Chapter 9: The Ancient Underground Temple Part 1

  Kota air Elana, adalah kota yang sudah berdiri selama 450 tahun. Kota ini masih sangat bersih dan gedung-gedung masih berdiri sangat kokoh. Para penduduk di Elana mayoritas adalah ras Mermaid, dan mata pencarian adalah sebagai pedagang dan nelayan. Mereka semua yang tinggal disini juga menyembah dewi air yaitu dewi Oseania. Menurut mereka dewi Oseania adalah dewi yang menciptakan laut dan penghuni di dalamnya termaksud ras mermaid.

  Sampai sekarang mereka belum tahu wujud asli dari dewi Oseania karena mereka mengikuti ajaran agama dari leluhur mereka untuk menyembah dewi tersebut, dan siapa pun tidak boleh tahu wujud dari dewi Oseania. Sebagai pembuktian peninggalan leluhur mereka, disana terdapat sebuah kuil gereja tua yang letaknya berada di bawah tanah di kota Elana. Tetapi tempat itu sekarang sudah terbengkalai yang jadi tempat itu sudah tidak pernah dikunjungi oleh penduduk disini lagi maka dari itu penduduk kota Elana mendirikan sebuah gereja baru di kota Elana untuk masih menyembah dewi Oseania.

  Hari ini menjelang pagi Nao mulai mempersiapkan diri untuk menuju ke gua bawah tanah yang akan mereka ditujui. Menurut Syilfie saat dia memantau dengan menggunakan sihir dia, tempat tersebut sangatlah luas layaknya tempat reruntuhan kuno. Syilfie mulai menceritakan tentang gua tersebut kemarin malam dan itu membuat Anna sangat senang tentang cerita sejarah gua tersebut sampai larut malam.

  Sekarang Nao menuju ke Anna dan coba membangunkan dia. Nao dan Anna di dalam kamar yang berbeda, sedangkan Syilfie dan Rion di kamar sebelah. Nao langsung menepuk pelan bahunya Anna. "Anna, ayo bangun! Kita sarapan dulu." Ucap Nao

  "Hmmm.. Ayah? Ayah sudah bangun." Jawab Anna sambil mengusap matanya. "Ayolah gara-gara kamu semangat sekali kemarin mendengar cerita Syilfie sampai larut malam kamu jadi susah dibangunin." Sindir Nao lalu dia mengelah nafas. "Ayo kamu harus siap-siap kita akan berangkat ke gua yang di Syilfie ceritakan kemarin." Perintah Nao. "Oh iya aku lupa." Ucap Anna yang langsung bangun dari tempat tidur. "Ayah duluan dulu, aku akan menyusul." Sambung Anna lalu mengambil tas dia untuk mengambil pakaian dia. "Baiklah jangan terlalu lama ya." Saran Nao. Iya ayah!" Jawab Anna yang masih mencari pakaian dia.

  Nao keluar dari kamar dia, dan langsung menuju ke lantai 1 untuk sarapan. Di atas meja makan sudah disiapkan makanan oleh ibu penjaga penginapan dan juga putri kembarnya. Mereka berdua langsung disambut sama mereka bertiga.

  Sang ibu bernama Diana, dia adalah pendiri penginapan Siren di kota Elana. Tempat penginapan-nya sangat terkenal dikalangan petualang karena fasilitas kamar yang lengkap dan makanan yang sangat enak. Dan tidak hanya itu para petualang juga tertarik dengan kecantikan Diana dan juga putri kembarnya.

  Yang sedang bersih-bersih dia adalah Lala. Dia adalah anak yang sangat rajin. Dia adalah housekeeping di penginapan Siren. Dia sangat lihai setiap membersihkan apapun termaksud kamar tamu. Dan dia tidak suka namanya debu dan kotoran.

  Dan yang sedang membantu ibunya adalah Lulu. Dia tidak seperti Lala, dia sangat pemalu. Dia selalu membantu ibunya apapun pekerjaannya. Tetapi dia juga sangat terampil dalam hal menyiapkan meja makan.

