Setelah melewati quest yang sangat berbahaya, Nao dan kelompoknya istirahat di penginapan Siren sambil menunggu Misbel Sadar. Saat pagi hari, Syilfie ingin membangunkan Nao di kamarnya. Tetapi saat dia mengetuk pintunya dan tidak dijawab, Syilfie membuka pintu kamar Nao dan melihat Nao dan Anna masih tertidur pulas serta saling berpelukan. Syilfie berkata dengan suara kecil, "Oh, mereka masih tidur, huhuhu, mereka berdua tidur sangat imut sekali. Sebaiknya aku tinggalkan mereka dulu untuk istirahat."
Akhirnya, Syilfie keluar dari kamar Nao lalu turun ke lantai 1. Di sana, Rion sedang menyantap sarapan, dan anak kembar Lala dan Lulu sedang bersih-bersih ruang resepsionis. Saat akan duduk di meja yang ditempati Rion, Diana mendekati Syilfie. Diana bertanya, "Nona Syilfie, tentang Birawati Misbel, dia sekarang sudah siuman, tapi aku masih menyuruh dia untuk istirahat dulu."
Syilfie bertanya, "Oh! Benarkah, apa dia sudah makan?" Diana menjawab, "Kita sudah kasih bubur buat dia, gampang mencernanya. Dia juga menanyakan apa yang terjadi padanya, dan aku bilang dia diculik lalu diselamatkan oleh petualang yang sangat kuat yang mengalahkan penculik itu."
Syilfie berkata, "Begitu rupanya, apakah aku bisa melihat dia sekarang?" Diana mengiyakan, "Tentu saja, dia juga menanyakan siapa yang menyelamatkan dia juga kok."
Syilfie berterima kasih dan mau berjalan ke kamar Misbel. Lala menghentikan Syilfie, "Tunggu dulu, nona Syilfie. Anna, apa dia masih tertidur?"
Syilfie menjawab, "Iya, dia masih tidur dengan ayahnya di kamar tuan Nao." Lala ingin membangunkan mereka berdua sekarang, tetapi Lulu menghentikannya, "Jangan begitu, kita masih banyak tugas, dan juga kita tidak boleh mengganggu tamu yang sedang istirahat."
Lala memohon kepada ibunya, "Bolehkan?" Diana memberi izin, dan Lala langsung kembali bekerja.
Lulu berkomentar, "Huh, apa boleh buat, kakak selalu sangat antusias kalo sudah dikasih hal yang dia mau. Aku juga tidak boleh kalah darinya." Lulu juga kembali bekerja. Syilfie mengucapkan terima kasih kepada Diana dan pergi ke lantai 2 untuk menemui Misbel.
Diana bertanya pada Rion, "Kamu tidak ikut sama dia?" Rion menjawab, "Tidak, aku biarkan mereka memiliki waktu berdua saja, ibu juga sudah lama tidak bertemu dengannya sejak lama." Diana mengerti dan kembali bekerja. Di waktu bersamaan, Nao terbangun dan melihat Anna masih tertidur. Nao tersenyum lalu mengelus kepala Anna. Nao mencoba bangun, tetapi tangan kanannya ditahan oleh Anna.
Anna mengigau, "Ayah, kumohon jangan pergi." Badan Anna bergetar. Nao berbisik, "Dia pasti mengalami mimpi buruk. Berkat kejadian itu, dia pasti masih agak trauma dengan hal itu." Lalu, Nao mengajak Anna untuk bangun, "Anna, ayo bangun, ini sudah pagi."
Anna menggosok mata, "Uhm.. Ayah?" Anna memeluk Nao dan mengucapkan, "Selamat pagi, ayah." Nao mengajak Anna, "Ayo Anna, kita akan pergi." Anna bertanya, "Hmm.. kita mau pergi ke mana?" Nao menjawab, "Tentu saja, kita akan bertemu dengan klien kita." Anna memiringkan kepala, "Huh, kita mau pergi kemana?"
Nao mulai mempersiapkan diri dan mengenakan baju armor dan senjata. Anna kembali ke kamarnya untuk mengganti pakaian petualangnya. Setelah semuanya siap, mereka berdua menuju kamar Misbel untuk bertemu dengannya. Saat masuk, Syilfie sudah berada di dalam ruangan.
Syilfie menyapa, "Oh, kalian sudah bangun. Misbel, izinkan aku memperkenalkan mereka berdua. Yang menggunakan baju armor merah adalah Nao, dan gadis naga di sampingnya adalah Anna."
Nao menyapa, "Senang bertemu denganmu, nona Misbel." Anna melambaikan tangan dengan pelan, "Halo, nona Misbel."
Misbel menyambut, "Jadi, kalian yang menyelamatkan aku dan para penduduk kota. Aku sangat berterima kasih kepada kalian berdua."
