Meminum Jamu

Setelah kegagalan pada malam pertama mereka, Bastian dan Safira tentunya terus berusaha untuk melakukan hubungan suami isteri. Namun, semua usaha tersebut sia-sia. Safira merupakan seorang wanita yang sangat cantik. Dahulu banyak pria yang mengejar cintanya. Keadaan dalam rumah tangganya ini membuat dirinya sangat tidak percaya diri, dia jadi menganggap bahwa dirinyalah penyebab pusaka Bastian tidak dapat berdiri.

"Apa aku kurang menarik? Mengapa sampai saat ini pusaka milik Bastian tidak pernah berdiri saat bersamanya." Safira hanya dapat tenggelam dalam pemikirannya sendiri, dia tidak mungkin menceritakan aib rumah tangganya kepada orang lain walaupun itu adalah orang tuanya sendiri.

Di sisi lain, Bastian merasa bersalah kepada Safira karena tidak dapat menjalankan tugas untuk memberikan nafkah batin yang seharusnya telah diberikan saat malam pertama mereka menjadi sepasang suami isteri. Perasaan bersalahnya itu kian membesar saat Safira menangis di suatu malam.

"Hiks Hiks." Terdengar tangisan seorang wanita yang mengganggu tidurnya. Bastian terbangun dari tidurnya dia melihat pundak isterinya yang naik turun dan terisak. Tangisan itu terdengar begitu kelu.

Bastian terbangun lalu memeluk isterinya yang tidur membelakangi dirinya, sudah beberapa hari ini mereka memang tidur saling memunggungi. Bastian sadar perilakunya ini membuat hubungan dengan Safira merenggang.

"Maaf, maafkan aku. Bersabarlah dahulu sayang, maafkan aku," ucap Bastian berulang kali sambil tetap memeluk erat isterinya tersebut. Dia sangat merasa bersalah, Bastian tidak tahu apa yang terjadi pada dirinya. Mengapa dia selalu gagal saat ingin melaksanakan tugasnya untuk memberikan nafkah batin bagi Safira.

Safira yang dipeluk oleh suaminya hanya terus menangis, dia memendam semuanya sendirian. Tidak tahu harus berbuat apa, dia sudah mengikuti saran dari orang lain untuk memakai lingerie namun hasilnya tidak ada. Dia sudah melakukan berbagai cara agar pusaka suaminya bisa bangun namun juga tidak bisa.

Lambat laun perasaan tertekan Safira membuat krisis kepercayaan diri kepada pengantin baru tersebut. Memang dia sudah melakukan aktivitasnya seperti biasa yaitu bekerja. Memang Safira bekerja di perusahaan Papanya untuk membantu menjalankan usaha keluarga mereka. Bastian juga tidak keberatan dengan Safira yang masih bekerja, namun Safira berpikir mungkin bila dia tidak bekerja akan lebih fokus mengurus keluarga. Namun, hal itu segera ditepis oleh pikirannya sendiri. Bila dia tidak bekerja pikirannya hanya tertuju pada Bastian yang sampai saat ini belum bisa menunaikan kewajibannya, lebih baik dia bekerja untuk mengalihkan pikiran terhadap masalah yang dihadapi sepasang pengantin baru yang seharusnya sedang kasmaran.

...🍃🍃🍃...

Hari ini adalah weekend, seperti biasa mereka terkadang menginap di salah satu rumah orang tua mereka. Saat ini giliran Safira dan Bastian menginap di rumah Mama Rissa dan Papa Edrick. Mama Rissa sangat baik kepada Safira, dia sangat menyayangi menantunya itu karena Safira merupakan isteri yang sangat sempurna di mata wanita paruh baya yang masih terlihat cantik itu.

"Safira, coba kamu minum jamu yang sudah mama siapkan. Ini Mama buatkan khusu untuk menantu kesayangan Mama," ujar Mama Rissa sambil menyodorkan gelas yang berisi jamu.

Safira memandang gelas yang berisi cairan berwarna kecokelatan, dia sebenarnya tidak menyukai minum jamu. Pernah ibunya membuatkan jamu pada saat dia sedang datang bulan karena khasiatnya yang dapat menghilangkan rasa nyeri. Namun, Safira tidak meminumnya karena memang dia tidak menyukai meminum jamu.

