Barisan Makhluk bunian

Rani menoleh ke sekeliling tanpa satupun sudut demi sudut ruangan yang terlewatkan di amati. Terlihat dapur ibu begitu banyak piring dan gelas-gelas kaca tergeletak yang masih basah baru di susun, hanya kuali yang di letakkan di sudut ruangan. Lantai tampak basah dan terasa licin di telapak kaki Rani , sesekali pandangan tertuju ke arah kamar mandi. Dia melihat banyak sekali sisa-sisa busa sabun cuci.

"Siapa yang melakukan semua ini tadi malam?" gumamnya.

Terdengar di luar juga begitu berisik, jendela berembun sehingga menutupi suasana malam. Dia perlahan membuka pintu dengan perasaan campur aduk.

"Ayah, ibu, kakak!"

Anggota keluarga Rani seakan tertidur pulas, tidak ada yang menjawab akan tetapi langkah kaki Rani terus berjalan mendekati asal suara tersebut.

"Kak Alfa bangun!" teriak Rani lalu melempar batu kerikil ke arah jendela kamar Alfa.

Diluar rumah penuh pohon-pohon besar yang bergoyang tanpa ada angin yang menambah suasana mencekam. Rani memegang lampu dan tongkat bisbol milik ayahnya.

"Dingin sekali, aku sebaiknya masuk rumah saja" batinnya.

Langkahnya terhenti ketika mendengar suara ribut, samar-samar di telinga. Dengan menyorot lampu senter ke arah halaman. Rani berdiri di depan pintu belakang rumah. Berjarak sekitar 5 meter dari rumahnya tampak barisan rapi orang-orang ramai berjejer dengan pimpinannya sosok pria bertubuh besar, tinggi dan tegak berdiri di depan.

Mereka seperti melakukan suatu ritual upacara atau juga sedang berdiskusi. Tidak jelas perkumpulan yang mereka lakukan. Kedengarannya juga begitu gaduh dan ramai. Rani melihat makhluk yang sedikit mirip seperti manusia namun perbedaan hanya pada bentuk wajah dan tubuh tertempel sejenis akar pohon. Ada beberapa diantara mereka tersenyum menyeringai padanya.

Sepertinya ada yang mengetahui kehadiran Rani yang bisa melihat mereka. Sosok makhluk pandangan mereka begitu tajam dan kosong. Rani menemui beberapa diantara mereka, makhluk yang tubuhnya kecil dengan kaki-kaki seakan terbalik. Ada pula yang kaki sebelah kanan lebih besar dari yang kiri. Rambut mereka pirang lusuh, hanya sebagian saja yang tersusun rapi.

Makhluk-makhluk aneh berbaris di dekat pepohonan yang rindang. Menurut cerita tempo dahulu, rumah yang di tempati Rani dan keluarganya bekas lapangan zaman para kolonial Belanda. Para makhluk bunian sudah menempatinya sebagai rumah, jauh sebelum Rani dan keluarganya tinggal. Rani bergegas menuju pintu rumah. Tiba-tiba saja sosok nenek tua menghentikan langkah kakinya dan berkata dengan suara lirih.

"Ayo nak, silahkan jika kau mau ikut gabung dengan kami. Kemari lah, kami tidak akan menyakiti mu. Ahihihh."

Terdengar suara nenek itu sangat mengerikan. Sepasang kaki tanpa alas penuh dengan lumpur. Bajunya ciri khas kebaya nuansa jaman dulu. Rahang terbuka lebar langit-langit mulut mengeluarkan warna mirip darah.

"Oh astaga, apa yang terjadi? itu bukan darah. Itu kunyahan buah pinang dan daun sirih!" kata Rani.

Spontan saja sambil Rani menunjuk mulut makhluk itu yang lebar dengan jari telunjuknya hampir tersentuh. Saat dia semakin mendekatinya, urat kepala sampai ke leher berwarna hijau pekat. Rani hampir mual ingin mengeluarkan semua isi lambung.