Nao menunjukkan ke Syilfie, "Kalau kamu mau berterima kasih, tolong sampaikan kepada Syilfie. Kami hanya yang menerima questnya untuk bisa datang ke sini." Misbel mengerti, "Tenang saja, aku sudah berterima kasih kepada Syilfie. Aku juga tahu tentang peraturan seorang petualang, yaitu para petualang tidak boleh melakukan kegiatan berburu atau meneliti tanpa izin dari guild. Kalau melakukan itu tanpa izin, itu akan dianggap ilegal."
Nao ingin langsung ke topik utama, "Jadi, kenapa hal itu bisa terjadi, nona Misbel?"
Misbel bercerita, "Kejadian itu terjadi 2 minggu yang lalu. Aku dijebak oleh sekelompok orang yang beringas dan ganas, dipimpin oleh seorang pria berambut putih. Orang itu menculik beberapa anak dari panti asuhan yang kami rawat. Semua birawati lain tidak bisa bertarung melawan mereka, jadi aku yang tangan sendiri."
Anna bertanya, "Apakah orang itu melakukan sesuatu kepada anak-anak itu? Apa mereka tidak terluka?"
Misbel memastikan, "Mereka semua baik-baik saja, mereka hanya ketakutan. Tetapi saat aku sampai kesana, dia menyuruh aku untuk memberikan seluruh tubuhku sebagai tukaran agar semua anak-anak itu selamat." Anna kesal, "Sungguh pria yang menjijikkan!" Syilfie berkomentar sedih, "Misbel." Nao bertanya, "Jadi, kau melakukan itu agar semua anak-anak itu selamat?"
Misbel menjelaskan, "Iya, aku menyuruh mereka melepaskan mereka dan aku sebagai gantinya. Saat semua anak-anak itu dilepas, aku langsung melakukan serangan balik dengan kekuatan sihirku. Aku menumbangkan anak buahnya, tetapi saat aku lengah, aku ditiban oleh monster Giant Rat yang dikendalikan oleh seorang wanita yang berada di samping pria itu." Nao mencoba menebak, "Setelah itu, pria berambut putih itu menggunakan sihir aneh padamu?"
Misbel mengangguk, "Iya, kamu benar. Dia mengeluarkan sebuah sihir yang tidak aku ketahui. Gara-gara itu, aku tidak tahu apa yang terjadi selanjutnya. Yang aku tahu, aku sudah bangun di tempat ini sekarang." Nao menyadari, "Syilfie memberitahu aku tentang kejadian itu sebulan yang lalu." Misbel terkejut, "Tunggu sebulan? Jangan bercanda."
Syilfie menambahkan, "Itu benar, Misbel. Kamu menghilang selama sebulan, makanya pendeta meminta bantuan guild petualang untuk mencarimu. Lalu, dari guild petualang memberikan permintaan kepadaku karena aku kenal denganmu. Tetapi kalau hanya mengandalkan aku dan Rion, itu tidak cukup kuat. Maka, aku ke Spira untuk meminta bantuan kepada tuan Nao, dan aku harus mengutang kepada guild di desa Spira karena hal ini."
Misbel syok, "Terus gimana dengan anak-anak panti? Apa mereka terluka?"
Nao menjelaskan, "Kami tidak melihat anak-anak saat menyelamatkan mereka, hanya beberapa orang dewasa dari berbagai ras." Anna menambahkan, "Aku juga tidak melihat satupun saat keliling markas mereka." Syilfie menyampaikan pertanyaan aneh, "Itu agak aneh, kenapa mereka tidak menculik anak-anak dan lebih memilih orang dewasa?"
Nao memaparkan tiga spekulasi, "Aku punya tiga spekulasi. Pertama, saat itu anak-anak dilepas oleh mereka karena sudah mendapatkan objektifnya. Kedua, saat Misbel ditangkap, anak-anak itu langsung dijual ke pedagang budak. Dan ketiga, mereka menjadi santapan bagi para Giant Rat." Ruangan terdiam mendengar perkataan Nao. Syilfie gemetaran, Misbel terkejut, dan Anna menepuk baju Nao, "Kenapa ayah bisa ngomong seperti itu?" Nao menjelaskan, "Saat kita menyelamatkan nona Sera, aku bilang aku akan memeriksa ruangan itu lebih lama. Yang aku temukan seperti tas dan peta bukan."
Anna menyadari sesuatu, "Jangan bilang.."
Nao mengiyakan, "Pikiranmu tajam, Anna. Iya, aku menemukan yang lain di dalam sana. Yaitu bangkai anak kecil. Karena itu, aku mendoakan mereka agar jiwa mereka bisa tenang."
BERSAMBUNG...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 42 Episodes
Comments