Hallo semua, namaku Aisyah. Sama seperti Leon-kun, aku adalah reinkarnator di dunia ini. Namun berbeda dengan Leon-kun, aku berasal dari Indonesia, sebuah negara kepulauan besar yang berada di Asia tenggara.
Indonesia sendiri adalah sebuah negara kepulauan besar yang menjadi pusat perdagangan dunia dan gerbang masuk untuk kapal-kapal dagang yang menuju Jepang dan China. Negara itu sangat besar hingga menguasai 70% dari wilayah Asia tenggara dengan populasi muslim terbesar di dunia. Namun meskipun begitu, Indonesia memiliki budaya dan agama yang beragam dan hidup dalam harmoni. Tentaranya juga kuat, bahkan sanggup meratakan sebuah negara hanya dalam 1 malam.
Membicarakan duniaku yang dulu rasa agak campur aduk mengingat aku tidak begitu ingat banyak hal, namun sepertinya aku merindukan tempat itu. ngomong-ngomong sepertinya aku merasa dunia tempatku berasal berbeda dengan dunia asal Leon-kun. Sepertinya aku tidak pernah tahu ada negera Jepang seperti versi yang di ceritakan Leon-kun. aku tidak pernah tahu ada masa dimana Jepang pernah terbagi menjadi wilayah Amerika dan wilayah Rusia.
Lagi pula sepertinya di dunia sebelumnya sepertinya aku hidup sekitar era 2000an. Sementara Leon-kun sepertinya hidup di masa setelah perang dunia. Mungkin itu itu sekitar era 60 atau 70an jika perang dunia terjadi di tahun yang sama dengan duniaku. Meskipun begitu seingatku kami sama-sama berusia 20 tahun.
Ngomong-ngomong sebenarnya aku cukup menyukai Leon-kun. Namun sayangnya akhir-akhir ini kami juga jarang bertemu. Kadang aku kangen sama dia. aku merindukan Leon-kun. tapi tetap saja, sepertinya jarak antara aku dan dia masih jauh. bagaimanapun aku ingin kita lebih dekat.
Yah, anu. Sebenarnya kami harusnya cukup dekat. Kami harusnya sepasang kekasih, bahkan kami telah bertunangan. Namun itu terjadi di time-line yang berbeda. Bisa dibilang aku juga adalah penjelajah waktu. Aku telah melompat ke masa lalu untuk menyelamatkan Leon-kun dari perang besar dan kematiannya. Kematian Leon-kun membuatku sedih dan terpuruk. Sehingga aku akan melakukan apapun untuk menyelamatkannya. Bahkan jika itu berarti menjadi penjelajah waktu.
Inilah alasan kenapa aku begitu mengenalnya meskipun untuk sekarang ini aku tidak banyak bicara dengannya. Namun bagaimanapun juga, aku menyukainya, aku percaya padanya. Aku akan membantu semampuku agar tragedi waktu itu tidak terjadi. Inilah alasan kenapa aku sering kali membantunya.
lagi pula untuk saat ini aku bukan lagi seorang gadis polos. Aku bukan lagi seorang gadis lemah yang hanya bisa menangis ketika melihat orang yang disayanginya mati di depan matanya. aku janji kali ini aku akan jadi orang yang berguna di sisi Leon-kun.
Namun tetap saja, pada masa ini kita masih belum terlalu dekat. Leon-kun sepertinya hanya pria ceroboh untuk sekarang ini. Tapi seperti yang aku duga, Leon punya banyak bakat dalam memimpin dan menarik perhatian orang. Begitulah sifat Leon-kun yang aku kenal. Aku harap aku bisa semakin dekat lagi di masa depan. Aku tidak mau orang yang akan menjadi masa depanku, berakhir bersama orang lain.
Namun meski begitu, sepertinya Yuna juga sering kali menempel padanya. Si Yuna itu agak menyebalkan. Namun tetap saja dia gadis yang cantik. Dia juga periang. Orang seperti dia menurutku cukup kuat untuk menjadi sainganku dalam untuk mendapatkan Leon-kun. Namun bagaimanapun, Yuna itu cewek yang baik. Dia juga sering memanggilku kakak atau senpai.
Ngomong-ngomong ada juga Irina sang guild master yang harus aku waspadai. Bahkan ia seenaknya aja ngajak Leon-kun berduaan di ruang kantor guild. untung saja Yuna cukup baik hati untuk membagikan informasi itu.
Lagi pula wanita penggoda itu cukup kuat untuk membuat orang saling bertarung. Sebenarnya sosok aslinya bukanlah manusia, melainkan adalah Kitsune. Namun untuk sementara ini tidak ada yang tau identitasnya sebagai kitsune kecuali aku.
Kitsune adalah siluman rubah yang memiliki ekor lima hingga sembilan yang terkenal akan kecantikannya. Kitsune entah kenapa telah menjadi mahluk tingkat mitos yang sanggup menghancurkan suatu negara lewat kecantikannya. Bahkan beberapa orang bilang kecantikan kitsune adalah kutukan bagi seorang raja. Bagaimanapun juga posisinya sebagai guild master juga sangat berguna bagiku.