  "Selamat pagi Tuan Nao, kau bangun pagi sekali." Salam Diana. Kita baru saja mempersiapkan semua sarapan ke meja makan. Sambung Diana sambil mengatur alat makan di meja makan. "Selamat pagi tuan Hunter." Salam Lala dan Lulu dengan senyum lebar mereka. "Selamat pagi nona Diana, Lala dan Lulu." Salam balik Nao. "Tuan Nao dimana sih Anna?" Tanya Lulu sambil melirik kanan-kiri. "Anna lagi ganti baju nanti dia akan turun." Jawab Nao sambil mengarahkan jempol dia ke belakang. "Ayo Lulu kita jemput Anna untuk turun kesini." Ucap Lala dan langsung naik tangga menuju ke kamar Anna. "Lala kamu curang, tunggu aku!" Teriak Lulu dan juga langsung menyusul mengejar Lala.

  "Huhuhu, keliatan-nya mereka berdua suka sekali bermain sama anakmu Tuan Nao. Maaf telah merepotkan kamu." Ujar Diana sambil membawa sarapan tamu ke meja makan. "Tidak apa-apa, Anna juga merasa senang bisa bermain sama mereka berdua. Di desa juga tidak ada anak yang seumuran sama dia jadi aku merasa senang Anna mempunyai teman sekarang." Ucap Nao sambil tersenyum.

  "Syukurlah kalau begitu, ayo tuan Hunter dimakan sarapan buatan suami aku, dijamin kamu pasti suka." Kata Diana dengan mengedipkan mata kanan dia. " Baiklah, terima kasih banyak Nona Diana. Aku menerima tawaran kamu." Lanjut Nao lalu duduk ke kursi makan dan menarik ke meja makan.

  Nao mulai menyantap sarapan dia yaitu soup ayam dengan sayur wortel didalam-nya. Saat Nao sedang makan, Syilfie turun dari lantai 2 dan bertemu dengan Nao disana. Syilfie langsung menyapa Nao lalu dia duduk langsung ke kursi bersebelahan dengan Nao.

"Nao, apa kamu sudah mempersiapkan semua untuk ke dalam sana?" Tanya Syilfie. "Semua udh siap tinggal membeli beberapa bahan untuk membuat flash bomb dan smoke bomb.

Flash bomb dan smoke bomb?" Jawab Nao sambil menyantap makanan dia. "Keliatan-nya kamu ingin bermain bar-bar untuk menyusup markas musuh." Sindir Syilfie dan sambil tertawa kecil. "Aku tidak mau pekerjaan ini terlalu pelan karena ini adalah taruhan hidup dan mati seseorang. Jadi kita tidak boleh terlalu lambat." Cetus Nao. "Iya kau benar. Kita tidak akan diam dan menunggu keajaiban datang. Jadi kita kapan akan jalan ke sana?" Tanya Syilfie.

  "Jam 9 pagi sesuai perkataan kamu sebelumnya, kita akan kesana karena aku pikir para hewan nokturnal tidak akan aktif jam segitu untuk mencari mangsa." Saran Nao. "Hewan nokturnal yang kau maksud apa Nao?" Tanya Syilfie lagi. "Monster tikus Goa yang berukuran mendekati manusia dewasa." Jawab Nao. Syilfie yang mendengar itu terkejut. "Huh! Kalo ada monster seperti itu kenapa para kelompok bandit yang menculik Misbel bisa singgah disitu?" Tanya Syilfie. "Keliatan-nya mereka mempunyai rencana sesuatu yang membuat tempat itu jadi markasnya mereka." Cetus Nao. "Oh Misbel." Keluh Syilfie yang merasa kkhawatir dengan keadaan Misbel.

  Saat mereka mengobrol, Anna langsung turun ke lantai satu sambil tangannya ditarik sama sih kembar Lala dan Lulu. Anna merasa takut kepada mereka berdua pas Anna Melihat Nao, Anna langsung menuju ke belakang Nao. Lalu Anna melirik kepada Nao.

