjalanan keliling kota Tokyo," ajak Keiko.

" Kei, bisa pilihkan restoran yang menyajikan makanan halal?," tanya Risa.

Sekalipun ia merasa bukan sebaik-baiknya muslim yang taat. Yang menutup auratnya. Bahkan ibadah saja ia masih jarang-jarang. Namun, untuk masalah makanan, ia cukup menjaga.

Keiko tersenyum. " Tentu. Disini banyak restoran halal yang bisa dikunjungi," Keiko menarik tangan Risa.

Ia cukup bahagia dengan tugasnya kali ini. Karena orang yang harus ia ajak berkeliling tidak seperti kebanyakan yang pernah ia jumpai. Sombong dan suka memandang rendah orang lain.

TBC

Terpopuler

Comments

Moh Rifti

Moh Rifti

/Determined//Determined//Determined/

2023-11-25

1

Greenindya

Greenindya

lanjut lagi upnya

2023-11-05

1

Greenindya

Greenindya

upnya lama banget

2023-11-05

1

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!