Beberapa bulan berlalu, usaha demi usaha telah dilakukan oleh Safira dan Bastian agar mereka dapat melakukan malam pertama mereka yang tertunda. Dari mulai menggunakan tissu magic, meminum jamu, dan meminum semua ramuan yang dapat meningkatkan kinerja pusaka milik Bastian. Safira mencari tahu bagaimana agar kepunyaan suaminya dapat bekerja dengan sebagaimana mestinya. Mungkin, dia harus menyarankan ke Dokter Spesialis Andrologi yang tentunya memiliki keilmuan khusus tentang masalah yang Bastian miliki.
Namun, Safira agak takut menyarankan Bastian untuk ke Dokter Spesialis. Akhir-Akhir ini, Bastian uring-uringan kerap kali suaminya tersebut marah tidak jelas sebabnya. Safira mengerti keadaan Bastian tentunya membuat pria tersebut insecure, tetapi dia yang sangat mencintai suaminya itu akan terus mendampinginya. Hanya saja, suaminya itu terlihat selalu marah-marah sehingga Safira agak sungkan ingin menyarankan Bastian ke dokter.
"Mas." Safira mencoba untuk membuka percakapan dengan Bastian yang tampak sibuk dengan ponselnya. Bastian kerap kali menyibukkan dirinya dengan memeriksa pekerjaan kantornya walaupun sudah berada di rumah..
"Ya, ada apa?" Bastian menyahuti panggilan Safira. Safira menggenggam tangan suaminya itu dengan lembut, dia tampak berhati-hati ingin menyuarakan pendapatnya kepada Bastian.
"Kau tahu bukan, Mama Rissa kerap kali mendesakku untuk segera hamil dan memiliki anak. Namun, kamu sendiri seharusnya tahu permasalahan yang kita hadapi." Dengan gugup Safira mengatakan hal yang selama ini berada dalam benaknya.
Bastian mendengarkan perkataan Safira dengan seksama. Kali ini dia tidak lagi bisa mengelak. Safira telah sabar menghadapi keadaan yang menimpa Bastian.
"Lalu, ehm, aku ingin menyarankan suatu hal kepadamu. Maaf sebelumnya kalau kau tersinggung dengan kata-kataku." Kali ini perhatian Bastian sepenuhnya teralihkan kepada Safira. Dia ingin mendengarkan saran dari isterinya yang mungkin dapat menjadi solusi permasalahan mereka.
"Bagaimana kalau kita periksakan dirimu ke Dokter Spesialis Andrologi? Sehingga kita tahu yang terjadi pada dirimu." Dahi Bastian berkerut, dia memang telah berpuluh-puluh kali gagal melaksanakan malam pertama mereka, segala cara telah mereka lakukan. Namun, mereka memang belum pernah memeriksakan dirinya ke dokter. Dia takut sangat takut dengan hasil yang mungkin akan dia dapatkan setelah memeriksakan dirinya ke dokter.
"Aku rasa tidak perlu ke dokter untuk memeriksakan keadaanku. Aku sehat, tidak kurang apa pun," jawab Bastian yang masih gengsi untuk mengakui kekurangannya, tentu saja Safira tidak mengetahui masa lalu yang dikubur dalam oleh Bastian.
Bastian pernah melakukannya dengan Dara sehingga dia pikir tidak mungkin dirinya sakit. Apalagi sakitnya adalah sakit yang menurutnya sangat menurunkan harga dirinya. Tidak mungkin dia lemah sy*hwat. Dia dapar melakukan hal itu dengan Dara, pasti dia juga dapat melakukannya dengan Safira.
Lagi kenangan itu teringat oleh Bastian. Wajah Dara yang dipenuhi tangisan namun memandang tajam dirinya.
[Aku mengutukmu! Aku mengutukmu Bastian dengan seluruh darah yang mengalir dalam janin yang ada dikandunganku. Kamu akan mendapatkan balasan yang setimpal karena perbuatanmu kepada kami. Kamu tidak akan pernah merasakan surga dunia lagi!]
Bastian terperangah mengulang kata-kata Dara.
Kamu tidak akan pernah merasakan surga dunia lagi!
Kamu tidak akan pernah merasakan surga dunia lagi!
Apa mungkin sakitnya berhubungan dengan kutukan Dara? Akan tetapi, mana mungkin kutukan tersebut benar-benar menjadi kenyataan? Namun, dia sendiri mengalaminya. Berkali-kali mencoba dengan Safira pusaka yang dia banggakan, yang telah merenggut kesucian Dara tidak bisa terbangun saat dia ingin melakukan hal tersebut dengan isterinya.
"Mas, kau mendengar perkataanku? Mas!" Melihat suaminya melamun Safira menjadi kesal, dia sudah menyatakan solusi untuk masalah rumah tangga mereka. Safira ingin segera mewujudkan keinginan mama mertua dan mamanya sendiri. Tentunya dia juga sangat ingin memiliki keturunan, tetapi bagaimana caranya bila sampai saat ini mereka belum juga dapat melakukan malam pertama.
"Iya aku mendengarkan perkataanmu. Aku akan memikirkan lagi saran darimu. Saat ini, aku sangat lelah lebih baik kita tidur saja." Bastian berbaring lalu mematikan lampu utama dan suasana menjadi temaram. Safira yang kesal dengan reaksi Bastian yang hanya menganggap lalu saran darinya tidur memunggungi suaminya.
"Maaf Safira. Mungkin ini karena kesalahanku di masa lalu, apakah aku harus menemui Dara? Apakah aku harus meminta maaf kepadanya? Namun, dimana aku harus mencarinya?" batin Bastian kini terusik dengan Dara dan janin yang berada dikandungan Dara.
Bastian membayangkan mantan kekasihnya itu pergi seorang diri dan menjalani kehidupannya. Apakah dia baik-baik saja? Bagaimana dengan anak yang berada di dalam kandungan Dara? Apakah dara melahirkan atau memutuskan untuk menggugurkan kandungannya? Dara adalah wanita yang baik, Bastian menepis pikiran tentang Dara yang menggugurkan anak mereka. Pasti, Dara melahirkan anakku dengan baik. Namun, di mana dia sekarang? Ya! Saat ini, Bastian bertekad untuk mencari Dara dan anaknya. Entah reaksi yang ditunjukkan oleh Dara seperti apa saat melihat Bastian. Namun, dia harus mengetahui keadaan Dara saat ini.
...🍃🍃🍃...
Hallo, bab selanjutnya adalah part dari Dara ya. Terus ikuti kelanjutan kisah mereka dan terus dukung Author dengan like, komentar, dan vote. Kasih bintang 5 juga dan ulasan yang membangun ya. Terima kasih reader. 🥰❤️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments
Rezha Walen
🥴🥴🥴🥴🥴
2023-10-31
1
Afternoon Honey
💖
2023-10-11
1