Air mata Kemuning runtuh dengan menggigit bibir bawahnya. Gelayar aneh serta ketakutan begitu mendalam dengan mata yang terpejam. Gadis 24 tahun itu tak mampu lagi memberontak saat lidah pria yang tak dikenal berselancar di leher indahnya hingga turun ke puncak aset pribadinya.
"Ampun Tuan! Jangan lakukan itu!" lirih Kemuning dengan menahan getaran di tubuhnya.
"Tapi kamu sudah membuatku kembali merasakan keperkasaanku. Kamu harus menjadi milikku setelah ini. Nikmati saja, Sayang! Jangan di gigit bibirnya! Aku tau kamu menahan. Lepaskan saja!" ucap Kalandra dengan suara berat tertahan. Gairahnya meledak dan ini baru ia rasakan seumur hidupnya. Bahkan dengan sang istri hanya bertahan di awal dan kembali layu saat siap masuk gawang.
"Maaf jika ini menyakitimu, aku tidak tau siapa kamu. Namun, aku yakin kamu wanita baik yang pantas menerima benih dariku."
Kamuning menggelengkan kepala dengan isakan kecil saat suatu benda tumpul mulai mendesak di bawah sana.
"Sakit Tuan! Aku mohon hentikan!" keluh Kemuning dengan terus memberontak. Perih seperti tersayat belati, sesuatu hadir dan membelah tubuhnya menjadi dua. Pria itu tak menghiraukan rintihannya, terus mendorong hingga keduanya menyatu dengan erangan dan helaan nafas yang keluar penuh kelegaan.
Hancur sudah, tak ada lagi yang bisa dipertahankan. Bahkan Kemuning sudah pasrah di bawah kukungan pria yang terus bergerak liar di atasnya. Rasa sakit itu bukan hanya Kalandra torehkan di tubuh intinya tetapi juga hati Kemuning.
Isakan Kemuning berganti dengan suara manja yang menggelitik telinga Kalandra hingga membuat gerakan pria itu semakin cepat.
"Sayang, tahan sebentar!" lirih Kalandra di telinga Kemuning. Kedua tangannya diraih oleh Kalandra dan diletakkan di atas kepala hingga suara erangan panjang dari bibir Kemuning dan pria itu menggema di setiap sudut kamar yang menjadi saksi penyatuan mereka.
"Terimakasih Sayang, aku puas," bisik Kalandra yang kemudian menyematkan kecupan hangat di kening Kemuning. Tubuh pria itu ambruk di samping tubuh Kemuning yang kini terlihat naik turun dengan nafas tak beraturan.
Di balik luka dan kesakitan tersemat rasa yang Kemuning akui begitu melenakan. Namun, hatinya hancur karena kesucian direnggut paksa oleh pria yang tidak ia kenal.
Kalandra pun merasakan hal yang sama, rasa luar biasa yang selama ini tidak pernah ia rasakan sebelumnya karena, ini kali pertama ia merasakan bercinta. Kalandra pun sadar telah merenggut kesucian Kemuning dan berjanji akan bertanggung jawab.
Malam ini Kalandra lupa akan status dan hati sang istri. Dia mengutamakan nafsu dari pada ketulusan cinta untuk Luna.
"Jangan pergi, tetaplah di sini dan berikan aku waktu untuk sejenak beristirahat!" Kalandra menyentuh kepala Kemuning dan mengusapnya dengan perlahan hingga ia tertidur nyenyak dan tidak sadar jika Kemuning meninggalkannya.
Kalandra yang terlalu lelah, tak sadar jika ia tertidur sangat lama. Matahari sudah hampir di atas kepala dan sejak satu jam yang lalu Yuta sudah mengetuk pintu berulang kali hingga dia meminta pihak hotel untuk membukakan pintu kamar Kalandra.
"Wow... Gue takut ini anak modar tapi ternyata masih tidur dengan nyenyak. Gila sich ini orang, nggak ingat kali kalau siang ini ada meeting, tapi kok ini kamar kayak kapal pecah." Yuta melihat kasur yang berantakan dan ada selembar segitiga pria yang ia yakini milik Kalandra beserta bathrobe tergeletak di lantai.
Yuta terus melangkah mendekati ranjang untuk memastikan pikiran kotornya. Dia menyibak selimut yang membalut tubuh Kalandra dengan penasaran.
Kedua mata Yuta membola melihat sahabatnya tak berbalut sehelai benang pun. Yuta pun mengernyitkan dahi saat matanya menangkap bercak darah di sprei yang sudah mengering.
