4 tahun berlalu Anna sekarang berumur 13 tahun. Anna sudah siap untuk menjadi petualang karena sudah cukup umur. Untuk menjadi petualang pemula minimal berumur 12 tahun. Anna akan mengikuti ujian untuk menjadi petualang hari ini. "Ayah ayo bangun! Ayah kan udh janji bawa aku ke guild untuk mendaftarkan aku menjadi petualang." Bentak Anna sambil menggoyang badan Nao. "Hmmm... Tunggu 5 menit lagi." Jawab Nao yang masih tertidur. "Ayah kalo tidak bangun aku akan." Ucap Anna dan langsung menggigit telinga Nao. "Aw... Anna sakit tau... Aku tidak mengajar kamu seperti itu." Kesal Nao ke Anna. "Hm... Sudah ayah makan sarapan dulu, aku sudah siapkan semua di meja. "Iya aku akan makan sarapan-nya, kamu mandi dulu sana kamu juga belum siap-siap." Geram Nao sambil dia bangun dari tempat tidurnya. "Ya aku harus bangunin ayah dulu yang sukanya tidur melulu." Marah Anna dengan mengembungkan pipinya. Nao lalu mengelah nafas dia. "Ayolah Anna kamu tahu kan ayah selalu pulang-nya selalu larut malam karena banyak tugas di guild." Ucap Nao sambil menggaruk kepala dia. "Makanya dari itu ayah harusnya bisa pulang cepat buat ada waktu sama aku." Kesal Anna. "Iya-iya sana mandi dulu baru kamu ikut sarapan." Perintah Nao ke Anna. Anna lalu memalingkan wajah dia dan langsung keluar dari kamar tidur meninggalkan Nao seorang diri. "Huh.. Dia sudah benar-benar mulai menjadi dewasa ya." Ucap Nao.
Nao bangun dari tempat tidur lalu dia melakukan pemanasan. Setelah selesai pemanasan, dia langsung menuju ke meja makan. Diatas meja terdapat roti, sup jagung, dan juga teh hangat. "Anna sekarang sudah bisa menyiapkan sarapan untuk aku dia benar-benar cepat sekali beranjak dewasanya. Padahal dia ini baru 3 tahun dari kejadian bertemu dengan Anna. Keliatan-nya aku telah berhasil mendidik dia dengan baik." Ucap Nao dengan merasa bangga.
Nao akhirnya mulai menyantap sarapan yang sudah disiapkan oleh Anna. Di waktu bersamaan Anna sudah kelar mandi dan sudah menggunakan baju petualang yang dibelikan oleh Nao. Setelah itu Anna mengikat rambut panjang dia menjadi iketan ponytail. Setelah semua beres Anna menuju ke meja makan dan mulai memakan sarapan dia. "Baiklah selamat makan! Ahhh... Mmmm enaknya! "Ucap Anna yang telihat sangat bahagia. "Gimana pakaian baru kamu? tidak terasa sempit kan?" Tanya Nao. "Tidak ayah, ini sangat pas sama aku dan pakaian ini juga sangat keren!" Jawab Anna sambil memakan sarapan dia. "Baguslah kamu menyukai pakaian yang aku berikan." Ucap Nao. "Untung aja aku mengukur dulu badan dia agar tidak terlalu sempit, awalnya aku merasa ragu karena takutnya dia akan marah karena itu hal yang tidak boleh disebut oleh laki-laki saat menanyakan ukuran tubuh perempuan. Tapi dia tidak mempermasalahkan soal itu, tapi aku masih tetap merasa canggung dengan hal itu." Kata Nao di dalam hati dia. "Baiklah aku akan mandi dulu kamu habiskan sarapan kamu lalu siap-siap!" Perintah Nao sambil membereskan alat makan dia. "Baik ayah!" Jawab Anna sambil melanjutkan sarapan-nya.