Ngomong-ngomong aku sendiri sebenarnya bukan seorang petualang murni. Aku sebenarnya adalah salah satu kesatria elite dari Republik Romawi. Aku pikir cukup baik untuk menjaga identitas-ku tetap misterius dan bertindak sebagai petualang. Mungkin suatu saat aku akan mengungkapkan identitas-ku ini pada Leon-kun. Namun tentu saja bukan untuk saat ini.
Oh iya, aku juga mengajak bawahan-ku Subaru bersamaku untuk jaga-jaga. Namun dia ada di kelompok petualang lain bernama Yuna. Sementara aku menjadi petualang solo sama seperti Leon-kun.
Aku dan subaru adalah seorang swordman atau ahli pedang. Sementara Yuna adalah mage atau ahli sihir serangan. Namun cukup di sayangkan peranku berada di tempat yang sama sekali berbeda dengan Leon-kun. Aku berada di garis depan sementara Leon berada di belakang, di balik bayangan. maka dari itu aku khawatir jika ia terlibat dalam pertarungan.
Kuharap statusku sebagai ahli pedang dan kesatria Republik Romawi akan berguna untuk Leon-kun suatu hari. Aku tidak ingin kejadian itu terjadi lagi. Hatiku sudah cukup sakit hanya untuk sekedar mengingatnya.
...***...
Aku melihat asap dari kejauhan. Setelah mencari aku mencari tahu, rupanya itu adalah perkampungan para budak tempat Leon-kun tinggal. Kurasa ini berarti tentara kekaisaran mulai bergerak untuk mengentikan tindakan leon dalam membantu membebaskan para budak.
Aku gak peduli dengan masalah para bangsawan dan tentara kekaisaran. Namun yang pasti aku harus menyelamatkan Leon-kun. aku bergegas untuk mencari kelompok Yuna dan Subaru di guild petualang siang itu untuk meminta bantuan mereka.
Sebenarnya aku bisa berangkat kesana sendirian. Namun aku tidak yakin apakah aku sanggup menyelamatkan Leon-kun sendirian. Mengingat banyaknya prajurit yang biasanya dikerahkan. Bukanya aku akan kalah, namun aku tidak bisa melawan prajurit dan menyelamatkan Leon dalam waktu bersamaan. Lagi pula aku butuh sihir si Yuna untuk memadamkan apinya. Aku juga butuh Subaru dan satu lagi temanya juga akan cukup membantu selagi aku mencari Leon-kun.
“Teman-teman, aku butuh bantuan kalian!” Ucapku dengan nafas terengah-engah ketika berlari masuk ke dalam guild.
“Baiklah, aku mengerti.” Jawab mereka dengan tatapan serius setelah saling menatap satu sama lain akhirnya mereka setuju untuk membantuku.
Irina juga membantu dengan menjelaskan rencana Leon dan perintah kekaisaran untuk menyerang pemukiman. Dia juga memberikan peta tempat tujuan kemana para penduduk akan pergi. aku rasa aku pernah mengunjungi desa itu sekali saat berpetualang. Akhirnya setelah persiapan selesai, kita langsung berangkat menuju lokasi.
...***...
Setelah berada di tempat itu Yuna langsung melancarkan sihir air untuk memadamkan api itu. sepertinya dari yang aku dengar dia menggunakan mantra hujan untuk memadamkan api. Dan sepertinya memang benar, dia memang menggunakan mantra hujan untuk memadamkan api.
“elemental magic, Tirta Rain.” setelah merapal mantra yang asing itu. hujan langsung turun dan api langsung padam.
“wah Yuna hebat banget,” ucapku memuji Yuna.
“ya iya dong,” balasnya.
“wah apinya padam? Apa kalian yang melakukanya?” Tanya seorang pria berwajah tampan dengan ekspresi aneh dan kelelahan.
“iya, kita yang melakukanya. Kau ada perlu apa?” jawabku.
“um, tidak ada” jawabnya singkat. Ia lalu menembakan hujan panah pada para prajurit dan langsung menerjang langsung menuju kerumunan prajurit.
Kadang aku jadi penasaran, apa dia di pihak kita yah? Aku lalu menatap yang lainya dengan tatapan serius. Mereka kemudian mengangguk membalas tatapanku dan ikut berlari menuju kerumunan prajurit untuk menyelamatkan Leon.
Hujan panah yang dibuat oleh pria tadi setidaknya memudahkan kita memasuki kerumunan prajurit untuk mencari Leon. Yuna dan kawan-kawannya langsung menyerbu sebagai pengalih perhatian, sedangkan aku bergerak sendiri mencari dimana Leon-kun. Tampaknya pria tadi juga memiliki tujuan dengan kita dia nampaknya mengendap-endap seperti mencari sesuatu dengan sesekali kadang menembak jatuh prajurit yang sedang mendekat.
Subaru dan temanya maju ke garis depan menghalau para musuh sedangkan Yuna memberikan sihir dukungan kepada mereka dari belakang. Aku sendiri bergerak tidak terlalu jauh dari mereka. Lagi pula kemampuanku bukanlah tandingan mereka. Hanya dengan kemampuan pedangku saja sudah cukup untuk menghadapi mereka.
