Tita keluar dari ruangan Pak Biang dengan terburu - buru, seperti ada kemarahan di dalam dirinya. Ia bahkan tidak melihat Jessica yang berada di dekatnya hampir ia tabrak.
“Hey kamu kenapa, jalan gak liat - liat ada orang”Protes Jessica.
“Ma…maaf bu aku tidak sengaja”ucap Tita kemudian segera bergegas pergi.
“Ada apa dengan gadis itu, apa dia kena marah sama Pak Bian, wajahnya sangat kemerahan”ucap Jessica keheranan namun tak memedulikannya dan kembali melanjutkan pekerjaan.
Tita setengah berlari menuju pantry, ia sedang sangat kesal. Ia tidak menyangka akan terjadi seperti ini. Tiba di pantry Tita langsung mengambil segelas air dan langsung meminumnya kasar.
Bu Nita yang melihat Tita terheran - heran dibuatnya.
“Kamu kenapa Meshwa? Kenapa muka kamu terlihat sangat kesal, coba cerita padaku?” Tanya bu Nita.
Tita kaget ternyata di ruangan ini bukan cuma dirinya saja.
“Tidak apa - apa bu, aku cuma lagi kehausan saja”Tita berbohong.
“Benar kehausan? Bukan karena yang lain? “Tanya bu Nita penasaran.
“Benar kok bu”jawab Tita ragu - ragu.
“Meshwa mungkin kamu bisa membohongiku, tapi wajahmu tidak bisa. Kamu kenapa? Apa Pak Bian marah lagi kepadamu?”tanya bu Nita pelan - pelan. Ia tahu bahwa gadis di depannya sedang menyembunyikan sesuatu dan sebagai orang yang bertanggung jawab di ruangan itu dia berhak tau jika ada hubungannya dengan pekerjaan.
“Bu apa boleh aku pindah ruangan saja, jangan di ruangan Pak Bian”ucap Tita pelan duduk disamping bu Nita.
“Alasannya?”tanya bu Nita makin penasaran.
“Aku rasa Pak Bian kurang menyukaiku sejak insiden kemarin, jadi kupikir lebih baik bertukar sama yang lain”Tita berbohong.
“Itu cuma perasaan kamu saja Meshwa, Pak Bian memang sedikit ribet dan suka marah tapi sebenarnya dia baik”terang bu Nita.
“Begini saja kamu coba dulu sampai sebulan ini, kalau Pak Bian masih marah sama kamu nanti bulan depan kita rolling kembali. Untuk sementara kamu bertahan dulu yah. Kan baru 2 hari kamu kerja, jadi kamu masih meraba - raba dengan pekerjaanmu, nanti juga lama - lama kamu akan terbiasa”ucap bu Nita memegang bahu Tita menyemangati.
“Aku lanjutkan pekerjaan dulu, ingat Meshwa tetap semangat”.
“Baik bu, makasih yah”balas Tita tak bersemangat.
“Sebulan?”gumam Tita lemas.
Flashback on
Tita memasuki ruangan Pak Bian, seperti hari kemarin dia membersihkan seluruh ruangan itu tanpa terkecuali. Hari ini ia bertekad untuk tidak membuat kesalahan seperti kemarin, ia tidak ingin kena hukuman lagi sam CEO aneh itu.
Setelah membersihkan, Tita kembali ke pantry untuk membuatkan teh sesuai permintaan bosnya itu.
“Taraaa semoga kali ini Pak Bian tidak marah lagi”ucap Tita sambil mengaduk teh buatannya.
Tita kemudaian membawa teh tersebut ke ruangan Pak Bian, ia lalu meletakkannya di meja Pak Bian. Tak lupa ia mengecek kembali apakah sudah bersih atau masih ada jejak kotoran tertinggal.
Ia tahu jelas bahwa bosnya itu tidak suka ruangannya kotor, tanpa ia sadari Bian sudah lama berdiri di belakangnya menatapnya penuh makna.
Bian terpesona dengan penampakan di depannya, gadis itu terlihat sangat cantik hari ini. Membuat hasrat yang terpendam Bian muncul kembali. Bian perlahan mendekati Tita.
“Ah baiklah semua sudah bersih tanpa noda sedikitpun, Pak Bian pasti senang jika melihatnya”ucap Tita senang.
“Yah aku senang melihatnya”
Tita kaget mendengar tiba - tiba ada suara di belakangnya. Setahu Tita hanya dia seoranglah di ruangan ini. Tita yang penasaran siapa orang itu berbalik dan betapa kagetnya Tita ternyata orang yang berbicara itu adalah Bian. Saking kagetnya Tita terjatuh menindih Bian.
Bian yang tadinya ingin mengerjai Tita refleks menangkap Tita. Dan akhirnya mereka pun terjatuh.
Sesaat mereka terdiam, namun entah kenapa Bian langsung memegang dagu Tita dan menciumnya pelan.
“Manis”itulah yang dirasakan Bian.
Tak cukup sekali Bian pun mengulang mencium Tita, tapi ciuman kali ini sedikit menuntut.
Bian mengulum bibir Tita penuh hasrat, lidahnya menjelajahi mulut Tita. Tita yang memang masih shock hanya terdiam. Tidak mendapat respon Bian menggigit bibir Tita, dan akhirnya Tita membuka mulutnya. Bian pun mengeksplor mulut Tita dengan rakus.
Tita yang akhirnya sadar langsung melototkan matanya dan mendorong paksa Bian.
“Lepaskan pak, apa yang bapak lakukan”ucap Tita mendorong Bian.