Ketika semua sudah selesai makan, Anna mencuci semua peralatan makanan, dan Nao mulai mandi di kamar mandi. Setelah Anna selesai mencuci peralatan makan, dia langsung mencoba menggunakan armor pemberian Nao untuknya. Anna merasa sangat senang ketika sudah menggunakan armornya. "Wah! armor ini sangat ringan, aku kira armor ini bakal berat ternyata tidak." Puji Anna sambil mencoba menggerakan tubuh dia.
Nao yang sudah selesai mandi dan sudah menggunakan pakaian dan armor dia. Lalu Nao melihat Anna sudah siap dengan armornya. Setelah itu Nao mendekati Anna. "Oh kamu sudah siap, armor kamu yang aku belikan itu sangat cocok dengan kamu." Puji Nao. "Hehehe.. Terima kasih ayah iya sangat nyaman sekali dipakainya. Ucap Anna dengan tersenyum. "Oh iya ada satu lagi hadiah buat kamu." Ucap Nao lalu menuju ke tempat penyimpanan peralatan. "Huh? Ayah mau memberikan aku hadiah lagi." Kata Anna di dalam hati. Nao lalu mengambil sebuah pedang panjang dari kotak tersebut. "Ini buat kamu, Pedang lama ayah." Ucap Nao sambil memberikan pedangnya ke Anna. "Pedang lama ayah? Tapi ini masih keliatan baru?" Tanya sambil menerima pedang dari Nao.
"Iya, aku sejak masih rank perunggu aku sudah jarang menggunakan pedang tersebut karena pedang itu tidak terlalu cocok buat gaya bertarung ayah yang hanya mengandalkan peralatan berburu, dan aku lebih nyaman menggunakan pedang pendek dan ringan yang sekarang aku pakai, jadi aku berharap kamu menyukai-nya." Ucap Nao lalu dia mengelus kepala Anna. "Wow! Ini sangat keren terima kasih ayah! Aku sayang ayah!" Ucap Anna dan langsung memeluk Nao dengan erat. "Ah." Kaget Nao lalu dia membalas pelukan Anna dengan erat juga. "Ayah juga menyayangimu Anna." Balas Nao.
Setelah Nao memberikan Anna pedang panjang akhirnya mereka sudah bersiap untuk pergi ke guild petualang bersama. Anna keluar dari rumah, disusul Nao lalu dia mengunci pintu rumahnya. Anna merasa bersemangat untuk menjadi petualang seperti Nao.
"Hmmm.. Aku sudah tidak sabar bisa menjadi petualang bersama dengan ayah. Ucap Anna sambil berjalan bersama dengan Nao. "haha.. Keliatan-nya kamu terlalu bersemangat sekali. Kata Nao. "Tentu saja ini adalah langkah pertama aku agar aku bisa menjadi kuat dan juga bisa bebas pergi kemana saja bersama ayah." Sahut Anna yang tida sabaran. "Iya, tapi kamu yakin ingin menjadi petualang? Takutnya kamu bakal berhenti ditengah jalan." Tanya Nao. "100% yakin, tekat aku menjadi petualang sudah bulat." Jawab Anna dengan pedenya. "Baiklah tapi jangan menyesal nanti. Sindir Nao sambil menyiku pelan bahu Anna. "Tidak bakal kok, aku sudah jamin tidak akan menyesal." Balas Anna lalu memeluk tangan Nao.
Nao dan Anna sekarang menuju ke guild petualang. Mereka selalu disapa sama warga desa ketika melewati setiap rumah yang mereka lewati. Nao sudah sangat dikenal di desa Spira karena mereka selalu membantu dan melindungi desa Spira. Setiba mereka di guild petualang, mereka disambut sama Airis di meja receptionist.
