Siapa Kemuning?

"Papah pasti paham, selain nafkah lahir ada juga nafkah batin yang suami harus penuhi pada istrinya. Lalu bagaimana jika selama aku menikahi Luna hanya bisa memberikan nafkah lahir saja tanpa bisa memberikan nafkah batin?"

Papah Regan dan Mamah Kaira tercengang mendengar penjelasan dari putranya. Bahkan Mamah Kaira menutup mulutnya tak percaya jika anaknya selama ini sakit. Begitupun Papah Regan yang menghela nafas berat mengetahui fakta yang sesungguhnya.

" Papah dan Mamah paham sekarang mengapa aku menikah lagi?"

Kedua orang tua itu menundukkan kepala dengan menyurut air mata. Mereka tak tau jika selama ini putranya menyembunyikan sesuatu yang penting. Penyakit yang beresiko terhadap masa depannya. Mereka pun tak membayangkan bagaimana sulitnya Andra melalui semua.

"Tapi Mas Andra tidak bersyukur memiliki aku Mah, Pah! Seharusnya dia berpikir dulu sebelum melakukan ini. Aku mau bertahan sampai detik ini meski nafkahku tidak sempurna, tetapi apa balasannya? Mas Kalandra malah tergoda dengan wanita itu! Ini jelas tidak adil untukku!"

"Ya, memang tidak adil, tapi bukan salahnya. Ini murni salah aku yang telah melecehkannya. Dia wanita baik dan masih gadis, tapi bersamanya aku bisa menjadi laki-laki sempurna. Papah pasti tau dan mengerti bagiamana jadi aku. Terlebih kita sama-sama pria," ucap Kalandra dengan menatap lekat wajah Papahnya.

Papah Regan kembali menoleh ke arah Kalandra. Beliau tau betul menjadi seorang Kalandra dengan penyakit seperti itu pasti tidak mudah. Mungkin jika ia berada diposisi yang sama pasti akan melakukan apa yang putranya lakukan saat menemukan obat. Namun, kali ini yang menjadi persoalan utama adalah perlakuan tak terpuji putranya dalam mendapatkan wanita itu.

Mamah Kaira pun menatap Kalandra dengan mengerutkan keningnya, lalu melihat Kemuning yang masih terdiam dengan wajah pucat. Tak menyangka jika putranya melakukan hal yang di luar batas. Padahal beliau kira awalnya wanita itulah yang menggoda.

"Jadi kamu memperkosa wanita itu?"

"Iya Mah, maafkan Kalandra yang membuat mamah kecewa. Kalandra terpaksa mengikuti respon tubuh Kalandra. Maaf Mah," ucap Kalandra, kali ini wajah penuh penyesalan terlihat jelas pada Kalandra. Bahkan Andra beralih mendekati Mamahnya dengan berlutut mengecup lutut beliau.

Kalandra tau Mamahnya pasti sangat kecewa, beliau pasti merasa gagal mendidik putranya. Kalandra pria yang tak neko-neko, dididik dari kecil memiliki sikap ramah, penyayang dan mengerti agama. Bahkan dia sempat bersekolah di pesantren milik keluarganya. Tak pernah keluyuran malam dan hidup lurus saja tanpa pernah memiliki pikiran buruk pada seseorang. Namun, bisa khilaf karena nafsu yang tiba-tiba meledak.

"Kamu tidak mengingat Mamah saat itu, Nak?"

"Maaf Andra khilaf, Andra tak mengingat apapun dan hanya memikirkan nafsu. Maafkan Andra Mah." Kalandra mengecup kedua tangan Mamahnya meminta maaf. "Maaf beberapa bulan ini Kalandra lalai hingga tak kuat dengan godaan."

Pemandangan itu membuat mata Kemuning memanas. Dia paham sekarang dan mengerti sifat pria yang menikahinya. Kemuning terharu melihat Kalandra yang begitu menghormati Mamahnya dengan penyesalan yang Kalandra tunjukkan.

Luna membuang muka, muak rasanya melihat pemandangan itu. Dia yang datang pagi-pagi buta bahkan kedua mertuanya masih tertidur lelap untuk meminta pembelaan dari beliau malah berujung tangisan.

"Restui Kalandra Mah, Pah, Kalandra ingin bertanggung jawab atas apa yang Kalandra perbuat. Kalandra juga membutuhkan Kemuning."

"Kemuning?" Mamah Kaira menoleh ke arah suaminya. Sejak tadi memang pria paruh baya itu belum melihat dengan jelas wanita yang menjadi istri kedua putranya dan kini beliau menoleh dan memperhatikan dengan teliti wajah cantik Kemuning.

