Setelah berhasil menyelamatkan Geri lalu Tamsi berubah kembali kembali menjadi kucing sedia kala. Rani masih tertegun begitu tertegun dan berpikir kemungkinan si kucing hitam salah satu makhluk bunian atau sebangsanya. Geri terduduk di atas rerumputan dengan darah yang mengalir deras dari lehernya. Terlihat ada bekas gigitan yang berlubang. Badan Geri juga penuh luka-luka sayatan yang tajam dan mengerikan. Rani bergerak secepat mungkin mengikatkan syalnya ke leher Geri sekuat mungkin supaya darahnya tidak terlalu mengalir deras. Namun Geri berusaha menahan rasa sakit tambah pekikan kuat dari syal.
"Geri, Tangan kamu kena bakar apa?"
"Kalung yang udah aku buang, sial banget. Benda itu berasa seperti api yang membara!" rintih Geri sambil kesakitan.
Dengan obrolan yang panjang mereka tertatih-tatih berjalan kembali ke satu titik pertemuan di sebuah gubuk. Namun Rani teringat jeritan Mia. dia berlari ke arah jalan tepat Mia berpencar.
"Mia kamu dimana Mi?" teriak Rani.
Tamsi membuntuti Rani dari belakang dan mengeong ke arah pohon yang sangat besar. Rani melihat barisan pohon dan ternyata di baliknya ada Mia yang sedang berjongkok meringis sambil memeluk kedua kaki.
"Mia, apa yang udah terjadi?" sambil memeluk Mia lalu Rani melihat sahabatnya itu begitu pucat fasih.
"Kaki lu kenapa berdarah Mi?" tambah Rani.
Mia hanya menangis dan Rani membantu Mia berjalan menuju ke gubuk.
WAKTU TERUS BERLALU.
Mereka hanya mendapatkan adalah setengah kantong plastik jamur dan dua botol air minum. Mereka begitu kelaparan dengan nyanyian suara perut mereka seakan menandakan bahwa cacing-cacing mereka sedang konser besar. Suara gesekan dan tumpukan ranting kayu yang di buat Aska yang masih tampak tegar menyalakan api unggun, lalu dia secepatnya membersihkan jamur di lumuri garam sambil di tusuk-tusuk seperti bentuk sate kering. Setelah beberapa menit dia menghidangkan nya di atas daun.Mereka semua pun makan tak terkecuali Tamsi juga ikut memakan jamur.
"Semoga salah satu jamur ini tidak ada yang beracun!" ujar Geri.
"Hus, aku hafal nama-nama dan jenis jamur!"
Rintik-rintik hujan sekejap mengguyur tempat itu. Namun mereka bertekad bulat hari itu juga harus mencari jalan pulang. Dengan basah kuyup mereka menyusuri sekitar tempat. Hanya ada bunga bangkai di tangan mereka. Tamsi masuk ke dalam ransel Rani seketika mereka melihat jalan. Akhirnya mereka sampai di dekat seberang jalan rumah penduduk. Ketika mencapai salah satu rumah warga. Geri jatuh pingsan dan seorang warga yang melihat langsung membantu mengangkat Geri. Mereka semua di bawa ke klinik balai desa. Aska menceritakan kepada warga apa yang telah mereka alami. Ternyata memang benar hutan disana sangat angker. Mereka memutuskan mengakhiri penelitian dan pulang. Mereka pamit kepada pemilik rumah dan semua warga disana.
"Terimakasih atas kunjungannya , sering-seringlah berkunjung kemari"
"Terimakasih juga atas tumpangannya nek", sahut Rani.
Mereka semua bersalam dan mengangkat tas dan koper.
Bus tiba tepat pada waktunya, mereka melambai-lambai kan tangan tersenyum. Namun Rani melihat ada sesosok anak kecil dan wanita tua juga ikut melambai kepada nya. Kak Alfa menjemput di loket pemberhentian bus. Sementara teman-teman Rani di jemput oleh orang tua dan kakek mereka. Dari kejauhan Rani melihat tampak Geri sedang di ikuti oleh sesosok laki-laki tua.
Kenapa mereka membuntuti Geri, gumam nya.
"Kakak, Ayah ibu mana? Rani kangen."
"Ayah sedang sakit jadi ibu menyuruh Kaka menjemput kamu!"
Di rumah sangat sepi, Rani mencari-cari di kamar orang tuanya namun tidak menemukan ayah dan juga ibu.
Kring, kring (Suara dering telpon berbunyi).
Terdengar pembicaraan bahwa Kak Alfa mendapatkan kabar bahwa ayah di larikan ke rumah sakit.
"Kakak, Ayo kita segera ke rumah sakit", ujar Rani.
"Kata ibu tadi Rani harus istirahat dulu terus besok baru ikut, Kaka ke rumah sakit ya nanti sore tante Ela datang, kakak mau Merapikan keperluan apa saja yang harus di bawa. Kaka juga ikut menginap disana, kamu jaga Rumah sama Tante ya."
kak Alfa menjelaskan dan bergegas pergi berlalu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 127 Episodes
Comments
Libra ♎ Tetangga ujung
temenku punya kucing hitam tapi satu keluarga meninggal. sisa dia sendiri pisah rumah karena ikut neneknya
2025-04-01
0
Kacang 🟢hjiau rasa coklat
menyimak ulang semua yang di alami Geri. baca novel ini nggak ada bosannya. menunggu sesi 2
2025-01-15
0
cip mal
kacau
2024-12-26
0