"Tidak, Tolong Pergilah Nek!"

Rani berusaha menutupi wajah memalingkan mencari ke pandangan lain.

Ketakutannya bertambah saat dia melihat anak kecil, alias dan hidung menyatu tegak lurus dan rambutnya berwarna pirang.

"Kakak, Main-main yuk!"

Makhluk berukuran anak kecil memegang boneka Teddy bear usang menarik ujung baju Rani.

Adik kecil itu tiba-tiba menangis ketika dia menarik ujung baju Rani akan tetapi Rani menghempaskan tangannya. Sebagai manusia biasa badan Rani begitu gemetar mengalami hal yang di luar nalar batas kewajaran manusia.

"Tidak bisa! maaf ya adik kecil, pulanglah ke asal mu."

Setelah beberapa menit ada yang terbang dari atas kepala Rani dan menghampiri anak tadi.

Sesosok wanita cantik jelita berbaju hitam dengan cepat menggendong anak kecil yang menangis di dekatnya. Spontan Rani berlari sampai tubuhnya hampir tidak seimbang sampai tersungkur terbentur pintu.

"Argh, arrghh."

Rani terjatuh saat menuju pintu rumah, dia terbentur tembok dan tidak sadarkan diri.

"Ayah, ibu! Rani pingsan" teriak kak Alfa memanggil seisi rumah menemukan adiknya pingsan. Rani di gendong Alfa ke Sofa, tampak seisi rumah sangat panik.

"Alfa, kenapa adikmu bisa sampai situ? Dan juga ayah seharusnya lebih teliti mengunci seluruh pintu-pintu isi rumah!" kata ibu dengan suara gemetaran.

Setelah berselang beberapa menit kemudian

Rani perlahan membuka lebar kedua matanya.

"Dimana aku?" gumam Rani menatap keluarganya.

"Alhamdulillah, aku masih selamat!" batinnya lagi sambil mengusap wajah.

"Rani, kamu membuat panik ibu dan semuanya. Jangan pernah keluar rumah sendiri lagi ya janji sama ibu."

Ibu memberikan memberi teh kepadanya, sambil mengecup kening wajah putri bungsunya itu.

"iya maaf Bu, maafin Rani ya bu!"

Rani sambil duduk meneguk teh dari ibu.

Rasa bingung Rani mengingat-ingat kembali kejadian yang di alami tadi.

Terpopuler

Comments

Kapsul🐴Grup D

Kapsul🐴Grup D

plot dunia lain dan nyata

2025-03-10

0

Kapsul🐴Grup D

Kapsul🐴Grup D

tetap bersemangat mampir

2025-03-10

0

Ramon Siswandi

Ramon Siswandi

ini cerita nya bukan bunian,ditempat saya sering orang dibawa makluk bunian,tp gak semenakutkn yg diceritakan thor ini,apa beda bunian nya ya🙏🙏🙏🙏