"Oh.. Selamat pagi Tuan Hunter dan Anna, kalian tumben datang agak pagi hari ini." Sapa Airis dengan senyum lebar dia. "Tentu saja ini adalah hari dimana aku akan bisa berpetualang bersama ayah." Sahut Anna dengan percaya diri tinggi. "Oh... Tapi sebelum itu kamu harus ikut tes untuk menjadi petualang." Cetus Airis. "Eh! Kalau mau menjadi petualang harus ada tes nya?" Tanya Anna sambil terkejut mendengar perkataan Airis. "Airis benar kalau kamu mau jadi petualang kamu harus ikut tes dulu." Jawab Nao dengan membenarkan perkataan Airis. "Eeeehh.. Tapi aku belum belajar sama sekali. Aku kira bakal tidak ada persyaratan untuk menjadi petualang. Kenapa ayah tidak memberitahu aku?" Tanya Anna dengan panik. "Karena kamu tidak pernah bertanya." Sindir Nao. "Hmmm... Ayah jahat!" Marah Anna sambil memukul badan Nao seperti anak kecil. "Hahahaha, sudahlah Anna kan aku sudah bilang jangan menyesal kalo kamu mau jadi petualang." Sindir Nao lagi ke Anna. Airis yang melihat kelakuan Nao dan Anna sangat dekat, dia pun juga sangat senang melihat kedekatan mereka berdua. Huhuhu, kalian sudah sangat dekat sekali ya." Ucap Airis. "Anna tenang saja tes tidak susah kok, kamu hanya akan diwawancara sama guild master nanti jadi kamu tidak harus khawatir." Ungkap Airis ke Anna. "Iya kah? Syukurlah." Jelas Anna dengan merasa lega. "Baiklah, Airis tolong pandu Anna iya!" Perintah Nao ke Airis. "Tentu saja Tuan Hunter. Jawab Airis. "Ayo Anna kita ketemu dengan guild master." Ucap Airis. "Ok, oh kalau ayah ngapain selama aku akan di tes?" Tanya Anna ke Nao. "Aku akan mengecek ada quest yang akan aku ambil." Jawab Nao. "Baiklah kalo begitu aku pergi dulu ya!" Pamit Anna ke Nao. "Semoga berhasil Anna." Sahut Nao lalu mengelus kepala Anna.
Anna melambaikan tangan ke Nao lalu dia mengikuti Airis ke lantai 2 untuk bertemu dengan guild master. Nao mulai melihat papan quest untuk memilih quest. Ketika Nao mulai memilih quest, tiba-tiba pintu guild terbuka lalu 2 orang masuk ke guild dengan menggunakan tudung hitam dan yang satu menggunakan tudung merah. Lalu mereka mendekati Nao.
"Apakah ini desa Spira tuan?" Tanya seorang wanita dengan tudung hitam. Nao lalu langsung menoleh ke mereka. "Iya ini desa Spira, ada keperluan apa kalian berdua kesini?" Jawab Nao lalu menanyakan balik ke wanita bertudung hitam tersebut. "Berarti apakah kamu kenal dengan petualang yang mempunyai julukan The Hunter yang tinggal disini?" Tanya wanita dengan tudung hitam lagi ke Nao. "Um... Itu adalah aku." jawab Nao. "Kalian mencari aku?" Tanya Nao lagi. "Huh? kau yang sering diceritakan oleh rakyat Orlan. Keliatan-nya kau sangat lemah sekali." Ucap laki-laki dengan tudung merah tersebut. "Rion jangan ngomong seperti itu, dia ini adalah petualang yang kita cari-cari, kita perlu bantuan dia." Marah wanita tudung hitam ke laki-laki tudung merah. "Boleh aku tanya, siapa kalian? Dan ada perlu apa dengan aku?" Tanya Nao sekali lagi. "Maaf atas telat perkenalkan diri, Nama aku adalah Syilfie, aku ada penguna sihir necromancer dan ini murid aku Rion." Jawab Syilfie lalu menurunkan tudung dia dan Rion juga menurunkan tudung dia juga.
Di waktu bersamaan Anna sekarang berada di dalam ruangan guild master. Disana Anna hanya duduk di kursi kayu dengan tegang karena guild master terus menatap Anna terus. Setelah itu guild master mulai membuka suara dia.
