Lepas!

Kemuning anak dari Mbak Yatni dan Mas Yanto. Dulu beliau datang ke rumah saat mbak Yatni hamil Kemuning. Ibunya Kemuning adalah orang yang membantu merawat kamu dan membantu Mamah kamu mengurus rumah. Begitupun dengan ayahnya, ikut membantu Papah menjaga Mamah dan kamu."

"Setelah Kemuning lahir, beberapa bulan kemudian kedua orang tuanya memutuskan untuk pulang kampung dan membuka usaha di sana. Sebelumnya kami masih bertemu. Papah, Mamah dan kamu juga Kashafa sering berkunjung jika ada tugas keluar kota tetapi, setelah Papah sibuk dan tidak banyak waktu untuk sekedar berlibur. Kami sudah tak lagi bertemu. Terakhir lima tahun yang lalu, mampir tetapi Kemuning dan keluarganya sudah tak tinggal di sana lagi."

"Kemana kalian pindah, Nak? Lalu Ibu dan Bapakmu mana? Kenapa tidak diajak kesini?" tanya Mamah Kaira.

"Bapak meninggal sudah lama dan Ibu_" Kemuning menghentikan ucapannya, dia menarik nafas dalam setelah itu kembali meneruskan ucapannya. "Ibu juga sudah meninggal setelah ijab kabul dilaksanakan."

Sesak rasanya saat ia harus kembali menceritakan saat-saat kehilangan orang yang sangat disayangi. Terlebih meninggalnya Ibu setelah ia sah menjadi istri dan sakitnya beliau setelah mengetahui ia hamil tanpa suami.

Papah Regan dan Mamah Kaira tentunya syok mendengar kabar itu. Bahkan Mamah Kaira menangis mengingat kedua orang tua Kemuning. Tak menyangka jika keduanya telah berpulang.

"Meninggal setelah kalian ijab? Jadi kamu menikahi Kemuning saat ibunya berada di rumah sakit?" Tanya Papah Re pada putranya.

"Iya Pah," jawab Kalandra dengan menundukkan kepalanya. Ada rasa bersalah karena dia pun tau penyebabnya Ibu mertuanya sakit.

"Ibu kamu sakit apa?"

"Jantung, beliau sakit karena melihat aku hamil."

Sontak Papah Regan beranjak dan menarik pakaian putranya hingga Kalandra mendongak dengan tubuhnya yang terangkat. Beliau begitu kecewa karena ulah anaknya membuat nyawa orang lain melayang. Bahkan bukan hanya itu, cap buruk tentu saja mereka dapatkan.

"Kamu tau kesalahan kamu?"

"Maafkan Kalandra Pah, Kalandra melakukan itu semua karena terpaksa. Kalandra tidak bisa menahannya Pah."

PLAK

"Ini karena nafsumu yang tak bisa terkontrol!"

PLAK

"Ini untuk kamu yang memperkosa gadis tak berdosa!"

PLAK

"Dan ini untuk kamu yang telah membuat nyawa orang lain melayang!"

Mamah Kaira segera mendekat dan melepaskan Kalandra sedangkan Luna tak terima suaminya disakiti segera mendekati Kemuning.

"Puas kamu telah membuat Mas Kalandra dihajar Papah? Puas kamu telah merusak semuanya? Puas kamu wanita murahan? Kenapa kamu tidak sekalian ikut mati saja dengan Ibumu!" sentak Luna tanpa berpikir jika di sana ada kedua mertuanya.

PLAK

"Kemuning!"

"Luna!"

Mamah Kaira segera mendekati Kemuning sedangkan Kalandra mendekati Luna guna meredam emosi istri pertamanya. Kalandra memeluk Luna membuat Kemuning tersenyum getir melihatnya. Dia mengusap kasar air matanya dan ingin pergi dari sana tetapi Mamah Kaira mencegahnya.

"Kamu mau kemana, Nak?"

"Aku harus pergi Mah, kehadiranku hanya membuat kekacauan di rumah ini. Aku tidak bisa hidup dengan pria beristri. Aku sudah mencoba tapi benar kata Mbak Luna. Aku hanya perusak."

Kalandra menoleh ke arah Kemuning, tatapannya menajan dengan wajah tak terima. Baru semalam Kemuning berjanji tidak akan meninggalkannya tapi pagi ini justru wanita itu ingin pergi lagi.

"Nggak Kemuning! Kamu tidak boleh pergi!" Kalandra melepaskan pelukannya dan ingin beralih mendekat ke arah Kemuning tetapi Luna menahannya.

"Lepas! Aku sudah katakan bukan? Kemuning juga penting dalam hidupku! Dia memiliki hak yang sama seperti kamu, dan satu lagi. Kemuning bukan perusak! Aku yang justru merusaknya!"

