Dara Melahirkan

Julian dengan kecepatan maksimum membelah jalan pagi ini. Meskipun sudah berusaha dengan maksimal tetap saja jalan mengalami kemacetan. Mereka melewati jalan yang terasa sangat panjang dan lama, akhirnya mereka sampai di Rumah Sakit.

Sesampainya di Rumah Sakit, Dara langsung diarahkan ke ruang bersalin. Petugas medis telah bersiap-siap untuk membantu kelahiran Dara. Dara yang kesakitan terus berusaha menahan rasa sakit yang dialaminya. Perutnya terasa sangat melilit, dia tidak tahan untuk tidak meringis kesakitan.

"Pak, Bapak tidak boleh ikut masuk. Bapak tunggu di sini saja ya." Julian yang hendak masuk untuk mendampingi persalinan Dara menghentikan langkahnya. Suster yang berbicara telah menutup pintu ruang bersalin. Keadaan pagi itu, cukup sepi hanya Dara sepertinya pasien yang akan melahirkan.

Julian hilir mudik dia tidak bisa menunggu sambil duduk tenang. Dia berjalan mondar mandir ke kanan dan kiri yang dapat membuat pusing orang yang melihatnya. Tante Kayla yang melihat Julian menggelengkan kepalanya.

"Lian, kamu duduk saja menunggunya jangan seperti itu. Tante jadi ikut tegang," ucap Tante Kayla menegur Julian.

"Aku takut, Tante. Dara sepertinya kesakitan." Masih berjalan mondar mandir dia mengatakan ketakutannya. Dia sangat takut kehilangan Dara dan bayinya saat ini.

"Sebaiknya kita berdoa agar persalinan Dara dapat berjalan lancar, dia serta bayinya dapat selamat." Julian menganggukkan kepalanya mendengar ucapan Tante Kayla, dia sangat mencintai Dara. Selama ini dia menahan untuk mengatakan hal tersebut karena Dara belum memberikan jawaban akan menikah dengannya atau tidak. Memang awalnya Dara ingin menikahinya tetapi Julian melihat perasaan ragu dalam diri Dara.

Tidak lama terdengar suara tangisan bayi, Julian dan Tante Kayla bersyukur mendengar suara tangisan itu karena menandakan jika Dara telah melahirkan. Beberapa lama kemudian suster keluar dengan menggendong bayi yang dibedong berwarna pink.

"Keluarga Ibu Dara." Julian dan Tante Kayla bergerak mendekati suster tersebut. Mereka melihat bayi cantik itu masih menangis.

"Mari pak, diazani dahulu bayinya." Julian yang awalnya terkesima dengan bayi tersebut tersenyum dan mengazani bayi cantik yang masih menangis.

"Bagaimana dengan kondisi Mamanya?" Julian menanyakan keadaan Dara setelah selesai mengazani bayi perempuan yang kini sudah terdiam.

"Kondisinya sehat, persalinan berjalan lancar. Bapak bisa menjenguk isteri bapak bila telah selesai observasi dan pasien dipindahkan di ruang rawat." Suster menjelaskan keadaan Dara pada Julian. Mendengar perkataan "isteri" dari suster tersebut sontak membuat wajah Julian memerah. Memang seharusnya suami Daralah yang mendampingi wanita itu melahirkan. Dia tersenyum karena membayangkan Dara menjadi pendamping hidupnya.

"Baiklah, terima kasih suster." Usai Julian mengucapkan terima kasih. Suster membawa kembali bayi tersebut ke dalam ruangan.

...🍃🍃🍃...

Dua jam setelah dilakukan observasi, akhirnya Dara dipindahkan ke ruang rawat. Julian dan Tante Kayla menjenguk Dara. Wajahnya terlihat sangat bahagia telah melalui persalinan untuk melahirkan anak yang sempat tidak dia inginkan kehadirannya.

"Bagaimana keadaanmu?" Julian bertanya sambil menatap Dara.

"Baik, aku sangat bahagia dapat melahirkan dengan selamat. Terima kasih berkatmu, aku bisa melewati masa kehamilan dan persalinan dengan baik." Dara mengatakannya dengan senyum yang dipenuhi gurat kebahagiaan.

Tidak berapa lama, Suster membawa bayi perempuan cantik yang sedang menangis.

"Bu, coba disusui dahulu ya bayinya." Dara menerima bayinya kemudian menggendongnya, tanpa sadar dia langsung membuka kancing bajunya. Hal tersebut langsung membuat Julian terkejut dan wajahnya memerah.

"Makanya, segera kamu halalkan Dara. Jadi, kamu tidak perlu canggung melihatnya sedang menyusui." Tante Kayla mengatakannya sambil tertawa melihat keponakannya langsung mengalihkan pandangan ke arah lain saat melihat Dara menyusui bayinya.