"Nama aku adalah Gran, aku adalah guild master untuk wilayah desa Spira." Sambut Gran ke Anna. "Boleh aku tahu nama kamu siapa?" Tanya Gran. Anna masih gemeteran. "Na... Nama aku Aaaa... Anna, aku adalah ras drago, dan aa... Aku adalah putri dari petualang rank gold yaitu Nao dengan julukan The Hunter." Jawab Anna. "Jangan terlalu malu Anna aku disini cuma mau wawancara aja jadi santai aja." Ujar Gran dengan tatapan agak serius. "Baba.. Baiklah aku akan berusaha setenang mungkin." Sambung Anna yang masih gemeteran. "Hehehe, Oh maafkan aku udh lama aku tidak memasang wajah serius aku untuk mewawancarai orang." Canda Gran dengan tertawa lepas. "Oh, iya gapapa aku maafkan. Jawab Anna. "Uuuhh, rasanya aku ingin hajar ini orang." Ucap Anna di dalam hati dia.
Lalu Gran mengatur posisi kacamata dengan menggunakan jari telunjuk dia. "Baiklah ayo kita mulai, pertama boleh aku tanya dulu, kenapa kamu mau jadi petualang Anna? Ini baru pertama kali desa Spira menerima petualang baru selama 10 dekade terakhir. Cakap Gran. "10 dekade? Emang pada kemana para petualang yang tinggal disini? Aku lihat pas masuk kesini hanya ayah, Kak Airis dan aku saja yang ada di guild. Ungkap dan tanya Anna yang terkejut mendengar perkataan Gran sebelumnya. "petualang asli dari desa ini udh pada pensiun Anna. Dan anak muda di desa ini juga tidak mau lama tinggal di desa karena mereka mau keliling daerah dan berpetualang dunia luar untuk mengejar impian mereka." Ungkap Gran. "Apa keluarga mereka tidak melarang mereka untuk tidak meninggalkan desa?" Tanya Anna. "mereka tidak ada niatan untuk menghentikan mereka. Itu sudah keputusan mereka." Jawab Gran sambil tersenyum. "Oh... Sayang sekali padahal di desa ini sebenarnya membutuhkan mereka untuk bisa menjaga kampung halaman sesendir. Ungkap Anna dengan ekspresi sedih tergambar diwajahnya.
"Baiklah aku tanya sekali lagi, kenapa kamu mau jadi petualang Anna? Dan apa motivasi kamu?" Tanya Gran yang sekarang dia mulai serius. "Aku." Anna lalu mengepalkan tangannya." Aku ingin melindungi desa ini karena penduduk desa disini sangat baik kepada aku dan juga aku ingin bisa bersama ayah terus kemana- pun dia pergi. Aku akan terus mengikuti dia sampai kapan-pun." Ungkap Anna dengan penuh percaya diri tergambar diwajahnya. "Hmmm.. Kau sangat sayang sekali sama ayah kamu Anna." Ucap Gran. "Tentu saja karena dia telah menyelamatkan aku dan melatih aku sampai saat ini untuk bisa menjadi seperti dia, maka dari itu aku sudah bertekad menjadi petualang untuk bisa aku menjadi kuat untuk bisa melindungi orang yang berharga buat aku. Setelah mendengar perkataan Anna Gran lalu tersenyum lebar. "Ok Anna kalau begitu." Ucap Gran dan mulai mengeluarkan selembar kertas dan memberikan kepada Anna. "Tolong isi formulir Ini Anna." Perintah Gran. "Formulir? Buat apa ini?" Tanya Anna sambil memegang kertas tersebut. "Ini untuk data diri kamu agar bisa masuk ke dalam guild petualang dan setelah diisi kita akan membuatkan kartu tanda pengenal kamu untuk menjadi petualang sah." Jawab Gran. "Jadi aku diterima? Tidak ada tes kayak menulis gitu?" Tanya Anna.
