Eps 5.

Di sebuah club terkenal di Kota E tampak dua pemuda tampan sedang berbincang.

“Kamu sangat hebat tadi Bi, semuanya kagum dengan presentasimu. Tidak salah aku menjadi asistenmu, aku turut bangga”ucap Andre menepuk belakang Bian.

“Bangga sih boleh ndre tapi kamu juga jangan asal main tabok, kamu lupa yah aku bos kamu apa kamu mau gaji kamu bulan depan aku potong 60%”balas Bian berpura - pura mengancam Andre assiten merangkao sahabatnya itu.

“Weisss jangan gitu dong bos, aku tadi cuma terlalu bersemangat saking bangganya. Kamu mau tambah minum lagi gak, biar aku panggil waitersnya”ucap Andre mengambil hati Bian.

“Hahahahahah ndre…ndre…dengar gaji di potong saja langsung panik, becanda kali bro. Kita balik yuks ini sudah malam besokkan kita harus kembali ke kota A, urusan kita disini sudah selesai”ajak Bian.

“Yah jangan dulu dong Bi, kita juga baru minum beberapa gelas. Tunggu sedikit boleh yah, sayang kalau pulang cepat Bi disini banyak cewek cantiknya”.

“Gak, aku mau pulang kalau kamu masih mau disini ya sudah aku tinggal”ucap Bian berlalu meninggalkan Andre.

“Tunggu dong Bi”mengejar Bian.

“Untung bos jadi aku masih bisa sabar, kalau bukan sudah kulemlar dia ke jendela”umpat Andre dalam hati.

“Kamu jangan mengumpatku Andre, aku bisa baca apa kata hati kamu. Mungkin kamu benar - benar harus dipotong gaji kamu biar tau rasa”ucap Bian berbalik kepada Andre.

“Aduh dia kok tau isi hatiku”gumam Andre menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“Eh gak kok bos mana berani aku, baiklah ayo kita kembali”langsung menuju mobil.

Mereka pun keluar dari club itu, hari itu Bian sangat senang karena rapatnya dengan beberapa perusahaan yang akan bekerja sama dengan perusahaannya sangat puas dengan presentasi yang Bian bawakan. Di perjalanan Bian tanpa sengaja melihat seorang bapak yang tampaknya sangat susah berjalan, timbul rasa iba di hati Bian.

“Ndre stop Ndre”Bian sedikit berteriak.

Andre yang kaget dengar teriakan Bian langsung mengerem mobil secara tiba - tiba, untung saja jalanan sudah lengang jadi mereka tidak merugikan pengendara lain.

“Ada apa sih Bi, kalau kita kenapa - kenapa gimana?”ucap Andre kesal.

Bian tidak menjawab pertanyaan Andre dan langsung keluar dari mobil dan menghampiri bapak itu. Dilihatnya bapak itu berjalan dengan keadaan tidak stabil dan akan terjatuh. Bian segera berlari.

“Bapak tidak apa - apa? Bapak hampir saja jatuh, untung aku sedikit lebih cepat memegang bapak. Apa bapak sakit?”ucap Bian memapah bapak itu dan mendudukkannya di sebuah trotoar.

“Makasih nak, bapak tidak apa - apa kok, bapak cuma kelelahan saja”

“Sama - sama, bapak mau kemana tengah malam begini. Apa tidak sebaiknya bapak pulang saja ke rumah. Cuaca malam ini sangat dingin dan jalanan ini juga sepi bagaimana kalau terjadi sesuatu sama bapak”tanya Bian.

“Bapak tidak punya rumah nak, bapak diusir sama isteri bapak. Ini bapak berjalan mencari tempat untuk bapak bisa istirahat nak”

“Kasian juga bapak ini” gumam Bian sambil merenung sejenak.

“Bapak mau ikut kerumahku? Rumahku tidak jauh dari sini bapak bisa tinggal disana”ajak Bian.

“Tidak nak bapak tidak mau merepotkan orang, lagian bapak juga sedang mencari anak bapak” menolak ajakan Bian.

“Memang anak bapak kemana? Biar aku antar”

“Anak bapak kabur nak, bapak yang suruh dia kabur karena akan dinikahkan sama isteri bapak. Tapi bapak tidak tahu kemana anak bapak pergi, makanya bapak memutuskan untuk mencari anak bapak?”

“Begini saja pak, bapak ikut aku saja pulang kerumah, nanti biar aku sama anak buahku mencari anak bapak. Ini sudah malam pak, tidak baik untuk kondisi bapak seperti ini untuk berjalan. Apalagi bapak juga tidak tahu kemana anak bapak pergi. Ayo pak ikut saya”ajak Bian lagi.

“Baik nak bapak akan ikut kamu” akhirnya bapak itu mau juga. Bian membantu ayah Bagas berdiri dan membawanya ke mobil.

“Ndre buka mobil bantu bapak ini masuk ke mobil”perintah Bian.

“Baik bos” ucap Andre.

Andre membantu ayah Bagas untuk masuk ke mobil kemudian dia pun kembali dan melajukan mobilnya untuk pulang.

...****************...

Mobil Bian memasuk mansion kediaman kendrick. Pengawal yang melihat mobil Bian langsung membuka gerbang tak lupa memberi hormat kepada tuan mudanya. Ayah Bagas sampai terkagum - kagum dibuatnya. Belum pernah iya memasuki rumah yang sebesar ini, biasanya dia hanya melihatnya di tivi. mobil berhenti tepat di depan pintu utama mansion, seketika seluruh pelayan dan pengawal langsung berdiri menyambut, tidak seorang pun berani memandang tuan mudanya itu. Bagaimana tidak tuan mudanya itu berjalan dengan tatapan membunuhnya.

