Saat melihat Tante cantiknya menyalip dengan mobil, Galen hendak akan menarik tuas gasnya agar lebih cepat, niatnya untuk mengejar mobil Tante cantiknya tapi wanita yang duduk di belakangnya justru langsung memukuli kepalanya membuat Galen menghentikan kendaraannya di pinggir jalan.
Bugh
Bugh
"Aduh..!! aduh..! Mama apa-apaan sih!" Galen turun dari motor dan menatap Mamanya sengit.
Meskipun memakai helm tapi dipukuli dengan tas yang beratnya hampir satu kilo juga akan terasa sakit.
"Kamu mau bikin Mama celaka! hah. Kalau mau ugal-ugalan sendiri jangan bonceng Mama!" Omel seorang wanita yang menggunakan celana jeans dengan kaos street dan tak lupa jaket kulitnya. Penampilan Mama Galen sudah seperti anak muda yang suka motor.
"Ish, Mama! itu tadi Tante cantik. Ahh Mama sih pakai ikut Galen segala naik motor." Galen mengusap wajahnya kesal.
Rambutnya yang rapi kini sudah acak-acakan karena kesal rambutnya yang jadi sasaran setelah membuka helm.
"Heh, anak durhaka kamu!"
"Akkh!! ampun Mah, jangan di jewer malu diliat orang." Galen meringis kesakitan memohon ampun sambil memegangi tangan mamanya yang menarik telinganya.
"Ampun kamu bilang! kamu Mama gendong sembilan bulan di perut Mama tidak protes, mama baru ikut kamu naik motor sepuluh menit kamu sudah protes marahin Mama! Hem durhaka kamu Galen!"
"Ampun Mah, ampun! iya Galen salah."
Huh
Galen mengusap telinganya yang rasanya hampir putus, pasti saat ini telinganya sudah merah seperti tomat.
"Mimpi apa punya nyokap suka jewer telinga." Rutuk Galen dalam hati.
*
*
Di sebuah pusat perbelanjaan, Galen sejak tadi menekuk wajahnya dengan bibir mengerut sampai bisa di kucir.
Mama Helena ibunya Galen sampai geleng kepala melihat putranya yang memasang wajah sebal.
"Galen, Mama punya karet. Mau Mama kucir ngak itu bibir biar kayak ikan lohan." Ucap Mama Helena sambil menujukan karet rambut yang ia bawa di tas.
Wajah Galen semakin masam, dengan tatapan mata yang melotot.
"Sudah ah, jangan kayak anak teraniaya gitu. Mama cuma minta anterin belanja aja loh," Katanya lagi dengan santai merangkul lengan Galen posesif.
"Mah, ini tangannya." Galen menusuk-nusuk lengan Mamanya yang melingkar di tangannya.
"Biarin, biar kamu di kira sugar brondong."
Hah!!
Sejak kapan ada sugar brondong???
Masuk kesebuah brand terkenal, wajah Galen yang tadinya masam kini menjadi berbinar, apalagi di dalam toko yang ia masuki ada sebuah poster besar di mana wanita cantik sedang berpose menjadi model produknya sendiri.
"Mama kesana dulu, takut ngak kebagian itu Udah rame banget yang antri." Mama Helena langsung ngacir meninggalkan Galen yang sudah senyum-senyum.
"Cuma mandangin foto aja bisa meleleh, apalagi mendampingin orangnya pagi siang malem, duh bakalan meleleh luber-luber." Gumam Galen dengan wajah senyum-senyum tidak jelas.
Galen mengeluarkan ponselnya ia menggunakan kameranya untuk berpose di depan foto model yang sangat ia gila-gilai.
Galen mendekatkan wajahnya pada wajah Sani di dalam foto, dan bibir Galen ia majukan seolah sedang mencium pipi Sani dari samping.
Cekrek
Bibir Galen tersenyum lebar, pemuda itu hanya butuh mengeditnya sedikit dan,
"Sempurna." katanya dengan senyum lebar.
"Tante cantik, untuk Aa yang ganteng, cemu'ut."
"Terkirim." Galen terkekeh, dengan tingkah konyolnya.
"Gue beneran gila kek nya." Gumamnya sambil mesam-mesem.
Sedangkan di tempat kerja Sani yang mendapat pesan sebuah foto matanya terbelalak lebar, bisa-bisa Galen mengedit fotonya berciuman.
"Brondong kurang kerjaan!" Dumel Sani dengan kesal.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 63 Episodes
Comments
Nanang Aja
lanjut trs asik ceritanya 😄
2025-03-14
0
Ita rahmawati
kan emaknya,,tp bkannya seblmnya manggilnya ibu kok jd mamah 🤔🤔
2023-11-20
2
Atik Marwati
mamahnya to
2023-10-21
0