Sebelumnya Nao diberikan sebuah Kontrak oleh Nyonya Airi ketika ingin mau berangkat ke desa Spira yaitu menjadi petualang tetap di desa Spira dan tinggal disana selama dia sampai pensiun dari tugas menjadi petualang dan Nao harus bisa bertanggung jawab bila ada sesuatu di desa Spira sebagai pion terdepan untuk menjaga desa dari bala bahaya disana.
Nao mulai bisa merasakan betapa mulia orang tua nya untuk menjaga Desa Charchol dulu karena lewat kontrak ini, yang membuat Nao menjadi mengerti bahwa menjadi petualang itu emang sulit untuk diraih oleh beberapa orang karena taruhan nya itu hidup dan mati.
Beberapa hari berlalu Nao akhirnya tiba di desa Spira dan disambut oleh kepala desa dan warga desa lainnya dengan hangat oleh mereka bahwa bakal ada petualang tetap yang akan menjaga desa dari bala bahaya para monster yang berkeliaran.
"Selamat datang di desa Spira nama saya adalah Ran senang bertemu dengan mu petualang."
Sambut kepala desa dengan senyum lebar. "Senang bertemu denganmu nyonya namaku Nao dari petualang Oswald ku harap bisa bekerja sama dengan kalian." Jawab Nao. "Nama aku adalah Ran aku adalah kepala desa Spira jadi Jangan telalu formal ke aku kita sudah anggap kau udh bagian dari kita jadi jangan terlalu malu ok." Ucap Ran. "Iya terima kasih banyak atas semuanya Nyonya Ran." Jawab Nao. Ran lalu berbalik badan, "Baiklah gimana kalau aku antar kau ke rumah barumu untuk kau huni disitu selama bertugas disini." Ucap Ran.
Nao lalu terkejut mendengar perkataan Ran tadi, "Aku dapat rumah untuk tinggal disini? kukira aku bakal tinggal dipenginapan saja." Ucap Nao. Ran pun menjawab "Tentu saja kita tidak mungkin tamu spesial kita tidak diberikan tempat tinggal yang akan melindungi desa kita ya kan." Ran lalu menghadap ke Nao dan tersenyum sambil mengedipkan satu matanya.
Setelah itu Nao dan Ran pergi menuju ke sebuah rumah yang sudah dipersiapkan oleh para desa untuk Nao dihuni selama di desa Spira. Rumah yang akan dihuni Nao adalah sebuah rumah kayu dengan perabotan seadanya seperti alat masak, 1 tempat tidur, 1 lemari buat pakaian, 1 set kamar mandi + toilet, dan ada cerobong asap buat menghangatkan ruangan saat malam hari. Nao merasa terhormat ke semua penduduk desa karena sudah repot-repot membuatkan rumah buat dia padahal Nao adalah manusia biasa yang tidak mempunyai ke spesialan apa-apa dan dia juga bukan dari keluarga bangsawan.
Nao lalu menundukan badan dia. "Terima kasih banyak untuk segala nya nona Ran apa kau yakin memberi kan tempat tinggal hanya untuk saya. Ran pun menjawab, "ini udh kesepakatan bersama jadi tidak usah di khawatirkan, jadi sekali lagi mohon kerja sama nya ya tuan Nao atau kita panggil kau tuan Hunter." Ucap Ran. Nao mendengar hal itu dia langsung bingung. "Tuan Hunter? Apa itu sebuah julukan buat saya?
"Wow, bahkan kau gak tau julukan mu dari guild pusat." Ucap Ran.
"Ya aku kurang begitu peduli dengan julukan yang diberikan oleh guild untuk aku, aku hanya fokus dengan quest yang dikasih oleh guild dan rata-rata quest nya itu berburu." Sahut Nao.