"Ehm, itu jamu untuk apa Mam?" Dengan ragu-ragu Safira menanyakan khasiat dari jamu yang disiapkan oleh ibu mertuanya.

"Jamu untuk menyuburkan kandungan, agar Mama segera mendapatkan cucu yang lucu. Mama sangat ingin menggendong cucu." Mama Rissa sangat bersemangat memberikan jamu tersebut kepada Safira. Dia tidak sabar untuk mendapatkan kabar kehamilan menantu kesayangannya.

"Bagaimana Mama bisa menggendong cucu? Kalau aku saja tidak pernah diberikan nafkah batin oleh anakmu." Safira menggunggam dalam hatinya, persoalan yang dihadapi rumah tangganya cukup pelik untuk diberitahukan kepada orang lain, walaupun memberitahukan orang tua sendiri.

Safira tidak dapat membayangkan reaksi Mama Rissa saat mengetahui permasalahan rumah tangga anaknya. Namun, Safira masih memiliki hati, dia merupakan isteri yang sangat menghargai suaminya. Kerap kali memang Safira tidak tahan ingin membicarakan masalahnya dengan orang lain, tetapi dia dapat mempertahankan pendiriannya dengan tidak mengumbar aib suaminya.

Safira yang sudah disodorkan jamu tersebut akhirnya meminumnya. Bau rempah menyeruak di indera penciumannya. Safira langsung menutup hidungnya agar dia tidak mencium bau rempah yang tidak dia sukai. Mama Rissa masih memperhatikan Rissa yang meminum jamu yang disiapkannya, hal itu membuat Safira tidak berkutik dan dengan cepat menghabiskan jamu tersebut hingga tandas.

"Huft, pahit sekali ma." Safira berkata setelah meminum jamu yang sangat pahit menurutnya. Jika Mama Rissa tidak mengawasinya sejak tadi Safira susah memuntahkan jamu yang pahit ini. Sayangnya mama mertuanya itu benar-benar menunggu hingga Safira menghabiskan jamu tersebut yang membuat Safira tidak dapat berkutik karena kejadian Mama Rissa dihadapannya.

"Pagi-pagi sedang apa berdua saja di dapur?" tanya Bastian yang melihat interaksi antara Safira dan Mamanya. Kedua wanita berbeda usia tersebut memang sudah dekat dari dulu sehingga Bastian sangat senang memiliki Safira sebagai isterinya karena dia dapat memposisikan diri sebagai menantu dengan baik.

"Oh ini, Mama meminta Safira untuk meminum jamu. Mama juga telah menyiapkan jamu untukmu. Kamu juga harus meminumnya agar Safira cepat hamil." Mama Rissa melirik gelas yang berisi jamu untuk Bastian.

Jantung Bastian berpacu saat Mama Rissa memintanya untuk meminum jamu tersebut. Dia melirik isterinya yang menatapnya dengan disertai senyuman dipaksakan.

"Minumlah Mas, tadi aku sudah meminum jamu yang disiapkan ibu untukku." Safira tersenyum kepada Bastian, dia berharap jamu tersebut juga manjur untuk Bastian. Tadi mertuanya mengatakan kalau khasiat jamu tersebut dapat menjadikan pria jadi gagah saat berhubungan.

Bastian meringis mendengar perkataan isterinya itu, dia meminum jamu tersebut hingga tandas. Berharap jamu ini membantunya agar dapat menjalankan kewajibannya memberikan nafkah batin untuk isterinya.

Terpopuler

Comments

Rezha Walen

Rezha Walen

ap ea reaksi Bastian jika bertemu dgn Dara mantan yg sdh dia campakkan and telantarkan ituuuuu🤔🤔🤔

2023-10-31

0

Afternoon Honey

Afternoon Honey

ngak manjur tuh jamunya 😅

2023-10-07

0

Putri Chaniago

Putri Chaniago

g sabaran nunggu pertemuan Bastian dg Dara kembali melihat penyesalan n keterpurukan Bastian

2023-10-06

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!