Trauma yang dialami oleh Dara berlangsung cukup lama, 6 bulan setelahnya kehidupannya baru dapat kembali dengan normal. Dara yang tinggal di kediaman milik Julian dapat berangsur-angsur pulih juga karena keluarga Julian mendukungnya. Walaupun orang tua yang mengangkat Julian menjadi anaknya sudah tidak ada terdapat Tante Kayla yang merupakan adik dari ayah Julian. Julian menceritakan segalanya kepada Tante Kayla saat pertama kali membawa Dara ke kediamannya di Bandung.
"Ya Tuhan. Kasian sekali nasibnya." Tante Kayla saat ini walaupun sudah berumur 40an tidak ingin menikah. Tante Kayla juga mengelola perusahaan milik mendiang orang tua Julian. Dia sangat prihatin dengan kondisi yang dialami oleh Dara.
"Lalu, Apa yang akan kamu lakukan Julian? Tante tahu anak yang dikandung oleh Dara bukanlah anak kandungmu. Namun, kamu membawanya kemari. Pasti berbagai asumsi masyarakat akan berdatangan menggunjingkanmu." Tante Kayla tidak masalah dengan Julian yang ingin membantu memulihkan kondisi Dara, tetapi dia khawatir dengan keponakannya Julian.
"Setelah Dara melahirkan anak itu, aku akan menikahinya Tante. Dia sadar ini sebatang kara dan tidak memiliki siapa pun yang dapat dijadikan sandaran dalam hidupnya. Bila hidup di luar sana pasti setiap orang akan menanyakan Ayah yang ada dalam kandungannya." Perkataan Julian hanya ditanggapi dengan diamnya Tante Kayla. Julian hanya menunggu, yang dia punya saat ini hanyalah Tante Kayla, bila dia tidak direstui pernikahan antara Julian dan Dara mungkin Julian akan meninggalkan nama besar Herlambang lalu menjalani hidup berdua saja dengan Dara.
"Apakah kau yakin dengan pilihanmu? Banyak wanita yang ingin menjadi isterimu. Aku bukannya melarangmu untuk menikahi Dara. Namun, apa kau yakin dapat menyayangi anak itu seperti anakmu sendiri? Bagaimanapun juga anak itu bukanlah anak kandungmu." Setelah berpikir cukup lama Tante Kayla menyuarakan pendapatnya tentang keputusan keponakan angkatnya untuk menikahi Dara.
"Seperti almarhum kedua orang tua angkatku yang menyayangiku dengan tulus, juga dengan Tante yang juga menyayangiku, aku akan menyayangi anak yang berada dalam kandungan Dara. Aku akan selalu menganggapnya sebagai anakku." Perkataan Julian menerbitkan senyum di wajah Tante Kayla.
"Baiklah kalau begitu kita harus menunggu kondisi dari Dara stabil dan dia dapat melahirkan sehingga kalian bisa menikah. Jangan lupa, kamu juga butuh persetujuan dan meyakinkan Dara sendiri. Tante lihat traumanya cukup serius jadi banyak yang harus kamu lakukan." Tante Kayla mengatakan hal itu sambil melihat keadaan Dara, saat ini Dara hanya dapat melamun dengan pikiran yang kosong. Entahlah, raga Dara memang di tempat ini namun jiwanya melayang tidak tahu kemana.
"Tentu aku akan menyembuhkan kondisi Dara terlebih dahulu baru kemudian akan menikahinya," jawab Julian yang sangat yakin dia dapat membantu Dara untuk keluar dari keadaannya saat ini.
Setelah 6 bulan, Dara yang sudah dapat kembali ke kehidupannya dan tidak pernah melakukan hal yang membayakan hidupnya. Kandungannya berusia 7 bulan, demi menghindari fitnah Dara memang tinggal bersama Tante Kayla. Julian akan mengunjunginya setiap hari dan mengantarkannya ke dokter. Tante Kayla yang melihat Julian terus berusaha dan sabar menghadapi Dara menjadi yakin bahwa Julian sangat mencintai wanita yang sedang berbadan dua itu. Namun, Bagaimanakah dengan Dara akankah dia memiliki perasaan yang sama? Dia harus mengetahui perasaan Dara terlebih dahulu.