Kalandra menyentak tangan Luna dan beralih ke arah Kemuning tetapi Mamah Kaira yang tau betul perasaan Kemuning justru menghalanginya. Beliau berdiri di depan kemuning dengan merentangkan kedua tangannya.

"Mah, aku ingin membujuk Kemuning Mah! Dia tidak boleh pergi begitu saja. Ada anak aku di dalam perutnya." Kalandra tak menyangka jika Mamahnya justru menghalanginya.

"Mamah tau, Mamah paham betul bagaimana perasaan kamu dan Mamah paham betul bagaimana perasaan Kemuning juga Luna. Jika kamu belum bisa membuat Luna menerima Kemuning. Mamah mendukung keinginan Kemuning untuk pergi dari sini."

"Mah!" Jelas Kalandra tak terima. Bagaimana mungkin dia harus kembali pisah dengan Kemuning?

"Kemuning akan ikut Mamah," tegas Mamah Kaira sedangkan Papah Regan hanya diam menyimak. Membiarkan istrinya yang memutuskan selagi itu baik beliau akan mendukung.

Mendengar keputusan Mamah mertuanya, tentu saja itu menjadikan angin segar untuk Luna. Dia tersenyum lalu bersedekap dada menyaksikan suaminya yang bersikeras memohon pada Mamahnya.

"Nggak Mah, nggak bisa seperti itu. Aku sangat-sangat keberatan! Kemuning harus tetap tinggal bersamaku, Mah. Aku sangat membutuhkannya!"

"Membutuhkannya hanya untuk menumpahkan hasratmu? Tidak sadar jika karena itu kamu telah menghancurkan hidup orang? Kamu yang salah Kalandra, maka Mamah minta kamu untuk memperbaiki semuanya. Ajari pula istri pertama kamu agar bisa bersikap baik pada Kemuning. Mamah tak melarang kamu menjemputnya asal kamu bisa memenuhi persyaratan dari Mamah!"

Kalandra mengusap kasar wajahnya, kini hanya ada satu cara untuk membuat Mamahnya menggagalkan rencananya. Papah, Kalandra menoleh ke arah beliau tetapi Papahnya justru mengangkat sebelah tangannya. Beliau tak bisa membantu.

Kalandra pasrah, dia menoleh ke arah Kemuning dengan tatapan memohon. Meminta agar kemuning tetap tinggal dan mengurungkan niatnya untuk pergi.

"Kemuning bukannya semalam kita sudah sepakat?" lirih Kalandra.

"Tapi aku tidak bisa jika harus diperlakukan kasar. Mungkin aku kuat, tapi ada anak aku yang juga butuh perlindungan. Wanita yang sakit hati bisa melakukan berbagai cara dan aku tidak mau menanggung resikonya. Jika Bapak masih menginginkan anak ini sehat dan baik-baik saja. Aku mohon lepaskan kami, biarkan aku tinggal di rumah Mamah Kaira. Aku janji, aku tidak melarang kamu menemuiku. Kamu boleh datang kapanpun kamu mau. Hanya saja aku minta tolong, bantu aku agar tetap waras menjadi istrimu."

Mendengar kata-kata Kemuning jelas Luna tidak terima. Dia melangkah mendekati dan ingin kembali menyerang Kemuning tetapi Kalandra segera menghalaunya. Kalandra mendorong tubuh Luna menjauh dari Kemuning dan juga Mamahnya.

"Bisa diam tidak? Kamu memperkeruh suasana! Kamu membuat masalah semakin besar! Terima Kemuning atau kamu aku ceraikan!" sentak Kalandra yang emosinya sudah diujung tanduk. Dia sadar ucapannya akan menyakiti Luna tetapi dia pun frustasi melihat sikap kasar Luna yang bisa membahayakan Kemuning dan juga anaknya.

"Mas, kamu..."

"Maaf Luna, tapi jika boleh sekali saja aku meminta. Tetaplah menjadi istriku yang baik dan terima takdir jika aku tidak bisa melepaskan Kemuning. Bersikaplah baik padanya, aku mohon."

"Tidak, kamu jahat Mas! Kamu egois! Demi anak pembantu kamu tega memberikan pilihan untukku? Kamu benar-benar sudah dibutakan oleh nafsu, Mas! Kamu dan anak pembantu itu sama saja, sama-sama munafik!"

PLAK

Terpopuler

Comments

Ita rahmawati

Ita rahmawati

trus kamu yg paling istimewa gtu 🙄🙄

2024-09-29

0

Sandisalbiah

Sandisalbiah

kamu bisa berteriak menghina Kemuning krn belang kamu belum ketahuan, Luna... suatu saat kelakuan liar serta sifat jalangmu itu pasti bakal terbongkar dan kau... yg justru akan terbuang dr kehidupan Andra

2024-06-05

1

💗 AR Althafunisa 💗

💗 AR Althafunisa 💗

nah bagusss tampar aja

2024-04-20

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!