Saat ini, rencana Nao berjalan lancar, tetapi kondisinya memburuk karena Misbel kini dikendalikan oleh Isla, bos para bandit The Skull. Isla pun turun tangan untuk melawan Nao.
"Suara itu, jangan bilang!" seru Isla, memalingkan wajahnya ke bawahannya. "Woy, kalian cepat pergi ke tempat tahanan, sekarang!"
"Baik, boss! Ayo, semua cepat!" Sahut Bandit 1.
Keempat bandit bergegas menuju tempat tahanan. Namun, mereka dihadang oleh Anna begitu keluar dari ruangan. Anna dengan mudah mengalahkan mereka menggunakan sarung pedangnya. Setelah itu, Anna berlari menuju Nao yang terluka. "Anna! Ayah, apa kau baik-baik saja?" tanya Nao. "Yah, aku hanya agak lengah, maaf telah membuatmu khawatir," jawab Anna.
"Syukurlah aku masih sempat. Aku akan membantu ayah sekarang!" kata Anna sambil menarik pedangnya dan bersiap untuk bertarung.
"Sial, bala bantuan. Ini tidak bisa dibiarkan!" geram Isla. "Kelihatannya posisi kita sudah terbalik sekarang, kau sudah kalah, menyerah lah!" seru Nao. "Gw menyerah? Ukh.. Hahahahaha.. Ah, menyerah itu tidak ada di kamus gw. Gw masih memegang senjata terkuat gw, dan lu menyuruh gw menyerah? Yang benar saja." Isla mengremas kedua telapak tangannya. "Gw akan terus bertarung sampai gw mati." "Ayah, kelihatannya dia sudah sakit," ucap Anna. "Apa boleh buat, kita harus mengalahkan dia dan menyelamatkan nona Misbel," jawab Nao. "Nona Misbel yang ada di sana kan, kenapa dia bersama dengan orang gila itu?" tanya Anna. "Aku melihat mata Misbel, dan tatapannya kosong, mungkin dia sedang dikontrol sama orang itu," jelaskan Nao. "Apakah ayah punya cara untuk menyadarinya?" tanya Anna.
"Yah, aku punya, tapi aku gak bisa mendekati dia, karena dia melawan dan orang itu melindunginya, jadi aku gak bisa melakukan-nya," ucap Nao. "Kalau begitu, biar aku yang melawan orang gila itu, ayah tinggal fokus untuk menyadari nona Misbel," usul Anna. "Baiklah," kata Nao sambil menyentuh bahu kanan Anna. "Ku serahkan semua kepadamu, Anna." "Tentu saja!" jawab Anna sambil tersenyum.
Setelah itu, Nao melaju ke arah Misbel dengan pisau kombat di tangan kanannya. Isla memerintahkan Misbel untuk menyerang Nao. Anna terbang dan menyerang Isla, tetapi serangannya ditahan oleh Isla dengan sarung tangan besinya. "Sekarang, kau lawannya adalah aku!" teriak Anna, tetapi Isla masih mampu menahan serangannya. "Jangan menganggap dirimu kuat, anak kadal!" kata Isla, menahan serangan Anna. "Aku akan melukaimu dua kali lipat karena sudah melukai ayah! Jadi, bersiaplah!" seru Anna. "Huh! Coba saja kalau bisa," sahut Isla. Tiba-tiba, ada aura hitam di tangan Isla.
"Uh!" Anna melompat mundur dan menjaga jaraknya. "Aura apa itu?"
"Kenapa? Kok lu malah mundur?" tanya Isla.
"(Orang ini, dia sangat menakutkan.) Ha! Aku baru saja pemanasan, sekarang waktunya serius!" kata Anna, menyerang lagi ke arah Isla. "Kau buang-buang waktu gw aja," kata Isla, menyalurkan semua aura hitamnya ke tangan kanannya. "Terima ini, Furious Punch!" Isla melakukan gerakan meninju ke depan, keluar angin kencang dan mengoyak tubuh Anna.
