Malam berlalu berganti Pagi yang belum menampakkan sinar harapan. Rani membaca buku-buku tentang makhluk mitologi yang pernah di lihat.
"Ah, para makhluk di rumah nenek lebih seram lagi ku lihat dari makhluk ini"
Rani melirik ke arah Tamsi si kucing kesayangannya yang sedang tidur pulas di bawah kaki Rani.
"Bu, apa yang sedang ibu lakukan?" jerit Tante Ela. Cuaca sangat mendung dan gerimis, sayup-sayup Rani mendengar suara Tante Ela.
"Bu, ayo masuk bu."
Rani menoleh ke jendela mendengar suara berisik dari depan dan tampak nenek keluar rumah dan di susul oleh Tante.
Tante terjatuh ketika hendak mengejar nenek. Rani bergegas keluar menghampiri mereka. Badan Tante penuh lumpur dan basah kuyup. Tante tetap berlari menghampiri nenek. Rani ikut menyusul sampai mereka tiba di tengah hutan pohon-pohon Pinus. Dari balik pohon mereka menoleh nenek sedang memakan foto-foto dan album lalu menelan dengan gerakan rahang mengunyah.
"Bu apa yang sedang ibu lakukan?"
Tante merampas album itu dan menariknya dari tangan nenek, namun tenaga nenek begitu kuat sampai Tante terjatuh. Hampir saja Tante masuk jurang dan Rani menangkap tangan Tante Ela.
"Tamsi!" jerit Rani.
Sesosok binatang itu seperti bayangan secepat kilat berlari ke arah sang majikan. Tamsi berubah menjadi bayangan dan menarik badan Rani sampai badan Tante Ela terangkat. Mereka berdua tersungkur ke tanah. Tante kembali menyusul dan mencari nenek. Nenek berdiri di bawah pohon, dia berjongkok sambil melubangi tanah dengan jari-jarinya.
"Aku rasa disini aman", kata nenek.
"Bu, ayok pulang."
Nenek tidak memperdulikan ajakan Tante dan berpaling menatap mata tajam mengarah ke Tamsi. Nenek kembali ke rumah sambil di tuntun Tante dan Rani. Hujan kembali reda dan Rani hanya duduk termenung bersama Tamsi di teras rumah.
"Aku tidak betah disini!"
Hal ini adalah perkara tekanan batin yang di Rasakan Rani. Seolah mengetahui perkataan si majikan, Tamsi terus menatap Rani tanpa bergeser dari tempat duduk sedikit pun.
kring kring (bunyi dering ponsel Rani).
"Halo Rani ,kakak terjebak badai hujan, keberangkatan Kaka di tunda" ,kata kak Alfi.
"iya kak dan Rani secepatnya ingin pulang", tutup Rani.
Rani menyeduh secangkir kopi untuk nenek.
Dia menuju keruang kamar. Dari depan pintu kamar Rani melihat nenek seperti sedang mengukir sebuah lilin berukuran besar dengan sebuah pisau dia mendekati nenek. Nenek sedang menguliti lilin di tambah darah dengan jari-jarinya yang tumpah ruah.
"Nek", Rani memanggilnya.
Prang (Gelas pecah jatuh dari tangan Rani ).
dia sangat ketakutan.
"Nenek!" jerit Cika.Datang dari arah depan pintu.
Cika merampas pisau dari tangan nenek. Namun nenek berteriak, "Pergi, aku tidak suka kalian semua. Matilah kalian semua!"
Rambut nenek acak-acakan, bajunya tampak kotor dan jari-jarinya menghitam. Sepertinya nenek sedang di rasuki makhluk jahat. Rani berlari di susul Cika dari belakang. Tamsi muncul menari baju Rani ke arah pintu tangga namun Cika tiba-tiba terperangkap ke arah ruangan seperti bilik rahasia.
"Aargh.."
"Rani, Tolong!", jerit Cika.
"Cika awas!" sahut Rani.
Suara tangis rintihan cika dan dia merasa sangat ketakutan. Ruangan menggema tiba-tiba menyempit dia berjalan mencari-cari jalan keluar. Sebuah tempat yang begitu sangat lembab dan kotor, rumah itu menjadi asing dan mempunyai jebakan ghaib.
"Ibu, Rani !" suaranya serak panggilan Cika dan menjadi parau.
Dugh,dugh.
Tidak tau sumber suara apa saja yang dia dengar. Tante dan Rani terus mencari namun semua rumah kosong. Nenek sedang di kamar mandi namun sudah tiga jam beliau belum keluar juga. Tante memanjat di atas bangku melihat nenek dari depan pintu atap kamar mandi. Dia melihat badan nenek menghitam dan melihat nenek masuk ke dalam bak kamar mandi air keran mengalir deras membanjiri ruang itu. Tante berusaha mendobrak pintu kamar mandi nenek namun tidak bisa terbuka juga.
"Bu tolong buka pintunya Bu" teriak Tante Ela.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 127 Episodes
Comments
Pak popon
makhluk halus
2025-03-11
0
V3
iihhh nenek nya misterius bgt sih
2022-06-04
0
Ga01
💙
2022-05-19
0