“Hei aku menemukan dia!” Teriakku mereka.
“Baik, kita kesana!” Jawab mereka.
Kami berlari menuju Leon-kun yang sedang terkapar. Di sana juga ada beberapa orang yang terkapar dan beberapa penduduk desa yang sudah tua dengan tanda budak di tubuhnya.
“Oh tidak, apakah aku terlambat?” Ucapku dalam hati.
Aku bergegas menolongnya, namun sesaat aku terhenti dengan hujan panah yang datang dari atas. Sejenak kupikir kita akan dihujani dengan anak panah dari prajurit. Namun ternyata itu serangan tiba-tiba yang di tembakan oleh pria tadi. Rupanya sepertinya kita ada di pihak yang sama.
Aku sendiri langsung berada di kerumunan prajurit dan melancarkan teknik pedangku. Teknik pedang ini bernama tarian perang, dimana aku mengayunkan pedangku seirama layaknya sebuah tarian pedang.
Aku mencoba menyelamatkan para pria yang diikat sedangkan Yuna mencoba membebaskan warga desa lainya. Rupanya sepertinya si pria misterius yang dari tadi mengikuti-ku memilki tujuan yang sama yaitu membebaskan mereka yang ditahan para prajurit.
Ngomong-ngomong pria itu sepetinya bernama Karna dan sepertinya ia salah satu bawahan dari Leon-kun. Namun aku tidak yakin akan kesetiaannya pada Leon-kun. Ia lebih seperti petualang yang kebetulan satu party dengan Leon-kun daripada seorang bawahan.
Selesai menyelamatkan mereka yang diikat aku mencoba mencari Leon-kun yang sepertinya telah banyak terluka dihajar oleh sang jendral. Sementara Subaru dan temanya berusaha membantu namun sepertinya bantuannya tidak banyak berarti karena selalu disibukan oleh para prajurit yang menghalangi mereka ikut campur pertarungan sang komandan dengan Leon-kun.
Aku langsung melompat ke arah sang komandan kesatria dan menebas tangan kanannya yang membuat ia terjatuh. Aku juga membuat sedikit luka pada matanya dengan harapan dia akan kehilangan kemampuan bertarungnya.
“Syukurlah Leon-kun masih hidup,” gumam-ku sambil melancarkan sihir first heal pada Leon-kun. Jujur aku sangat lega ternyata dia masih hidup, sampai air mataku keluar di iringi oleh senyum tipis.
Aku mencoba menggendongnya dengan teknik gendongan “tuan putri” dan memeluknya erat-erat menuju ke tempat Yuna dan lainya berkumpul. Aku juga memerintahkan Subaru dan temannya untuk mundur ke sana dan mengawal-ku. Aku berencana melakukan teleportasi ke desa elf yang menjadi tujuan akhir mereka seperti apa yang di katakan si Irina itu.
...***...
Aku melihat kejadian mengharukan di depanku. Rupanya Karna beserta para pria yang diikat tadi menangis melihat para sisa warga desa yang diikat dan diberi segel budak. Para warga desa itu juga menolak untuk ikut mereka kabur dari kekaisaran Aryan. Selain itu, rupanya Yuna juga gagal untuk membatalkan segel budak di tubuh mereka. Namun meski begitu Karna dan para pria lainya berniat untuk berpetualang meninggalkan kekaisaran Aryan.
Sepertinya para warga berniat agar membawa para anak kecil yang tersisa. Namun sepertinya anak-anak kecil itupun mendapatkan segel budak yang menyebabkan dirinya pun tidak akan bebas bergerak.
Sebenarnya itu cukup berbahaya namun sepertinya Karna mengiyakan permintaan itu. jadi aku tidak punya pilihan untuk membatalkan segelnya dengan kekuatan skill reverse time-ku. Kekuatan yang bisa mengembalikan keadaan suatu benda atau tempat ke waktu yang aku inginkan. Aku melakukanya secara diam-diam agar tidak ada yang tahu kekuatan apa yang aku miliki.
Setelah semuanya terasa beres. Akhirnya ini waktuku untuk menunjukan kekuatanku pada mereka.
“greater teleportation”
Mereka saling berpegangan tangan dan memegang lenganku. Sementara aku menggendong Leon dan mengucapkan mantra teleporatasi menuju desa elf di hutan Elfrida tempat para budak itu berkumpul.
Beberapa saat kemudian Yuna, aku, dan beberapa elf kenalan Leon mulai merawat Leon-kun. Sepertinya Leon-kun juga mulai sadar dan menggumamkan sesuatu.
“Dimana aku?”
“Aku selamat?”
“Apakah aku terlempar di dunia lain?”
“Kenapa Aisyah dan lainya ada di sini?”
Aku hanya bisa tersenyum padanya secara perlahan. Kadang prilaku konyolnya membuatku rindu akan masa lalu. Dari sini petualanganku dan Leon-kun dimulai. Sejarah baru antara aku dan Leon-kun akan ditulis ulang.
...***...
ilustrasi karakter Aisyah :
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 35 Episodes
Comments