Eps 4

Mobil yang ditumpangi Tita akhirnya berangkat meninggalkan kota E. Ini pengalaman pertama Tita pergi tanpa didampingi ayahnya, dulu dia sering melakukan perjalanan ke luar kota bersama ayah dan ibunya. Yah itu dulu saat kebahagiaan Tita benar - benar terasa lengkap.

Kenangan masa kecilnya seketika muncul dalam benak Tita, bayangan masa kecil yang indah bersama ayah dan ibunya. Tanpa terasa air mata Tita kembali jatuh. Bapak pengangkut sayuran yang belakangan diketahui bernama Pak Slamet merasa iba melihat Tita.

“Nduk apa yang kau pikirkan hingga membuat air mata mu itu jatuh” tabya pak Slamet.

“Gak pak, aku hanya sedang mengingat masa kecilku bersama ayah dan almarhumah ibuku dulu” balas Tita.

“Kamu yang sabar nduk, Insya Allah kebahagiaan akan datang menyertaimu. Kamu boleh bersedih tapi ingat jangan sampai berlarut - larut, kamu harus fokus dengan tujuan awal kamu”ucap Pak Slamet menemangati Tita.

“Terima kasih banyak pak, aku gak tau gimana cara membalasnya”ucap Tita.

“Ya sudah kamu jangan nangis terus tuh cantiknya hilang, kamu mau dengar gak cerita lucu bapak”

“Mau pak”

Pak Slamet bercerita untuk menghibur Tita, Tita yang awalnya sedih sampai lupa akan kesedihannya. Tita tertawa terbahak - bahak mendengar cerita Pak Slamet. Tanpa terasa mereka sudah sampai di kota A.

Pak Slamet menepati janjinya untuk mencarikan Tita kost - kostan. Setelah berkeliling akhirnya mereka pun mendapatkan kost.

“Bagaimana nduk, kamu suka tidak tempatnya? Kalau kamu tidak suka kita bisa mencari tempat lain”Tanya Pak Slamet.

“Iya pak aku suka. Meskipun kecil tapi nyaman buat dan sesuai dengan kemampuanku”ucap Tita.

“Syukurlah kalau kamu suka, bu Halimah kami jadi ambil kamarnya. Dan tolong titip Tita yah dia tidak punya siapa - siapa disini” ucap pak Slamet kepada bu Halimah pemilik kost.

“Siap lah, Pak Slamet gak usah ragu semua penyewa kost disini sudah ku anggap seperti anakku juga. Asal jangan buat macam - macam yah Tita ibu gak suka”ucap bu Halimah tegas kepada Tita.

“Baik bu”

“Ya sudah, kalau begitu bapak pamit yah nduk, takut orang rumah pada cariin bapak. Kamu yang baik yah disini, kalau ada apa - apa kamu hubungi bapak. Kamu sudah punya no hp bapak kan? Jangan ragu yah nduk, kamu juga sudah bapak anggap anak bapak. Nanti sekali - kali bapak ajak ke rumah bapak, isteri bapak jago masaknya enak - enak hehe tadinya bapak mau ajak kamu tinggal sama bapak tapi rumah bapak kecil anak bapak juga ada 5 takunya kamu gak nyaman nduk”

“Gak masalah pak, ini aja aku idah bersukur banget ketemu sama bapak, sampai dicariin kontrakan lagi. Coba kalau bapak tadi gak tolongin aku, gak tau pak nasib ku gimana. Makasih yah pak” ucap Tita.

“Sama - sama nduk, bapak pamit yah. Assalamu alaikum”

“Waalaikum salam pak” balas Tita.

“Nak ibu juga pamit yah mau ke depan, kamu kalau butuh apa - apa ke depan saja. Jangan sungkan” pamit bu Halimah.

“Baik bu, terima kasih banyak bu”.

Sepeninggal pak Slamet dan bu Halimah, Tita pun juga masuk ke kamarnya. Kamar yang Tita tempati terlihat sangat nyaman. Fasilitasnya juga terbilang lumayan. Ada tempat tidur, lemari pakaian, kamar mandi dan kipas angin. Tita merasa hidupnya sangat beruntung hari ini. Tita menyimpan beberapa pakaian yang sempat ia ambil di rumah ke dalam lemari, saat ingin mandi Tita lupa kalau belum sempat beli peralatan mandi. Tita pun keluar kamar untuk mencari warung atau minimarket untuk beli alat mandi.

“Mau kemana Tita” tanya bu Halimah menegur Tita.

“Aku mau cari perlengkapan mandi bu tadi lupa beli” balas Tita.

“Oh kamu lurus saja ke depan sekitar 100m ad minimarket kamu bisa belanja disana, oh iya ini makanan buat kamu makan malam. Kamu belum makan kan”

“Makasih banyak bu, tapi ibu gak usah repot - repot biar nanti Tita beli aja yah. Ini kan jualan ibu”

“Ibu gak repot kok, ini sebenarnya ibu juga udah mau tutup warungya kebetulan kamu lewat yah ibu kasih saja kamu, anggap saha ini salam perkenalan yah”memaksa Tita mengambil bungkusan makanannya.

“Baik bu terima kasih banyak yah, semoga ibu selalu banyak rezky yah”

“Aaamin”

“Aku pamit yah bu, takutnya minimarketnya tutup”

“Oh iya nak, hati - hati yah “

Setelah membeli beberapa peralatan mandi dan juga sedikit bahan makanan untuk beberapa hari. Tita pun kembali ke kamarnya. Tita segera mandi untuk membersihkan diri. Badannya terasa sangat gerah bajunya pun sudah dua hari tidak dia ganti. Setelah mandi dan beribadah Tita lun bersiap untuk tidur. Tak lupa dia berdoa untuk ayahnya.