"Maaf, aku tanpa sadar langsung ingin menyusui bayiku," ucap Dara pelan, dia tidak sadar melakukannya di depan Julian. Julian hanya mengangguk kemudian menuju sofa yang terletak agak jauh dari brankar tempat Dara berbaring.

Setelah hampir 10 menit, bayi Dara tertidur. Tante Kayla membantu untuk membawa bayi Dara ke box bayi yang sudah disiapkan oleh pihak rumah sakit. Julian yang melihatnya, berjalan mendekati Dara kembali.

"Jadi, siapa nama bayi yang cantik itu?" Julian bertanya, sebenarnya ingin sekali dia memberikan nama kepada bayi cantik yang sedang tertidur nyenyak setelah menyusui dari Dara.

Dara tampak berpikir sesaat, dia belum menyiapkan nama untuk anaknya. Selama ini yang dia pikirkan hanya terus melanjutkan hidup dengan baik dan akan membesarkan buah hatinya.

"Aku belum menyiapkan nama. Hmm, kamu mau memberikan nama untuknya?" Dara melihat Julian yang sangat antusias dengan pemberian nama untu anaknya memberikan kesempatan jika pria tersebut sudah memiliki nama yang dia siapkan.

"Bolehkah?" tanya Julian memastikan.

"Ya, tentu. Bila kamu sudah memiliki nama yang kamu siapkan, aku tidak keberatan." Dara tersenyum melihat wajah Julian yang sumringah, dari awal sejak memeriksa kandungannya Julian selalu antusias dengan kehamilannya. Apalagi saat USG dan dokter menyatakan kalau kemungkinan anak dari Dara berjenis kelamin perempuan.

"Pasti dia akan sangat cantik, secantik mamanya." Sontak perkataan pria yang telah menolongnya itu membuat wajah Dara memerah.

Kembali lagi rumah sakit. Julian tidak nampak berpikir, dia langsung menyuarakan hal yang sudah dia katakan.

"Bagaimana kalau Alea Mahira Herlambang, perempuan yang rendah hati dan mulia?" Julian bertanya kepada Dara yang sedang menatapnya. Dia telah menyiapkan nama itu dari semenjak hasil USG terlihat. Julian sangat senang dengan perkiraan bayi yang dikandung oleh Dara adalah perempuan.

"Herlambang?" Dara terperangah, Julian menambahkan nama keluarga angkatnya di nama anaknya. Dia sudah sangat senang Julian mampu menerima Alea dengan baik, bahkan menganggap putrinya sebagai anaknya. Namun, menambahkan nama keluarga Herlambang untuk anaknya nampak terlalu berlebihan untuknya. Dara semakin tidak dapat membalas kebaikan Julian dan Tante Kayla.

"Iya, aku sudah membicarakannya dengan Tante Kayla, aku akan menyematkan nama keluargaku dalam nama anakmu. Nanti setelah menikah tentu dia akan menjadi anak kita, sehingga dia harus menyandang nama Herlambang," ucap Julian yang meminta dukungan dari Tante Kayla.

"Ya tentu saja, Alea harus mendapatkan nama Herlambang." Sambil menganguk Tante Kayla menyetujui ucapan Julian.

"Tapi, anakku bukan..." Dara merasa sungkan karena anaknya akan menyandang nama besar Herlambang.

"Dia akan menyandang nama keluargaku juga. Kamu bersedia menikah denganku kan?" Julian kembali membahas pernikahan yang sudah dia rencanakan. Dia tidak sabar menjadi pelindung Dara semenjak dirinya menemukan wanita di hadapannya ini. Tampak keheningan menyambut pertanyaan dari Julian. Setelah beberapa saat, yang terasa sangat lama bagi Julian. Akhirnya, Dara menjawab pertanyaan dari Julian.

"Ya, aku bersedia." Dengan pelan dan penuh keyakinan Dara mengucapkan kesediaannya menikah dengan pria penolong hidupnya.

...🍃🍃🍃...

Lima tahun kemudian, saat yang bersamaan dengan pernikahan Bastian dan Julian.

"Mama, sedang memegang apa?" perempuan kecil berkuncir dua melihat Mamanya sedang memegang benda pipih yang membuatnya penasaran.

"Mama, ada kejutan untukmu dan Papa." Dara tersenyum melihat putrinya yang telah tumbuh dengan baik, dengan dipenuhi cinta oleh Julian dan Dara.

...🍃🍃🍃...

Apa ya kejutan dari Dara untuk Julian? Nantikan bab selanjutnya ya. Mulai bab berikutnya, memasuki lima tahun setelah perpisahan Dara dan Bastian.

Terpopuler

Comments

Camera Gaming

Camera Gaming

aku malah baca kisah Alea dulu baru kisah ibunya

2025-01-27

0

Rezha Walen

Rezha Walen

🤔🤔🤔🤔🤔

2023-10-31

1

Putri Chaniago

Putri Chaniago

kan kalo mirip Dara ntar kan bisa d bilang anaknya Bastian keguguran atau d gugurkan

2023-10-13

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!