"Untuk kasus kamu tidak perlu karena kita sering melihat kamu berlatih dengan Nao jadi kamu tinggal isi ini saja. Karena Nao adalah Mentor untuk mengetes para petualang baru di desa ini." Jawab Gran sambil tersenyum. Anna pun terkejut. "A- apaaaaa! Jadi ayah aku adalah mentor tes petualang!" Kata Anna. "Iya dan kau sudah lulus dari tes tersebut." Sambung Gran. "Hmmm... Ayah jahaaaat!" Marah Anna.
Akhirnya Anna menulis formulir pendaftaran tersebut dan Tuan Gran pandu Anna untuk mengisi formulir tersebut. Setelah 3 menit akhirnya kartu petualang Anna sudah jadi dan tuan Gran memberikan kalung dog tag berwarna porselen kepada Anna. Lalu Anna berpamitan dengan tuan Gran dan keluar dari ruangan dia, dan menuju ke lantai satu. Disana Anna bertemu dengan Airis sedang mengatur file quest yang berantakan di dalam lemari.
"Oh.. Anna kau sudah selesai dengan wawancara dengan guild master?" Tanya Airis. Anna langsung menujukan kartu petualang dia. "Hehehe, ta-da gimana? Aku sudah resmi menjadi petualang." Ungkap Anna. "Wah selamat ya atas kelulusan kamu Anna, aku tahu kamu pasti bisa melakukan-nya. Ucap Airis. Tentu saja, aku sudah bertekad jadi aku tidak mungkin akan gagal." Kata Anna dengan penuh percaya diri. Ngomong-ngomong kau melihat ayah aku tidak kak Airis?" Tanya Anna.
"Dia ada disebelah sana." Jawab Airis sambil menunjuk ke arah meja pojok kiri yang disana ada Nao sedang mengobrol dengan Syilfie dan Rion. "Ayah sedang mengobrol dengan siapa disana? Keliatan-nya sangat mencurigakan." Ucap Anna sambil melirik tajam. "Kenapa kau tidak datengin aja ke mereka?" Saran Airis ke Anna. "Hmmm.. Ya sudah, makasih sudah menemani aku tadi kak Airis." Ucap Anna sambil membukukan badan dia. "Sama-sama, itu sudah tugas aku untuk pemandu para petualang."
Anna langsung menuju ke meja yang sedang ditempati oleh Nao dan dua orang bersama dengan dia. Setelah sampai Anna langsung menepuk punggung Nao. Dan Nao langsung menoleh ke belakang.
"Oh Anna kamu sudah selesai tes dengan guild master?" Tanya Nao. "Iya aku sudah kelar dan aku sudah resmi menjadi petualang sekarang." Jawab Anna. "Baguslah kalau begitu, impian pertama kamu sudah tercapai." Ucap selamat dari Nao. "Sebelum itu, mereka ini siapa?" Tanya Anna sambil melirik Syilfie dan Rion. "Oh, mereka adalah petualang juga, yang bertudung hitam dia adalah Syilfie dan yang bertudung merah adalah muridnya Rion." Jawab Nao. "Senang bertemu dengan kamu Nona Anna." Kata Syilfie. "aku dengar kamu adalah putri dari Nao kan?" Tanya Syilfie sambil tersenyum. "Iya aku adalah putri-nya The Hunter itu sendiri. Senang bisa kenalan dengan kalian." Jawab Anna dengan penuh percaya diri. "Baiklah aku akan langsung ke topik-nya saja. Tuan Nao kami butuh bantuan kamu untuk menyelamatkan sahabat aku!" Ucap Syilfie dengan muka serius dia. "Hmmm... Sesuai dengan pembayaran yang akan kamu kasih." Sambung Nao.
Akhirnya Anna sudah resmi menjadi petualang sah. Tetapi Nao didatengin dengan dua petualang yang ingin membutuhkan dia. Apakah Nao dan Anna akan membantu mereka untuk menyelamatkan sahabat mereka?
BERSAMBUNG......
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 42 Episodes
Comments