"Dara, Tante ingin bertanya sesuatu." Kondisi yang sudah membaik membuat Tante Kayla berani untuk bertanya kepada Dara yang saat ini kandungannya sudah mendekati HPL.
"Ya, Tante? Ada apa?" Dara yang saat itu sedang mengupas apel untuk sarapan bersama dengan Tante Kayla. Dara menoleh dan tersenyum menanggapi perkataan Tante Kayla.
"Maaf, Tante ingin menanyakan hal yang pribadi denganmu. Bagaimana perasaanmu dengan Julian?" Ditanya seperti itu oleh Tante Kayla, wajah Dara memerah. Dara tidak ingin dicap sebagai orang yang mudah ke lain hati tetapi tidak dapat dipungkiri perasaannya tumbuh karena perhatian dan kebaikan dari Julian.
"Maaf Tante, saya memang tidak pantas untuk bersama dengan Julian." Dara yang masih dengan perasaan rendah dirinya tidak berani mengatakan hal yang dirasakannya pada Julian. Dia takut Tante Kayla akan menolak kehadirannya seperti orang tua Julian. Padahal selama ini Dara sudah diterima oleh Tante Kayla dengan baik walaupun melihat kondisinya yang sedang mengandung anak dari mantan kekasihnya.
Tante Kayla melihat ekspresi Dara yang ketakutan. Dara memang seperti buku yang terbuka dan dapat dengan mudah dibaca oleh Tante Kayla, dia menyadari wanita di depannya ini memiliki perasaan dengan keponakannya.
"Tante tidak akan menolak dan memperlakukanmu seperti keluarga mantan kekasihmu itu. Tante hanya berharap kamu dapat menyayangi dan mencintai keponakan Tante. Meskipun dia bukanlah keponakan kandung Tante. Namun, Tante sangat menyayangi Julian seperti anak Tante sendiri. Tante harap perasaanmu bukanlah pelarian dari masa lalumu," ucap Tante Kayla sambil memegang tangan Dara yang ternyata berkeringat dan sangat dingin.
Dara menghembuskan napasnya lega, dia mengira akan kembali mengalami penolakan seperti yang dia terima di keluarga Bastian. Tante Kayla yang selama ini sangat baik padanya ternyata mendukung kebersamaan Dara dan Julian.
"Terima kasih, Tante." Dara menitikkan air mata kebahagiaan atas penerimaan Tante Kayla. Tante Kayla memeluk Dara dengan sayang, dia akan menganggap anak yang berada dalam kandungannya itu adalah cucunya sendiri.
"Akh." Tiba-tiba Dara merintih kesakitan. Ada cairan bening yang membasahi dress yang dia pakai.
"Itu air ketuban, kamu akan segera melahirkan." Tante Kayla dengan tenang memapah Dara menuju mobil, tepat saat itu Julian datang untuk mengunjungi Dara. Tidak lupa Tante Kayla membawa perlengkapan melahirkan yang telah disiapkan Dara sebelumnya.
"Tante, Dara kenapa?" tanya Julian dengan raut wajah khawatir.
"Dara akan segera melahirkan." Wajah Julian terkejut sebentar, namun dengan sigap dia membopong Dara.
"Ayo kita ke rumah sakit! Pakai mobilku saja Tante agar kita langsung jalan." Perkataan itu disetujui oleh Tante Kayla yang ikut masuk ke dalam mobil. Julian melajukan mobilnya dengan kecepatan yang maksimal karena melihat wajah Dara yang saat ini terlihat kesakitan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments
Rezha Walen
kira2 ap ea reaksi Bastian and kedua org tua na it,jika melihat Dara hidup bahagia bersm Julian seorg pengusaha it
2023-10-31
1
Putri Chaniago
moga aja Dara bertemu dg Bastian setelah Dara menikah n bahagia dg Julian
2023-10-11
2