"Aahh!" Anna terpental sampai ke tembok, lalu tengkurap di atas lantai. "Uh!" Anna mengeluarkan darah dari mulutnya. "Hahahaha! Apa yang gw sudah bilang. Lu itu tidak ada apa-apanya gadis kadal. Dan untuk tikus satu lagi," kata Isla, mengalihkan pandangannya ke Nao. "Akh!" Isla terkejut melihat apa yang ada di depannya.
Sebelum terjadi pertarungan Isla dan Anna, Nao sudah melancarkan serangan ke Misbel. Meskipun belum diperintahkan oleh tuannya, Misbel mencoba mempertahankan diri, tetapi Nao terlalu cepat. Pada akhirnya, Nao berhasil menumbangkan Misbel dengan memberikan sapu tangan berisi obat tidur. "Aku sudah mengalahkan budakmu, permainanmu sudah berakhir di sini!"
kata Nao, meletakkan Misbel di pinggir ruangan agar tetap aman. "(Jadi selama ini gadis kadal itu cuma pengalihan! Ini benar-benar sulit dipercaya. Dia mengorbankan rekannya hanya untuk bisa merebut budak kesayangan gw.) BAJINGAN! Aku sudah muak dengan semua ini!" Isla mengumpulkan seluruh aura hitamnya ke tangannya lagi. "Furious Punch!" Isla mengarahkan serangan ke Nao.
"Ti... dak aku biarkan!" teriak Anna, bangkit dan terbang ke depan Nao. "Aaaaah!" Anna mengayunkan pedangnya, keluar petir merah dari tubuh dan pedangnya. Terjadi benturan kekuatan bersamaan. Pertarungan berlanjut, terjadi ledakan dahsyat yang membuat Isla dan Anna terpental. Untungnya, Anna ditangkap oleh Nao dan menjadi bantalan agar tidak jatuh ke lantai. "Anna, apa kau baik-baik saja?" tanya Nao.
"Iya, terima kasih ayah. Syukurlah aku masih sempat menolong ayah," jawab Anna. "Anna, serangan tadi apa itu? Kau bisa mengeluarkan petir merah dari tubuhmu," tanya Nao. "Aku tidak tahu, ayah. Tapi berkat itu, aku bisa melindungi ayah dan nona Misbel," jawab Anna. Nao memeluk Anna. "Aaaa... Ayah!" Anna memerah dan terkejut. "Aaa... Apa ayah laku..."
"Dasar bodoh. Seharusnya aku yang melindungimu, bukan sebaliknya. Aku sangat khawatir kamu kenapa-napa!" kata Nao. "Sudah, ayah. Kamu selalu melindungi aku, dan sekarang aku ingin membayar semua kebaikan ayah dengan melindungi ayah. Jadi, kita sekarang impas," ucap Anna. "Anna? Aku..." Tangan Nao gemetar, melihat Isla bangkit lagi. "Anna, ke belakang aku!" Nao memindahkan Anna ke belakangnya. "Kekuatan itu. Tidak salah lagi, kau pengguna kekuatan yang sama dengan orang itu," kata Isla. "Apa maksudmu?" Nao mengarahkan pisau kombatnya ke depan. "Orang yang sama memberikan kekuatan ini kepadaku, Curse Magic," kata Isla. "Curse Magic? Apa itu? Dan siapa orang itu yang kamu maksud?" tanya Nao. "Ternyata aku sudah dipermainkan oleh dia, ugh... Aaaaaahh!" Isla melesat dan ingin menyerang Nao dan Anna.
Namun, Anna maju dan menebas Isla dengan pedangnya, wujud Anna berubah dengan corak merah di rambut, tanduk, ekor, dan bajunya.
"Akhirnya semua sudah berakhir. Ayo, ayah, kita keluar dari tempat ini," kata Anna. "Anna? Kau..." Nao terkejut. "Sebenarnya apa?" "Ngomong apa sih, ayah? Aku ini putri ayah, jadi tidak perlu ditakuti," jawab Anna dengan senyum. Disaat itu, Nao mulai menyaksikan seluruh kejadian yang diluar nalar oleh aksi putri angkatnya Anna. Apakah Nao masih ingin merawat Anna atau melakukan tindakan lain untuk mengetahui apa yang terjadi kepada Anna dan mencari tahu apa itu Curse Magic.
BERSAMBUNG...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 42 Episodes
Comments