"Pantas saja kau mendapatkan julukan itu di guild, ya sudah aku pergi dulu masih banyak urusan yang aku belum kelar kan, semoga kau betah untuk tinggal disini." Ujar Ran
"Oh.. Baiklah, maaf sudah merepotkan anda, mungkin aku akan betah disini." Jawab Nao.
Ran lalu menepuk telapak tangan dia. "Syukurlah kalau begitu, aku pamit dulu sampai jumpa tuan Hunter." Ran lalu melambaikan tangan ke arah Nao dan dia pamit.
"Iya sampai jumpa Nona Ran." Nao juga melambaikan tangan dia lalu masuk ke dalam rumah barunya.
Nao mulai menata barang-barang yang dia bawa dan dia melepaskan helm dan armor nya dan dia mengganti pakaian nya dengan menggunakan kaos dan celana kain yang dia sudah bawa di dalam tas nya.
"Akhirnya aku sudah sampai ke desa Spira." Lalu Nao pun memegang dan menatap kalung pemberian ibunya. "Ayah, ibu tolong terus perhatikan aku terus, dan beri aku kekuatan." Ujar Nao.
Setelah itu Nao mengasah pedang dan pisau dengan menggunakan batu sungai yang dia selalu bawa dan membersihkan armor nya dengan kain yang sudah dibasahi. Sesudah membersihkan peralatan nya dia, Nao keluar dari rumah dan ingin membeli makanan ke toko serba ada yang berada di sebrang dari rumah nya.
Ketika Nao masuk ke toko tersebut dia disambut baik oleh pasangan suami istri
pemilik dari toko tersebut, sang suami bernama Small, dan sang istri bernama Mayrel.
"Selamat datang di toko kami pelanggan tercinta." Sambut Small dan Mayrel.
"Oh, selamat siang nama ku Nao aku ingin membeli daging sapi, roti, sama terakhir gandum." Jawab Nao dengan senyum.
"Nao sang Hunter yang akan tinggal disini ya kan, perkenalkan
nama saya tuan Small dan ini istri saya Mayrel." Ujar Small
Mayrel lalu menundukan badan dia, "senang bertemu dengan mu
Tuan Hunter tadi kau ingin membeli bahan ya? tunggu sebentar ya." Mayrel lalu pergi mengambil pesanan Nao. Tiba-tiba Small mendekati Nao. "Jadi kau sudah keliling melihat seluruh bagian tempat di desa?" Nao lalu langsung agak mundur sedikit dari small. "Yah aku belum sempat untuk keliling karena sibuk membereskan rumah." Jawab Nao.
Small lalu dia menghela nafas, "begitu ya... kau pasti sangat lelah selama perjalanan kesini kan, nih aku berikan sesuatu buat kau." Small lalu memberikan sebuah kantong kecil kepada Nao.
"Apa ini?" Tanya Nao.
"Sebuah hadiah kecil dari aku yaitu coklat manis buatan istri aku, biar rasa capek mu menurun." Jawab Small sambil tersenyum lebar.
"Um... terima kasih coklat nya akan ku coba nanti." Balas Nao.
Setelah mereka berdua saling mengobrol Mayrel sudah kelar membawakan pesanan Nao dan menaruh di meja pembayaran.
"Ok semua nya total belanja menjadi 5 koin perak." Ujar Mayrel
"ok, 5 koin perak untuk kalian, oh coklat nya akan ku-." Jawab Nao tapi terpotong.
"tidak usah dibayar yang coklat manis nya itu emang dikasih buat kau." Ujar Small.
"Begitu ya terima kasih atas segalanya tuan Small dan nona Mayrel." Ucap Nao.
"harusnya kita yang terima kasih karena udh belanja kesini. " Balas Mayrel.
Setelah selesai belanja Nao pamit dari toko serba ada dan balik ke rumah nya dan mulai memasak makanan untuk makan siang, Nao membuat menu makanan yaitu daging asap dengan sepotong roti dan bubur gandum.
Di tempat yang berbeda ada sesosok gadis kecil yang sedang tertidur dan merinding ketakutan selama tidur nya karena mengalami mimpi buruk.