"Woy Kalandra, loe berhasil An?" Yuta menepuk pipi Andra untuk membangunkan sang sahabat. "Bangun Bro! Gila loe jajan nggak bilang gue! Diam-diam udah bikin anak gadis orang kehilangan keperawanannya loe!" sewot Yuta yang sedikit kesal karena Andra tak memberitahunya jika semalam si Joni berhasil menunjukkan pesonanya.
Yuta terus menggoyangkan tubuh Andra hingga pria itu terjaga. Andra membuka mata dengan mengerutkan dahi. Dia masih sedikit linglung dan mencoba mengingat kembali dengan apa yang terjadi.
Andra membalikkan tubuhnya dan menelisik penampilannya yang masih polos, kemudian menoleh ke arah Yuta dengan wajah bingung.
"Kok loe yang di sini? Kemuning mana?"
"Kemuning siapa? Loe booking cewek nggak bilang-bilang gue? Mana masih bersegel lagi, bayar berapa loe bisa dapetin yang masih fresh begitu?" Yuta memberondong pertanyaan hingga membuat Andra memijit pelipisnya.
Kalandra teringat akan kejadian malam itu, dia melirik ke samping ranjang yang kosong. Tak ia lihat Kemuning di sana dan hanya ada noda darah keperawanan yang gadis itu tinggalkan.
"Dia nggak ada saat loe masuk?" tanya Andra lagi dengan hati yang entah.
Yuta menggelengkan kepala menatap bingung sahabatnya. Yuta curiga ada sesuatu yang terjadi pada Kalandra semalam.
"Loe kanapa?"
"Cari pelayan hotel yang bernama Kemuning! Nanti kalau sudah ketemu, gue jelasin apa yang terjadi semalam." Andra mendorong tubuh Yuta dan meminta sahabatnya segera pergi mencari gadis yang telah memberikan secercah kebahagiaan untuknya.
"Nyari kemana?"
"CK, jangan mendadak bodoh Yuta! Tanya sama manager hotel, bilang gue mau ketemu sama Kemuning. Cepet!" Andra nampak frustasi, dia mengacak rambut dan mengusap kasar wajahnya. Ada rasa takut di hati Andra akan kehilangan wanita yang mampu membuatnya menjadi pria normal.
Yuta pun segera keluar kamar untuk mencari gadis itu sedangkan Andra membersihkan diri dan bersiap untuk menemui Kemuning.
"Gue udah bilang nggak akan melepaskan loe! Tapi loe malah nekat kabur," lirih Andra dengan menghela nafas berat. Hingga dia melihat Yuta dan satu orang pria paruh baya datang.
"Yut, gue minta loe cari cewek cantik bukan bapak berkumis," tegur Kalandra dengan kesal.
"Gue tau! Ya kali loe semalem pentung-pentungan sama dia. Dengerin penjelasan Bapak itu dulu! Beliau manager hotel ini."
Kalandra menganggukkan kepala dan kembali menoleh ke arah manager hotel yang sejak tadi belum mengerti ada keterkaitan apa pengunjungnya dengan Kemuning, pegawai yang baru beberapa bulan bekerja.
"Maaf Tuan, jika pelayanan kami kurang memuaskan karena pelayan hotel semalam baru lepas masa training," ucap manager hotel dengan sopan.
"Tidak, saya mencarinya bukan karena dia melakukan kesalahan, tetapi ada urusan pribadi yang harus saya selesaikan. Kemana Kemuning, Pak?" tanya Andra dengan berwibawa. Dia pun tidak mungkin mengatakan hal yang sebenarnya terjadi karena tak ingin Kemuning mendapat cap buruk.
"Maaf Pak, tapi Kemuning baru saja mengundurkan diri. Baru tadi pagi dia menghubungi saya jika sudah tidak bisa lagi bekerja disini."
"Apa? Jadi Kemuning resign?"
"Iya Pak."
Tubuh Andra melemas dan hampir terjatuh ke lantai jika Yuta tidak cepat menahannya.
...****************...
Hay Man Teman, untuk kesekian kalinya aku mengingatkan. Jangan lupa meninggalkan jejak-jejak kalian ya. Like, komen, dan vote. Follow juga akun aku.
Jangan lupa follow ig aku juga ya, weni0192
Makasih😘😘🥰🥰😍😍
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments
Ita rahmawati
ya cwe gila mana yg mau nunghuin sampe kamu bangun setelah diperkosa 🤦♀️
2024-09-29
0
Sandisalbiah
jelas kemuning kabur.. syock pastinya dia, di perkosa begitu..
2024-06-05
1
Eva Nietha✌🏻
🌹pertama
2024-05-18
0