Bab 03. Cewek Ajaib

"Jadi loe semalem memperkosa pelayan hotel, An?" tanya Yuta yang terkejut dan memastikan apa yang ia dengar itu benar.

Kalandra mengangguk dengan lemas, perginya Kemuning membuat sebagian nyawanya terasa hilang. Padahal Kemuning hanya wanita yang tidak ia kenal tetapi mampu membuatnya merasa menjadi pria perkasa yang bisa meluluhkan seorang wanita hingga lemas dan puas.

"Si Joni bangun pas gue lihat dia. Loe tau kan gimana susahnya gue? Luna aja marah-marah terus karena gue nggak bisa muasin dia, dan malam itu gue cuma lihat dia masuk taruh makanan aja si Joni langsung ngereog, Yut. Gue nggak tahan makanya langsung gue serang itu cewek. CK, tapi ngapa dia malah pergi sich? Loe juga bukannya nyari!" sewot Kalandra yang hari ini tidak bisa bekerja karena galau.

Kalandra dan Yuta masih terjebak di Surabaya karena Andra belum mau pulang. Pria itu masih ingin mencari keberadaan Kemuning dan membawanya pulang ke Jakarta.

"Kaki gue di sini, tapi otak gue jalan-jalan. Gue udah nyuruh orang buat nyari itu cewek ajaib."

"Ajaib?"

"Iya lah ajaib, itu cewek bisa buat loe yang bertahun-tahun loyo tau-tau bisa merawanin perempuan. Gue yakin, dia doang yang bisa buat loe sembuh."

Kalandra menghela nafas berat, dia hanya bisa berharap Kemuning datang dan meminta pertanggung jawaban. Kalandra pun berharap, benih yang sudah lama tersimpan dan berpindah ke tubuh Kemuning , bisa hidup menjadi makhluk kecil yang menyatukan keduanya.

"Cari dia buat gue, Yut! Bagaimana pun caranya Kemuning harus menjadi milik gue," titah Kalandra dengan mata menajam.

"Luna?"

"Gue bisa menjelaskan sama dia, yang terpenting loe harus temukan Kemuning!" Kalandra segera beranjak dari duduknya dan meraih jas untuk menghadiri meeting yang tadi sempat tertunda.

.

.

.

Sudah satu bulan Kemuning belum kunjung ditemukan. Kalandra terus melebarkan pencarian dengan menyebar orang-orangnya hampir di seluruh penjuru tanah air khususnya di luar kota, terlebih Surabaya karena keduanya bertemu dan bercinta di sana.

"Kamu kok makin hari semakin terlihat tidak bersemangat gitu sich, Mas? Ada yang sedang dipikirkan?" tanya Luna yang kini tengah tertidur memeluk tubuh sang suami.

"Ada masalah kantor," jawab Kalandra singkat membuat Luna mengerutkan kening.

Wanita itu merasa ada perubahan yang begitu besar dari sang suami. Suaminya yang selalu hangat dan rajin memberi perhatian-perhatian kecil. Kini menjadi dingin dan banyak diam seperti memendam banyak pikiran. Bahkan Kalandra yang setiap malam berusaha keras untuk tetap memberikan nafkah batin meski berujung mengecewakan, sudah sebulan ini enggan menyentuhnya lagi.

"Malam ini aku ingin, apa kamu tidak mau mencobanya lagi? Sudah lama kamu tidak menyentuhku, Mas!" protes Luna dengan mengusap bagian inti sang suami.

Kalandra menghela nafas panjang, memikirkan Kemuning membuatnya lupa akan Luna dan mengabaikan wanita itu. Kalandra tersenyum hangat dan mengecup tangan Luna yang mulai merusuh.

Jika pria normal, diberi sentuhan oleh sang istri pasti sudah menggeliat meminta lebih. Namun, kali ini Kalandra merasa lebih parah karena Si Joni benar-benar tidak bereaksi, padahal sebelumnya dia masih bisa bangun di awal. Namun, kali ini benar-benar tidak mau terjaga sama sekali.

"Kenapa nggak mau bangun sich, Mas? Aduh kamu kok makin payah?" sewot Luna tetapi tidak membuat Kalandra marah. Ya, Kalandra pria yang sadar akan kekurangan. Sekalipun sang istri menggunjingnya tetapi tidak membuat Kalandra marah.

"Coba lagi, Sayang!" Andra kembali berusaha dengan mencumbu Luna tetapi tetap tak ada respon dari tubuhnya. Sampai di mana Andra menyerah dan frustasi kemudian meninggalkan sang istri yang sudah polos masuk ke dalam kamar mandi.

Luna mendengus kesal, memiliki suami impoten adalah ujian terbesar dalam hidupnya. Jika ia tidak dihujani banyak harta mungkin Luna sudah memilih pergi saja.

