Wanita pembawa lampu tua

Rani dan teman-teman menyusuri bukit-bukit terjal. Mereka menjelajahi hutan untuk mencari tumbuhan langka bahan tambahan penelitian sains ilmiah. Rimbunan hutan menyelimuti suasana semakin angker.

"kita balik aja yuk! perasaan aku nggak enak nih", kata Rani menarik Aska.

"Gimana kalau kita minta tolong warga desa untuk mencari tumbuhan langka tersebut di hutan?"

Mia menambah kan pendapat Rani untuk meyakinkan ke teman-teman lain mengurungkan langkah mereka. Aska berlari ke arah jalan pulang dan Rani ikut menyusul dari belakang.

"Aska tunggu, Rani tunggu dong!" teriak Mia.

Tiba-tiba malah Mia yang terjatuh ke bawah jurang karena jalan begitu licin. Terdengar Suara teriakan Mia terdengar dari bawah jurang.

"Tolong, tolong!" teriak kencang Mia begitu histeris.

Rani tanpa pikir panjang dia pun berlari ke arah jurang dan ingin terjun ikut bersama sahabatnya itu. Geri berusaha untuk menarik kaki Rani.

"Apaan sih kamu, aku nggak mau kamu Kenapa-kenapa biar aku aja yang turun."

Wajah amarah Geri merah padam melihat Rani.

Geri mengulurkan tali yang di ikat di antara pepohonan.

"Aku pikir Ini sudah kuat," ujarnya.

Geri melepaskan ranselnya lalu membawa senter dan pisau di dalam saku. Dia menuruni jurang dengan tali yang di ikat dan berselang beberapa jam Geri naik tanpa membawa Mia. Rani bercucuran air mata duduk di bawah pohon dekat jurang tepatnya Mia terjatuh sementara Aska sibuk membantu Geri mendirikan dua tenda.

"Maafin aku, kalau aja aku nggak lari tadi pasti Mia baik-baik aja."

Air mata Aska membasahi pipi, seakan tanda rasa sedih dan kekecewaan yang terdalam.

"Sudahlah kalian istirahat saja di dalam tenda, aku jaga di luar. Kalian berdua istirahat lah hari mulai gelap!" ucap Geri.

Dengan berbekal cahaya senter dia mencari ranting kayu bakar sekeliling tempat tersebut. Tenda darurat yang di rakit Geri sebelum menuruni jurang, dia begitu perhatian kepada para sahabatnya. Malam semakin larut dan mata Rani belum bisa terpejam.

Bagaimana bisa terpejam sementara sahabat ku di bawah jurang yang menyeramkan? batin Rani.

"Rani tunggu Aku mau bicara!"

Terdengar suara yang seakan lirih terbata-bata itu membuat bulu kuduk dan gendang telinga Rani seakan terbagi menjadi dua.

Dengan memberanikan diri Rani meraih sweater dan lampu di tangan kanan. Dari bayangan luar tenda dia melihat wanita yang mirip saat dia temukan pertamakali di sungai.

"Jangan menggangguku!" teriak Rani.

"Rani, aku tidak berniat mengganggu mu. Aku hanya ingin menjadi temanmu!" kata wanita hantu itu.

"Pergilah, jangan mengganggu ku!" teriak Rani.

Namun wanita hantu itu semakin mendekat dan dekat.

"Aku mau menjadi temanmu dan membantumu!" ucap si hantu wanita tua menunjuk ke arah jurang tempat Mia terjatuh.

"Hantu jahat, Aku tidak akan mempercayai mu dan jangan dekati sahabat ku!"

Rani terus berteriak sampai pita suaranya mulai habis.

"Dia sedang terancam karena berada di rumah sebangsaku. Lempar lah lampu ku ini agar dia bisa menemukan jalan pulang" ucap sang Makhluk menggema.

Wanita itu meletakkan lampunya di depan tenda. Di dalam benak Rani yang terpenting hanyalah untuk kebaikan Sahabat yang telah hilang. Kemudian dia melempar lampu wanita hantu itu ke arah jurang dengan sekuat tenaga. Sambil menjerit dia menyebutkan nama Sahabatnya.

"Baiklah, semua demi Mia. Akan aku lakukan! Mia, ayo kita pulang!" teriak Rani sambil melihat ke jurang.

Teriakan Rani tadi membangunkan Aska dari dalam tenda dan Geri yang sedang tertidur di antara ranting-ranting pohon dekat jurang.

...----------------...

Beberapa jam kemudian cahaya lampu terlihat dari ujung jalan. Mereka semua terkejut dan kaget sejadi-jadinya menyaksikan pandangan di hadapan.

"Lihat sepertinya itu Mia, ya benar dia mirip Mia!" kata Aska bernada keras menunjuk ke arah seseorang.

Seakan tidak percaya dari kejauhan Mia berjalan dengan kaki pincang dengan memegang lampu yang di lemparkan Rani ke jurang.

"Mia, apakah kau baik-baik saja?"

