Amarah Wiratama

Wiratama terus menunggu Rose di depan ruangan yang sudah di masuki Rose lebih dulu,

Layaknya cosplay setrikaan Wiratama tak bisa mendiamkan tubuhnya, ia terus saja bulak balik tanpa berencana berhenti, ia takut sesuatu di lakukan sepasang umat manusia tersebut, tepat di menit ke 17 Wiratama tak bisa lagi bersabar, ia tak ingin menunggu lagi, secepat kilat Wiratama melangkahkan kaki lebarnya memasuki ruangan.

Mata Wiratama membola, tangannya terkepal rapat, giginya bahkan bergemelatuk dan berdecit saat sesuatu yang membuatnya marah tersuguh di depan matanya langsung.

Bagaimana tidak marah saat sang gadus yang ia jaga selama belasan tahun kini tengah berada di bawah kungkukan seseorang yang merupakan adik seayahnya.

"Keparattt!"

"Menyingkir dari wanitaku sialan!" Wiratama tak memperdulikan apapun lagi, tubuh besarnya langsung menerjang tubuh tubuh adiknya hingga jeduanya terjengkang dan berguling di atas lantai.

"Kak Steve."

Bukan hanya Wiratama yang terkejut, Orionpun sama terkejutnya dengan kehadiran kakak sulungnya yang tiba tiba memasuki ruangan vip yang ia booking.

"Se-sedang apa kak Steve di sini?" Orion ketakutan saat Wiratama menatapnya dengan penuh perhitungan, cengkraman di antara kerah kemejanya bahkan terasa seakan jeratan tali yang bersiap mencekik dan menghalangi pernafasannya.

"Beraninya kau mendekati milikku!"

"Mi-milikmu? Siapa yang kau katakan milikmu?" gugup, takut juga terintimidasi itulah yang Orion rasakan.

"Dia satu satunya gadis milikku. Dia hidup dalam pemeligaraanku dan setelah dia beranjak dewasa kau mencolong start dariku! Lancang sekali dirimu, dimana adabmu? sialan!" Wiratama mengatakan itu di antara gertakan giginya yang menyatu.

"Panas,"

Rintihan kecil terdengar dari mulut Rose, gadis itu bahkan tetlihat kacau.

Rose segera berlari ke kamar mandi, sumpah ia malu tak bisa mengontrol emosinya di antara dua pria tampan, demi apapun Rose tak mencerna perdebatan keduanya.

Bugh ...

Bugh ...

Wiratama menghajar wajah adiknya, terutama di bagian depan.

Duak

Duak ...

Wiratama terus menerud menghajar, apa yang ia katakan terbukti adanya, buku buku tangan Wiratama umyang ia gunakan untuk menghajar pria itu bahkan bahkan sudah lecet dan berdarah.

Jangan tanyakan kondisi Orion yang dudah babak bellur.

Trang ...

Sesuatu terjatuh di atas lantai dari pukulan Wiratama, dua gigi Orion benar benar di patahkan Wiratama.

"Aku tak pernah melarangmu mendekati gadis manapun di planet ini. Bukan kah aku sudah mengatakan agar kau menjauh dari putri sulung Arjuna?"

"Ampun kak, ampun. Aku bersalah kak, aku bersalah." Orion mengatupkan kedua tangannya di depan dadanya, Wiratama memang tidak menyukainya juga Gland dan Brian pangeran bungsu di negri Zurham, tapi sekalipun Steven atau yang biasa di sebut Wiratama tak pernah bermain tangan.

Bentuk wajah tampan Orion sudah tak karuan, memar di mana mana, sebelah matanya bahkan nyaris tak terlihat saking besarnya bengkak yang di timbulkan oleh pukulan Wiratama.

Darah segar mengucur dari berbagai sudut, mulai dari hidung serta bagian bibirnya, di tambah gigi yang patah mengumplitkan tampang menyedihkan Orion.

"Apa yang kau lakukan padanya?"

Orion bungkam, ia tak berani menjawab, setelah kakaknya membuatnya cacat dengan cara mencopotkan gigi drpannya, hanya karna ia kedapatan mengungkung tubuh Rose.

Lalu bagi mana reaksi Wiratama jika ia mengetahui hal apa yang membuat nona muda itu kacau.

"Katakan Orion, apa yang kau lakukan padanya?"

"Aku mengenal gadisku, dia tak semurah wanita wanita di luar sana. Tak mungkin dia diam saja saat seorang pria melakukan hal tak sopan terhadapnya."

Orion menunduk, benar apa yang di katakan kakaknya, ia memang sudah mencampurkan afrosidiak yang berguna meningkatkan hormon seksual pada seseorang, obat itu tentu dengan mudah Orion dapatkan demi beberapa maksud.

"Orion!"

"Aku mencampurkan sesuatu di minumannya maafkan aku kak." Orion takut. Bibir besarnya berucap dengan getaran menakutkan.

"Berengsek kau! Urusan kita belum selesai. Pergi dari hadapanku!"

Wiratama membiarkan Orion pergi, jika terus didiamkan m, bukan tidak mungkin jika Wiratama menghajar dan menghabisi adiknya.

"Pergi."

Orion segera mengesot meninggalkan tempat itu, Orion tak memiliki kekuatan bahkan untuk sekedar vejalanpun ia tak mampu.

Ini adalah bukti kemarahan Wiratama, kemarahan yang tak main main, bahkan siapa saja bisa ia lenyapkan di sast sesuatu menyentub miliknya.

Brak brak ...

"Rose buja pintunya!" Wiratama terus menggebrak gebrak pintu kamarnandi, ia takut jija sesuatu hal buruk terjadi pada gadisnya.

"Rose buka pintunya sebelum ku dobrak!"

Terpopuler

Comments

IR WANTO

IR WANTO

pangerannya terlalu over..

2023-11-06

0

Mulianti Mulianti

Mulianti Mulianti

hampir saja

2023-10-18

0

Femmy Chantik

Femmy Chantik

triple up thorrr

2023-10-18

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!