"cepat bawa pergi dia dan selamat kan putri kita." Tegas pria ras dragon tersebut.
"aku tidak bisa meninggalkan mu sendiri sayang." Balas wanita ras dragon tersebut.
"Kita tidak punya waktu kita harus.." Bentak pria ras dragon tapi terpotong.
Seketika itu laki-laki itu tertancap oleh panah dan mati di tempat. seketika perempuan itu langsung teriak histeris dan putri nya hanya diam membeku melihat ayah nya mati di depan nya. Tiba-tiba ada beberapa sesosok manusia yang masuk kediaman keluarga ras dragon tersebut.
" hahahaha kita dapat bonus kawan-kawan, cepat bawa mereka berdua ke kereta kuda." Canda sang bandit ke 1.
Seketika perempuan itu melawan mereka dengan cakar nya dia dengan reflek bandit 2 menusuk perempuan itu dengan pedang nya dan membunuh nya di tempat yang hanya menyisakan putrinya sendiri
"Gimana sih kau malah membunuh aset kita yang berharga." Murka bandit 1 sambil memukul kepala bandit 2 dengan kencang.
"Maaf boss itu tidak sengaja karena dia hampir membunuh kita tadi." Ujar bandit 2 meminta maaf sambil merasa ketakutan.
Bandit 1 menghela nafas, "ya sudah cepat bawa putri dia ke kereta kuda sekarang!" Ucap bandit 1.
"Siap boss!" Bandit 2 menganggukan kepala dia lalu dia langsung mendekati gadis kecil itu.
"menjauh dari saya, mundur, jangan mendekati aku, tolong aku papa, mama!" Jerit gadis ras dragon itu.
Seketika gadis itu terbangun dari tidur nya dengan keringat dingin dan muka nya jadi pucat. Setelah itu gadis itu menangis karena selalu mengingat kejadian tersebut.
"Papa, mama tolong aku, aku takut." tangisan gadis ras dragon.
Besokan hari nya gadis itu dibawa ke kota untuk dijual ke penjual budak oleh para bandit yang menculik dia, gadis itu melihat situasi bahwa dia aman, ketika terlihat aman tanpa pikir panjang gadis itu mengeluarkan semburan api kecil dari mulut nya dan melelehkan rantai yang mengikat nya, habis itu dia melarikan diri masuk ke dalam hutan
Para bandit yang sadar bahwa gadis itu kabur, mereka mengejar gadis itu juga masuk ke dalam hutan dan mereka kehilangan jejak nya gadis itu dan mereka kembali lagi ke kereta kuda mereka dan melanjutkan nya setelah makan siang, sang gadis itu berlari dan masuk ke dalam guan dan duduk disana sambil menghela nafas.
"akhirnya aku selamat. Papa, mama aku takut, aku kangen kalian." Gadis
itu menangis dan memeluk kedua kakinya.
Waktu yang sama di desa Spira Nao sudah siap dengan menggunakan armor dan senjata dia, Nao berangkat ke tempat guild hall dan bertemu dengan reception ist desa Spira dengan nama Airis.
"Oh tuan Hunter kau ingin mengambil quest hari ini?" Sapa Airis.
"Iya ada quest apa hari ini yang lagi tersedia sekarang?" Tanya Nao
"Hari ini lagi ada quest berburu monster kelas B yaitu Crazy Bear. Monster ini berkeliaran dan mengganggu pertanian kita karena dia mengambil hasil panen kita beberapa minggu lalu." Jawab Airis.
"Tidak ada petualang yang mengambil quest ini?" Tanya Nao lagi.
"sayangnya tidak ada karena petualang disini masih kelas perunggu jadi mereka tidak bisa mengambil quest ini." Jawab Airis dengan rasa kecewa tergambar dimukanya.
"begitu ya, baiklah aku ambil quest ini agar tempat pertaniannya aman." Ujar Nao.
