Hari minggu 2

Tak henti henti Rivera tersenyum di depan cermin, kini ia berada di kamar mandi mall. Rivera sangat puas dengan hasilnya, rambutnya kembali menjadi hitam bahkan potongan rambut idamannya telah ia dapatkan. Dulu susah sekali mau motong rambut dengan model butterfly ini, karena salon yang ada di desanya selalu diluar nalar terus dan terhalang budget juga, tapi karena sekarang ia mempunyai banyak uang ia bisa melakukan apa saja bahkan hanya memotong rambut saja di salon bergengsi pun ia bisa.

"Rambutnya tebal juga sih, jadi kalau dipotong gini pasti mudah ngebentuk nya." Ucap Rivera sambil menyisir rambutnya dengan tanganya.

Beberapa menit kemudian Rivera keluar dari kamar mandi, kini ia akan menuju ke toko aneka seragam. 'semoga saja ada seragam sma gua.'

Sesampainya di toko aneka seragam, Rivera sedikit merasa lega karena melihat banyak sekali seragam seragam sekolah swasta lainnya. Jadi bukan hanya seragam sekolah negeri juga, karena pada umumnya toko aneka seragam pasti hanya menjual seragam negeri saja, dan terpaksa harus beli di sekolah. Rivera sangat malas harus membeli disekolah, untung saja seragamnya ada di toko ini.

Rivera segera menuju ke kasir, ia bertanya kepada salah satu karyawan disana apakah ada baju untuk sma cendrawasih. Ternyata ada, bahkan ternyata tempat ini menjadi langganan murid murid sma cendrawasih. Akhirnya Rivera bernafas dengan lega, ia memilih ukuran yang pas di badan nya tidak besar dan tidak kecil. Sesudah ia memilih ukuran seragam, karyawan yang menemani Rivera mengukur tadi pergi untuk mencari seragam yang dituju, ternyata seragam disini pun seragam jadi, tinggal mengukur saja nanti karyawan akan milih baju yang pas dengan ukuran jika tidak ada nanti tinggal milih, lebih baik beli yang ukuran mendekati atau beli kain nya saja yang nanti akan dijahit sendiri.

Saat menunggu karyawan itu mengambil seragam, Rivera memutuskan untuk keliling toko tersebut. Ia tertarik dengan sepatu yang dipajang disetiap rak yang berjajar dengan rapi. 'Ternyata disini ada sepatu juga, beli ah. Dibanding pakai sepatu heelsnya tinggi banget.' Rivera teringat bahwasanya sepatu yang dipakai Rivera yang asli sangat lah aneh. Masa anak sekolah memakai sepatu hitam denhan heels tinggi, itu mau sekolah atau fashion show, batin Rivera. Ia benar benar sudah kehabisan kata kata melihat tingkah laku Rivera yang asli.

Saat asik memilih milih sepatu, tanpa sengaja Rivera memunggungi seseorang yang membuat punggung mereka saling bersentuhan satu sama lain. Dengan reflek Rivera langsung menoleh kebelakang. Rivera mengedipkan kedua matanya berkali-kali, tak menyangka hal pertama yang ia lihat adalah dada bidang seorang pria. Rivera dengan cepat mendongak untuk melihat siapa pria tersebut. Untuk sesaat Rivera merasa tidak asing dengan pria itu, tapi dengan cepat ia sadar. Tak mungkin ia mengenali pria yang baru saja ia temuin.

"Sorry."

"Maaf." Ucap mereka secara bersamaan.

"lagian tempat nya sempit banget." Ucap Rivera secara spontan.

Mendengar kata kata dari Rivera membuat pria yang ada didepannya terkekeh, entah apa yang lucu baginya.

"LO BULE?!" Tanya Rivera sambil melotot, entah kenapa ia menanyakan hal seperti itu.

Pria tersebut sedikit terkejut dengan perubahan sikap mendadak dari Rivera, yang nadanya tadi kalem mendadak berteriak. Untung saja tak banyak orang di toko.

"Gua?." Tanya balik pria tersebut sambil menujuk ke dirinya sendiri.

"Bukan ternyata, bule kok pakai gua." Rivera mendesah kesal, padahal jika ia bertemu dengan bule, nantinya bakal diajak foto.

"Seganteng itukah gua sampai dibilang bule?." Tanya nya sambil mengibaskan rambutnya sambil mengedipkan salah satu matanya

"Najis kepedean, gua kira lo cool."

"Gua ga tau lo se-chill ini bro." Lanjut Rivera sambil menirukan gerakan pria itu.

Melihat tingkah Rivera, pria tersebut tertawa pelan sambil menggelengkan kepalanya, belum sempat pria itu berkata lagi tiba tiba dari arah samping muncul seorang gadis kecil. Ia berlari menuju pria tersebut dan memeluk kaki jenjang pria itu.

"Ayo pulang, bunda udah nunggu." Ucap anak kecil itu sambil menggoyangkan tangan pria tersebut.

"Ayo." Ucap pria itu sambil mengelus rambut anak kecil itu dengan lembut.

"Gua duluan ya." Pria tersebut berpamitan dengan Rivera sebelum akhirnya pergi meninggalkan Rivera sendiri.

'Ternyata udah punya anak.'

Selang semenit karyawan yang tadi mencari seragam untuk Rivera menghampiri Rivera, ternyata seragam nya sudah ketemu, lengkap dan benar benar mirip dengan seragam lamanya cuma beda ukuran saja. Kemudian ia segera membayar seragamnya ke kasir.

'Duh jadi kepikiran suami orang.' Rivera kepikiran dengan pria tadi, bahkan setelah keluar dari mall pun ia tetap memikirkannya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!