  "Anna kenapa kau mengumpat dibelakang aku? Apa mereka kasar kepada mu?" Tanya Nao yang tangan kiri dia dipeluk sama Anna. "Gimana tidak kasar, mereka datang ke kamar saat aku mau mengganti pakaian aku lalu mereka menjaili aku." Kesal Anna sambil menggembung pipinya. "Ayolah Anna kamu itu sangat imut jadi kita tidak tahan untuk menyentuh kamu." Puji Lala. Lala benar kita tidak bisa menahan-nya karena kamu itu terlalu imut." Sambung Lulu. "Aaah.. Ayah tolong aku." Rengek Anna sambil mengepal lengan baju Nao. "Sudah tenang aja Anna, mereka itu orang yang baik jadi gapapa. Mereka hanya ingin berteman dengan mu." Kata Nao yang merasa bingung untuk respon dalam keadaan sekarang. Anna yang langsung kesal dengar omongan Nao seperti itu dia langsung menggigit tangan Nao. "Aw.. Anna jangan menggigit tangan aku. Ada apa sih dengan mu?" Marah Nao yang berusaha melepaskan tangan kiri dia dari cengkraman Anna. "Ayah jahat!" Teriak Anna lalu dia langsung menggembungkan pipi dia sambil memeluk tangan Nao.

  " Huhuhu, kalian berdua sangat dekat sekali ya. Aku sangat iri dengan kalian." Sindir Syilfie sambil tersenyum. "Ayolah Anna, sekarang kamu duduk kita sarapan dulu lalu temanin ayah untuk membeli bahan membuat peralatan oke." Saran Nao mengelus kepala Anna dengan tangan kanan. Anna lalu menghelah napas dan langsung duduk di bangku lalu menyantap roti dia."

  Setelah itu Rion juga turun dari lantai 2 lalu dia langsung duduk dan menyantap sarapan dia. Di waktu bersamaan Suaminya Diana yaitu Edlyn Sudah mempersiapkan makanan untuk Anna dan juga Syilfie. Edlyn adalah koki di penginapan Siren. Dia dari ras elf yang sudah melakukan banyak perjalanan ke berbagai daerah. Dia bertemu Diana saat mereka masih muda. Mereka saling jatuh cinta satu sama lain dan mereka langsung menikah dan dikaruniai anak kembar.

  "Ini dia Diana, tolong antarkan ini kedua nona tersebut." Perintah Edlyn sambil menyajikan hidangan. "Edlyn? kamu tertarik dengan

wanita disana daripada aku?" Ujar Diana yang merasa cemburu kepada Syilfie. "Bukan seperti itu sayang, kalo aku disuruh pilih aku lebih memilih kamu sayang." Goda Edlyn sambil memegang dagunya Diana. "Oh sayangku Edlyn, aku mencintaimu." Ucap Diana lalu memeluk Edlyn. Nao melihat itu badan dia langsung gemetar. "Aku mendengar percakapan mereka aku merasa menggigil seketika." Kata Nao di dalam hati dengan wajah pucat.

Diana mengantarkan makanan kepada Syifie dan Anna yaitu soup wortel dan jagung di dalamnya, untuk minumannya mereka berempat dikasih teh manis hangat. Setelah mereka semua sudah selesai makan, Nao dan Anna pergi ke toko bahan peralatan untuk petualang letaknya tidak jauh dari penginapan Siren. Sedangkan Syilfie dan Rion balik ke kamar untuk memakai perlengkapan petualang mereka berdua.

"Baiklah, kita akan beli kunang-kunang dan beli tepung untuk membuat flash bomb dan smoke bomb." Ucap Nao sambil mengecek isi dompet dia. "Apa kita tidak beli peralatan yang lain kayak obor, heal potion, sama stamina potion? Saran Anna. "Ah! kau benar kita perlu beli itu juga karena sekarang kita masuk ke dalam gua." Sambung Nao. "Ayah apa boleh beliin aku peralatan lain seperti pedang pendek buat senjata kedua buat

aku." Ucap Anna sambil membawa pedang pendek ke Nao. "Apa kau bisa menggunakan teknik 2 pedang Anna?" Tanya Nao sambil mengecek pedang pendek yang dibawa Anna.

"Tentu saja aku bisa menggunakan teknik 2 pedang, maka dari itu boleh ya?" Jawab Anna sambil memohon. "Nanti, untuk sekarang kita beli buat keperluan sekarang tapi kalau ini

bisa kelar cepat, paling akan ku pikirkan lagi buat membeli untuk kamu." Usul Nao lalu mengembalikan pedang pendek itu ke tempat semula. "Sungguh!? Yay! Baiklah ayo kita

cepat untuk kelarkan misi ini." Sahut Anna sambil mengepakkan sayap dia karena merasa senang. "Anna kalau akan dikasih sesuatu dia akan menjadi semangat gitu, yah lebih baik begitu biar dia gampang buat nurut." Kata Nao di dalam hati sambil tersenyum.

