Setelah meminum jamu yang diberikan oleh Mama Rissa, Safira sedikit berharap dapat melakukan malam pertama dengan suaminya. Dia sebenarnya sangat risih karena selalu ditanya tentang anak oleh Mama Rissa setiap kali mereka menginap di rumah mertuanya itu.
"Bagaimana Safira kamu sudah isi belum?" Pertanyaan itu terus dilontarkan dari Mama Rissa semenjak sebulan pernikahannya dengan Bastian. Safira tersenyum canggung setiap ditanya hal yang sama.
"Maaf Ma, belum. Mungkin memang belum rezekinya ma." Safira hanya dapat menjawab hal tersebut dengan tersenyum. Bastian yang mendengar isterinya selalu disudutkan juga jadi merasa bersalah, dia selalu membela isterinya bila ditanya tentang anak oleh Mama Rissa.
"Sudahlah ma, jangan menekan Safira seperti itu terus. Nanti, dia malah stress kalau mama terus menerus menekan isteriku." Bastian mengucapkan hal itu untuk menutupi kelemahannya sendiri. Sampai saat ini mereka terus berusaha setiap malam, Bastian bahkan selalu tidak percaya bahwa "Si Jonny" tidak bisa bangun.
"Ya tapi kan, dulu mama saja langsung hamil sebulan setelah menikah. Mama sangat ingin mendengar kabar baik dari kalian. Teman-teman arisan mama sudah banyak yang memiliki cucu. Mama juga ingin segera menggendong cucu." Mama Rissa tetap tidak ingin mengalah kalau adu bicara dengan anaknya tersebut.
"Iya Ma, kami mengerti tetapi memiliki anak juga membutuhkan proses yang tidak sebentar. Mungkin mama dapat hamil dengan cepat tetapi Safira belum. Sabar ya ma." Papa Edrick akhirnya angkat bicara melihat isterinya terus menekan menantunya dia merasa kasihan seolah-olah dia melihat kejadian bertahun-tahun lalu yang dia kubur dalam.
Tiba-tiba, Papa Edrick mengingat perempuan itu, perempuan yang mengaku telah dihamili anaknya. Dia mengetahui memang perempuan muda tersebut adalah kekasih anaknya. Namun, dia tidak ingin anaknya menikah dengan wanita yang tidak sederajat dengannya.
Kembali lagi ke Bastian yang sedang meminum jamu yang dibuatkan oleh ibunya. Bastian juga sama seperti Safira tidak menyukai jamu yang rasanya tentu pahit. Namun, melihat wajah Mama Rissa yang seperti ingin menerkamnya dia segera menenggak jamu yang dibuat khusus untuknya.
"Ughh.. pahit sekali." Bastian mengerinyitkan bibirnya setelah meminum jamu tersebut. Safira dengan cekatan memberikan air untuk menetralisir pahit yang dirasakan setelah suaminya meminum jamu.
"Mudah-mudahan setelah meminum jamu, kami dapat melakukan malam pertama kami yang tertunda." Safira berharap dalam hatinya sambil melihat Bastian yang meminum air yang diberikan olehnya tadi.
"Semoga dengan meminum jamu ini, "Si Jonny" bisa bangun kembali dan aku dapat melaksanakan kewajibanku memberikan nafkah batin kepada Safira." Bastian juga berharap hal yang sama dengan isterinya. Keduanya mempunyai harapan yang sama dapat melakukan malam pertama mereka.
"Nah, begitu dong nurut dengan mama, setelah kalian meminum jamu ini pasti kalian akan segera memberikan kabar baik untuk mama. Mama sangat menantikan kehamilan Safira." Mama Rissa berceloteh riang melihat Safira dan Bastian dengan penurut meminum jamu yang dibuatkannya. Dia tidak mengetahui kerisauan yang ada dalam hati anak dan menantunya. Safira dan Bastian hanya tersenyum dan saling menatap dengan canggung dan memiliki pikiran yang sama yaitu berdoa agar malam pertama mereka dapat berhasil dilakukan.
...🍃🍃🍃...
Menjelang malam, Mama Rissa masih membuatkan jamu untuk anak dan menantunya. Bastian dan Safira lagi-lagi menurut dan meminum jamu tersebut hingga tandas. Mama Rissa tersenyum menyaksikan hal tersebut, Papa Edrick melihatnya hanya menggelengkan kepalanya dengan tingkah isterinya.
Bastian dan Safira akhirnya menuju kamar mereka, kamar yang dimiliki oleh Bastian kini menjadi kamar mereka bila menginap di kediaman Anggara. Keduanya penasaran dengan reaksi jamu yang mereka minum. Akankah mereka berhasil melakukan malam pertama?
Safira sudah tidak canggung lagi setelah berbagai cara yang mereka lakukan bersama, dia segera mengganti pakaiannya dengan lingerie yang memang disiapkan oleh Mama Rissa bila menginap. Tidak ingin menunggu lama, Bastian segera menghampiri Safira yang telah mengenakan lingerienya.
Bastian merasa jamu tersebut beraksi kepada dirinya. Dia merasa tubuhnya sangat bugar dan akhirnya dapat melakukan malam pertama dengan isterinya. Senyum sumringah terbit di wajah pria tampan tersebut.
"Akhirnya, "si Jonny" dapat bangun juga dari tidur panjangnya," batin Bastian dalam hatinya, dia memperlakukan isterinya dengan penuh kasih sayang seolah membayar malam pertama mereka yang telah berkali-kali gagal.
Safira juga merasakan perubahan terhadap suaminya, dia melihat pusaka pribadi suaminya tegak berdiri.
"Ah, berarti selama ini kekhawatiranku tidak benar. Suamiku tidak lemah sy*hwat. Semoga kali ini, dia dapat melakukan kewajibannya untuk memberikan nafkah kepadaku," gumam Safira dalam hati dan terus melayani cumb*an suaminya.
Namun, saat yang dinanti-nantikan oleh keduanya hampir berhasil. Bastian merasakan pusakanya kembali lemas.
"Ah si*l, lagi-lagi kami gagal melakukan malam pertama." Bastian mengumpat kesal karena lagi-lagi "Si Jonny" lemas tidak berdaya. Safira hanya menghela napasnya, menatap suaminya yang mengumpat kesal.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments
Wanti Suswanti
mampus kamu Bastian kamu gak akan bisa melakukannya sebelum kamu dan keluarga mu meminta maaf sama dara dan bayinya...
2023-12-23
1
Rezha Walen
kwkwkwwwwww....
it hukuman buat Bastian selama hidup naaaaaa
2023-10-31
1
Julia Juliawati
dia org teraniyaya manjur
2023-10-27
1