"Beruntung kamu kaya, Mas. Jika tidak, aku tidak sudi bertahan dengan pria penyakitan macam kamu!"

Di dalam kamar mandi, Kalandra berdiri di bawah shower. Dia mendinginkan pikiran tetapi bayang-bayang akan malam indah bersama dengan Kemuning terus memenuhi ingatannya.

"Kemana kamu? Bahkan aku semakin parah setelah menjadikanmu milikku. Raga dan jiwa ini ingin kembali pulang bersamamu, tapi kamu hilang begitu saja membuatku hampir gila."

Hampir tiga bulan pencarian Kemuning belum kunjung ada hasil. Kondisi Andra saat ini semakin memburuk. Bukan hanya hubungannya dengan Luna yang semakin renggang karena Andra sama sekali enggan menyentuh istrinya. Andra sengaja melakukan itu karena tidak ingin membuat Luna kembali kecewa. Hati masih mencintai sang istri tetapi raga menolak untuk kembali mencoba.

Namun, bukan itu saja yang semakin menyulitkan Kalandra. Dia mengalami sakit parah hingga sulit makan dan pusing mencium beberapa aroma parfum termasuk parfum sang istri. Setiap pagi pun Andra mengalami mual muntah hingga jarang berangkat bekerja.

Seperti pagi ini, Andra tak kunjung keluar dari kamar mandi. Selain mengeluarkan isi perutnya, dia juga menghindari Luna yang sudah rapi dengan parfumnya yang menyengat.

"Mas, kamu masih lama di dalam? Ayo sarapan dulu, Mas! Setelah ini aku mau berangkat," seru Luna di depan pintu kamar mandi.

"Kamu berangkat dulu saja, Sayang! Aku masih sangat mual."

"Nanti siang aku antar ke dokter ya!"

"Tidak perlu, aku hanya masuk angin. Aku pun bisa ke sana sendiri, kamu pergilah! Hati-hati ya dan tolong semprotkan pewangi ruangan karena parfummu membuat aku semakin pusing kepala."

Luna mendengus kesal, dia tidak mengerti dengan apa yang terjadi pada sang suami. Terasa sekali perubahan Andra yang semakin menjauh.

"Terserah kamu, Mas!"

Luna tak menggubris permintaan Andra, dia segera pergi tanpa menyemprotkan pewangi ruangan. Sementara Andra di dalam sana terduduk lemas di lantai kamar mandi setelah mengeluarkan semua isi perutnya.

Uwek

Uwek

Andra kembali mual saat keluar dari kamar mandi dan mencium aroma parfum sang istri yang masih tertinggal. Rasanya Kalandra ingin mengumpat kesal tetapi untuk membuka suara saja dia begitu berat.

Kalandra beralih ke kamar tamu dan meminta pelayan untuk menyemprotkan pewangi ruangan kesukaannya terlebih dulu. Dia menunggu sampai benar-benar hilang aroma parfum yang membuatnya hampir pingsan dan bersiap untuk pergi ke kantor karena hari ini ada meeting penting.

"Mbok, aku mau sarapan mie instan dan telur setengah matang. Jangan lupa pakai cabai yang banyak!"

"Tapi Tuan, bukannya Tuan tidak pernah mau makan mie instan? Saya takut bermasalah dengan kesehatan Tuan." Si Mbok mencoba untuk mengingatkan tetapi tidak digubris oleh Andra.

"Aku sedang ingin sarapan itu, Mbok. Buatkan saja!" titahnya.

Si Mbok segera membuatkan sarapan sesuai permintaan Andra dan menyajikan semangkuk mie dengan aroma yang sangat menggoda di atas meja.

"Makasih Mbok."

"Sama-sama Tuan, maaf Tuan jika saya lancang. Melihat perubahan Tuan, apa mungkin Nyonya saat ini sedang hamil?" tanya si Mbok membuat Andra yang ingin menikmati mie buatan beliau menghentikan pergerakannya.

...****************...

Hay Man teman, tidak bosan aku mengingatkan pada kalian untuk jangan lupa meninggalkan jejak-jejak kalian ya. Like, coment, vote, dan ikuti akun aku agar notif masuk setiap aku up. Makasih 🤗🤗

Terpopuler

Comments

Goresan Receh

Goresan Receh

dibeberapa novel sy baca, knp pake kata benih kayak tanaman aja, apa ga ada kata yg lbh bagus selain benih🙏

2024-09-01

0

Sandisalbiah

Sandisalbiah

syndrome couvade.. kemuning lagi hamil... jika ke Luna milik Kalandra gak bereaksi mungkin ada sesuatu dgn Luna makanya si Entong gak mau bangun..🤔🤔🤔🤔

2024-06-05

0

Yuliana Purnomo

Yuliana Purnomo

hahahaha, gadis kampung bisa juga ngumpet dr kalandara

2024-02-23

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!