Adzan subuh berkumandang dengan merdunya, Tita bangun dan menjalankan ibadah. Seselai beribadah Tita membersihkan dan merapikan kamarnya. Kemudian beralih ke depan kamar. Tita membuka pintu kamarnya, sinar matahari langsung menyapanya dan menyinari kamar seolah ingin memberi semangat kepada si pemilik kamar.
“Hari ini aku akan mencoba mencari pekerjaan, aku tidak mungkin hanya berdiam saja. Uang pemberian ayah tidaklah terlalu banyak, mungkin hanya cukup untuk seminggu”gumam Tita.
“Pagi mbak, penghuni baru yah”tanya seseorang menyadarkan Tita dari lamunannya.
“Iya mbak, baru semalam”jawab Tita tersenyum.
“Oh gitu, selamat datang yah kenalkan nama saya Dianti Shakila panggil saja Dian dan kamarku tepat disebelah kamu”memperkenalkan diri.
“Aku Tita mbak, salam kenal juga”
“Gak usah panggil mbak deh kan udah kenal”
“Baik Dian?” Ayo duduk sini Dian biar lebih enakkan ceritanya”ajak Tita.
“Oke bentar aku bikinin teh yah, kamu belum minum teh kan pagi ini?”
“Iya kamu tau aja”balas Tita malu - malu.
“Ya sudah tunggu yah”.
Dian memasuki kamarnya, tak berselang lama dia pun keluar membawa 2 cangkir teh panas untuk mereka.
”Dian kamu sudah lama yah tinggal disini?”tanya Tita.
“Lumayan sih udah 2 tahunan, kamu sendiri kesini kerja atau kuliah?”
“Aku kabur Dian?”tertunduk.
“Kabur? Kok bisa?”tanya Dian kaget.
Tita terdiam dan tertunduk. Dian yang melihatnya langsung memeluk Tita.
“Cerita aja Ta, ga papa ko kita kan tetangga anggap saja saya ini saudara kamu, tapi kalau kamu rasa gak bisa bercerita kamu berhak diam ko Ta, kamu gak perlu sungkan”
Tita pun bercerita tentang kisahnya kepada teman barunya itu. Dian mendengarkan dengan seksama, terkadang Dian juga terlihat menutup mulutnya tak percaya dengan cerita Tita.
“Kisah kamu terlalu miris Ta, kalau itu terjadi padaku mungkin saya sudah bunuh diri Ta. Kamu hebat bisa bertahan sampai detik ini” kembali memeluk Tita.
“Makasih Dian”
“Terus sekarang rencana kamu apa?”
“Aku ingin mencari kerja Dian, kerja apapun itu untuk menyambung hidupku”
“Baiklah, nanti di tempat kerjaku aku tanya apa masih butuh karyawan. Ntar aku kabarin kamu yah”ucap Dian.
Tita mengangguk, mereka terlihat asyik bercerita tentang kehidupan masing - masing. Terkadang mereka tertawa bersama namun tak lama kemudian mereka saling menguatkan. Layaknya teman lama yang baru bertemu.
“Wah saking enaknya kita cerita sampai lupa sudah waktunya kerja, ceritanya kita lanjut bentar yah Ta, saya kerja dulu takut dipotong gajinya heheh”pamit Dian.
Perbincangan pagi inipun berakhir. Tita senang akhirnya dia memiliki teman yang baik. Setidaknya dia tidak lagi merasa sendiri di dunia ini.
Setelah mandi dan beristirahat sebentar Tita berjalan ke depan ke warung bu Halimah. Tita bosan hanya berdiam diri di rumah tanpa melakukan apa - apa. Di warung Bu Halimah terlihat sedang sibuk melayani pembeli di, Tita pun datang menghampiri. Kebetulan rakyat penghuni kampung tengahnya sudah mulai kembali protes belum dikasih subsisi kesejahteraan.
“Rame yah bu”sapa Tita.
“Iyah nak kalau jam segini memang suka rame untuk makan siangkamu sudah makan?”
“Belum bu, ini makanya sekalian mau beli makanan”
“Ya sudah kamu mau makan apa nak, kamu tinggal pilih menu apa yang kamu suka”
Tita melihat - lihat menu makanan, pilihannya jatuh kepada nasi tempe dan telur.
“Bu Tita ambil tempe telur dan sambalnya, ini berapa bu? ”tanya Tita.
“Kamu gak usah bayar nak, nanti saja kamu bayarnya kalau kamu sudah menemukan pekerjaan”
“Tapi bu semalam juga ibu sudah memberikanku makanan, aku tidak mau memberatkan ibu. Ibu sudah capek - capek berjualan dan aku makan gratis, tidak bu aku tetap akan membayarnya”ucap Tita mengeluarkan uang dari dompetnya.
“Baiklah kalau memang kamu tidak mau nak, kamu boleh membayarnya tapi tidak dengan uang tetapi kamu cukup menemaniku berjualan dan kau bebas memakan apapun”
“Baiklah bu, itu sepertinya penawaran yang baik. Aku akan membantu ibu disini sampai aku menemukan pekerjaan”ucap Tita senang.
...****************...
