Malam Pertama

Safira keluar dari kamar mandi menggunakan lingerie yang diberikan oleh Mama Rissa, mama mertuanya. Dia menatap lingerie yang dikenakannya saat ini. Lingerie itu sangat mengekspos beberapa bagian tubuhnya, membuat Safira merona melihat tubuhnya sendori. Awalnya dia sangat malu dengan lingerie yang dikenakannya saat ini namun dia teringat oleh Mama Rissa yang membisikkan sesuatu kepadanya.

"Mama menunggu cucu dari kamu ya sayang, pawaris keluarga Anggara. Mama sudah " Mama Rissa mengatakannya dengan mengedipkan matanya. Ya, Rissa tahu bahwa kedua keluarga tersebut sangat mengidam-idamkan pewaris untuk kedua keluarga. Rissa yang merupakan anak perempuan satu-satunya juga menjadi tumpuan dari keluarga yang sangat mengharapkan pewaris bagi keluarga Paradina.

Safira menghela napasnya seraga menyiapkan hatinya untuk memberanikan diri keluar dari kamar mandi dan menuju tempat Bastian sedang berbaring. Bastian telah memakai piyamanya, dia juga mendadak mengalami kegugupan karena ini merupakan malam pertama bagi pasangan pengantin itu. Bukan berarti, ini adalah hal yang pertama dia alami. Tiba-tiba dia teringat dengan mantan kekasihnya yang saat ini tidak dia ketahui rimbanya. Dara mantan kekasihnya yang masih mempunyai tempat spesial di dalam hatinya.

Safira dengan malu-malu keluar dari kamar mandi. Debaran jantung Safira bahkan dapat didengar dengan jelas olehnya. Bastian yang memang telah menunggunya dari tadi mengalihkan pandangannya ke arah Safira yang muncul dari balik pintu kamar mandi. Safira berpenampilan sangat menantang dan s*xy. Lingerie itu menampilkan beberapa bagian tubuhnya yang sangat pribadi. Bastian menegukkan ludahnya sendiri melihat penampilan Safira mengenakan lingerie yang s*xy itu.

"Sayang, kamu sangat cantik." Bastian menghampiri Safira dan menciumi isterinya dengan lembut. Safira tadinya hanya pasrah menerima ciuman dari Bastian, lama-lama wanita tersebut terbuai dan ikut menikmati ciuman yang sepertinya sangat lihai dimainkan oleh suaminya.

"Ughhh." Safira mengeluarkan suara yang terdengar sangat menggairahkan bagi suaminya. Bastian yang melihat Safira sangat cantik menjadi sangat bergairah. Lelaki itu menciumi isterinya dan mulai meluc*ti lingerie isterinya. Saat Safira terlihat sangat terangsang oleh kegiatan yang dilakukan oleh Bastian.

"Bolehkah?" Bastian bertanya suatu hal yang sudah pasti jawabannya, Safira yang sudah diliputi dengan gairah hanya mengangguk-anggukkan kepalanya. Bastian yang melihat isterinya itu hanya tersenyum dan melanjutkan kegiatannya.

Namun, ada hal aneh yang baru saja dia sadari. Dia baru sadar bahwa bagian bawah tubuhnya tidak merespon sebagaimana mestinya. Saat masih melakukan aksinya dengan menciumi isterinya, dia terus berusaha membuat bagian bawah tubuhnya terbangun. Akan tetapi, hal yang terjadi malah sebaliknya gairah yang sudah berada di ubun-ubun kepalanya seolah tidak tersalurkan dengan baik.

"Mas, aku sudah tidak tahan." Safira mengerengek dalam dekapannya, dia ingin segera Bastian melakukan hal itu. Namun, pusaka dari Bastian benar-benar tidak merespon semua perbuatannya dengan baik. Dia bahkan mencoba untuk memegang pusakanya sendiri, tetapi tidak ada respon yang berarti. Safira yang masih penasaran dengan hal yang dilakukan oleh Bastian karena suaminya itu tidak langsung melakukan pada inti kegiatan mereka.

Sebelum Safira menikah, teman-temannya terkadang membicarakan tentang malam pertama. Hal tersebut memang sudah tidak tabu bagi mereka yang sudah dewasa, Safira hanya tersenyum dengan hal yang dibicarakan oleh teman-temannya.

"Awalnya memang sakit, tetapi setelah kamu mencoba pasti kamu ketagihan." Tentu saja Safira yang mendengar hal tersebut sangat penasaran untuk melakukan malam pertama dengan suaminya.

"Mas, bisa langsung saja, tidak?" Perkataan Safira membuat Bastian agak kesal. Sedari tadi dia juga sudah mencoba untuk membangunkan pusakanya. Namun, si "Jonny" kepunyaannya tidak juga bangun membuat Bastian frustasi.

Saat melakukannya pertama kali dengan Dara, dia tidak mengalami kesulitan sama sekali. Bahkan saat itu dia melakukan pelepasan beberapa kali dengan Dara hingga gadis tersebut hamil. Seketika dia teringat dengan kata-kata Dara sebelum dia pergi dari kediaman Anggara yang kala itu juga menjadi pertama kalinya Dara menginjakkan kaki di rumahnya sekaligus mendapatkan pengusiran dari orang tuanya.

[Aku mengutukmu! Aku mengutukmu Bastian dengan seluruh darah yang mengalir dalam janin yang ada dikandunganku. Kamu akan mendapatkan balasan yang setimpal karena perbuatanmu kepada kami. Kamu tidak akan pernah merasakan surga dunia lagi!]

Entah mengapa kata-kata itu terngiang dalam benaknya, padahal isterinya sedang menunggu kegiatan darinya. Wajahnya memucat mengingat kata-kata dari Dara. Kalimat terakhir terngiang-ngiang dalam benaknya.

[Kamu tidak akan pernah merasakan surga dunia lagi]

Kata-kata itu berputar dalam benaknya, membuatnya menghentikan kegiatannya bersama isterinya. Kesal dengan perbuatan suaminya yang malah terpaku saja diam, Safira menurunkan celana suaminya dan dia hanya terpaku melihatnya.

"Sayang, kok itu belum berdiri?" tanya Safira dengan wajah yang tercengang.

Terpopuler

Comments

Putri Dhamayanti

Putri Dhamayanti

buahahahahah 🤣 sukuriiiin. Rasakan Kau Bastian 🤣🤣🤣🤣🤣

2024-02-01

1

Mamah Kekey

Mamah Kekey

rasain lemah sahwat kamu Bastian...sumpah orang teraniaya sangat manjur...

2023-12-21

4

Shinta Dewiana

Shinta Dewiana

bhuaaaa. di jhoni tidur aja...lemah...kutukan berlaku...rasa...

2023-12-02

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!