"Terima kasih Tuan Hunter semoga sukses perburuan nya." Pesan Airis.
Setelah mengambil quest tersebut Nao berangkat ke hutan untuk mencari monster target nya, selama perjalanan Nao menemukan jejak kaki dan bekas cakar milik Crazy Bear, kau Nao mengikuti jejak tersebut. Ketika mulai mendekat dengan target, Nao mendengar suara teriakan gadis kecil, yang membuat Nao mempercepat langkah nya dan langsung menuju ke tempat suara teriakan itu.
Firasat Nao merasa tidak enak dan benar saja ada gadis kecil yang ingin diserang oleh Crazy Bear. Dengan cepat Nao mengeluarkan pedang nya lalu dia mengambil pisau lempar dari tas selempang nya dan melemparkan pisau tersebut ke arah paha beruang tersebut.
"Kau menyingkir lah dari situ." Tegas Nao.
Nao langsung berlari menuju ke Crazy Bear dan menyerang nya ke bagian perut dengan cara menusukan pedang nya. Tapi monster itu masih bisa melawan dan ingin menyakar Nao, dengan cepat Nao menghindar dari cakaran Crazy Bear dan Nao mengeluarkan sebuah granat cahaya dari tas pinggang.
"Tutup matamu gadis kecil!" Tegas Nao.
"Baiklah." Jawab gadis ras dragon itu dan langsung menutup mata dia.
Nao melemparkan granat tersebut yang membuat beruang itu buta sebentar, dengan kesempatan besar Nao langsung berlari dan mengubah posisi tameng dengan bagian tajam nya dibagian depan lalu dia membuat pedang yang nyangkut dibagian perut beruang menjadi pijakan dan menusuk beruang itu dibagian rahang bawah sampai tembus ke atas.
Crazy Bear pun tumbang oleh Nao dan berhasil menyelamatkan gadis kecil tersebut. Gadis itu melihat Nao merasa ketakutan yang mengira Nao salah satu dari bandit yang mencari dia.
"Apa kau baik-baik saja? Kau tidak terluka kan?" Tanya Nao.
"Kau ingin menculik aku kan?" Tanya balik gadis dragon itu sambil ketakutan.
"Menculik kau? Apa maksudmu? aku datang untuk menolong kamu dan memburu monster itu." Ujar Nao yang bingung pada perkataan gadis dragon tersebut.
"Aku tidak percaya, aku melihat orang tua ku terbunuh oleh para manusia jadi kau pasti adalah orang jahat juga." Tegas gadis draogon itu.
"Manusia membunuh orang tua mu?" Tanya Nao kepada gadis dragon. "Ini pasti ulah para bandit yang suka mencuri orang untuk dijual ke toko budak" Isi pikiran Nao. "tenang aja aku adalah petualang yang ingin menyelamatkan kamu dari orang jahat." Ungkap Nao.
"Benarkah? Kau tidak berbohong kan?" Tanya gadis dragon itu.
Nao melepaskan helm nya dia lalu dia menatap gadis itu dengan senyuman untuk bisa memberikan kepercayaan kepada gadis kecil tersebut.
"Namaku Nao sang petualang siapa nama kamu?" Tanya Nao.
"Namaku Anna senang bertemu dengan mu." jawab gadis dragon itu. Akhirnya pertemuan antar seorang petualang dan gadis naga akan membawa petualang baru yang akan mereka jalankan bersama-sama.
BERSAMBUNG.....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 42 Episodes
Comments
Mr. Wilhelm
Untuk transisi dari cerita Nao ke Gadis Naga itu sebaiknya pakai *** aja atau apa gtu buat pemisah biar lebih enak.
2024-04-07
0
Mr. Wilhelm
Abis ke tukang cukur Mas? Rambutnya jadi kyk rudeus /Sweat/
2024-04-07
0
Mr. Wilhelm
jangan disingkat
2024-04-07
0