Tita telah selesai berjibaku dengan pikirannya, ia memutuskan untuk berpura - pura tidak terjadi apa - apa tadi.
Ia melihat jam masih menunjukkan pukul 10:00 pagi, masih ada 2 jam untuk beristirahat. Sedangkan sejak tadi ia tidak mendapatkan pekerjaan tambahan.
Tita melangkah menuju lemari tempat penyimpanan bahan - bahan makanan di pantry, dilihatnya masih banyak bahan makanan yang bisa ia oleh menjadi kue yang enak.
Di pantry memang selalu tersedia bahan makanan, karena jika ada kesempatan, penghuni - penghuni pantry pasti akan membuat sesuatu untuk dimakan bersama - sama.
“Sebaiknya aku membuat bolu keju saja, sambil menunggu waktu istirahat”.
Tita mengambil bahan - bahan yang ia butuhkan kemudian segera membuatnya. Ia terlihat sangat mahir dalam membuat kue.
Setelah semua adonan telah disatukan kedalam sebuah wadah, Tita kemudian memasukkannya ke dalam oven.
Sambil menunggu masak Tita menyiapkan makanan untuk makan siang nanti.
Tita mengambil semua bekal yang disimpan pada lemari penyimpanan lalu meletakkannya di meja makan. Kuenya pun kini sudah matang.
Namun Tita tidak menyadari kalau sejak tadi Bian sedang memperhatikannya di balik pintu.
“Yeay akhirnya selesai juga, tinggal tunggu yang lain datang”ucap Tita senang.
Tiba - tiba Tita merasa ingin buang air kecil, maka ia bergegas ke toilet. Tita yang tergesa - gesa Tidak melihat keberadaan Bian langsung membuka pintu dengan keras. Bian kaget begitu juga Tita yang sudah tidak bisa mengerem langkahnya.
Alhasil Tita menabrak Bian dan sebagian peristiwa pagi tadi berulang. ( ini mah Bian pasti suka heheh).
“Hey ini kedua kalinya kamu menabrakku, apak kamu memang senang bertabrakan denganku”ucap Bian menyunggingkan senyum pepsodentnya.
Tita yang sadar langsung berdiri, ia tidak ingin kejadian pagi tadi berulang karena gerakannya yang lambat merespon tanda bahaya.
“Maaf pak, aku tidak melihat bapak. Lagian kenapa Bapak bisa ada dibalik pintu? Bapak tidak sedang mengikutiku kan”selidik Tita.
“Apa kamu lupa kalau kantor ini milikku jadi aku berhak untuk kemanapun aku pergi, dan apa untungnya aku mengikutimu ha?”tanya Bian dengan mata tajam.
“Oh iya lupa kalau ini kantornya”ucap Tita dalam hati.
“Kenapa kamu diam?”
“Tidak pak, maaf karena sudah menabrak bapak. Aku permisi dulu pak”pamit Tita yang kembali teringat untuk segera ke toilet.
“Hey aku belum menyuruhmu pergi, begitukah sikapmu kepada atasanmu?”teriak Bian.
Mendengar teriakan Bian, langkah Tita terhenti. Ia pun membalikkan badannya dan tersenyum.
“Iya pak, apa ada yang bapak butuhkan”tanya Tita sesopan mungkin. Ia tidak ingin karirnya terhenti saat itu juga hanya karena mencoba melarikan diri dari bosnya.
“Karena kamu sudah menabrakku 2x hari ini dan juga aku masih belum melupakan kejadian kemarin, maka aku akan menghukummu”
Tita sudah mencuga ia akan dihukum lagi, ia berharap ini bukan pemecatan.
“Mulai hari ini kamu akan mendapat tugas tambahan, kamu harus menyiapkan makan siang untukku setiap harinya jika aku sedang di kantor. Ingat makanan yang akan kamu sajikan haruslah enak dan aku tidak suka penolakan”ucap Bian antusias.
“Setiap hari pak? Terus menunya apa saja pak? Aku gak tahu makanan apa yang bapak suka?”tanya Tita.
“Itu sudah menjadi tugas kamu untuk memikirkan makanan apa yang akan aku makan, ingat jangan sampai ada kesalahan atau kamu akan kupecat”ancam Bian.
“Baiklah pak”balas Tita pasrah.
“Oh iya bawakan aku ayam goreng dan sedikit sayuran, dengan beberapa potong kue. Aku sudah sangat lapar”
Tita kaget karena menu yang pak Bian inginkan sama dengan menu makanan mereka hari ini. Apa mungkin hanya kebetulan atau memang Pak Bian mengikutinya.
Tita tidak ingin memikirkan itu, ia menjawab Bian dengan anggukan. Sudah cukup kesialannya dua hari ini, ia tidak ingin menambahnya lagi.
Setelah berhasil memaksa Tita untuk menyanggupi permintaannya Bian kembali ke ruangannya. Bian sebenarnya hanya ingin melihat Tita sebelum ke luar negeri, namu saat melihat Tita, Bian tergoda dengan makanan yang Tita sajikan. Maka muncullah niat jahil Bian.
Setelah Bian pergi, Tita segera menuju toilet untuk menghempaskan sesuatu yang tertunda kemudian kembali ke pantry, ia harus menyiapkan makanan yang Bian pesan.
Di saat sedang sibuk menyiapkan makanan, bu Nita masuk ke dalam pantry.
“Wah kamu sudah menyiapkan makanan untuk kita? Ada kue juga? Ini kamu bikin?”Tegur bu Nita yang baru saja masuk.
