Chapter 18 : End of beginning

Aku bertarung dengan sang komandan kesatria dengan kedudukan tidak menguntungkan. Tentu saja aku berada di pihak yang kalah. Karena sebagai assassin aku tidak diuntungkan dengan pertarungan jarak dekat seperti ini. apalagi dengan duel satu lawan satu.

aku bisa menghindari ayunan pedangnya, namun sampai kapan? Bahkan dengan hanya satu tebasan cukup untuk membuatku terlempar dan kehilangan kekuatanku.

Kemampuan yang dimiliki juga termasuk luar biasa. Kekuatanku seakan tersedot hanya dengan satu tebasan yang ia berikan padaku. Badanku terasa lemas. Kakiku terasa bergoyang dan dan lenganku terasa berat di gerakan. Dengan keadaanku yang seperti ini, dalam serangan berikutnya aku akan jatuh bahkan terbunuh. Mungkin seperti itulah hal yang akan terjadi padaku. Dan ia pun akhirnya melancarkan serangan keduanya.

Aku berhasil menahanya namun aku sedikit terlempar dan terkapar tidak jauh dari sana. Aku akhirnya terjatuh dengan keadaan setengah sadar disana. Namun aku merasakan mungkin keajaiban akan terjadi di saat-saat terakhir.

Aku merasakan suasana panas dari api yang membakar perlahan menghilang digantikan oleh hawa dingin seperti air tiba-tiba terasa dalam beberapa saat. Apakah mungkin aku telah kehilangan banyak darah lagi sehingga semua terasa dingin? Jika begitu berarti aku akan mati sekali lagi. Aku penasaran, kehidupan setelah kematian yang seperti apa yang akan aku rasakan. Apakah aku akan mengalami reinkarnasi atau hanya akan dipindahkan ke dunia yang berbeda? Entahlah, aku tida. tahu.

Perlahan aku merasakan seperti tusukan benda tajam dari langit. Apakah mungkin terjadi pertarungan lagi? Apakah karna mencoba menyerang balik? Aku merasakan seperti tusukan sesuatu namun aku tidak bisa merasakan benda apapun menancap padaku.

Agak lama setelah kejadian itu, sepertinya ada seseorang yang mendekat. Aku berusaha menggerakan badanku atau setidaknya membuka mataku. Dia sepertinya memiliki pakaian yang agak berbeda dari para prajurit itu.

Aku lihat dia adalah seorang petualang dengan sepatu boot putih dan celana seperti legging berwarna hitam dengan baju dan jubah berwarna putih bersih. Ku lihat sepertinya ia memegang pedang berjenis rapier dengan sarung pedang terikat dipinggangnya mirip seperti ikat pinggang. Rambutnya hitam dan panjang seperti gelapnya malam. Sepertinya ia seorang wanita. Tubuhnya yang ramping dan dadanya yang berisi memperjelas identitasnya sebagai wanita.

Aku mendengar dia berkata “Syukurlah Leon-kun masih hidup”. Dari kata-katanya sepertinya dia mengenalku. Dia memberiku sedikit sihir pemulihan sebelum akhirnya dia membawaku dengan menggendongku layaknya seperti seorang putri. Jujur sebenarnya ini agak memalukan. Namun dengan kondisi seperti ini aku hanya bisa pasrah.

Sekilas sepertinya pipiku agak basah oleh tetesan air. Mungkinkah dia menangis? Tapi kenapa? Aku sendiri masih setengah sadar dengan pengelihatan terbatas. Namun sepertinya kurasa dia menangis namun bibirnya tersenyum. Sepertinya dia dalam keadaan emosional sekarang. Aku tidak tahu kenapa, tapi apakah itu ada hubunganya dengan aku?

Ketika tubuhku digendongnya terasa seperti sebuah pelukan. Itu terasa nyaman, hangat, dan juga empuk di beberapa tempat. Yah, tidak diragukan lagi milik Aisyah memang lumayan besar seperti selayaknya orang dewasa.

Jujur aku memang berharap ada seseorang yang menyelamatkanku. Namun aku tidak terlalu yakin ada seseorang yang benar-benar menyelamatkanku. Aku bahkan tidak menduga ada seseorang yang begitu peduli dengaku seperti itu. tapi bisa juga dia hanya orang baik yang kebetulan berusaha menolong.

Tapi jika beneran sepeti itu, mungkinkah dia adalah Aisyah? Mungkinkah sosok dewi penyelamat yang datang itu Aisyah? Ia datang layaknya seorang kesatria berjubah putih yang datang untuk menyelamatkan sang tuan putri.

Tentu saja itu adalah adegan yang romantis... iya romantis. Jika bukan aku yang ada di posisi tuan putri. Namun itu hanyalah suatu peristiwa memalukan karena akulah yang ada di posisi itu sekarang.

Tidak lama setelahnya aku mendengar dia berkata “greater teleportation” dan sepertinya aku segera di turunkan. Beberapa orang sepertinya mengelilingiku dan seperti hendak melakukan perawatan. Namun kebanyakan hanya melancarkan sihir penyembuhan dan setalah itupun aku segera sadar dan menggerakan tubuhku.

“Aku dimana?” aku bertanya ke sekitar menatap dengan penuh keanehan melihat orang-orang dari desaku telah berkumpul semua dengan selamat. Namun aku tidak tahu dimana aku berada. Nampaknya ini mirip seperti desa kecil di pedalaman hutan.

Selain itu sepertinya semua teman-temanku juga berkumpul disini. Ada trio petualng dari kelompok Yuna. termasuk Cabal dan Subaru juga disana. Ada juga Karna dengan teman-temanya berkumpul dengan wajah sedih mereka. Mungkin mereka masih terpukul dengan kejadian waktu itu.

Aku juga mengamati hal yang aneh, sepertinya Subaru dan Aisyah layaknya saling kenal. Subaru juga sepertinya sangat sopan kepada Aisyah. Terlalu sopan menurutku. Bahkan Subaru memanggilnya dengan panggilan aneh seperti kapten Aisyah atau nona Aisyah.

Entahlah apa yang sedang terjadi. Namun sepertinya aku harus memulai dari awal lagi membangun desaku di sini. Selain itu aku juga akan memulai perjalananku dari awal lagi. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi kedepannya. Namun yang pasti, selama aku bersama mereka aku akan baik-baik saja.

Aku juga berharap bisa berpetualang bersama Aisyah dan berbagi waktu bersama lebih banyak. Aku juga rindu kelakuan kocak si Yuna dan teman-temanya. serius, kelakuanya tuh gak cocok banget sama mukanya yang super imut.

Aku juga berharap bisa belajar banyak dari orang-orang kuat seperti Aisyah, Karna, maupun Marko. Sesuatu yang pasti, sepertinya kisahku dimulai dari titik ini.

...***...

Episodes
Episodes

Updated 35 Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!