Bab 04.Kehamilan Simpatik

Sesampainya di kantor, Kalandra langsung menemui Yuta. Sejak tadi pikirannya tak tenang, bahkan mie yang terlihat sangat menggiurkan dia tinggalkan begitu saja. Kalandra ingin memastikan sesuatu dan meminta Yuta untuk menemaninya.

BRAK

Yuta terjingkat mendengar suara pintu terbuka begitu kencang hingga membuatnya segera berdiri dari duduknya.

"Ngagetin aja loe! Gue kira siapa pagi-pagi ngajak ribut. Kenapa pagi-pagi itu muka ditekuk? Udah tiga bulan muka loe kayak baju belum digosok. Lecek!" sewot Yuta seraya mengusap dadanya. Jarang-jarang Kalandra masuk ke ruangannya kecuali jika ada hal yang mendesak. Membuatnya yakin ada masalah yang sedang singgah.

"Gue curiga Kemuning hamil!"

"Hamil? Maksudnya hamil anak loe gitu?" tanya Yuta yang kemudian mendekati Kalandra dan duduk di atas meja kerja. "Loe yakin? Eh, tapi loe tau dari mana?"

"Si Mbok," jawab Andra singkat.

Awalnya Yuta menahan tawa tetapi melihat ekspresi Andra membuatnya tak tahan dan tertawa terbahak-bahak.

"CK, loe kenapa malah ketawa sich? Gue serius!" tegas Kalandra.

"Gue lebih serius ketawanya!" sahut Yuta lalu kembali meneruskan tawa. "Lagian omongan loe nggak logis, kenapa bisa percaya sama si Mbok, coba? Emangnya Si Mbok kenal sama Kemuning?"

Kalandra menghela nafas panjang kemudian menatap Yuta dengan jengah. Bukan tanpa alasan dia mempercayai ucapan Si Mbok. Andra pun awalnya tak percaya, tetapi setelah si Mbok menjelaskan akhirnya ia mempercayai itu. Namun, bukan sang istri yang ia yakini tetapi rahim Kemuning yang tiga bulan lalu menjadi tempat untuk benihnya.

"Selesai meeting antar gue ke rumah sakit!" titah Andra sebelum dia melangkah keluar.

.

.

.

Tepat di jam istirahat, Andra dan Yuta menuju rumah sakit untuk memastikan tentang penyakit yang Andra derita setiap pagi. Andra memeriksakan diri pada dokter umum yang kemudian memeriksa tubuhnya. Namun, dia justru dialihkan ke dokter obgyn. Yuta jelas komplain tetapi, tidak dengan Andra yang menurut saja apa yang di anjurkan pihak rumah sakit.

"Loe yakin? Yang lagi praktek hari ini bukan dokter yang biasa nanganin loe, Bro! Ini perempuan, kalo loe di USG gimana?"

"Nanti gue minta biar kepala loe aja yang di USG!" celetuk Andra yang kemudian masuk ke dalam ruangan dokter tersebut.

Sama halnya dengan dokter umum tadi, kali ini Andra kembali menjelaskan secara detail keluhan yang ia rasakan selama beberapa bulan terakhir.

"Bagaimana, Dok? Sebenarnya saya sakit apa?" tanya Andra kepada dokter kandungan yang sejak tadi menyimak penjelasannya.

"Sepertinya Bapak mengalami Couvade Syndrome, atau kehamilan simpatik. Ini yang terjadi pada pasangan pria dari wanita hamil yang mengalami morning sicknes. Jadi istri Bapak yang hamil, tetapi Bapak yang mengalami mual muntah bahkan mengidam."

Andra menghela nafas berat, benar dugaannya dan itu semakin menguatkan keyakinannya jika Kemuning tengah mengandung anaknya.

"Sampai kapan saya akan mengalami ini, Dok?"

"Di awal kehamilan mungkin akan begitu terasa parah, tetapi semua akan berangsur membaik seiring dengan perkembangan kandungan istri Bapak. Jika boleh tau, berapa bulan usia kandungan istri Bapak saat ini?"

Pertanyaan dari Dokter jelas membuat Andra bingung. Pasalnya, jangankan tau berapa bulan usia kandungan Kemuning, memastikannya saja belum.

"Istri saya..."

"Istrinya belum tau jika sedang hamil, Dok. Mungkin setelah ini akan menjadi kejutan untuk istri sahabat saya ini." Yuta memotong ucapan Andra yang sempat terhenti karena bingung memberikan jawaban apa dari pertanyaan Bu Dokter tersebut.

"Oh baik, bisa diperiksakan segera Pak, agar mendapatkan perhatian dan mendapatkan vitamin yang diperuntukkan khusus untuk ibu hamil."

