Ketegangan muncul di wajah Dara, siap tidak siap dia harus mendengar berita yang akan disampaikan oleh Julian. Melihat Julian yang begitu serius, mau tidak mau Dara menjadi begitu serius memandangi wajah suami yang sudah mendampinginya hampir 4 tahun.
"Perusahaan di Jakarta mengalami masalah. Tante Kayla memintaku untuk menanganinya, kemungkinan kita harus pindah ke Jakarta. Aku tidak ingin kita berjauhan, walau jarak Bandung-Jakarta hanya 4 Jam. Aku tidak bisa meninggalkanmu dan Alea, apalagi saat ini ada buah hati kita yang selama ini telah kita nantikan." Dengan perlahan Julian menjelaskan kepada Dara, mendengarkan perkataan Julian pikiran Dara terbayang akan rasa sakit yang masih terasa bila mengingat kota tempatnya dulu tinggal.
"Aku akan memikirkannya dulu, Mas. Aku masih takut." Julian menghela napasnya, dia tahu trauma yang dialami oleh Dara terhadap mantan kekasihnya. Akan tetapi, Dara harus menghadapinya bukan malah menghindar. Lagi pula kejadian itu telah lama berlalu dan pria itu tidak mencari keberadaan Dara apalagi untuk mencari tahu keadaan anak yang dikandung oleh Dara.
"Mas tahu kamu masih takut, tetapi Mas akan selalu mendampingimu. Mas tidak akan membiarkan pria itu mendekatimu apalagi puteri kita Alea," ucap Julian yang memberi pengertian kepada Dara. Selama ini, memang Dara masih memiliki trauma terdalam dengan kejadian yang dulu menimpanya apalagi bila menyangkut tentang Bastian.
"Aku takut kalau dia bertemu dengan Alea dan ingin merebut hak asuhnya." Dara menumpahkan perasaannya kepada Julian. Dia khawatir dengan Alea yang merupakan anak dari Bastian.
"Kamu tidak perlu khawatir secara hukum Alea adalah anakmu. Dia tidak pernah mengakui Alea bahkan tidak pernah mencari tahu tentang keberadaan kalian. Aku yang akan menjadi pelindung untuk kalian karena kalian sangat berarti untukku." Julian masih mencoba menenangkan Dara dan meyakinkannya untuk dapat mengikutinya ke Jakarta.
"Apa tidak bisa yang lain saja ke Jakarta? Apakah masalahnya sangat sulit diatasi oleh anggota keluarga yang lain?" Dara masih berusaha agar keluarga kecilnya tidak pindah dari Bandung. Dia sangat menginginkan ketenangan dalam kehamilan keduanya yang sudah sangat dinantikannya.
"Tidak, mereka tidak bisa mengatasinya. Bahkan Tante Kayla juga harus turun tangan bersamaku untuk mengatasi masalah yang hampir membuat cabang di Jakarta bangkrut" Penjelasan Julian membuat Dada mengerti betapa pentingnya kehadiran Julian dan Tante Kayla di perusahaan yang ada di Jakarta.
Perusahaan keluarga Herlambang yang ada di Jakarta dipegang oleh sepupu Julian namun sudah mengalami penurunan yang sangat drastis sehingga Julian dan Tante Kayla harus mengatasi masalah yang ada di Jakarta. Julian dan Tante Kayla selama ini memegang perusahaan yang ada di Bandung, tentunya kemajuan pesat telah membuktikan kepiawaiannya sehingga Julian diminta untuk mengatasi masalah yang ada di Jakarta. Awalnya, Julian tidak ingin mereka pindah apalagi dengan masa lalu yang dimiliki oleh Dara.
"Baiklah, aku tentunya juga tidak dapat berjauhan darimu. Saat ini kamu dan Alea adalah pusat dari hidupku. Aku tidak bisa tanpa kehadiran kalian berdua." Julian mengecup dahi Dara, dia sangat bersyukur isterinya dapat mengerti keadaan Perusahaan milik keluarganya. Julian mempunyai kewajiban yang besar pada perusahaan Herlambang. Kedua orang tua angkatnya telah mengamanatkan kepadanya untuk dapat mengelolanya dengan baik.
