"Gimana? lo punya rencana apa buat ****** ini." Salah satu siswi yang berada tepat disamping Rivera dengan tiba tiba merangkul Rivera.
Dengan sigap Rivera memelintir tangan siswi tersebut. Kini akhirnya ia tersadar, ia sadar bahwa keempat siswi tersebut adalah geng pembuli yang ada di sma Cendrawasih ini, dan lebih parahnya ini adalah gengnya sendiri bahkan ketuanya Rivera sendiri. Bagaimana ia bisa tau, karena awalnya Rivera membaca name tag dari seragam mereka dan Rivera merasa tak asing dengan nama nama mereka dan ternyata nama mereka tertulis di buku harian Rivera sebagai anggota geng pembuli.
"Apa apaan sih lo.?" Ucap bella, siswi yang sempat merangkul Rivera tadi.
"Lo kenapa ra? Ada yang salah? Atau kita kurang seru?." Ucap Grace, siswa yang memegang handphone.
"Kalau begitu nih ****** kita telanjangi aja, biar bos bangga sama kita." Kata Alea, siswi yang berdiri tepat disamping Grace.
"Dengan senang hatii!!." Siswi bernama Selly yang berdiri disamping Rivera dengan semangat hendak berjalan menuju siswi yang berada dilantai.
Kurang satu jangkah, tanpa aba aba Rivera menahan tangan Selly dan mendorongnya sampai ia terjatuh kelantai. Semua orang yang ada di sana mematung terkejut, mereka tak percaya dengan apa yang mereka lihat barusan.
"LO KENAPA SIH RA?!". Selly berteriak sambil memegang pantat nya yang terasa nyeri.
"Membuang sampah kelantai." Jawan Rivera dengan jutek. Setelah mengatakan kata kata tersebut, Rivera langsung saja menghampiri siswi tersebut. Melody Anastasya, nama yang tertera jelas pada seragam yang ia kenakan.
Rivera berjongkok, ia memegang bahu Melody. Kondisi melody benar benar memprihatinkan, Rivera tahu pasti apa yang dirasakan oleh Melody.
"Maaf, ayo ke uks." Hanya dengan beberapa kata yang terucap dari mulut Rivera membuat keempat orang yang sedari tadi memperhatikan Rivera terdiam seribu bahasa, mereka bertanya tanya, kenapa ketuanya menjadi seperti, dulu saja ia sangat bahagia melihat Melody tersiksa bahkan tak tanggung tanggung sampai membuat Melody masuk rumah sakit. Dan sekarang, ketuanya itu minta maaf bahkan membantunya.
"APA APAAN SIH LO RAAA?!." Bella mendorong Rivera hingga membuat Rivera terjatuh, bahkan Melody yang sempat Rivera gandeng ikut terjatuh dan menindih tubuh Rivera.
"Lo ngapain bantu dia?? Lo udah gila ha?." Selly terlihat sangat marah, ia tak menyangka Rivera membantu target bullying mereka.
"Seharusnya gua tanya sama kalian, apa yang lo lakuin? LO-GI-LA?!." Rivera menekankan kata kata terakhirnya.
"Kalian semua merasa keren dengan apa yang kalian lakuin? Modal backingan ortu aja soker lo pada. Ga ada ortu ciut nyalo lo!."
"Mending lo semua ngaca, muka lo macam pulu pulu aja bisa dibully. Gak usah sok sok an ngebully." Ucap Rivera dengan entengnya membuat keempat siswi itu kembali terdiam karena terkejut.
"Lo pasti bercanda kan ra?, lo lo pasti lagi drama kan ra?, iya kan?." Tanya Selly berturut turut, ia masih tak percaya dengan apa yang ia lihat.
"Mulai saat ini, sampai seterusnya gua bukan ketua ataupun bagian dari kalian!."
"Dan.... Jauhi Melody, sampai gua liat lo ngebully dia, habis lo ditangan gua!." Peringat Rivera, ia segera membopong kembali Melody untuk membawanya ke uks agar segera diobati. Belum sempat Rivera melangkah kan kakinya, Bella menahan tangan dan menarik tangan Rivera dengan keras hingga membuatnya meringis.
"Lepasin Melody, gua dan dia masih belum selesai." Ucapnya sambil berusaha menarik Melody.
"Jauhin tangan lo dari Melody." Rivera mencekal tangan Bella yang berusaha menarik Melody dari bopongannya.
"Gua ga tau apa yang ada dipikiran lo, tapi Melody masih berurusan dengan gua. Urusan Melody dengan gua belum selesai!." Ucap Bella seakan akan ingin membuat Rivera getar karena ucapannya.
"Emang gua peduli?. Bacot banget." Rivera mendorong Bella, ia sudah muak dengan kamar mandi dan orang orang gila itu. Dengan cepat Rivera keluar dari kamar mandi dan segera menuju UKS.
Untung saja disetiap lantai terdapat uks, jadi Rivera tidak harus susah payah naik ataupun turun untuk menuju uks. Hanya tinggal satu langkah saja Rivera menjangkah, Melody sudah pingsan. Ia kesulitan menahan tubuh Rivera dan segera berteriak meminta tolong kepada dokter penjaga uks.
"Untung aja lo pingsan disini dy."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 31 Episodes
Comments
mr. rmayy
selanjutnya mana dongg.. duhh gk di update ya
2023-10-01
0