2022-09-18

1

lihat semua
Episodes
1 MUSIM PERTAMA: Pasar hantu bunian
2 Dua dunia dimensi
3 Barisan Makhluk bunian
4 Jubah hitam
5 Tamsi si kucing hitam
6 Misteri Petualangan
7 Wanita pembawa lampu tua
8 Negeri ghaib
9 Raksasa penjaga pintu fortal
10 Gubuk derita
11 Hari kepulangan
12 Rumah angker bangunan tua
13 Misteri darah hitam
14 Misteri
15 Keanehan nenek
16 Tamsi membunuh makhluk halus
17 Bulan darah
18 Malam mencekam
19 Penghuni bawah tanah
20 Korban itu Tante Ela
21 Surat dari Geri
22 Perjalanan mistis ke hutan sebelum mencapai Fortal
23 Perputaran waktu
24 Masih suasana rusuh nan mistis
25 Berbagai makhluk menyeramkan
26 Pulau misterius
27 Penyihir
28 Sulut api
29 Alur kematian Geri
30 Hukum penduduk bunian
31 Jejak Penduduk bunian
32 Membaca penghuni tak kasat mata
33 Menolong Mia
34 Makhluk jahat
35 Rani dan dimensi ghaib
36 Penghuni bangsa halus
37 Perjalanan menuju laut selatan
38 Tabu
39 Pertanda Aska
40 Tangis Rani
41 Tawaran para penghuni bunian
42 Bara
43 Duka
44 Kegundahan Rani
45 Catatan Rani
46 Pernyataan waktu
47 Jebakan iblis
48 Berteman dengan makhluk bunian
49 FLASH BACK TENTANG BARA DAN RANI KECIL
50 Serangan Makhluk ghaib
51 Perihal Makhluk
52 Tanda jalan perpisahan
53 Kediaman wilayah bunian lainnya
54 Tipuan berdarah
55 Obat hati
56 Gambaran flash back melalui mimpi
57 Kembali ke dua dunia
58 Tamsi kucing hitam penjaga
59 Petualangan Rani dan tamsi
60 Tragedi berdarah
61 Jurang
62 Ular berkepala dua
63 Bara Menebas buluh serumpun
64 Tentang waktu
65 Nimbus
66 SURAT PERTAMA RANI Perjalanan berpetualang menembus dimensi ghaib
67 Rani dan indera keenamnya
68 Serigala jadi-jadian selalu mengincar Rani
69 Area bunian
70 Bumerang
71 Alur berdarah
72 Kedatangan Cika
73 Dunia yang berdampingan dari penduduk bunian
74 Rintik sendu
75 Menembus dimensi ghaib
76 Hari-hari anak indigo
77 MUSIM KEDUA : Pintu Fortal yang menghilang
78 Tentang Luka lama
79 Pembatas dimensi
80 Sandiwara bulan merah
81 Balada misteri
82 Guratan waktu
83 Setitik darah hitam yang di minum Cika
84 Perseteruan
85 Komunikasi Bunian
86 Tuan thomas
87 Rani
88 Kartilago batu permata
89 Tanda kunci misteri
90 Penghalang
91 Masa yang terlupakan
92 Percikan api
93 Menembus jalan panjang
94 Keliru
95 SURAT KEDUA Penduduk bunian: Bara kembali
96 Amplop putih
97 Teror Bulan Merah
98 Perihal Isyarat Bulan merah
99 Anak indigo hanya manusia biasa #Sesi mata batin PB dua dimensi
100 Jalan panjang
101 Jalan panjang selipan ongkos kak Alfa
102 Lika-liku api abadi
103 Dunia
104 Darah lembayung
105 Tirai maut
106 Di tunda takdir atau pasir waktu?
107 Lembar berkas bulan merah
108 Guratan detik
109 Nenek ghaib
110 Penghianat itu orang yang paling kau percaya
111 Pertanda Misteri
112 Bulan merah pembawa sial
113 A n Q, PB Misteri
114 Penderitaan mata Ghaib
115 Ketulusan Api Bara
116 Maharani tertidur lebih lama
117 Bangkitnya gadis bermata biru
118 Seperempat pasir Waktu ghaib
119 Bunuh saja aku
120 Sekali lagi
121 Perseteruan penghianatan
122 Dunia persinggahan
123 Asteroid ghaib Bara
124 Detak dunia berpindah
125 Cerita dan Misteri air mata
126 Hari H (Segalanya tidaklah abadi)
127 Jejak Tamsi menghilang
Episodes