"Papa, ayo kita makan. Aku sudah sangat lapar." Alea yang dari tadi memerhatikan kedua orang tuanya tidak sabar untuk makan malam.
"Ayo kita makan, Papa juga sudah sangat lapar. Mama pasti memasak makanan yang sangat enak." Julian menggendong Alea menuju ruang makan, Dara mengekori suaminya.
Entah Mengapa perasaan Dara jadi sangat berdebar-debar saat mengetahui mereka harus pindah ke Jakarta. Dara sangat takut bertemu dengan Bastian dan keluarganya, walaupun saat ini Julian telah menjadi suaminya dan selama ini selalu mendampinginya. Dia khawatir dengan keluarga Anggara, tidak dapat dipungkiri kekuasaan keluarga Anggara tidak dapat dianggap remeh. Walaupun Dara tahu keluarga Herlambang jauh di atas keluarga Anggara namun rasa takut tetap ada mengingat perlakukan yang dia dapatkan saat bertandang ke rumah Bastian. Belum lagi saat mengetahui bahwa sehari setelah Dara bertamu ke kediaman Anggara beberapa orang berpakaian hitam diketahui Dara mencari dirinya. Dara ingat ketika kepindahannya di hari kedua saat dia telah pulang dari rumah sakit, tetangganya memberitahu bahwa ada beberapa orang yang mencari dirinya.
"Dara kamu dari mana saja? Kenapa baru pulang?" ucap tetangga Dara yang saat itu melihat kepulangan Dara. Saat itu, Dara telah setuju untuk mengikuti bersama Julian ke Bandung.
"Iya Bu, saya habis dari rumah sakit ini juga baru pulang. Oh iya Bu, saya sekalian pamit, saya akan pindah karena mengikuti calon suami saya." Dara mengenalkan Julian sebagai calon suaminya karena memang permintaan Julian dan untuk menutupi jejak kepergian Dara.
"Oh begitu, kemarin ada beberapa orang berpakaian hitam dan berbadan kekar mencarimu. Ada juga seorang wanita paruh baya yang masih terlihat cantik di antara mereka." Dara mengerinyit mendengar hal itu. Siapa yang mencarinya? Tidak mungkin ibu panti asuhan karena beliau biasanya akan menghubungi Dara dan memintanya langsung ke panti. Dara menatap Julian yang menganggukan kepala, dia dengan dibantu beberapa anak buahnya telah selesai mengangkut semua barang yang ada di kontrakan Dara.
"Bila ada yang mencari Dara, tolong katakan kalau Dara telah pindah. Terima kasih selama ini telah baik kepada Dara." Bukan tanpa alasan Julian berbicara seperti itu, dia telah mengetahui bahwa beberapa orang yang mencari Dara adalah Mama dari Bastian dan beberapa orang suruhannya. Bastian sudah menyelidiki tentang Mama Rissa saat Dara menceritakan tentang Bastian dan keluarga Anggara. Dengan cepat, Dara harus meninggalkan Jakarta karena Julian yakin pencarian Mama Rissa bukanlah untuk tujuan yang baik.
"Sayang, apa yang sedang kamu lamunkan?" Julian mengembalikan Dara pada saat ini, saat di mana menjadi kebahagiaan Dara dengan keluarga kecilnya. Dara berharap kebahagiaan terus meliputi dirinya tanpa ada bayang-bayang dari masa lalu yang menghantui mereka.
...🍃🍃🍃...
Apakah Dara akan bertemu dengan Bastian? Ikuti terus kisah mereka, nantikan Author update ya.
Jangan lupa tinggalkan jejak dengan memberikan like, komentar, dan vote. Semangati terus Author menulis ya. ❤️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments
Deliza Yuseva
memang menghilangkan trauma memang susah saya pernah mengalami kecelakaan di Pulau Bintan sampai sekarang terus2san terbayang .padahalkejadian udh 11 thn.
2024-02-08
1
Wanti Suswanti
semoga dara bisa melawan traumanya dan menghadapi keluarga Bastian dengan berani.
2023-12-23
1
Rezha Walen
g ad jg buat Bastian and keluarga na utk menyesal,Krn perbuatan konyol mereka ke Dara
2023-10-31
1