"I..Iya Dok, terimakasih. Saya permisi dulu," ucap Andra yang kemudian melangkah keluar dengan Yuta yang mengekor di belakangnya.

Kalandra terduduk lemas di kursi tunggu. Dia sudah tidak tau harus mencari Kemuning kemana sedangkan di seluruh Surabaya dan kota sekitarnya sudah dijelajah oleh anak buahnya tetapi belum kunjung mendapatkan hasil.

Yuta terduduk di samping Andra dengan menatap iba. Dia menepuk pundak Andra sebagai tanda memberikan kekuatan dan semangat.

"Sabar! Kalau jodoh nggak kemana, gue yakin Kemuning bisa kita temukan."

Di saat Kalandra sedang begitu kalut, terdengar isak tangis seorang wanita yang baru keluar dari ruangan rawat inap. Dia menundukkan kepala dengan begitu sedih. Isak tangis yang ia tahan masih bisa terdengar dengan kepedihan yang mendalam.

Andra dan Yuta menoleh ke arah wanita tersebut kemudian keduanya saling beradu pandang dan memilih untuk segera pergi karena merasa tidak enak hati. Namun, saat keduanya melintas di depan wanita tersebut. Suara keluhan dari wanita itu membuat Andra mengingat sesuatu. Suaranya begitu merdu di tengah kesedihan yang wanita itu rasakan.

"Ya Tuhan... Aku harus mencari uang kemana?"

Andra menoleh ke arah wanita itu, dengan Yuta yang juga mengikuti apa yang sahabatnya lakukan. Hingga keduanya sadar jika wanita itu tengah hamil muda, karena perutnya yang mulai ketara membuncit.

"Ayo! nggak enak sama yang lain. Nanti dikiranya kita yang buat dia nangis lagi," ajak Yuta tetapi Kalandra seperti enggan untuk pergi. Andra terus saja mengamati wanita itu karena ada sesuatu daya tarik yang membuat Andra penasaran akan wajah wanita yang tertutup helain rambut panjangnya.

" An!"

"Loe duluan aja! Ada sesuatu yang ingin gue pastiin."

Perlahan langkah Andra kembali mendekati wanita itu dan berdiri dihadapannya. Sampai dimana wanita itu sadar jika ada seseorang yang mendekati setelah melihat sepatu yang berada tak jauh dari kakinya.

Dengan gerakan lambat wanita itu mendongakkan kepala hingga wajah cantiknya terlihat jelas dengan aura keterkejutan. Dia tidak menyangka akan kembali dipertemukan dengan pria yang sangat ia hindari dan membawa kesialan bagi hidupnya.

"Kemuning," lirih Andra dengan jantung berdebar. Dia sudah mencari wanita itu keluar kota hingga mengerahkan pencarian ke pelosok desa tetapi ternyata Kemuning berada di dekatnya.

Dengan cepat Kemuning mengusap kasar wajahnya dan segera beranjak dari sana untuk segera melarikan diri. Namun, gerakan Kemuning kalah cepat dengan Andra yang tiba-tiba menarik tubuh wanita itu dan membawanya masuk ke dalam pelukan.

Yuta yang sejak tadi memperhatikan begitu terkejut dengan adegan yang ada dihadapannya. Dia tidak menyangka jika wanita yang sejak tadi menangis adalah wanita yang selama ini mereka cari.

"Cantiknya, pantes aja si Joni bangun. Dia tau mana yang asli dan mana yang imitasi," celetuk Yuta dengan terus melihat drama percintaan sahabatnya.

Kemuning yang sejak tadi memberontak tak lagi bisa bergerak saat dekapan Andra semakin erat menyesakkan.

"Aku mencarimu selama ini, tolong jangan pergi lagi! Maafkan akan kesalahanku dan aku akan bertanggung jawab padamu dan anak kita," lirih Andra membuat butiran air mata itu kembali jatuh membasahi wajah ayu yang kini hanya bisa diam membisu. Kemuning masih linglung dengan apa yang telah terjadi, dan sekarang dia tidak tau lagi caranya kabur dari pria yang tiga bulan lalu memperkosanya.

Terpopuler

Comments

Sandisalbiah

Sandisalbiah

berarti punya Luna imitasi dong Yuta.. makanya si Joni gak bereaksi.. 🤭🤭🤭 ini yg namanya jodoh Kalandra...

2024-06-05

0

Eva Nietha✌🏻

Eva Nietha✌🏻

Luna dempulan

2024-05-18

0

💗 AR Althafunisa 💗

💗 AR Althafunisa 💗

🤣🤣🤣🤣

2024-04-20

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!