Mereka akhirnya membeli keperluan untuk berjelajah ke dalam gua nanti. Setelah itu mereka balik lagi ke penginapan Siren lalu pergi ke kamar lagi untuk menggunakan armor dan senjata mereka. Nao dan Anna sudah siap lalu mereka keluar dan turun ke lantai 1, Syilfie dan Rion sudah menunggu mereka di depan pintu keluar penginapan.

"Apa kalian sudah siap? Tanya Syilfie. "Semua sudah siap ayo kita pergi sekarang kita tidak ada waktu berdiam disini." Jawab Nao sambil menganggukan kepala dia.

Sebelum mereka pergi, sih kembar mendekati Anna. Anna langsung berputar balik badan lalu menghadap ke arah sih kembar. Lala memberikan sebuah kantung kecil kepada Anna.

"Apa ini?" Tanya Anna sambil memegang sesuatu. "Itu adalah kantung jimat keberuntungan, itu akan membuat kamu selalu aman Anna." Jawab Lala sambil tersenyum. "Lala benar kami khawatir kamu kenapa-napa jadi kita membuatkan ini untuk mu." Sambung Lulu sambil tersenyum. "Terima kasih kalian berdua aku terima hadiah kalian jadi jangan

khawatir oke. Aku janji bakal balik lagi kok." Ucap Anna sambil menaruh jimat keberuntungan ke dalam tas kecil. "Sungguh?" Tanya Lulu. "Iya aku bisa jamin itu." Jawab Anna sambil menepuk dada dia. "Kalau begitu kita melakukan janji kelingking untuk kesepakatan kita." Saran Lala. "Itu ide yang bagus Lala ayo kita lakukan." Sambung Lulu.

"janji kelingking?" Tanya Anna. "Ayo angkat jari kelingking kamu." Perintah Lala sambil mengangkat jari kelingking dia. "Seperti ini?" Tanya Anna sambil mengangkat jari kelingking nya. "Iya seperti itu." Jawab Lala dan langsung

memegang jari Anna dengan jari kelingking-nya.

Anna, Lala, dan Lulu melakukan janji kelingking, lalu Anna menyusul ke group dia kembali lalu dia melambaikan tangan kepada Lala dan Lulu. Akhirnya mereka menuju ke gua bawah tanah untuk menyelamatkan Misbel. Setelah sampai mereka tidak langsung masuk ke dalam gua, Nao mulai bertanya kepada Syilfie tentang letak gua yang berada di belakang gereja kota Elana.

"Jadi ini tempat-nya? Kenapa orang-orang disini tidak ada yang pernah memeriksa tempat ini? Dan memperbolehkan petualang untuk masuk kesini?" Tanya Nao ke Syilfie. "Tempat ini sudah lama dilupakan sama penduduk kota tetapi guild petualang masih mempunyai dokumen tentang tempat ini jadi kita sudah mempunyai izin untuk masuk kesini." Jawab Syilfie. "Huh apa Gubernur kota ini tau tentang tempat ini juga? Tanya Nao lagi. "Iya dia tahu karena dari itu guild petualang dikasih hak untuk boleh menjelajahi tempat ini." Jawab Syilfie. "Ini keliatan dari efek aku yang jarang sekali keluar kota lain selain Oswald, jadinya aku jadi tidak tahu tentang ini." Gumam Nao sambil melihat gua tersebut. "Huhuhu, ayo kita selamat kan Misbel disana Nao." Ajak Syilfie dengan serius. "Baiklah, ayo semua kita mulai ekspedisi-nya ke reruntuhan kuno." Lanjut Nao dan mereka masuk ke dalam gua reruntuhan tersebut.

BERSAMBUNG....