Flashback on

“Tita kamu dimana? Kesini sebentar mama mau bicara sama kamu” panggil mama Renata”

“I..iya ma”jawab Tita.

“Tita mama mau bicara, kamu dengar yah baik - baik”

“Baik ma, mama mau bicara apa?”jawab Tita.

“Tita, kamu sayang kan sama ayah kamu?”

“Iya ma aku sayang ayah. Kenapa mama tanyakan itu?”selidik Tita.

“Bagus, kalau kamu sayang sama ayah berarti kamu mau dong ikutin apa kata mama?”.

“Memang mama mau apa?”perasaan Tita sudah mulai tidak enak.

“Begini kamu kan tahu berapa tahun ini ayah kamu sudah tidak bisa kerja lagi karena kecelakaan. Dan kamu juga tahu kan kalau uang tabungan ayah kamu itu sudah habis untuk bayar biaya pengobatan ayah kamu. Selama ini kita hidup dari hasil kerja Livia anak mama dan hasil aman ngutang sana sini. Jadi mama ingin kamu sedikit berkorban untuk ayah kamu, kamu bisa kan Tita”

“Aku gak ngerti maksud mama apa, Tita harus berkorban apa ma?”tanya Tita penuh ketakutan.

“Mama telah menjodohkan kamu dengan pak Bondan orang paling kaya di daerah sini dan rencana kalian akan menikah 2 hari lagi. Jadi kamu harus bersiap”ucap mama Renata dengan santainya.

“Apa ma? Menikah? Sama pak Bondan? Bukannya pak Bondan sudah tua ma dan sudah punya 4 isteri? Aku gak salah dengar kan ma? Mama bercanda kan?” Tanya Tuta bertubi - tubi.

“Kamu tengok wajah mama apa kamu lihat mama sedang bercanda? Mama serius kamu harus menikah sama pak Bondan 2 hari lagi. Tidak ada penolakan”tegas mama Renata.

“Tapi ma aku gak mau menikah apalagi sama pak Bondan”bujuk Tita.

“Mama gak suka penolakan Tita, kamu tahu itu kan. Pokoknya kamu tetap harus menikah. Apa kamu tidak ingin keluarga kuta menjadi kaya lagi seperti dulu?”

“Tapi ma…aku gak mau menikah”ucap Tita memohon.

“Gak ada tapi - tapi, keputusan mama sudah bulat kamu tetap harus menikah”

Ayah yang mendengar perbincangan Tita dengan mama Renata langsung keluar kamar dan ikut berbicara.

“Renata kamu kok mau nikahin Tita gak bicara sama aku ayahnya, sama pak Bondan lagi. Kamu tahu kan dia itu rentenir jahat yang suka menyiksa orang. Aku gak setuju”tegas ayah Bagas.

“Aku gak minta pendapat kamu mas, lagian kalau Tita menikah dengan pak Bondan kita akan kembali kaya. Pak Bondan berjanji akan memberikan sebagian hartanya untuk Tita. Apa kamu gak mau mas kembali seperti dulu”.

“Untuk apak kaya kalau harus menjual anakku sendiri. Tega kamu Renata”

“Terserah apa kata kamu mas aku akan tetap menikahkan Tita sama pak Bonda. Mas mau setuju atau tidak peduli apa aku. Anggap saja ini bayaran pengobatan kamu selama ini”

“Aku tidak akan biarkan kamu merenggut masa muda Tita Renata, tega kamu”ucap ayah Tita.

“Cukup mas aku gak mau mendengar ceramah kamu, lagian kamu bisa apa mas kamu sudah gak bisa berbuat apapun untuk menghalangi aku”ucap mama Renata sombong.

“Ma aku mohon, jangan nikahkan Tita sama orang tua itu. Aku rela mama siksa seumur hidup asalkan tidak menikah dengan pak Bondan. Aku mohon ma”pinta Tita.

“Gak Tita keputusan mama sudah bulat, kamu tetap harus menikah sama pak Bondan, mama sudah menerima banyak uang untuk hari pernikahanmu. Kamu cukup bersiap dan jangan coba kabur kalau tidak ayahmu yang cacat itu akan tanggung akibatnya” ancam mama Renata sambil berlalu meninggalkan ayah Bagas dan amam Renata.

“Ayah apa yang harus aku lakukan, aku gak mau menikah ayah. Kenapa mama Renata sungguh jahat sama aku. Salah aku apa ayah hiks….hiks..”ucap Tita sesenggukan.

Ayah hanya terdiam.

Tita berlari ke kamar dan menangis sejadinya. Dia tidak menyangka mama Renata tega menjualnya.

Flashback off

“Ayah semoga ayah baik - baik saja yah, hari ini aku bertemu banyak orang baik yang membantuku. Aku tahu ini tak lepas dari doa ayah. Ayah tunggu aku yah dan doakan semoga semoga aku bisa secepatnya mendapat pekerjaan agar bisa segera menjemput ayah” gumam Tita.

“Ya Allah aku titip ayahku, jagalah dan lindungilah dia dari mama Renata dan Livia, Aamin” ucap Tita.

...****************...

Terpopuler

Comments

Victorfann1dehange

Victorfann1dehange

Gak bisa berhenti baca ceritanya, thor kesempatan ketemu penulis kayak kamu gak banyak loh.

2023-09-01

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!