Rani memeluk sahabatnya. Sementara Aska pergi ke tenda mencari kain bersih dan alat p3K. Geri membersihkan luka-luka Mia.

Mereka duduk melingkar api unggun. Wajah Mia masih terlihat pucat Pasih, dengan suara dengan nafas terengah-engah dia membuka cerita.

"Di bawah sana sangat ramai, banyak rumah dan makhluk yang mirip seperti manusia.

Aku sangat ketakutan! Aku mendapatkan Lampu ini dari seorang wanita dan katanya wanita itu lampu ini dari Rani. Aku pun langsung percaya dan entah bagaimana aku bisa menemukan jalan pulang", ujar Mia dengan air muka masam.

Terpopuler

Comments

Kang reader 💣

Kang reader 💣

terthe best paling seru main disini

2025-03-16

0

Penumbra

Penumbra

seru petualangan di bunian

2025-03-31

0

Beby tsabina 👶🍼

Beby tsabina 👶🍼

penasaran Sampek ke tulang

2025-03-23

0

lihat semua
Episodes
1 MUSIM PERTAMA: Pasar hantu bunian
2 Dua dunia dimensi
3 Barisan Makhluk bunian
4 Jubah hitam
5 Tamsi si kucing hitam
6 Misteri Petualangan
7 Wanita pembawa lampu tua
8 Negeri ghaib
9 Raksasa penjaga pintu fortal
10 Gubuk derita
11 Hari kepulangan
12 Rumah angker bangunan tua
13 Misteri darah hitam
14 Misteri
15 Keanehan nenek
16 Tamsi membunuh makhluk halus
17 Bulan darah
18 Malam mencekam
19 Penghuni bawah tanah
20 Korban itu Tante Ela
21 Surat dari Geri
22 Perjalanan mistis ke hutan sebelum mencapai Fortal
23 Perputaran waktu
24 Masih suasana rusuh nan mistis
25 Berbagai makhluk menyeramkan
26 Pulau misterius
27 Penyihir
28 Sulut api
29 Alur kematian Geri
30 Hukum penduduk bunian
31 Jejak Penduduk bunian
32 Membaca penghuni tak kasat mata
33 Menolong Mia
34 Makhluk jahat
35 Rani dan dimensi ghaib
36 Penghuni bangsa halus
37 Perjalanan menuju laut selatan
38 Tabu
39 Pertanda Aska
40 Tangis Rani
41 Tawaran para penghuni bunian
42 Bara
43 Duka
44 Kegundahan Rani
45 Catatan Rani
46 Pernyataan waktu
47 Jebakan iblis
48 Berteman dengan makhluk bunian
49 FLASH BACK TENTANG BARA DAN RANI KECIL
50 Serangan Makhluk ghaib
51 Perihal Makhluk
52 Tanda jalan perpisahan
53 Kediaman wilayah bunian lainnya
54 Tipuan berdarah
55 Obat hati
56 Gambaran flash back melalui mimpi
57 Kembali ke dua dunia
58 Tamsi kucing hitam penjaga
59 Petualangan Rani dan tamsi
60 Tragedi berdarah
61 Jurang
62 Ular berkepala dua
63 Bara Menebas buluh serumpun
64 Tentang waktu
65 Nimbus
66 SURAT PERTAMA RANI Perjalanan berpetualang menembus dimensi ghaib
67 Rani dan indera keenamnya
68 Serigala jadi-jadian selalu mengincar Rani
69 Area bunian
70 Bumerang
71 Alur berdarah
72 Kedatangan Cika
73 Dunia yang berdampingan dari penduduk bunian
74 Rintik sendu
75 Menembus dimensi ghaib
76 Hari-hari anak indigo
77 MUSIM KEDUA : Pintu Fortal yang menghilang
78 Tentang Luka lama
79 Pembatas dimensi
80 Sandiwara bulan merah
81 Balada misteri
82 Guratan waktu
83 Setitik darah hitam yang di minum Cika
84 Perseteruan
85 Komunikasi Bunian
86 Tuan thomas
87 Rani
88 Kartilago batu permata
89 Tanda kunci misteri
90 Penghalang
91 Masa yang terlupakan
92 Percikan api
93 Menembus jalan panjang
94 Keliru
95 SURAT KEDUA Penduduk bunian: Bara kembali
96 Amplop putih
97 Teror Bulan Merah
98 Perihal Isyarat Bulan merah
99 Anak indigo hanya manusia biasa #Sesi mata batin PB dua dimensi
100 Jalan panjang
101 Jalan panjang selipan ongkos kak Alfa
102 Lika-liku api abadi
103 Dunia
104 Darah lembayung
105 Tirai maut
106 Di tunda takdir atau pasir waktu?
107 Lembar berkas bulan merah
108 Guratan detik
109 Nenek ghaib
110 Penghianat itu orang yang paling kau percaya
111 Pertanda Misteri
112 Bulan merah pembawa sial
113 A n Q, PB Misteri
114 Penderitaan mata Ghaib
115 Ketulusan Api Bara
116 Maharani tertidur lebih lama
117 Bangkitnya gadis bermata biru
118 Seperempat pasir Waktu ghaib
119 Bunuh saja aku
120 Sekali lagi
121 Perseteruan penghianatan
122 Dunia persinggahan
123 Asteroid ghaib Bara
124 Detak dunia berpindah
125 Cerita dan Misteri air mata
126 Hari H (Segalanya tidaklah abadi)
127 Jejak Tamsi menghilang
Episodes