Episodes
1 Chapter 1: Prolouge
2 Chapter 2: Begining The Adventure Of The Hunter
3 Chapter 3: The Hunter meet the Dragon race Child
4 Chapter 4: New Bond In His and Her Life
5 Chapter 5: The Hunter VS Bandits
6 Chapter 6: Daily Life Become A Father
7 Chapter 7: The First Step To Become The Adventure
8 Chapter 8: The Rescue Quest
9 Chapter 9: The Ancient Underground Temple Part 1
10 chapter 10: The Ancient Underground Temple Part 2
11 Chapter 11: The Playground Trap
12 Chapter 12: The Beast Tamer
13 Chapter 13: Father And Daughter Duo Attack!
14 Chapter 14: The Water And Ice Descendant Part 1
15 Chapter 15: The Water and Ice Descendant Part 2
16 Chapter 16: The Silver Fang
17 Chapter 17: Aftemath Quest
18 Chapter 18: Painful Truth
19 Chapter 19: The Mysterious Incident
20 Chapter 20: New Comrade
21 Chapter 21: The Trial To Become The Hunter Team Part 1
22 Chapter 22: A Trial To Become The Hunter Team part 2
23 Chapter 23: A Trial To Become The Hunter Team Part 3
24 Chapter 24: Sky Razor Hunt.
25 Chapter 25: Meet The Old Friends
26 Chapter 26: A Small Problem
27 Chapter 27: The Nobles meet the comonners
28 Chapter 28: Anna Alone Activities Part 1
29 Chapter 29: Anna Alone Activities Part 2
30 Chapter 30: I Am You And You Are Me
31 Chapter 31: The Adventures VS The Imitation Part 1
32 Chapter 32: The Adventures VS The Imitation Part 2
33 Chapter 33: The Great Lost
34 Chapter 34: The Hunter VS The Imitation Part 1
35 Chapter 35: The Hunter VS The Imitation part 2
36 Chapter 36: The Result
37 Chapter 37: The Purify Dragon
38 Chapter 38: The Memory Path Of Silver Fang
39 Chapter 39: The Curse Magic
40 Chapter 40: Testing A New Power
41 Chapter 41: Nao And Anna For Make A New Self
42 Chapter 42: Wild Hunt Steel Fang Part 1
Episodes

Updated 42 Episodes

1
Chapter 1: Prolouge
2
Chapter 2: Begining The Adventure Of The Hunter
3
Chapter 3: The Hunter meet the Dragon race Child
4
Chapter 4: New Bond In His and Her Life
5
Chapter 5: The Hunter VS Bandits
6
Chapter 6: Daily Life Become A Father
7
Chapter 7: The First Step To Become The Adventure
8
Chapter 8: The Rescue Quest
9
Chapter 9: The Ancient Underground Temple Part 1
10
chapter 10: The Ancient Underground Temple Part 2
11
Chapter 11: The Playground Trap
12
Chapter 12: The Beast Tamer
13
Chapter 13: Father And Daughter Duo Attack!
14
Chapter 14: The Water And Ice Descendant Part 1
15
Chapter 15: The Water and Ice Descendant Part 2
16
Chapter 16: The Silver Fang
17
Chapter 17: Aftemath Quest
18
Chapter 18: Painful Truth
19
Chapter 19: The Mysterious Incident
20
Chapter 20: New Comrade
21
Chapter 21: The Trial To Become The Hunter Team Part 1
22
Chapter 22: A Trial To Become The Hunter Team part 2
23
Chapter 23: A Trial To Become The Hunter Team Part 3
24
Chapter 24: Sky Razor Hunt.
25
Chapter 25: Meet The Old Friends
26
Chapter 26: A Small Problem
27
Chapter 27: The Nobles meet the comonners
28
Chapter 28: Anna Alone Activities Part 1
29
Chapter 29: Anna Alone Activities Part 2
30
Chapter 30: I Am You And You Are Me
31
Chapter 31: The Adventures VS The Imitation Part 1
32
Chapter 32: The Adventures VS The Imitation Part 2
33
Chapter 33: The Great Lost
34
Chapter 34: The Hunter VS The Imitation Part 1
35
Chapter 35: The Hunter VS The Imitation part 2
36
Chapter 36: The Result
37
Chapter 37: The Purify Dragon
38
Chapter 38: The Memory Path Of Silver Fang
39
Chapter 39: The Curse Magic
40
Chapter 40: Testing A New Power
41
Chapter 41: Nao And Anna For Make A New Self
42
Chapter 42: Wild Hunt Steel Fang Part 1

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!