Updated 127 Episodes

1
MUSIM PERTAMA: Pasar hantu bunian
2
Dua dunia dimensi
3
Barisan Makhluk bunian
4
Jubah hitam
5
Tamsi si kucing hitam
6
Misteri Petualangan
7
Wanita pembawa lampu tua
8
Negeri ghaib
9
Raksasa penjaga pintu fortal
10
Gubuk derita
11
Hari kepulangan
12
Rumah angker bangunan tua
13
Misteri darah hitam
14
Misteri
15
Keanehan nenek
16
Tamsi membunuh makhluk halus
17
Bulan darah
18
Malam mencekam
19
Penghuni bawah tanah
20
Korban itu Tante Ela
21
Surat dari Geri
22
Perjalanan mistis ke hutan sebelum mencapai Fortal
23
Perputaran waktu
24
Masih suasana rusuh nan mistis
25
Berbagai makhluk menyeramkan
26
Pulau misterius
27
Penyihir
28
Sulut api
29
Alur kematian Geri
30
Hukum penduduk bunian
31
Jejak Penduduk bunian
32
Membaca penghuni tak kasat mata
33
Menolong Mia
34
Makhluk jahat
35
Rani dan dimensi ghaib
36
Penghuni bangsa halus
37
Perjalanan menuju laut selatan
38
Tabu
39
Pertanda Aska
40
Tangis Rani
41
Tawaran para penghuni bunian
42
Bara
43
Duka
44
Kegundahan Rani
45
Catatan Rani
46
Pernyataan waktu
47
Jebakan iblis
48
Berteman dengan makhluk bunian
49
FLASH BACK TENTANG BARA DAN RANI KECIL
50
Serangan Makhluk ghaib
51
Perihal Makhluk
52
Tanda jalan perpisahan
53
Kediaman wilayah bunian lainnya
54
Tipuan berdarah
55
Obat hati
56
Gambaran flash back melalui mimpi
57
Kembali ke dua dunia
58
Tamsi kucing hitam penjaga
59
Petualangan Rani dan tamsi
60
Tragedi berdarah
61
Jurang
62
Ular berkepala dua
63
Bara Menebas buluh serumpun
64
Tentang waktu
65
Nimbus
66
SURAT PERTAMA RANI Perjalanan berpetualang menembus dimensi ghaib
67
Rani dan indera keenamnya
68
Serigala jadi-jadian selalu mengincar Rani
69
Area bunian
70
Bumerang
71
Alur berdarah
72
Kedatangan Cika
73
Dunia yang berdampingan dari penduduk bunian
74
Rintik sendu
75
Menembus dimensi ghaib
76
Hari-hari anak indigo
77
MUSIM KEDUA : Pintu Fortal yang menghilang
78
Tentang Luka lama
79
Pembatas dimensi
80
Sandiwara bulan merah
81
Balada misteri
82
Guratan waktu
83
Setitik darah hitam yang di minum Cika
84
Perseteruan
85
Komunikasi Bunian
86
Tuan thomas
87
Rani
88
Kartilago batu permata
89
Tanda kunci misteri
90
Penghalang
91
Masa yang terlupakan
92
Percikan api
93
Menembus jalan panjang
94
Keliru
95
SURAT KEDUA Penduduk bunian: Bara kembali
96
Amplop putih
97
Teror Bulan Merah
98
Perihal Isyarat Bulan merah
99
Anak indigo hanya manusia biasa #Sesi mata batin PB dua dimensi
100
Jalan panjang
101
Jalan panjang selipan ongkos kak Alfa
102
Lika-liku api abadi
103
Dunia
104
Darah lembayung
105
Tirai maut
106
Di tunda takdir atau pasir waktu?
107
Lembar berkas bulan merah
108
Guratan detik
109
Nenek ghaib
110
Penghianat itu orang yang paling kau percaya
111
Pertanda Misteri
112
Bulan merah pembawa sial
113
A n Q, PB Misteri
114
Penderitaan mata Ghaib
115
Ketulusan Api Bara
116
Maharani tertidur lebih lama
117
Bangkitnya gadis bermata biru
118
Seperempat pasir Waktu ghaib
119
Bunuh saja aku
120
Sekali lagi
121
Perseteruan penghianatan
122
Dunia persinggahan
123
Asteroid ghaib Bara
124
Detak dunia berpindah
125
Cerita dan Misteri air mata
126
Hari H (Segalanya tidaklah abadi)
127
Jejak Tamsi menghilang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!