Trauma Dara

Lima tahun yang lalu.

Seorang wanita masih sering termenung meratapi nasibnya yang sangat menyedihkan. Dia merasa dunianya runtuh saat kekasihnya tidak menginginkannya lagi. Saat ini, dia berada di rumah Julian, seorang pria yang merupakan temannya saat masih di panti asuhan. Entahlah, Dara bahkan tidak dapat berterima kasih dengan baik karena Julian mau menerimanya disaat orang yang seharusnya bertanggung jawab akan dirinya mengelak hal tersebut.

Julian. Lebih tepatnya Julian Prima Herlambang, laki-laki ini sangat beruntung menurut Dara. Dia menarik perhatian salah satu orang terkemuka asal Bandung yang ingin mengadopsinya. Julian akhirnya mendapatkan nama Herlambang di belakang namanya. Julian dan Dara akhirnya berpisah karena keadaan. Dara yang saat itu masih tinggal di panti asuhan berharap akan diadopsi oleh sebuah keluarga, tidak perlu kaya tetapi sederhana juga tidak mengapa agar dia dapat merasakan kehangatan sebuah keluarga.

Julian masih memandangi perempuan yang sedang melamun, sehari setelah mereka bertemu. Julian bertekad akan menjadi pelindung bagi Dara. Namun, berbagai aksi dilakukan oleh Dara setelah dia keluar dari rumah sakit dan tinggal bersamanya. Kerap kali Dara melakukan aksi bunuh diri dan merancau tidak jelas.

"Aku wanita mur*han. Aku tidak pantas bersanding dengan Bastian." Dengan mata yang kosong dia terus saja mengatakan hal tersebut sambil menyil*ti pergelangan tangannya.

Julian yang melihat hal itu, segera melarang wanita yang dia sayangi. Dia tidak sanggup melihat Dara terpuruk akibat perbuatannya sendiri. Julian sangat menyayangkan Dara yang sudah hamil oleh mantan kekasihnya, namun dirinya terus menerus tidak dapat mengalihkan perhatiannya dari Dara.

"Tidak kami bukan wanita mur*han memang pria itu yang tidak bertanggung jawab padamu. Tolong hentikan perbuatan melukai dirimu sendiri. Aku tidak ingin kamu pergi. Sudah cukup." Julian terus memeluk Dara sambil mengatakan hal yang menenangkannya.

Julian ingin menikahi Dara namun tentu saja hal tersebut tidak diperbolehkan karena saat ini kondisi Dara sedang hamil. Dia menunggu Dara melahirkan anaknya dahulu, kemudian dia akan dengan senang hati menikahi Dara.

Kondisi Dara yang belum stabil membuat Julian khawatir bukan hanya pada Dara namun juga pada bayi yang ada dalam kandungannya. Dia tidak ingin hal Dara melukai dirinya sendiri dan bayinya. Setalah berkonsultasi dengan dokter kandungan yang menangani Dada, Dokter menyarankan Dara untuk mengatasi traumanya terlebih dahulu dengan memeriksakan kondisinya Ke Psikiater.

Julian tentu saja menemani Dara dalam kondisinya tersebut, dia mengetahui Dara dari dulu tidak diadopsi oleh keluarga manapun. Sehingga, dapat dikatakan dia sebatang kara di dunia ini. Dara selalu menangis saat bertemu dengan Psikiater tersebut. Jiwanya memang sudah sangat terguncang dan dapat membahayakan nyawanya sendiri maupun bayinya.

Setelah mendampingi Dara selama 4 bulan, akhirnya Dara dapat menerima kondisinya sendiri. Dia dapat menerima bahwa saat ini sedang hamil dan berusaha menyayangi bayi yang ada dalam kandungannya.

"Setelah kamu melahirkan aku akan menepati janjiku. Aku akan menikahimu." Dara yang tidak ingin merepotkan Julian lebih lama lagi bingung harus berkata apa.

"Maaf, aku sangat senang dengan kenyataan kamu mau bertanggung jawab atas perbuatan yang tidak kamu lakukan. Namun, aku tidak ingin membuatmu kecewa dan menyesal menikah denganku. Kamu terlalu baik untukku." Perkataan tersebut membuat Julian kecewa, alasan klise yang dibuat oleh Dara adalah dia yang telalu baik untuk dirinya.

"Tidak! Kamu tidak boleh menolakku. Kita akan tetap menikah dan anak itu juga akan menjadi anakku. Kamu tidak boleh mengatakan aku akan menyesal. Tidak aku tidak pernah menyesal. Satu hal yang aku sesalkan adalah tidak menemukanmu lebih dahulu." Julian serius mengatakan hal itu, membuat Dara meneteskan air matanya.

"Aku.. tidak ingin kamu menanggung malu. Aku tahu siapa keluarga besarmu. Pasti mereka tidak akan pernah menyetujui hubungan kita nanti." Berkaca dari pengalamannya dengan keluarga Bastian dia tidak ingin terjadi kekecewaan yang mendalam lagi. Dirinya telah sangat rapuh, butuh seseorang untuk bersandar. Namun, dia tidak ingin Julian menjadi sandaran tersebut. Dia sadar perbedaan di antara keduanya yang sangat jauh.

"Aku akan menjamin kamu diterima oleh keluarga besarku. Mereka tidak memandang seseorang dari statusnya." Julian kembali meyakinkan Dara, dia akan diterima oleh keluarga besarnya.

"Tetapi, bagaimana dengan kondisiku? Aku sedang hamil dan itu bukanlah anakmu. Kamu perlu untuk menikahiku." Dara tetap keras kepala, dia tidak ingin Julian menanggung atas kesalahan yang telah dilakukannya dengan mantan kekasihnya. Dia hanya ingin melanjutkan hidup seperti kata Julian, setiap kehidupan itu berarti. Dia bahkan telah menerima bayi dalam kandungannya dan mencintainya tanpa kata tetapi.

"Aku akan tetap menikahimu. Kamu harus setuju dengan hal tersebut." Kali ini perkataan Julian bukan lagi merupakan permohonan. Dia ingin menikahi Dara walaupun mengetahui kondisi Dara.

"Terima Kasih atas segalanya. Bahkan, seumur hidup sekalipun aku tidak dapat membalas semua kebaikanmu." Akhirnya Dara menyerah dan setuju dengan usul dari Julian. Julian berjanji dia akan selalu menjadi pelindung bagi Dara dan anaknya.

Terpopuler

Comments

Wanti Suswanti

Wanti Suswanti

semoga dara bisa membuka hatinya untuk Julian dan melupakan Bastian...

2023-12-23

1

Rezha Walen

Rezha Walen

hhhhmmmmm....
Mulia bget hati pria it🥰🥰🥰🥰

2023-10-31

1

Afternoon Honey

Afternoon Honey

menyimak membaca

2023-10-11

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!