“Iya bu, tadi aku tidak mempunyai kerjaan jadi aku buat saja kue untuk kita makan bersama”balas Tita tersenyum.
“Makasih yah. Terus itu makanan buat sapa?”tanya Bu Nita melihat Tita mengambil sebagian makanan di tempat terpisah.
Tita berpikir sejenak, alasan apa yang akan ia sampaikan. Tidak mungkin ia mengatakan yang sebenarnya pasti akan jadi heboh dunia persilatan.
“Ini bu. Tadi Bu Jessica meminta dipesankan ayam goreng dan sayuran untuk Pak Bian. Jadi kupikir kenapa tidak aku ambilkan saja dari makanan kita, kebetulan yang dipesan Pak Bian sama dengan menu makan siang kita” jawab Tita sedikit berbohong.
“Oh begitu., mungkin Pak Bian sedang tidak ingin makan di luar. Ya sudah kamu segera bawa makanan itu, jangan lupa pastikan kebersihannya”ucap Bu Nita.
“Baik bu” jawab Tita.
Tita bergegas ke ruangan Bian dengan mendorong stroller makanan.
“Bu Jessica ini makanan yang Pak Bian pesan, tadi beliau meminta untuk dibawakan makan ini”Tita meminta ijin.
“Oh ya? Tumben Pak Bian tidak menyuruhku biasanya jika menginginkan sesuatu Pak Bian pasti menghubungiku?”tanya Jessica heran.
“Iya bu, tadi Pak Bian berkeliling dan kebetulan singgah di pantry lalu memesan makanan” jawab Tita asal.
“Baiklah mari aku antar”
Tita dan Jessica memasuki ruangan Bian, setelah di persilahkan mereka pun masuk.
“Pak ini ada makanan katanya tadi Bapak pesan”tanya Jessica.
“Ya tadi aku mencarimu tapi kamu tidak ditempat makanya aku langsung ke pantry”ucap Bian santai karena memang tadi saat dirinya ke pantry sang sekretaris tidak berada di tempat.
“A…anu pak itu tadi saya ketemu teman sebentar, ada yang harus di omongin”jawab Jessica terbata - bata.
“Ya sudah lain kali jika kamu ingin keluar minta ijinlah biar aku tidak kebingungan kecuali jika kamu sudah bosan menjadi sekretarisku”ucap Bian datar.
Jessica terdiam, terlihat dari raut wajahnya bahwa ia sangat ketakutan.
“Simpan makanannya di meja dan kalian boleh keluar”ucap Bian lagi.
Tita langsung menata makanan di meja, setelah selesai mereka berdua pamit dan keluar. Mereka tidak ingin berlama - lama di ruangan itu.
Ruangan itu terasa panas, mungkin seperti itulah hawa api neraka pikir mereka.
Setelah pintu tertutup rapat, pecahlah ketawa Bian. Ia tidak menyangka akan mendapatkan hiburan oleh dua orang sekaligus.
Tak membutuhkan waktu yang lama Bian segera menuju ke meja, Bian sudah sangat lapar apalagi melihat makanan yang Tita bawa membuat cacing di perutnya semakin meronta - ronta.
“Enak juga masakan gadis itu, tidak salah aku menyuruhnya. Sayang besok dan beberapa minggu ke depan aku tidak bisa merasakan makanan seenak ini lagi”ucap Bian.
“Semoga semua urusan disana segera beres, tunggu aku kembali gadis kecil” ucap Bian dalam hati kemudian melanjutkan memakan makanannya dengan lahap.
Di pantry semua teman - teman Tita telah berkumpul memunggu Tita. Mereka semua terlihat sangat antusias.
“Maaf agak lama menunggu”ucap Tita kepada teman - temannya.
“Kita juga baru datang semua kok. Ayo duduk sini kita makan bersama, aku sudah sangat lapar”jawab Rian tak sabar.
Tita mengangguk dan langsung bergabung bersama, mereka memulai makan siang mereka.
“Wah enak sekali ayam goreng ini, sambal terinya juga juara”ucap Pak Mul.
“”Terong balado dan ikan gorengnya juga enak, kalau tiap hari begini bisa gemuk saya”sambung Rian.
“Jangan bicara saat makan, pamali”jawab mbak Ajeng yang di sahuti oleh yang lainnya.
“Bagaimana tadi waktu kamu bawa makanannya di ruangan Pak Bian, apa dia suka?”Tanya Dian antusias.
“Aku gak tahu Dian, karena Pak Bian menyuruh kami keluar setelah aku meletakkan makanannya”seru Tita.
“Pasti lah Pak Bian suka, makanan ini kelasnya di atas resto - resto bintang lima”ucap Rian dengan mulut penuh makanan.
Semua orang tertawa melihat tingkah Rian.
Tak terasa mereka telah selesai makan bersama. Tita dan Dian langsung membereskan meja. Rian kebagian mencuci piring dan Pak Mul membuang sampah.
“Besok aku akan menyuruh istriku memasak, sambal pete istriku sangat enak”ucap Pak Mul sambil mencuci tangannya.
“Wah pasti enak tuh, gak sabarnya tunggu besok”ucap Tita diangguki sama yang lain.
Setelah selesai beres - beres nereka pun kembali menjalankan tugas mereka masing - masing.
...****************...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments
wonder mom
suasana yg beda. suasana rakyat kecil. makan bareng. patungan lauk
2023-11-05
0