Hening, semua yang ada disana melihat ke arah Kemuning membuat wanita itu risih. Dia menundukkan kepalanya dengan wajah pucat. Kemuning mendadak ketakutan akan mendapatkan perlakuan kasar dari kedua mertuanya.

"Kemuning Senja? Anak dari Mbak Yatni dan Mas Yanto?"

Sontak Kemuning menoleh ke arah Papah Regan saat kedua nama orang tuanya disebut. Dia mengerutkan keningnya bertanya-tanya dari mana Papah mertuanya bisa tau tantang kedua orang tuanya.

"Papah tau dari mana nama Kemuning dan nama orang tuanya?" tanya Kalandra dengan menatap Papahnya yang seperti mengatahui sesuatu. Baliau masih terus mengamati Kemuning lalu kembali menoleh ke arah istrinya.

"Nama itu Papah kamu yang memberikan," jawab Mamah Kaira.

Kemuning semakin tak mengerti, begitupun dengan Kalandra dan Luna yang semakin penasaran. Terlebih Kalandra yang baru mengenal Kemuning dan tak tau asal usul istri keduanya, tetapi kedua orang tuanya justru seperti mengerti dengan jelas masa lalu wanita itu.

"Benar kan nama kamu Kemuning Senja dan nama orang tua kamu Yatni dan Yanto?" tanya Mamah Kaira memastikan jika dugaannya benar.

Kemuning menganggukkan kepala membuat Mamah Kaira menitikkan air mata dengan senyum mengembang. Beliau tak menyangka bisa bertemu dengan putri kecil yang dulu sudah seperti anaknya sendiri. Bahkan kini beliau beranjak dari sana menggeser Kalandra yang masih terduduk di hadapannya sedangkan Papah Regan menyurut air mata.

"Kemuning, Sayang... Ini Mamah Kaira, Nak!" Beliau memeluk Kemuning sedangkan wanita hamil itu masih diam dengan banyak pertanyaan. Dia melirik Kalandra yang juga bingung melihat sikap kedua orang tuanya terutama Mamahnya yang kini sudah berpindah mendekati istrinya bahkan memeluk Kemuning tanpa ragu.

"Mamah merindukanmu, mencarimu, tetapi tak menemukanmu Nak! Kemana kalian tinggal?" Mamah Kaira menangis memeluk dan mengecup wajah Kemuning berulang kali. Beliau bersyukur bisa kembali dipertemukan oleh Kemuning setelah hampir 20 tahun tidak lagi bertemu. Terakhir beliau bertemu Kemuning belum genap empat tahun.

"Maafkan perlakuan anak Mamah ya Nak. Dia Abang Kalandra, kakak kamu. Sejak kecil kalian sering bermain bersama. Mungkin kamu sudah lupa dan Andra pun sama, tapi Mamah bersyukur kalian bisa kembali bersama meski jalannya tak mulus Nak. Terimakasih telah menjadi obat untuk putra Mamah," ucap Mamah dengan merenggangkan pelukannya dan menatap wajah cantik Kemuning.

Kemuning yang masih tak mengerti melirik ke arah Andra. Menatap pria itu yang juga belum paham dengan apa yang terjadi sebelumnya .Hingga Kalandra kembali menoleh ke arah sang Papah meminta penjelasan siapa Kemuning sebenarnya.

"Sebenarnya siapa Kemuning Mah Pah? Kanapa kalian tidak pernah menceritakan tentang Kemuning jika kami pernah bertemu sebelumnya dan apa tadi, Abang? Apa hubungan kami, Pah?" tanya Kalandra yang begitu penasaran. Dia mencecar pertanyaan sampai Papahnya menggelengkan kepala melihat sikap putranya.

Luna pun tak jauh beda dengan Kalandra, semakin penasaran dan membuka telinganya lebar-lebar. Dia merasa semakin tak aman terlebih melihat Mamah Kaira yang begitu sayang pada Kemuning dan tak memperdulikan perasaannya.

...****************...

Hay man teman🤗🤗🤗 Sampai sini siapa yang sudah tau asal usul Kemuning? Angkat ✋

Jangan lupa like, coment, vote, dan follow akun aku.

Follow juga akun Ig aku weni0192 dan tiktok weni0109🙏🙏

Terpopuler

Comments

Iges Satria

Iges Satria

luna, siap² digeser kamu... sok tersakiti tapi diluaran sana cari kepuasan sendiri juga

2024-06-24

1

Sandisalbiah

Sandisalbiah

Lha.. fakta yg membagongkan.. aku belum baca kisahnya Kaira dan Regan jd gak tau masa lalu kemuning

2024-06-05

0

💗 AR Althafunisa 💗

💗 AR Althafunisa 💗

ketemu lagi kita nak 😭😭😭😭

2024-04-20

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!