kamar mandi 1

Jam istirahat telah usai kini Adira dan Rivera kembali ke kelasnya. Siang hari ini sangat panas, membuat Rivera tak bisa diam dibangku nya. Sedari tadi ia kebingungan sendiri karena kegerahan, dari bell masuk sampai sekarang guru pun tak kunjung datang sudah dipastikan jamkos. Seisi kelas berisik dan bermain satu sama lain membuat kelas semakin engap apalagi disiang yang panas ini.

Rivera memutuskan untuk pergi ke perpustakaan saja untuk mendinginkan tubuh nya, karena hanya di perpustakaan yang ada ac-nya.

"Dir lo ikut ga?." Tanya Rivera pada Adira yang sibuk main hp sendiri.

"Kemana?." Tanya Adira balik kepada Rivera.

"Ke neraka." Jawab Rivera asal asalan, Adira yang mendengar jawaban dari Rivera hanya diam dan tetap mempertahankan ekspresi bingungnya.

"BERCYANDAA." Lanjut Rivera sambil menaruh rambut kebelakang telinga dengan gaya centilnya.

"Ke perpustakaan mau?." Akhirnya Rivera mengatakan maksut ajakannya. "Lo kalau nolak gapapa, gua ga maksa."

"M-maaf ra, gua ga ikut gpp?." Adira sangat ngantuk dan malas hari ini, ia harus terpaksa menolak ajakan dari Rivera.

"Yahh... yaudah no father no father. Kalau gitu gua ke perpustakaan dulu ya."

Setelah keluar dari kelas, Rivera dengan cepat berjalan menuju perpustakaan. Keberadaan perpustakaan dengan kelasnya cukup jauh, apalagi ia harus turun dari lantai 4 ke lantai 1. Sebenarnya ada lift untuk menuju ke lantai satu, tapi lift itu rusak dan mengakibatkan dirinya harus terpaksa menggunakan tangga.

"Pulang pulang kurus banget nih gua." Nafas Rivera tak beraturan, ia ngos-ngosan. Kurang satu tangga saja ya sudah sampai di lantai satu, kini ia masih berada di lantai 2. Saat ia hendak menginjakan kakinya tangga terakhir, tiba tiba saja ia kebelet buang air kecil mau tak mau ia harus mampir ke lantai dua dan mencari kamar mandi disekitar situ.

Tak lama ia berjalan akhirnya ia menemukan kamar mandi, tapi anehnya pintu masuk kamar mandi itu tertutup, padahal setahu Rivera pintu masuk kamar mandi disekolah ini tidak pernah ditutup.

"Mungkin ada orang ganti baju kali ya.."

Rivera ingin sekali ganti kamar mandi, tapi karena ia sudah sangat kebelet tanpa berfikir panjang lagi ia membuka pintu tersebut.

Saat pintu masuk itu terbuka lebar, tubuh Rivera mematung.

"Wah wah wahh, queen kita ada disini." Ucap salah satu dari mereka sambil menyambut Rivera dengan tepuk tangan.

Rivera masih mencerna apa yang ia lihat, pantas saja sedari tadi ada siswi yang ingin masuk ke kamar mandi ini tapi tidak jadi. Awalanya Rivera berfikir siswi itu mungkin tidak jadi ke kamar mandi, tapi kini ia tau alasan siswi itu. Tepat didepannya ada 5 siswi berada di kamar mandi tersebut, 4 siswi berpakaian ketat, ber make up tebal dan cat rambut kuning coklat.

1 siswi dengan rambut sebahu sedang menangis ketakutan duduk dilantai kamar mandi. Rambutnya berantakan, penuh dengan tepung dan telur. Seragam siswi itu sobek, 3 kancing baju terbuka, bahkan ada beberapa memar di badan siswi itu.

Tanpa menggerakkan badan sama sekali, Rivera melirik kearah siswi yang berdiri tepat disamping siswi yang awalnya menyapa Rivera tadi. Tangan siswi itu memegang handphone, dengan samar samar ia melihat foto siswi yang berada di lantai itu dalam handphonenya.

"Lo kenapa terkejut gitu." Ucap siswi dengan tepung berada di tangan kanannya.

"Lo udah berbulan-bulan gak masuk, gua kirain udah lupain kita. Tapu nyatanya lo kembali ke sini, pasti lo ingat kan dulu kita ngapain disini. Lo pasti mau ngelakuin ini juga, mangkanya lo kesini." Ucap salah satu siswi lainya sambil menyilangkan tangannya.

"Gua persembain ini buat lo, lo pasti suka." Lanjutnya. Keempat siswi itu secara serentak tertawa sangat keras.

"Lo liat dia, lucu kan." Ucap siswi yang memegang hp.

"Tadinya niat kita mau telanjangi dia, terus difoto. Lumayan kan kalau dijual nanti dapet uang." Lanjutnya sambil meludah tepat didepan muka siswi yang berada dilantai tersebut.

"Gimana? lo punya rencana apa buat ****** ini." Salah satu siswi yang berada tepat disamping Rivera dengan tiba tiba merangkul Rivera.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!