Senter kak Alfa pecah akibat tersandung batu besar dekat pohon Pinus yang tumbang.
"Ayah tolong aku!" jerit kak Alfa.
Suara jeritan Alfa, keberadaan Rani, ibu dan lainnya. Mereka semua benar-benar berpencar di malam yang kelam.
"Kalian di rumah saja biar ibu dan Tante yang keluar"
Tok,tok,tok.
Ketukan yang membuncah segala kegelisahan di hati dan pikiran yang lelah dengan segala kerisauan menjelma menjadi satu misteri. Terlihat di depan rumah ada paman dan paman.
"Kemana perginya Alfa? kenapa ayah hanya kembali bersama paman?" tanya ibu.
"Alfa belum pulang? bahkan sudah beberapa menit berlalu", sahut ayah.
Tanpa pertanyaan lagi, Ayah dan paman langsung berbalik arah keluar rumah mencari Alfa sambil berbekal obor dan tongkat bisbol.
Rani begitu teramat gelisah dengan keadaan sang kakak. Dia mengendap-endap ke arah pintu belakang, dengan jubah merah yang selalu di pakainya untuk pergi berpeluang bersama kucing kesayangan. Perlahan Rani menutup pintu dari luar.
"Argh,argh."
(jerit Rani).
"Kakak kami ingin ikut."
Sesosok bayangan anak kecil yang menempel dari balik tembok rumah.
"kau sangat mengejutkan ku adik kecil, ada apa dengan tubuhmu yang penuh jahitan itu?", kata Rani.
"Tuan black lah yang telah melakukannya." Sambil meringis tersedu makhluk itu mengeluarkan air mata hitam.
"Ada tubuh manusia yang terikat di bawah sana, ucap sang makhluk."
"Jangan berbohong padaku, kucingku itu tidak bisa ku hentikan jika sudah marah", kata Rani berusaha meyakinkan dengan segenap kerisauan.
Makhluk kecil yang melihat Tamsi dan menghilang sekejap mata dari pandangannya. Rani dan tamsi berjalan menyusuri gelapnya malam. Hanya ada lampu teplok tua yang di bawanya untuk mencari kak Alfa.
"Miaw Gggrrrr" (Suara erangan Tamsi).
Tamsi sedang menggali lubang tanah yang di tutupi rerumputan kering. Lubangnya teramat dalam.
"Tolong, tolong!" terdengar suara kak Alfa dari bawah tanah.
"Kak Alfa, apa kau disana? bertahanlah."
Rani mencari benda apa saja yang ada di sekelilingnya. Dia melihat tali yang terikat di batang pohon yang tua.
"kak Alfa bersabar lah, Rani akan mencari pertolongan."
"Aargh tidak!" Rani menjerit.
Dia ikut terseret tali dan masuk ke dalam lubang tersebut. Tamsi hari itu entah kenapa tidak bisa merubah wujudnya seperti sedia kala. Kak Alfa dan Rani terjebak di dalam lubang yang lembab dan angker itu.
mereka menyusuri tempat bawah tanah dan tampak di sekeliling ada kerangka dan kepala tengkorak berbelatung yang tergeletak dimana-mana. Tercium aroma yang sangat busuk dan menyengat. Mereka masuk di tempat tengah lubang terlihat susunan bangkai hewan-hewan dengan mulut terbuka lebar yang di jahit merobek badan.
"Seperti nya yang hewan-hewan itu di jahit hidup-hidup kak!" kata Rani.
Ada sekat-sekat penjara yang isinya kerangka manusia dari setiap lorong tersebut.
"Miaw" (suara Tamsi bergema).
"Adik, sekarang kita harus mencari jalan keluar."
"Ayo kak, kita segera ikuti suara Tamsi."
Tiba-tiba ada kain putih yang terbang dari atas kepala mereka. wanita bergaun putih,bermata merah dan ada bekas jahitan kawat-kawat di badan makhluk bernyawa nan buruk rupa.
"Cepatlah kalian keluar dari tempat ini", kata makhluk itu sambil mendekati kak Alfa dan Rani. Lalu dia pun menghilang dengan jejak aroma busuk dan angin yang kencang. Suara langkah makhluk mengerikan mendekati mereka.
"Ayo cepat Lari !" jerit kak Alfa.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 127 Episodes
Comments
ciki
lebih tepat semua masih di Bunian jam 00:00
2024-12-26
0
დ .•*””*•. 𝕀 ♡ 𝕌 •*””*•.დlal
atau nenek makhluk halus???
2025-03-11
0
Bang Wa
cepat mereka datang
2025-03-27
0