Seminggu sudah Tita tingal di tempat itu, meski belum mendapatkan kerjaan tapi Tita sangat senang karena setidaknya dia tidak perlu memikirkan makanan karena dia sudah mendapat upah makanan dari kasa bantu - bantu di warung bu Halimah.
Bu Halimah sangat senang Tita membantunya, pekerjaannya menjadi ringan dan pelanggannya juga bertambah sejak kehadiran Tita.
Pagi ini masih dengan semangat yang sama, setelah beribadah dan bersih - bersih kamar. Tita menuju ke warung bu Halimah untuk membantu. Di sana Tita hanya disuruh melayani oleh bu Halimah, namun jika pembeli sepi terkadang Tita turut membantu mencucikan piring - piring bekas makan.
“Hai Tita, aku mencarimu di kamar tapi gak ketemu ternyata udah disini saja”Dian datang menghampiri Tita.
“Iya dong Dian aku kan harus datang lebih cepat agar cepat juga siapnya warung ini, kenapa kamu mencariku?”tanya Tita.
“Terkait pembicaraan kita tempo hari, apa kamu masih ingin bekerja?
“Tentu saja Dian, apakah kamu sudah menemukan pekerjaan buatku? “Tanya Tita semangat.
“Ya…semalam sebelum pulang kantor bagian Hrd tempat aku kerja memanggilku, beliau bilang jika saya punya teman yang mau membantu jadi OB masih dibutuhkan, yah saya langsung teringat sama kamu Tita”
“Bagaimana apa kamu berminat? Kita bisa bekerja bersama Ta, kamu mau gak?”
“Iya Dian aku mau kapan aku mulai kerjanya?”
“Besok kamu ikut aku ke kantor kita menghadap bagian HRD”
“Baik baik besok pagi - pagi aku pasti sudah siap. Bu…bu Halimah aku sidah dapat kerja bu”ucap Tita bersemangat.
“Dian memberitahu kalau aku bisa bekerja sama dia di kantor dia jadi OB, aku senang banget bu”.
“Ibu turut senang dengarnya nak”memeluk Tita.
“Iya bu, ini berkat doa ibu juga. Makasih yah bu, makasih banyak”ucap Tita sambil terus mencium tangan bu Halimah. Mereka pun berpelukan.
“Udah dong pelukannya aku lapar nih, pesan nasi campur boleh kan? Ucap Dian memecah suasana.
“Bisa bisa dong nak, karena kamu sudah membantu Tita mendapatkan pekerjaan jadi ibu kasih kamu gratis makan malam ini”ucap bu Halimah kepada Dian.
Mendengar kata gratis Dian langsung memeluk bu Halimah dan akhirnya mereka tertawa bersama.
Bu Halimah sangat menyayangi anak - anak kostnya, terlebih pada Tita. meski baru bertemu dia bisa merasakan aura positif dari Tita. Apalagi sejak Tita membantunya warungnya juga semakin ramai. Wajah Tita yang cantik dan pembawaanya yang ramah menjadikan semua pelanggan Bu Halimah nyaman berbelanja di warungnya.
“Tita sini sebentar nak”bu Halimah memanggil Tita.
Tita yang sedang beberes warung langsung menghampiri bu Halimah.
“Iya ada apa bu?”
“Tita ini ada sedikit uang buat kamu jangan kamu tolak yah nak, ini gaji kamu selama bekerja di warung ibu”ucap bu Halimah.
“Tita ikhlas bu bantu ibu, lagian Tita juga mendapat makanan 3x sehari itu sudah cukup bu”
“Tolong terima Tita ini bisa jadi pegangan kamu, terima yah sayang”bu Halimah memohon.
“Makasih banyak bu, entah perbuatan baik apa yang sudah aku lakukan sampai bertemu dengan orang - orang baik seperti kalian”memeluk bu Halimah.
“Kamu orang baik nak, dan orang baik akan selalu bertemu dengan orang - orang yang baik”
Mereka berpelukan layaknya ibu dan anak. Kasih sayang bu Halimah seolah mengalir ke Tita. Rasa ini yang sudah lama tidak dirindukan oleh Tita.
Setelah selesai berbincang dan membersihkan warung. Tita dan bu Halimahpun bersiap untuk kembali ke tempat masing masing.
Rona bahagia terlihat jelas di wajah Tita, meski hanya akan bekerja sebagai OB tapi it merupakan langkah awal yang baik. Tita tak sabar untuk menghadapi hari esok. Hari yang mungkin akan menjadi penentu kehidupannya nanti.
“Ayah mai besok aku akan memiliki pekerjaan, nantinya aku akan menabung sedikit demi sedikit sampai uangnya cukup untuk menjemput ayah. Ayah tetap menunggu yah”
“Ya Allah terima kasih atas berkah pekerjaan yang kaku berikan kepadaku, jadikanlah ini awal dari langkahku menuju kesuksesan. Jadikanlah aku manusia yang selalu bersyukur atas nikmat apapun yang kau berikan. Berikanlah kehidupan yang baik kepada Dian dan bu Halimah, lindungilah mereka dan berolah mereka rezky yang banyak. Aamin”ucap Tita menutup doanya di malam ini.
...****************...
*Teman - teman kira - kira visual yang cocok untuk Tita dan Bian siapa yah? Tulis di kolom komentar yah. **🥰🥰🥰*
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments