Sani yang terus merengek membuat telinga Casandra berdengung sakit, putrinya itu memang tidak bisa jika dirawat di rumah sakit kalau matanya terbuka. Pasti putrinya itu akan terus merengek untuk meminta pulang.
Pada akhirnya Casandra yang kalah, kalah karena Sani terlalu berisik membuatnya justru sakit kepala.
Sore itu Sani langsung pulang, tanpa menunggu nanti lagi, padahal tubuhnya masih lemah tapi wanita itu meminta di rawat di rumah saja.
Sean yang masih disana mengurus kepulangan adiknya, bersama Gerald mereka akhirnya pulang.
"Nak Gerald terima kasih sudah mengantar Sani pulang." Casandra berucap saat Gerald hendak pamit.
Padahal niatnya masih ingin menemani Sani, tapi wanita itu bilang jika ingin istirahat. Gerald memaklumi karena memang Sani sedang sakit.
"Sama-sama Tante," Gerald tersenyum tipis dan pamit pergi masuk ke mobilnya.
Casandra kembali masuk kedalam rumah, wanita itu mengambil buah dan makanan untuk di bawa ke kamar putrinya. Kalau sedang sakit Casandra bisa memperhatikan makanan putrinya karena Sani akan standby di dalam kamar. Tapi kalau sudah sehat dan bekerja Sani hanya bilang 'iya' tanpa bisa Casandra pantau.
Ceklek
Membuka pintu kamar putrinya, pemandangan yang Casandra lihat justru membuatnya semakin geram, beginilah resikonya jika membawa putrinya itu pulang.
"Kamu masih belum sembuh benar, kenapa harus pegang laptop!" Omel Casandra sambil menaruh makanan yang ia bawa ke atas nakas dekat tempat tidur.
"Lusa ada pameran Mah, pekerjaan ku belum selesai." Jawab Sani tanpa mengalihkan tatapannya dari layar persegi itu.
Casandra menggelengkan kepalanya tidak habis pikir, ia mendekati putrinya yang duduk diatas rajang dan langsung megambil laptop Sani.
"Mah!" Sani menatap Mamanya kesal, "Sani banyak kerjaan mah." Katanya lagi dengan wajah kesal bercampur memelas.
"Tidak," Casandra menutup laptop putrinya, "Kalau kamu tidak mau menurut Mama suruh papa mu untuk menggantikan kamu di kantor." Ancam Casandra dengan wajah tegasnya.
Wajah Sani mendadak muram wanita itu mendengus kesal.
"Pekerjaan tidak akan selesai, tapi kesehatan itu lebih penting, inilah yang Mama tidak mau jika kamu memegang perusahaan sendiri. Kamu lebih menyayangi pekerjaan mu dari pada kesehatan mu." Casandra bicara panjang lebar, menasehati putrinya yang lama-lama kok susah di atur.
"Kalau kamu sibuk bekerja, kamu tidak akan cepat menikah!" setelah itu Casandra keluar dari kamar putrinya, memilih pergi dari pada harus berdebat.
Sedangkan Sani mengerucutkan bibirnya kesal, apa hubungannya kerja sama nikah?
"Kalau sendiri bisa, kenapa harus menikah." Katanya dengan wajah kesal.
Kesal karena laptopnya kerjanya disita, Sani mengambil buah yang tadi dibawa Mamanya, dari pada badmood mending makan buah.
*
*
Keluar dari kampus Galen langung menuju parkiran, pria itu menaiki motor besarnya dan hendak pergi tapi Nova justru menghalangi didepan motornya.
Galen mendesahh kesal, ia buru-buru tapi wanita itu justru membuatnya kesal.
"Nova, aku buru-buru." Kata Galen sambil membuka kaca helm full face nya.
Nova mencebikkan bibirnya, "Kamu belum janji kalau mau datang ke pesta Widy."
Galen membuang wajah kesal, ia malas jika berurusan dengan wanita pemaksa begini.
"Aku tidak janji, karena aku punya kesibukan sendiri. Aku harap kamu mengerti dengan ucapan ku!" Galen menegaskan kata-katanya, pria itu kembali menghidupkan mesin motornya dan manarik tuas gas membuat Nova mau tidak mau langsung menyingkir.
"Ish, kenapa dia susah sekali di taklukkan!" Geram Nova yang menatap Galen menghilang dengan motor besarnya.
*
*
LIKE dan KOMEN jangan lupa pencet 🤣🤣🤣
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 63 Episodes
Comments
Berdo'a saja
bukan wanita idaman
2023-10-18
3
Riana
pasti mau ke RS jenguk sani
2023-10-15
0
Kikan dwi
Galen GK akn takluk sama km Nova karena dia udah kepincut Tante cantik
2023-09-11
2