Bian memasuki rumahnya bersama ayah Bagas dan Andre, semua orang terheran mengapa tuan mudanya bisa membawa seseorang bahkan Bian memapah orang tua itu sedangkan selama ini jangankan untuk berdekatan dengan orang bernapas pun tidak boleh sampai salah, mungkin tuan mudanya sedang dalam mood yang bagus pikir mereka.

Bian berhenti lalu memanggil salah satu pelayannya

“Hey kamu kesini…”

Pelayan itu segera berlari namun masih tetap menunduk.

“I..iya tuan muda” kata pelayan itu sambil tertunduk.

“Berikan bapak ini makanan dan siapkan kamar beserta seluruh pakaian dan keperluan apapun yang dibutuhkan bapak ini, buat bapak ini merasa seperti di rumahnya sendiri” Bian berbicara masih dengan tatapan membunuhnyya.

“Baik tuan muda, mari pak silahkan ikut saya” ucap pelayan itu memanggil dan membantu ayah Bagas.

“Baik nak, terima kasih” Ayah bagas pun mengikuti pelayan itu.

“Pak Asep, Tolong panggilkan dokter untuk merawat bapak itu sampai sembuh, berikan perawatan yang paling baik di kota ini dan pastikan keamanan dan kenyamanan bapak itu. Lakukanlah jika masih ingin hidup tenang” perintah Bian kepada pengawalnya.

“Baik Tuan muda, perintah tuan muda akan kami laksanakan”

Bian tersenyum kemudian berlalu. Andre yang sejak tadi diam saja kemudian berkata.

“Bi apa tidak masalah membawa bapak itu kesini, kita tidak kenal bapak itu. Lagian kalaupun mau bantu kita bisa membawanya ke panti jompo atau kemana tidak perlu sampai membawa kesini” ucap Andre.

“Entah ndre aku kasian saja melihat bapak itu, lagipula bapak itu terlihat saperti orang baik - baik. Kamu tidak usah khawatir bapak itu tidak akan macam - macam, oh iya ambil keterangan dari bapak itu dan cari anaknya”ucap Bian kemudian beranjak menuju kamarnya.

“Baik bos, siap laksanakan”balas Andre.

Andre cukup mengenal bos dan juga sahabatnya itu, jika Bian sudah berkeinginan kuat tidak satu pun orang boleh mebantah dan dia juga tahu bahwa Bian tidak pernah salah dalam menilai orang. Andre juga berbalik menuju kamarnya untuk beristirahat.

“Bapak sementara tinggal disini dulu sampai bapak ketemu sama anak bapak, nanti berikan semua data anak bapak kepada Andre biar nanti Andre mencari tahu keberadaan anak bapak, dan jika bapak butuh apa apa silahkan panggil pak Asep atau Bi Marni mereka akan segera membantu bapak. Besok aku akan ke pulang ke kota A, kita akan berjumpa lagi jika aku kembali kesini, silahkan makan dan bersihkan diri aku ke kamar dulu”ucap Bian sebelum emmasuki kamarnya.

“Baik nak, tapi bapak boleh bertanya? Ucap Ayah Bagas ragu - ragu.

“Boleh pak, apa yang bapak mau tanyakan”

“Sejak tadi bapak belum tahu nama kamu nak, kamu sudah menolong bapak bahkan mengijinkan bapak tinggal di rumah sebesar ini tapi nama kamu juga bapak belum tahu nak, maaf kalau bapak lancang nak” ucap ayah Bagas takut. Bagaimana tidak melihat cara Bian memberi perintah dan sikap orang - orang di rumah ini membuat ayah Bagas berpikir bahwa anak muda yang dihadapannya ini bukanlah orang sembarangan. Jadi meskipun takut dia tetap memberanikan diri bertanya agar ke depannya tidak salah gerak.

“Hahahhahah… iya juga kita bahkan belum saling berkenalan”ucap Bian sambil tertawa, dia melihat rona ketakutan di wajah ayah Bagas.

“Pekernalkan aku ABIAN JAUZAN KENDRICK bapak cukup panggil aku dengan Bian, dan bapak sendiri siapa?”

“Nama bapak Bagaskara nak, panggil saja pak Bagas”masih dengan rona ketakutan.

“Baik pak Bagas, kalau begitu silahkan bapak makan dan beristirahat, aku juga akan beristirahat. Oh iya bapak gak usah takut sama aku, aku tidak suka memakan orang pak heheheh becanda. Aku pamit istirahat pak” ucap Bian.

Bian pun naik ke atas menuju kamarnya, setelah mandi Bian membuka laptop untuk melihat sedikit pekerjaannya kemudian tidur.

Di kamar lain, ayah Bagas baru selesai makan dan bersih - bersih dibantu oleh beberapa pelayan. Ayah Bagas juga telah selesai diperiksa oleh dokter keluarga Bian. Ayah Bagas sangat bersyukur dia bisa bertemu orang yang sangat baik. Sebelum tidur ayah Bagas berdoa.

“Tita dimanapun kamu berada semoga kamu dalam keadaan selamat, dan bertemu dengan orang orang baik, bapak akan mencarimu nak. Selamat malam anakku, terima kasih Tuhan kau pertemukan aku dengan anak muda yang baik hati. Lindungilah selalu Bian dari segala marabahaya, lancarkan segala urusannya. Aamin” ayah bagas menutup doa kemudian tertidur.

...****************...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!