Updated 127 Episodes

1
MUSIM PERTAMA: Pasar hantu bunian
2
Dua dunia dimensi
3
Barisan Makhluk bunian
4
Jubah hitam
5
Tamsi si kucing hitam
6
Misteri Petualangan
7
Wanita pembawa lampu tua
8
Negeri ghaib
9
Raksasa penjaga pintu fortal
10
Gubuk derita
11
Hari kepulangan
12
Rumah angker bangunan tua
13
Misteri darah hitam
14
Misteri
15
Keanehan nenek
16
Tamsi membunuh makhluk halus
17
Bulan darah
18
Malam mencekam
19
Penghuni bawah tanah
20
Korban itu Tante Ela
21
Surat dari Geri
22
Perjalanan mistis ke hutan sebelum mencapai Fortal
23
Perputaran waktu
24
Masih suasana rusuh nan mistis
25
Berbagai makhluk menyeramkan
26
Pulau misterius
27
Penyihir
28
Sulut api
29
Alur kematian Geri
30
Hukum penduduk bunian
31
Jejak Penduduk bunian
32
Membaca penghuni tak kasat mata
33
Menolong Mia
34
Makhluk jahat
35
Rani dan dimensi ghaib
36
Penghuni bangsa halus
37
Perjalanan menuju laut selatan
38
Tabu
39
Pertanda Aska
40
Tangis Rani
41
Tawaran para penghuni bunian
42
Bara
43
Duka
44
Kegundahan Rani
45
Catatan Rani
46
Pernyataan waktu
47
Jebakan iblis
48
Berteman dengan makhluk bunian
49
FLASH BACK TENTANG BARA DAN RANI KECIL
50
Serangan Makhluk ghaib
51
Perihal Makhluk
52
Tanda jalan perpisahan
53
Kediaman wilayah bunian lainnya
54
Tipuan berdarah
55
Obat hati
56
Gambaran flash back melalui mimpi
57
Kembali ke dua dunia
58
Tamsi kucing hitam penjaga
59
Petualangan Rani dan tamsi
60
Tragedi berdarah
61
Jurang
62
Ular berkepala dua
63
Bara Menebas buluh serumpun
64
Tentang waktu
65
Nimbus
66
SURAT PERTAMA RANI Perjalanan berpetualang menembus dimensi ghaib
67
Rani dan indera keenamnya
68
Serigala jadi-jadian selalu mengincar Rani
69
Area bunian
70
Bumerang
71
Alur berdarah
72
Kedatangan Cika
73
Dunia yang berdampingan dari penduduk bunian
74
Rintik sendu
75
Menembus dimensi ghaib
76
Hari-hari anak indigo
77
MUSIM KEDUA : Pintu Fortal yang menghilang
78
Tentang Luka lama
79
Pembatas dimensi
80
Sandiwara bulan merah
81
Balada misteri
82
Guratan waktu
83
Setitik darah hitam yang di minum Cika
84
Perseteruan
85
Komunikasi Bunian
86
Tuan thomas
87
Rani
88
Kartilago batu permata
89
Tanda kunci misteri
90
Penghalang
91
Masa yang terlupakan
92
Percikan api
93
Menembus jalan panjang
94
Keliru
95
SURAT KEDUA Penduduk bunian: Bara kembali
96
Amplop putih
97
Teror Bulan Merah
98
Perihal Isyarat Bulan merah
99
Anak indigo hanya manusia biasa #Sesi mata batin PB dua dimensi
100
Jalan panjang
101
Jalan panjang selipan ongkos kak Alfa
102
Lika-liku api abadi
103
Dunia
104
Darah lembayung
105
Tirai maut
106
Di tunda takdir atau pasir waktu?
107
Lembar berkas bulan merah
108
Guratan detik
109
Nenek ghaib
110
Penghianat itu orang yang paling kau percaya
111
Pertanda Misteri
112
Bulan merah pembawa sial
113
A n Q, PB Misteri
114
Penderitaan mata Ghaib
115
Ketulusan Api Bara
116
Maharani tertidur lebih lama
117
Bangkitnya gadis bermata biru
118
Seperempat pasir Waktu ghaib
119
Bunuh saja aku
120
Sekali lagi
121
Perseteruan penghianatan
122
Dunia persinggahan
123
Asteroid ghaib Bara
124
Detak dunia berpindah
125
Cerita dan Misteri air mata
126
Hari H (Segalanya tidaklah abadi)
127
Jejak Tamsi menghilang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!