Bian yang tersadar telah melakukan kesalahan lalu melepaskan Tita.
“Maaf aku tidak sengaja” ucap Bian meminta maaf.
Tita tak merespon permintaan maaf Bian, ia langsung keluar dari ruangan Bian tanpa berkata sedikitpun.
Flashback off
“Bisa - bisanya pak Bian menciumku, aku kan belum pernah berciuman, dia telah merebut ciuman pertamaku”kesal Tita sambil memegang bibirnya.
Tita terus memegang bibirnya, ia sangat tidak rela ciuman pertamanya harus direbut sama orang yang bahkan baru ia jumpai kemarin.
“Harusnya suamikulah yang nantinya akan mendapatkan ciumanku, bukan dari orang yang bukan siapa - siapaku …. Akkkhhhh”
Tapi Tita tak bisa pungkiri bahwa ciuman itu sangat berkesan dan Tita sangat menikmatinya sesaat.
“Akkhhhh kenapa aku malah memikirkan hal bodoh, tidak ini hanya kesalah pahaman. Pak Bian tadi bilang tidak sengaja, jadi aku harus melupakannya agar bisa tetap bekerja…hufftt”
Tita menuju kamar mandi dan mencuci mukanya, ia terus kepikiran dengan kejadian tadi. Jujur ia menikmatinya tapi itu salah dan tidak boleh terjadi.
“Kamu harus lupakan ciuman itu Tita, ingat apa misi kamu kerja disini, anggap saja tidak terjadi apa - apa tadi”.
“Semoga Pak Bian juga melupakan kejadian itu akhhh aku sangat kesal tapi suka”Tita merutuki dirinya sendiri.
...****************...
“Apa yang kulakukan tadi, aku mencium gadis itu?”gumam Bian tak percaya.
Ia kembali mengingat kejadian tadi, yah ia benar telah mencium gadis OB itu.
“Sialan bisa - bisanya aku menciumnya, apa yang merasukiku”.
“Bagaimana jika gadis itu trauma dan tidak mau lagi bekerja disini, akhhh apa yang terjadi padamu Bian”kesal Bian memukul meja.
Ia benar - benar tidak menyangka bisa senekat itu mencium bibir gadis OB itu. Tapi Bian juga tidak bisa memungkiri bahwa bibir gadis itu sangat membuatnya mabuk.
“Bibir itu belum pernah terjamah aku tahu itu dan aku orang pertama yang mencobanya”ucap Bian memegang bibirnya.
Dulu bersama Alana mereka sering melakukannya, tapi dengan gadis itu berbeda seperti ada candu di bibir gadis itu yang membuat Bian kembali ingin merasakannya.
Bian terus mengingat kejadian tadi sambil tersenyum, ia bahkan tidak mendengar kedatangan Andre.
“Hi bos apa kau sedang jatuh cinta, sampai aku sudah 10 menit di ruangan ini kau tidak mengetahuinya”sapa Andre membuyarkan lamunan Bian.
“Kau mengganggu saja, ada apa kamu kesini”jawab Bian kesal.
“Assisten tuan Kendrick di negara P menelpon mengatakan kalau ada masalah disana dan memintamu segera kesana”
“Ada masalah apa disana? Apa papi sudah tahu?”
“Tuan Lincoln tidak memberitahu detailnya dia hanya berpesan untuk segera kesana dan aku juga sudah menghubungi Tuan Kendrick saat kau sedang melamun tadi dan beliau mengatakan bahwa malam ini juga kita harus segera berangkat”
“Baiklah, siapkan segala sesuatunya kita berangkat malam ini juga”ucap Bian sambil meneguk teh.
“Ngomong - ngomong apa yang membuatmu tersenyum senang bos? Jarang sekali melihatmu tersenyum seperti itu kecuali hanya saat kau bersama Alana dulu”tanya Andre penuh selidik.
“Kamu tidak perlu tahu, aku tidak akan memberitahumu. Kamu keluar sekarang dan segera siapkan semua keperluan kita untuk malam nanti”perintah Bian.
“Baiklah bos, jika memang kamu belum mau membicarakannya tapi dilihat dari cara kamu meneguk tehmu aku yakin ini tentang gadis OB itu”tebak Andre.
Bian yang tadinya senyum langsung berubah merah padam, Ia siap menerkam Andre. Andre yang sangat mengetahui sifat bosnya itu segera pergi meninggalkan bosnya. Ia masih ingin hidup lama.
“Aku pergi dulu”pamit Andre dan segera menutup pintu ruangan Bian sebelum singa itu mengaum.
“Awas kami Andre”ucap Bian kesal.
Bian lalu menghubungi sekretarisnya. Jessica mengetuk pintu dan setelah dipersilahkan ia pun masuk.
“Jessica tolong kamu siapkan penerbanganku bersama Andre malam ini, dan juga cancel semua jadwal sampai aku dan Andre kembali dari negara P”perintah Bian.
“Oh ya sampaikan kepada Pak Mardi, untuk mengambil barang - barang yang aku perlukan di rumah. Aku sudah menghubungi mami untuk menyiapkannya”ucapnya lagi.
“Baik pak” Jessica keluar.
“Aku akan pergi untuk beberapa waktu dan itu artinya aku tidak akan melihat gadis itu, mungkinkah aku bisa mendapatkan canduku itu”
Bian sedang memikirkan sesuatu sambil tersenyum lebar.
...****************...
*Kisah percintaan Tita dimulai yah teman - teman semoga kalian suka **🥰🥰🥰*
Tetap dukung author yah dan tinggalkan lika dan komentar baik kalian. Author tunggu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments